Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Tetap Miana yang Salah


__ADS_3

Di siang yang begitu panas menyengat hingga ke ubun-ubun. Tuan Adi dan nyonya Asti datang ke rumah Miana dengan emosi yang begitu memuncak. Mereka berdua telah kehilangan urat malu meminta pertanggungjawaban dari Miana. Mereka tetap menyalahkan Miana Atas kejadian yang menimpa perusahaannya.


" Miana Keluar kamu..." dengan langkah tergesa-gesa, Tuan Adi masuk ke rumah Miana sambari berteriak-teriak. Sehingga semua orang yang berada di ruang tamu mengalihkan perhatian kepadanya.


" Miana kamu harus bertanggung jawab atas semua pembatalan kerjasama dengan AIA Group." seakan membutakan hati dan pikirannya. Tuan Adi menutup telinga atas apa yang telah dikatakan oleh Rendy. Atas apa yang telah dia lakukan yaitu telah menyinggung salah satu pimpinan sah perusahaan AIA Corporation.


" Maksud Ayah apa? Kenapa Miana harus bertanggung jawab atas semuanya? " kali ini Prasetyo bertanya.


" Kamu harus tahu ya Prasetyo. Bahwa apa yang ayah dan ibu katakan kemarin adalah sebuah kebenaran. Miana perselingkuh dengan Bagas salah satu asisten pimpinan AIA Corporation. Dan disaat ayah dan ibu mempermalukan asisten itu, Tuan Rendy tidak terima dan dia membatalkan kerjasama itu. Ini semua gara-gara Miana, wanita tidak tahu diri yang sudah membuat semua keadaan berantakan" Tuan Adi Berkata sambil menunjuk ke arah Miana. Dara dan Jelita yang baru saja bergabung merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh kakek dan neneknya. Mereka berdua terdiam tanpa berani mengatakan apapun.


" Apa alasan Papa menuduhku berselingkuh dengan Bagas? " kali ini Miana ikut berbicara membela dirinya sendiri.


" Kalau bukan karena kamu semuanya tidak akan pernah terjadi" bu Asti pun ikut turun tangan membela suaminya.


" Tunggu tunggu... Apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa Anda memarahi adik saya sebagai penyebab pembatalan kerjasama itu? " Atika yang mendengar bahwa mertuanya yang kini menyalahkan adik nya pun ingin mengetahui sumber permasalahannya.


" Anda harus tahu Nona Atika. Bahwa adik anda ini telah menjalin sebuah hubungan spesial dengan AIA Corporation. Dan asal anda tahu karena ketahuan oleh saya dan istri saya, demi membela wanita bodoh ini, AIA corporation membatalkan kerjasamanya dan malah memilih membayar denda kepada kami. Mereka bilang Kalau kami telah menyinggung salah satu pimpinan perusahaan yang sah. Dan selama ini saya tidak pernah merasa menyinggung siapapun kecuali Bagas, selingkuhan Miana" Tuan Adi menjelaskan, dan Atika yang pura-pura belum tahu pun menutup mulutnya seakan terkejut dengan berita yang baru didengarnya itu.


" Apa... Miana Benarkah itu? " Atika menatap tajam ke arah adiknya.


" Saya ingatkan kepada Anda sekali lagi ya tuan Adi yang terhormat. Saya tidak pernah berselingkuh dengan siapapun, Termasuk orang-orang yang telah anda sebutkan tadi. Saya sudah mengatakan dan menceritakan semuanya kepada anda. Kalau anda mau percaya syukur, kalau tidak hal itu tidak akan berpengaruh dalam hidup saya" Miana kali ini berani menjawab karena ia berada di posisi yang benar.

__ADS_1


" Kamu lihatkan Prasetyo... Kelakuan istri yang kamu bangga-banggakan ini. Kelakuan istri yang begitu kamu cintai. Dan sekarang dia adalah seorang pembangkang ulung" Bu Asti tidak terima jika Miana menjadi berani menjawab apa yang dia katakan.


" Kalau Mas Tio mau lebih percaya kepada orang tuamu terserah. Sebagai orang yang berpendidikan, harusnya kamu tahu mana yang benar dan mana yang tidak" Miana masih tetap tidak mau mengalah.


" Dan kamu tahu Mas Tio... Ayah dan ibumu tidak mengizinkanku untuk menyebutnya sebagai orang tua. Maka dari itu aku menyebutnya tuan dan nyonya, karena memang itu adalah panggilan yang terhormat untuk mereka. Aku sudah menjelaskan kepadamu sebelumnya. Terserah kamu mau percaya aku atau orang tuamu" Miana meraih kedua lengan Dara dan Jelita. Dia menarik pelan kedua putrinya untuk menjauh dari sana. Miana tidak mau emosinya semakin meledak ketika ia terus menjawab apa yang dituduhkan oleh mertuanya.


" Kakek sama Uti bener-bener jahat sama mama. Sudah berapa kali kakek sama Uti terlalu marah-marah ke Mama. Sebenarnya Mamaku itu salah apa" sebelum pergi Dara melepaskan cengkraman tangan Miana. Dia pun berbalik dan mengatakan hal tersebut di depan semua orang. Begitu selesai mengatakannya, Ia pun berlari terlebih dahulu meninggalkan adik dan Mamanya.


Setelah menantu dan kedua cucunya pergi dari ruangan tersebut, Tuan Adi menjelek-jelekan miana.


" Kamu lihat sendiri kan bagaimana kelakuan istri kamu. Dan bagaimana dia mengajari anak-anaknya untuk berlaku tidak sopan kepada kakek dan neneknya" Tuan Adi mengatakan dengan nada yang kesal.


" Ayah sama ibu jangan menuduh Miana yang bukan bukan. Aku tahu bagaimana Miana. Miana itu sudah dari kecil mendidik anak-anak nya supaya mereka semua menjadi anak yang baik..." tiba-tiba ucapan Prasetyo terputus karena bu Asti menyela.


" Bu berhenti menyalahkan Miana dalam hal ini." setelah mengatakan itu Prasetyo pergi meninggalkan orang tuanya lalu menyusul kedua anaknya.


" Dasar kamu Prasetyo. Orang kalau sudah dibutuhkan oleh cinta ya seperti itu. Nggak tahu mana yang benar dan mana yang salah" dengan kesal bu Asti mengomentari kelakuan anaknya.


" Tante... Tante sabar dulu ya... Mungkin Prasetyo saat ini sedang tidak bisa diganggu. Mungkin kita butuh waktu untuk membuat Prasetyo yakin kalau apa yang dikatakan orang tuanya ini benar-benar terjadi" Atika tidak mau membuang kesempatan ini untuk membuat orang tua Prasetyo membenci Miana.


" Kamu kakaknya Miana, kenapa malah membela kami dibanding membela Miana. di awalnya saja kamu membela Adikmu yang bodoh itu." bu Asti sedikit menurunkan nada bicaranya ketika Atika memulai siasatnya.

__ADS_1


" Tante Jangan seperti itu dong. Kalau tante mau aku bisa bantu tante untuk meyakinkan Prasetyo bahwa apa yang tante katakan adalah sebuah kebenaran" Atika masih terus berusaha.


" Kalau ucapanmu bisa aku pegang, Aku sanggup kehilangan menantu yang tidak berguna itu demi membuat Prasetyo kembali sadar. Walaupun dia sudah memiliki dua anak, Tapi itu bukan sebuah masalah." bu Asti membisikkan kata-kata tersebut tepat di dekat telinga Atika.


" Tante Jangan khawatir... Aku akan membantu tante dengan semampuku" Atika pun merasa menang karena saat ini orang tua Prasetyo kembali menjadi berpihak kepadanya.


" Kalau begitu untuk memudahkan komunikasi antara kita, boleh saya meminta kontak person yang bisa saya hubungi" modus Atika pun mulai berjalan.


" Oke" Bu Asti mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dia segera membuka aplikasi hijau dan membuka barcode-nya untuk di scan oleh Atika.


" Sewaktu-waktu saya akan menghubungi tante dan om untuk memberikan kabar selanjutnya" Atika semakin tersenyum puas dengan usahanya kali ini.


" Oke kalau begitu, Saya mau pulang dulu" Bu Asti berjalan keluar dari rumah miana. Iya Segera menaiki mobil yang dikendarai oleh sopirnya tepat berada di depan rumah miana.


Setelah bu Asti dan suaminya pergi, tante Aya menepuk pundak Atika dan mengacungkan kedua jempolnya.


" Kamu memang selalu bisa mengambil kesempatan emas seperti ini" dia pun tersenyum jahat.


" Ada satu lagi yang mendukung ku. Maka akan semakin mulus jalan yang akan aku tempuh" etika tersenyum puas.


Hayoo readerku tercintaah, jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Like dan coment dari reader begitu berarti untuk mengetahui kualitas dari novel ini. Jangan lupa yaa, tinggalkan jejak.


__ADS_2