Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Kemarahan Awan


__ADS_3

Prasetyo gundah. pikirannya saat ini sedang kacau. Iya bingung harus mengambil sebuah keputusan. dia tidak ingin kehilangan separuh dari saham perusahaan cabang. tapi dia juga tidak ingin kehilangan semua aset perusahaan.


"Kenapa harus ada masalah seperti ini? Huuuh... Bruaakk" Prasetyo menggebrak meja yang berada di depannya setelah Andre keluar dari ruangan itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan perusahaanku. Kenapa ada masalah serumit ini yang tidak bisa mereka selesaikan? Sia-sia aku merekrut mereka" Prasetto terus marah-marah. Hingga tak lama setelahnya, iya mendengar knop pintu di tekan dari luar. Begitu melihat ke arah pintu, ternyata kekasih gelapnya datang.


"Atika? " Prasetyo bergumam ketika melihat siapa yang datang.


"sayang..." Panggil Atika Dengan langkah santai yang di buat-buat, Atika berjalan mendekati Prasetyo dengan melenggak-lenggokkan tubuhnya.


"Kenapa kamu di sini? " Prasetyo bertanya dengan heran. Bagaimana selingkuhannya itu bisa ke sana tanpa memberitahu.


"Apa aku tidak boleh datang ke perusahaan milik suamiku sendiri? " Atika semakin berani menunjukkan rasa manjanya. Hingga saat ini bibirnya sudah sedikit manyun karena mendengar perkataan Prasetyo.


"Bukan tidak boleh, tapi kedatanga kamu begitu tiba-tiba dan tanpa aba-aba. Aku bahkan tidak mempersiapkan diriku dengan baik" Alasan Prasetyo saja mengatakan itu supaya Atika tidak marah.


"Kamu tidak perlu persiapan sayanh. Aku sudah cukup mengagumi dirimu tanpa di buat-buat." Atika meletakkan tas tangan dan sesuatu di dalam paper bag yang iya bawa di atas meja.


"Oh yaa? " Kemarilah! " Kali ini Prasetyo seakan lupa dengan masalah yang berada di kantornya.


"Kita makan siang dulu. Aku tidak ingin kamu melupakan makan karena masalah kantor yang menyulitkan kamu dan fikiranmu itu" Ucap Atika. Iya membuka paperbag yang iya bawa tadi.


"Biar aku suapi kamu sayang" Atika terlalu menggoda untuk Prasetyo yang sedang merasakn gundah di hatinya. Iya poun mengangguk dan membuka mulutnya saat Atika menyuapkan satu sendok nasi ke mulutnya. Mereka tidak bisa memikirkan apa-apa lagi kecuali saling memikirkan satu sama lain.

__ADS_1


Pov Miana.


"Jadi mas Tiyo sudah menikah siri dengan Kak Tika? " Saat Miana siuman, iya kembali teringat.


"Iya Mian, sudah hampir 2 minggu. Mereka menikah Villa. Atika hanya dengan Wali hakim" Awan menjelaskan.


"Tega sekali kamu mas. Aku sudah berusaha bertahan dan menutupi semua dari anak-anak. Aku berfikir kalau misalnya semua ini masih bisa di perbaiki. Tapi ternyata semua usahaku sia-sia" Miana mengusap air matanya. Ayah dan kakaknya pun menatap iba kepada Miana.


"Kamu janganlah menangis Miana. Lelaki seperti Prasetyo tidak pantas mendapatkan air mata mu yang begitu berharga. Bangkitlah! Lawan rasa sakit itu. Kamu tidak boleh lemah" Kini Awan begitu memperhatikan afiknya yang sedang dalam kondisi lemah. Mentalnya sedang tidak baik-baik saja.


"Ayah..." Miana memeluk ayahnya yang berada di depannya.


"Apa salah Miana yah? Kenapa mas Tiyo sejahat ini kepada keluarganya sendiri" Miana meraung dan suaranya terisak. Hati tuan Heri begitu hancur mendengar semua ini.


"Prasetyo benar-benar brengs*k." Awan pergi meninggalkan Miana dan semua yang ada di sana. Entah mau kemana si Awan. Yang Pasti Miana dan ayah Heri tak menghentikan langkahnya.


Pov Prasetyo.


"Kapan kita bisa menunjukkan hubungan di depan umum? Aku lelah terus bersembunyi sayang" Atika merengek kepada Prasetyo.


"Kamu bersabarlah... Nanti kalau semuanya sudah beres, aku pasti akan menikahimu secara sah. Kamu tahu kan Miana bagaimana" Jawab Prasetyo meyakinkan.


"Tapi aku terlalu sakit hati melihatmu tidur satu kamar dengan Miana. Aku ngga kuat kalau begini terus" Atika yang sedang duduk di atas pangkuan Prasetyo langsung memeluk suami sirinya. Iya semakin memanjakan diri kepada Prasetyo.

__ADS_1


'Bruaaakkk' Terdengar pintu di dobrak dari luar. Karena Prasetyo lupa tidak mengunci pintu tersebut, tiba-tiba awan muncul dengan guratan-guratan di wajahnya. Tangannya mengepal seakan emosi sedang menaklukkannya. Dan setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, Awan Masuk dengan memandang prasetyo dan Atika dengan tatapan membunuh. Atika dan Prasetyo yang baru saja tersadar langsung buru-buru berdiri.


"Kak Awan..." Ucap keduanya dengan bersamaan.


"Prasetyo... Atikaa" Awan berkata dengan nada yang terdengar begitu geram.


"Kak, aku bisa jelasin semuanya. Tolong jangan marah dulu" Atika berkata lalu berjalan ke arah Awan. Namun, Awan yang sudah di kuasai oleh emosi seakan tak mendengar apa yang di katakan oleh Atika. Iya terus melangkah maju menuju ke arah Prasetyo. sedangkan Prasetyo Masih dia mematung di tempatnya. awan menghampiri Prasetyo. tanpa basa-basi lagi, Iya menarik kerah baju adik iparnya itu.


" berani kamu ya menyakiti miana. kurang apa miana selama ini. dia sudah menemanimu berjuang dari nol. dia sudah mengorbankan hidupnya untuk mengabdi kepadamu selama bertahun-tahun. tapi ini balasan kamu" nada suara awan terdengar bergetar. Ini adalah sebuah pertanda jika lelaki itu sudah benar-benar dikuasai oleh amarah.


" Kak Awan tolong hentikan... Atika nggak jangan membuat keributan di sini. kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik" ucap Atika di saat ia berusaha untuk menarik awan.


" dan kamu juga... Ayah selama ini membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. membesarkan kita dengan penuh perhatian. Iya tidak ingin anak-anaknya terjerumus ke dalam hal yang buruk. tapi kamu... kamu bukan Atika adikku yang pernah aku kenal" awan mengibaskan lengan Atika yang mencoba untuk menariknya menjauhi Prasetyo. Iya kembali menarik kerah baju adik iparnya itu.


" kamu itu lelaki, Kenapa hanya bisa menyakiti hati perempuan." tiba-tiba awan melayangkan satu pukulan ke arah pipi Prasetyo. seketika keluarlah darah dari sudut bibir Prasetyo. Prasetyo hanya terdiam tak mampu menjawab ucapan kata yang dilontarkan oleh awan.


" kalian berdua ini benar-benar manusia berhati iblis. Bagaimana mungkin kalian bisa menghancurkan kehidupan keluarga sendiri. sedangkan miana tidak pernah sedikitpun kalian berdua" awan benar-benar merasa kedua orang tersebut harus diberi pelajaran.


" dan kamu Atika, kurang apa miana selama ini kepadamu. dia selalu membantumu disaat kamu berada dalam kesusahan. menghiburmu di saat kamu merasa sedih. dan selalu melibatkanmu dalam semua kesehariannya. tapi ini balasan kamu Untuk dia. Apa kamu tidak tahu malu" penggoda dan penghianat tersebut hanya bisa terdiam mendengar ucapan awan yang memang benar adanya.


" Kak Awan aku bisa menjelaskan semuanya. kita berdua saling mencintai..." Ucapan Atika berhenti begitu saja.


"Kamu bilang kalian saling mencintai, tapi cintamu itu merusak banyak hal. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Miana, aku pastikan kalian berdua akan menyesal" Sambil berkata Awan yang memegang pipi Atika dengan satu tangannya, melepaskan dengan kasar. Iya langsung keluar dari ruangan Prasetyo sambil melemparkan sebuah foto.

__ADS_1


__ADS_2