Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Nafasmu Bau


__ADS_3

" Biar saya memeriksa keadaan Nyonya Atika terlebih dahulu tuan. Silakan Anda keluar terlebih dahulu bersama sang ibu" dokter yang baru datang dan akan memeriksa Atika tersebut menyuruh Bu Yanti dan Prasetya untuk keluar dari ruangan. Prasetyo pun segera mengajak Ibu mertuanya untuk segera keluar dari ruangan tersebut.


" Kenapa sih setiap kali mereka memeriksa kita harus keluar? " omel Bu Yanti ketika ia sudah berada di luar ruangan.


" Mereka itu sedang bekerja, dan kerjanya bukanlah pekerjaan yang mudah. Mereka bekerja untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Kalau sampai kita berada di sana dan merasa panik terus mengganggu fokus kerja mereka, mereka tidak akan bisa maksimal untuk melakukan pekerjaannya itu" penjelasan Prasetyo dijawab dengan wajah Ketus Bu Yanti. setelah itu pun Bu Yanti terdiam, menunggu informasi baru dari dokter yang menangani Putri sulungnya tersebut. sedangkan Prasetyo tidak bisa duduk dengan tenang. Iya hanya berjalan mondar-mandir di depan Ibu mertuanya.


Tak lama setelah Prasetyo dan bu Yanti keluar, Dokter pun keluar. Dengan cepat Prasetyo menghampirinya.


" Dokter Bagaimana keadaan istri saya" tanpa menunggu aba-aba dari siapapun, Prasetyo bertanya kepada dokter yang baru keluar dari ruangan tempat Atika dirawat.


" Nyonya Atika telah keluar dari masa kritisnya Tuan Prasetyo. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keadaannya kembali" jawaban dari seorang dokter membuat Prasetyo benar-benar merasa lega.


" Apa dia sudah sadarkan diri? " tanya Prasetya kembali. dan dokter tersebut menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


" Sekarang Anda bisa melihat keadaan Nyonya Atika di dalam. Silakan masuk dan melihatnya sendiri" dokter itu pun mempersilahkan Prasetya untuk masuk ke ruangan Antika dirawat. Prasetya pun dengan cepat berlari dan masuk ke ruangan tersebut.


" Atika..." Panggil Prasetyo ketika ia sudah berada di depan pintu.


" Mas Tiyo" Atika yang melihat suaminya berdiri di depan pintu pun menjawab panggilan nya tersebut.


"Sayang kamu sudah sadar. Tolong jangan melakukan hal bodoh seperti apa itu lagi ya" Prasetyo mendekat ke arah Atika dengan air mata yang menetes membasahi pipinya.


" Maafkan aku... Memang tidak seharusnya aku melakukan hal bodoh yang akan mencelakakan diriku sendiri. Maafkan aku yang tidak mendengarkan kamu saat itu. Aku benar-benar menyesal Setelah semua kejadian ini menimpa diriku" Atika meminta maaf kepada Prasetyo karena sikap bodohnya yang tidak bisa dikasih tahu itu, Prasetyo pun tersenyum memandang ke arah istrinya yang telah menyadari kesalahannya tersebut.

__ADS_1


" Bersikaplah lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Aku bahagia karena kamu masih selamat. Tapi, kamu harus menjalani perawatan untuk menyembuhkan kedua kakimu yang patah itu" Prasetyo memberitahu Atika.


" Bagaimana mungkin aku bisa menjalani hidup seperti ini mas. Aku benar-benar menyesal karena telah mengabaikan Apa yang kamu katakan saat itu. Aku akan menjalani perawatan demi kakiku agar bisa sembuh seperti dahulu lagi" Atika pun perlahan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang suami.


" Bagaimana keadaan Wafa Mas? " tanya Atika ketika ia berada dalam pelukan Prasetyo.


" Meskipun perkembangannya tidak terlalu signifikan. Tapi setiap hari masih ada perkembangan yang disampaikan oleh dokter. Wafa akan baik-baik saja kalau kita merawatnya dengan sungguh-sungguh" jawab Prasetyo yang masih memeluk istrinya. Dan di ambang pintu, Bu Yanti berdiri mematung menyaksikan anak dan menantunya yang terlihat begitu saling mencintai. Iya pun tak jadi masuk karena tak ingin mengganggu momen kedua orang tersebut. Bu Yanti memilih untuk meninggalkan ruangan itu karena telah melihat sang anak telah sadar. Iya menunggu di luar sampai Prasetyo keluar dari ruangan.


Pov Miana.


" Mas kamu pakai parfum apa sih? " tanya miana ketika duduk di samping Bagas.


" Aku pakai parfum yang biasa loh. Parfumnya nggak ganti" jawab Bagas sambil menoleh ke arah Miana.


" Aku tadi juga sudah gosok gigi setelah sarapan. Haah hahh... Perasaan bau nya mint. Memang apa yang kamu cium dari mulutku? " Bagas yang saat ini duduk di samping Miana menjadi bingung. Iya Pun menghembuskan nafas ke tanganya sendiri lalu menciumnya kembali.


" Mulut kamu bau sekali tahu nggak. Aku nggak tahan lagi nih kalau kamu tetap menghadap ke sini" Miana semakin rapat menutupkan telapak tangan ke hidungnya.


" Tutup deh mulut kamu. jangan menghembuskan nafas ke aku. Lebih baik sekarang kamu pakai masker saja" Bagas membulatkan matanya terkejut ketika mendengar Miana mengatakan hal tersebut. Hal yang tidak pernah miana katakan kepada siapapun.


" Ini kamu pakai maskernya terlebih dahulu. Biar aku nggak mencium nafas kamu yang baunya tidak enak banget itu" Miana mengeluarkan tangannya untuk memberikan satu buah masker kepada suaminya. Dan dengan perasaan bingung, Bagas menerima masker itu dan langsung memakainya.


" Aku sudah pakai masker ini. Kamu kenapa sih sayang? " tanya Bagas yang merasa heran dengan sikap aneh sang istri.

__ADS_1


" Iya sudah nggak bau lagi nafas kamu. Tapi parfum kamu membuat aku benar-benar tidak tahan. Baunya benar-benar membuat aku mau muntah" jawab Miana dan semakin membuat Bagas terheran dengan sikapnya tersebut.


" Lalu aku harus bagaimana? " tanya Bagas yang tidak mengerti apa yang harus ia lakukan.


" Baju kamu lebih baik dilepas saja. Dan ganti baju yang lain" Miana meminta Bagas untuk mengganti bajunya.


"Sayang... Baju nya semua ada di rumah. Bagaimana mungkin aku bisa melepas bajuku sementara tidak ada baju lain" Bagas tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi kepada Miana. Sehingga sikap istrinya tersebut benar-benar tidak seperti biasanya.


" Kita berhenti di toko baju. Yang penting kamu sudah tidak memakai baju yang terkena parfum itu lagi. Aku tidak suka" mia2na bersikap seolah-olah ia sangat membenci parfum yang digunakan oleh Bagas.


"Oke oke.. Aku akan membeli baju yang baru." akhirnya Bagas pun mengalah dan menuruti Apa yang diinginkan oleh istrinya. Mereka berhenti di sebuah toko baju yang beda jauh dari tempat Miana meminta Bagas untuk melepas baju tersebut.


10 menit telah berlalu setelah drama Miana yang tidak mau mencium bau parfum yang digunakan oleh Bagas. Mereka telah keluar dari sebuah toko baju ternama.


"Ini baru ngga bau" Ucap Miana sambil duduk di kursi penumpang mobil yang di kendarai oleh seorang sopir untuk mengantarkannya menuju ke kantor.


" Tapi miana, baju ini belum dicuci sama sekali. Masa aku pakai baju baru yang belum dicuci. Nanti kalau misalnya badan aku gatal-gatal bagaimana? " Bagas merasa aneh dengan sikap Miana. Hatinya tetus bertanya-tanya ada apa dengan istrinya.


"Pokoknya kamu harus memakai baju ini. Aku ngga mau kamu pakai yang lain." Miana tiba-tiba merajuk ketika Bagas memprotes baju yang di kenakannya.


"Iya iya sayang. Maafkan aku. Aku akan tetap memakai baju ini" Melihat Miana yang terlihat merajuk, Bagas pun mengalah. Akhirnya Bagas berangkat ke kantor dengan pakaian yang baru di beli nya itu. Miana bisa bernafas dengan lega ketika Bagas sudah menggunakan masker dan mengganti pakaiannya.


"Kamu kenapa sih? Saking penasarannya, Bagas tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya krpada sang istri.

__ADS_1


"Kenapa apanya? Aku tidak kenapa-kenapa" Bagas semakin pusing dengan jawaban Miana.


__ADS_2