
Pov Prasetyo.
"Terimakasih atas laporan hari ini. Kamu harus selalu memantau Miana. Dan kabarkan kepadaku semua hal yang terjadi di kantor" Prasetyo berkata dengan seseorang melalui ponselnya. Sudah pasti, kalau berurusan dengan kantor, yang menghubunginya adalah Hendra.
"Baik tuan" Panggilan berakhir. Prasetyo meletakkan ponselnya di meja kembali. Iya kembali melihat-lihat laptop yang baru saja iya nyalakan.
"Apa ada informasi baru? " Tanya Atika yang abru saja datang menghampiri Prasetyo dengan membawa satu gelas kopi kesukaan suaminya.
"Miana memecat direktur pemasaran di perusahaan karena sudah berani membentak Dara dan Jelita" Ungkap Prasetyo.
"Cuma di bentak aja langsung pecat. Lebay banget Miana" balas Atika.
"Kamu pasti sudah mengenal bagaimana Miana kan? Tidak mungkin hanya karena membentak Dara dan Jelita, Miana langsung memecat direktur dan stapam itu" Bela Prasetyo.
"Tapi tetap aja kan, Miana itu lebay" Sanggah Atika.
"Terus mencati pengganti direktur itu tidak mudah. Seharusnya kamu sudah waktunya turun tangan menangani hal seperti ini" Atika mula memprovokasi suaminya lagi.
"Nanti dulu, setelah aku benar-benar muak dengan tingkah Miana yang seenaknya. Baru aku akan kembali. Tentunya, setelah membuatmu sah menjadi istriku. Bukan hanya istri siri, namun istri yang di akui oleh seluruh dunia" Ucap Prasetyo membuat Atika berbinar.
"Jadi, kapan kamu akan melangsungkan pernikahan? " Tanya Atika tak sabar.
" tunggu sampai sertifikat pernikahan ciri kita sampai. Setelah itu kita melaksanakan pernikahan yang sesungguhnya" jawab Prasetyo membuat Atika benar-benar merasa gembira. tanpa aba-aba, Atika langsung memeluk Prasetyo yang duduk di sofa. Prasetyo pun membalas dengan mengusap-usap tak punggung tangan Atika yang menggantung di lehernya.
"Jangan khawatir, aku akan membahagiakanmu, sehingga kamu tidak akan sendirian lagi" Prasetyo berjanji kepada Atika.
__ADS_1
"Aku percaya kamu tidak akan mengecewakan aku" Atika semakin yakin untuk membangun rumah tangga seutuhnya dengan mantan adik iparnya itu.
Pov Bagas.
"Bagas, apa kamu tidak salah mengambil keputusan? Miana baru beberapa hari di ceraikan oleh suaminya, Prasetyo. Kamu sudah ingin mendapatkannya saja" Ucap Rendy.
"Aku tidak ingin gagal untuk yang ke dua kali. Aku akan berusaha untuk membuat Miana jatuh ke pelukanku, bukan laki-laki lain" Jawab Bagas yakin dengan apa yang telah iya putuskan.
"Baiklah, kalau memang kamu yakin, aku hanya bisa mendukung saja. Srbagai seorang sahabat dan assisten kamu, aku selalu mendukung yang terbaik untukmu" Rendy akhirnya menyetujui apa yang menjadi keputusan Bagas, sang bos sekaligus sahabatnya itu.
"Tapi kamu jangan gegabah. Miana itu baru saja merasakan luka hati yang teramat sakit, Mungkin akan butuh waktu yang lumayan lama untuk menyembuhkannya. Tapi aku ingat dengan sebuah kata pepatah, Obat paling mujarab untuk mengobati luka karena patah hati, adalah sama-sama bertemu dengan orang yang patah hati pula. Jadi, selamat mencoba, semoga dengan hadirnya kamu, Miana akan mampu mengobati luka di hatinya dengan cepat" Rendy menepuk pundak sahabatnya itu dengan penuh pengharapan. Berharap jika sahabatnya itu akan mampu menambatkan hati yang telah terluka karena wanita.
"Terima kasih. Ingatkanlah aku di saat aku berbelok ke jalan yang menurutmu tidak benar" Bagas benar-benar merasa beruntung memiliki sahabat sekaligus assistan seperti Rendy. Tempat berbagi suka dan duka. Sekaligus tempat untuk bersama. Walaupun pada kenyataanya, banyak orang mengira jika mereka berdua tidak segera mencari pasangan karena mereka bukan lelaki normal. Dan itu hanyalah penilaian orang lain, tidak akan mempengaruhi hidup Bagas dan Rendy.
"Jadi... Hal pertama yang harus aku lakukan apa untuk bisa mendekati Miana? " Bagas kembali berucap.
"Ada tips? " Bagas masih terus bertanya.
"Kamu ini, sudah tua masalah cinta saja masih terus bertanya. Padahal aku bukan ahlinya. Aku bahkan belum pernah menemukan cinta sejatiku" Rendy menjawab dengan nada mengiba.
"Oh iya... Kamu kan jomblo ya" Ucapan Bagas membuat Rendy seakan menjadi murka, namun iya menahannya.
"Jomblo terhormat boss. Jomblo bukan sembarang jomblo ini" Rendy membela dirinya karena sudah di katakan jomblo oleh Bagas.
"Eeleeehh... Dari dulu bilangnya gitu terus, nyatanya sampai sekarang juga belum dapet-dapet tu pasangan hidup" Ucap Bagas sembarangan.
__ADS_1
"Aku masih menyeleksi, siapa wanita yang memang pantas untuk bersanding denganku. Wanita bukan sembarang wanita. Seperti wanita mu yang dulu murahan itu" Kini Rendy membalas ucapan Bagas dengan penuh penekanan.
"Jangan mengungkit hal yang sudah terlewat, kamu belum pernah merasakan jatuh cinta. Jadi, jangan mengatakan orang lain sebelum kamu merasakannya sendiri" Balas Bagas.
"Makanya, karena cintaku ini mahal, aku tidak ingin menjatuhkan pada wanita murahan" Rwndy masih saja menyebut kata murahan. Membuat Bagas merasa terpojok. Iya jadi diam karena merasa apa yang di katakan oleh Rendy adalah sebuah kebenaran.
"Oh... Ada mantan serong ternyata di sini" Ucap seorang wanita yang suaranya masih Bagas kenali. Mau tak mau , Rendy dan Bagas menoleh untuk melihat bahwa yang iya dengar bukannlah kesalahan. Namun dalam hati Bagas, iya berharap itu adalah suara yang sama, tapi seseorang yang berbeda. Setelah berhasil memutar kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara, Bagas dan Rendy melihat bahwa itu adalah wanita yang baru saja mereka bicarakan. Melihat dan mendengar apa yang di katakan mantan istri, Bagas hanya terdiam. Mereka malas untuk meladeni hal yang tak penting.
"Oh, jadi mantan suami mu ini menyerong sayang, jadi kamu meninggalkannya? " Tanya lelaki yang menggandeng tangan mantan istri Bagas.
"Salah satu alasan ya itu sayang" Jawab wanita itu sembari merangkul lelaki di sampingnya tanpa rasa sungkan maupun malu.
"Ayo kita pergi. Mood aku langsung hilang saat melihat dia berbicara" Bagas langsung berdiri tanpa mempedulikan mantan istrinya itu.
"Langsung pergi sayang. Berarti kamu telah berhasil mempermalukan dia. Bukan dia, tapi mereka berdua." Lelaki di samping wanita yang menjadi mantan istri Bagas itu berkata setelah melihat Bgaas pergi. Mereka terlihat sangat senang ketika melihat ekspresi Bagas dan Rendi.
Di dalam mobil.
"Apa kamu tahu apa yang harus kamu lakukan tadi? " Tanya Bagas ketika sudah masuk ke dalm mobilnya.
"Tenang saja, aku sudah mengerti" Jawab Rendi.
"Ayo jalan" Bagas mengajak untuk berjalan. Dan rendy pun menyalakan mobilnya. Di saat sudah menarik tuas mobiil, Rendy teringat sesuatu.
"Dompet sama hp ku ketinggalan di meja kasir. Aku harus nengambilnya terlebih dahulu" Rendy segera turun tanpa menunggu persetujuan dari Bagas. Iya berfikir jika Nagas sudaj pasti akan mengizinkannya. Iya segera berlari masuk ke dalam restoran lagi untuk mengambil barang-barangnya. Di lihatnya seorang wanita yang sedang membersihkan meja yng baru saja iya tempat. Iya segera mendekat.
__ADS_1
"Maaf mbak..." Ucapan Rendy terhenti ketika wanita itu tiba-tiba membalikkan badan.