Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Keributan


__ADS_3

"Tuan Rendy? " Kedatangan Rendi mampu membuat ibu mertua Miana terdiam.


"Bu Asti... Sedang apa anda disini? Dan anda juga mengenal sahabat semasa SMK saya? " Rendi berkata dengan nada dingin.


"Tuan Rendi, Wanita tak tahu malu ini adalah menantu saya. Saya juga tidak tahu jika dia adalah sahabat anda di maaa lalu. Dia dengan bangganya duduk berduaan disini tanpa memikirkan suaminya yang sedang lelah bekerja. Jadi saya menegurnya" Jawaban ibu mertua Miana dengan menunduk. Tak berani menatap ke arah Rendi. Sedangkan ayah mertua Miana, begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Iya pun berusaha menghentikannya dengan cara menyenggolnya.


"Saya tahu dia sudah memiliki suami dan anak. Tapi saya yang khusus mengundangnya kesini untuk mengadakan reuni. Dan ternyata anda merusak nostalgia kita. Apa yang anda fikirkan hingga bisa berbuat sejauh itu? " Rendy mulai menggeser kursi yang iya gunakan tadi sebelum pergi sambil terus berbicara dengan ekspresi dinginnya. Sesaat kemudian iya mengangkat kaki kanannya Dan meletakkan di atas kaki kirinya.


" Saya mohon maaf tuan Rendy. Saya tidak tahu menahu bahwa menantu saya adalah sahabat anda. Dan saya tidak tahu jika anda mengundangnya secara khusus. Saya tidak tahu dan belum mencari tahu tentang kebenarannya. Saya mohon maaf karena merusak suasana reuni anda" mertua Miana terlihat begitu takut kepada Rendi. Dan miana yang mengetahui hal itu, merasa tak percaya apa yang membuat Ibu mertuanya setakut itu kepada Rendi.


" Lain kali sebelum berbuat tolong dipikirkan dengan baik-baik. Dan tolong cari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum anda menyalahkan orang lain. Anda tahu di mana letak kesalahan anda? " Rendy masih terus berkata dengan nada dinginnya.


" Anda tahu, di sini di tempat ini dan saat ini, miana adalah tamu saya. Dan saya berhak untuk melindungi orang-orang yang saat ini berhubungan dengan saya. Meskipun dia adalah menantumu sendiri, anda tidak berhak untuk mempermalukan dia di depan umum seperti ini" Miana Tak habis pikir dengan apa yang diucapkan oleh teman lamanya itu kepada mertuanya.


" Rendy udah deh... jangan diperpanjang. Kasihan Ibu aku" miana berbisik kepada Rendy.


" Anda lihat itu Nyonya Asti. Bahkan di saat anda sudah mempermalukannya di hadapan banyak orang. Dia tetap menjaga anda dan menghormati Anda sebagai ibunya" kali ini Ibu Asti mertua Miana terlihat lebih menunduk.

__ADS_1


" Minta maaf lah, dan jangan pernah mengungkit hal ini jika anda berada di rumah. Meskipun saat itu Miana sudah bukan tamu saya lagi" seakan dikuliti hidup-hidup, ibu mertua Miana menatap sayu ke arah Miana.


" Rendy nggak perlu... Ibu sama ayah mau makan makan saja. Dan nggak usah minta maaf. Saya nggak apa-apa kok Bu" Miana mendekati Ibu mertuanya dan langsung menarik lengannya menuju sebuah bangku kosong untuk ditempati. sedangkan Rendy dan Bagas hanya menatap Apa yang dilakukan oleh Miana.


" Ibu tidak apa-apa kan? " setelah Ibu Asti beserta suaminya dan rekan bisnisnya sudah duduk. Miana ingin kembali ke meja yang sebelumnya iya tempati.


" Miana ke sana dulu ya Bu" sambil menunjuk ke arah meja di mana Bagas dan Rendy duduk. Namun di saat miana akan berjalan, Ibu Asti menarik lengannya.


" Miana maafkan Ibu! " didengar dari suaranya, bu Asti begitu terpaksa memohon maaf kepada Miana.


" Rendy apa yang aku lihat tadi kenyataan? " Miana yang tidak percaya tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya.


" Kenapa ibu mertuaku takut sama kamu? " Miana dengan hati-hati bertanya karena takut ia akan salah dalam bertindak.


" Ya wajar kalau ibu mertua kamu takut sama aku. karena semua saham perusahaan ada di tangan aku. Dan kalau sampai aku memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja dengan ibu mertua kamu, kemungkinan besar ibu mertua kamu akan menjadi miskin" Miana membungkam mulutnya saat mendengar apa yang diucapkan oleh Rendy.


"Jangan terkejut! Aku tidak sehebat yang kamu pikirkan. Perusahaan yang memiliki saham itu adalah milik Seseorang, bukan milikku" setelah menyatakan hal tersebut, Bagas melotot ke arah Rendy.

__ADS_1


" Sudahlah, tidak ada yang harus kita tutupi dari Miana. Kita itu teman dari dulu ,Bahkan lebih dari teman." Rendy kali ini berani menentang apa yang tidak disukai oleh Bagas. Miana menatap kedua temannya tersebut. Sekarang ia paham kenapa ibu mertuanya begitu takut disaat melihat Rendy datang.


"Miana... Biarkanlah semua ini menjadi rahasia kita. Tolong rahasiakan semua ini dari siapapun. Termasuk kepada keluargamu" Bagas berkata dengan pelan. Iya masih belum bisa melupakan semua rasa sakit yang ia rasakan dulu ketika semua orang menyukainya hanya karena perbedaan strata sosial.


" Jadi sebenarnya, ibu mertuaku tahunya kalau Rendy adalah pemilik perusahaan itu. Sedangkan dalam kenyataan yang sebenarnya, Rendy hanyalah orang yang di percaya untuk memegang perusahaan" Miana berkata dengan pelan. sedangkan Rendy dan Bagas hanya mengangguk.


" Itulah sebabnya kenapa dalam dunia bisnis, Rendy lebih ditakuti oleh golongan orang-orang yang menjadi pesaingnya. karena hanya dalam hitungan menit, Rendi mampu menghancurkan apa yang sudah mereka bangun selama ini" kali ini Bagas menjelaskan. Iya berani berceritakan mereka sudah mengetahui siapa miana sebenarnya.


" Sudah Tolong jangan dibahas hal seperti ini lagi. kita di sini bertemu untuk mengingat semua kenangan kita di masa lalu. Bukan untuk mengumbar apa-apa yang tidak seharusnya diketahui oleh orang lain" kali ini Rendy berbicara dengan sedikit profesional.


" Okelah Maafkan aku karena sudah Berlaku tidak sopan kepada mertua kamu" Rendy pun akhirnya meminta maaf kepada miana.


" Tapi kalau untuk masalah memaafkan atas nama Bagas Nurdiansyah, semua keputusan ada di tangan bagus sendiri" kali ini Rendy berucap dengan tegas. dan disaat menoleh ia melihat orang yang baru saja membuat keributan bersamanya telah bangkit dan berjalan untuk keluar dari Cafe. Mungkin karena rasa malu atau bagaimana, mereka tidak jadi makan di Cafe tersebut.


" Setidaknya kalau kalian masih punya hati, kalian seharusnya minta maaf kepada Bagas karena kalian sudah mengatakan yang bukan-bukan kepadanya" di saat ibu Asti berjalan melewati meja yang diduduki oleh Miana dan teman-temannya, Rendi kembali berkata dengan nada yang dingin. Dan akhirnya mereka pun berhenti dan menghadap ke arah Rendy dan teman-temannya.


" Tuan Rendy... Saya pribadi memohon maaf atas apa yang telah istri saya katakan. Semua itu hanya karena ketidaktahuannya. Saya akan mendidiknya untuk lebih baik lagi. Tuan Bagas saya mohon maaf yang sebesar-besarnya" kali ini suami Ibu Asti yang memulai perkataan. Sedangkan Ibu Astivyang terlihat tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Dan semua itu mereka lakukan hanya untuk menyelamatkan saham perusahaan agar tidak gulung tikar.

__ADS_1


__ADS_2