Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Informasi Menyakitkan


__ADS_3

" Prasetyo dan Atika membawa Firman pergi dari sini. Kita semua kehilangan jejak. Kita tidak tahu ke mana mereka pergi" Tuan Heri mengatakan hal tersebut kepada Ibu Yanti. Sedangkan Awan juga berada di sana mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.


" Mereka benar-benar keterlaluan. Apa yang ada di pikiran mereka selama ini" Bu Yanti yang merasa anak dan menantunya itu berubah.


" Kita bahkan kehilangan jejak Kemana mereka pergi." Ayah Heri berkata dengan memegang kepalanya.


" Apa perlu kita memberitahu Miana? " Awan mulai bertanya.


" Aku takut Miana akan semakin terpuruk. Apa perlu kita biarkan Miana tahu sendiri soal ini? " Ayah Heri seakan ragu untuk memberitahu niana.


"Aku takut Miana akan semakin sakit pa. Tapi aku sudah sedikit tidak khawatir. Parlan bisa di andalkan" Awan merasa tenang karena Parlan selalu ada untuk Miana.


"Tapi kita tidak biaa diam. Miana harus tahu yah" Bu Yanti ingin anaknya tahu bagaimana kelakukan suami nya.


" Aku yakin Miana bukan orang yang lemah. Dia pasti kuat untuk anak-anaknya. Kita kasih tahu saja dia ya? " Tuan Heri berubah pikiran. Dia merasa jika Miana adalah wanita yang kuat.


" Apa kita perlu ke rumah miana sekarang juga pa? " Awan yang saat ini berada di ruang kantor sang ayah bertanya.


" Kamu di sini saja Awan. Biar ayah dan ibu yang pergi untuk menemui Miana" Akhirnya Awan pun mengangguk mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya.


" Kalau begitu Ayah cepat saja pergi ke rumah Miana. Biasanya dia jam segini sudah pulang mengantarkan anak-anaknya ke sekolah" Awan menyuruh ayahnya untuk segera berangkat.


" Baiklah kalau begitu. Ayah sama ibu akan segera berangkat. Ayah Heri dan Bu Yanti pun akhirnya meninggalkan kantor untuk menemani miana di rumahnya.


Pov Miana.

__ADS_1


"Apa ada masalah? " Parlan yang melihat miana terdiam di sampingnya pun menanyakan mengapa ia tidak seperti biasanya.


"Dara... Dara tahu semuanya. Aku juga tidak tahu dari mana Dara bisa mengetahui semua ini" tanpa menunggu atau berbelit-belit, Miana pun memberitahu kepada Parlan bahwa Dara sudah mengetahui seluruh rahasia yang ia sembunyikan.


" Apa ada yang memberitahu? " tanya Parlan sambil fokus pada kemudi setirnya.


" Entahlah Siapa yang memberitahu. Yang pasti semalam tiba-tiba saja aku terkejut karena Dara tidur di kamarku dan sambil menggenggam tanganku. Saat aku terbangun Dan bertanya kenapa Ia ada di kamar, dia menjawab kalau dia sudah mengetahui semuanya" Miana menceritakan apa yang terjadi semalam kepada Parlan.


"Miana... Dara sudah beranjak dewasa untuk mengetahui hal-hal seperti ini. Dia bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Aku yakin, Dara bisa memilah-milah mana yang harus dan tak harus di lakukan. Jangan terlalu mengkhawatirkan dia. Dara itu anak yang pintar" Parlan memberi masukan kepada Miana yang saat ini tengah memikirkan Putri sulungnya itu.


" Aku tahu, yang aku pikirkan bukan sikapnya sudah mengerti atau belum. Tapi yang aku pikirkan adalah lukanya. Aku takut luka itu akan mempengaruhi hidupnya hingga ia dewasa nanti." Miana menyatakan rasa takutnya terhadap sang anak kepada Parlan.


" Apa kamu masih merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui bahwa Prasetyo sudah menikah secara sirih dengan Atika? " Parlan menanyakan hal yang menurutnya begitu sensitif untuk dibahas di depan miana.


" Aku tahu kalau terluka itu memang sulit untuk diobati. tapi aku juga tahu, kalau obat sesungguhnya dari luka yang kita rasakan adalah dari diri kita sendiri. Maka dari itu aku mencoba untuk mengobati luka itu sendirian. Mencoba membalutnya dengan rasa ikhlas dan sabar. Aku yakin luka itu akan segera sembuh." seakan pandangannya kosong, Iya menatap lurus ke depan.


"Aku sudah menggantungkan banyak hal kepadamu Parlan. Apa kamu tidak keberatan aku melakukan hal yang lebih menggantungkan lagi kepadamu. sedangkan aku tidak pernah membantu semua masalahmu." Miana merasa sungkan atas apa yang pernah dilakukan Parlan terhadapnya selama ini.


" Jangan sungkan. Aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri. dan aku sudah berjanji kepada Almarhum ayah kandung mu untuk menjagamu agar kamu tidak terluka" Parlan menjelaskan kepada Miana.


" Kenapa kamu tidak mengingkari janjimu saja. Ayah itu sudah tidak ada Parlan. Kamu bisa saja pergi dan mencari hidupmu sendiri. Meninggalkan aku Dan anak-anak supaya kamu mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Bukan malah hanya menjadi sopir" Miana seakan menyerah.


" Dan membiarkan kamu di sakiti lebih dbanyak lagi? "


"Boleh aku mengatakan sesuatu kepadamu? " Parlan pun bertanya terlebih dahulu.

__ADS_1


" Katakan saja Kalau menurutmu itu baik" Miana mengangguk.


" Sebenarnya aku sudah mengetahui sejak awal kalau Prasetyo dan Atika menikah di Villa saat itu. Tapi aku bingung bagaimana cara menyampaikan kepadamu. Melihat dirimu terluka karena dikhianati oleh Prasetyo malam itu, membuat aku mengurungkan niatku untuk membuatmu lebih terluka lagi" Miana menunduk mendengar apa yang dikatakan oleh Parlan. Tak terasa air matanya kembali menetes.


" Dan saat ini, aku juga mengetahui suatu hal besar. Yang mungkin akan membuatmu jauh lebih terluka dari yang sebelumnya" Parlan ingin memberitahu Miana agar ia tidak tahu lagi dari orang lain.


" Apa itu? " Miana menoleh, Iya seakan menuntut rasa penasarannya itu segera hilang karena Parlan mengatakan hal besar yang ingin Ia sampaikan.


" Maafkan aku harus memberitahumu masalah ini. Tapi aku ingin kamu tetap tegar menghadapi semuanya. Aku ingin kamu lebih kuat dari yang kemarin" Parlan tidak langsung mengatakan apa yang ingin Ia sampaikan. Namun ia terlebih dahulu meminta maaf kepada Miana.


" Tolong katakan langsung saja Parlan, Jadi jika kamu pikir aku akan lebih terluka dari yang saat itu. Aku akan mengantisipasinya" Miana seakan sudah siap untuk mendengar kenyataan buruk. dan ia pun mencoba untuk menguatkan hati dan pikirannya.


"Sebenarnya... Sebenarnya, Atika dan Prasetyo kemarin sudah pergi dari sini. Dan mereka membawa Firman" seakan merasakan petir di siang bolong. Suara Parlan seakan benar-benar menyesakkan hati Miana.


" Apa kamu tidak salah informasi? Semalam Prasetya memang tidak pulang dan dia tidak mengabari sama sekali." Miana mencoba untuk kuat mendengar informasi yang baru saja ia terima dari Parlan.


" Tentu saja informasi itu benar Miana. dan tentu saja Semalam Prasetya tidak pulang karena mereka sudah sampai di tempat tinggal barunya" kali ini Parlan juga menguatkan hatinya untuk mengatakan yang sejujurnya terjadi kepada miana.


" Lalu mereka pindah ke mana? " Miana ingin mengetahui.


" Mereka pindah ke tempat yang dekat dengan perkebunan milik kalian berdua" Miana seakan semakin hancur mendengar informasi yang baru saja peran sampaikan kepadanya.


" Untuk apa mereka memilih tempat itu. tempat itu berada di sebuah desa. Yang kalau dibandingkan dengan di sini benar-benar beda jauh." Miana seakan semakin penasaran. Semakin Parlan mengatakan satu informasi, maka semakin Miana ingin mengetahui informasi yang lain.


" Ya mungkin biar jauh dari kamu dan orang-orang yang tidak mendukung hubungannya dengan Atika" dengan pelan-pelan dan perlahan Parlan mengatakan itu.

__ADS_1


" Kalau memang itu pilihan mereka, Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Biarkan saja mereka berbuat sesuka hatinya. Aku tidak akan menjadi penghalang di jalan yang mereka tempuh untuk menyatukan cinta" Miana seakan sudah Tegar dengan rasa sakit yang menderanya. Iya benar-benar mengikhlaskan suaminya diambil oleh Kakaknya sendiri. Dan tidak terasa, mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Miana. Namun saat akan masuk, ada sebuah mobil yang juga akan memasuki halaman rumahnya.


__ADS_2