Diandra

Diandra
Bab 100


__ADS_3

"Baiklah, kita akhiri pelajaran hari ini. Terima kasih!"


Semua murid bergegas pulang. Cuaca begitu mendung dan sebentar lagi pasti akan turun hujan.


"Kris, gue duluan ya. Abang udah didepan. Takut kehujanan. Loe pulang sama Ken kan?" tanya Nando


"Iya" jawab Kris bohong. Ia belum menghubungi sopir dan ia juga tidak tahu apakah Ken masih berada di sekolah atau tidak.


Hubungannya dengan Ken sedikit merenggang sejak beberapa hari lalu. Ken memang sering mengiriminya pesan, namun Kris mengabaikannya. Ia benar - benar membutuhkan waktu untuk memikirkan lagi semuanya.


"Sudah mulai gerimis"


Kris bergegas menuju ke depan. Hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Ketika hampir sampai di parkiran, ia melihat mobil Ken masih ada. Dalam hati ia berharap Ken akan mengantarnya pulang. Kristal sedikit berlari, namun langkahnya berhenti seketika saat melihat Ken terburu - buru membukakan pintu untuk Yazna. Setelah itu Ken juga masuk kemudian mobilnya mulai meninggalkan parkiran sekolah.


Kristal tertawa miris, dia menertawakan dirinya sendiri karena sempat berharap Ken akan mengajaknya. Nyatanya hanya Yazna. Hanya gadis itu yang Ken pedulikan.


"Semuanya sudah jelas! Semua sudah berakhir dan tidak ada lagi yang perlu di pertahankan"


Kristal melangkah dengan gontai, ia bahkan tidak peduli dengan tubuhnya yang mulai basah kuyup.


"Kris!"


Kris mendongak, "P-papa"


"Kenapa kamu hujan - hujanan? Dimana Kenzie, kalian tidak pulang bersama?" tanya Gama


Kristal menggeleng, Gama segera membawa putrinya masuk kedalam mobil, tak lupa memberikan jaket yang ada di kursi belakang untuk putrinya. Kebetulan ia baru selesai meeting di dekat sekolah Kristal. Entah kenapa Gama malah pergi ke sekolah padahal biasanya ia tak pernah melakukan hal itu. Dan benar, ia mendapati Kristal dalam keadaan tak baik - baik saja.


"Ada apa, Sayang? Kamu dan Ken sedang ada masalah?"


Kristal menatap Papanya dengan mata berkaca - kaca. "Pa, aku tidak mau meneruskan semuanya"


Deg


🍀🍀🍀


"Terima kasih banyak, Bu. Kalau begitu saya pamit" ucap Gama. Setelah menemui kepala sekolah, Gama segera pergi


Ken yang tidak sengaja melihat Papa Gama berusaha mengejar pria itu. Sayangnya Papa Gama lebih dulu memasuki mobil kemudian pergi.


"Apa Kristal sakit? Seharian ini aku tidak melihatnya"


Ken bergegas menuju ke kelas Kristal, sayangnya ketika sampai di kelas, Ken tidak mendapati orang yang dia cari.


"Kristal mana?" tanya Ken pada Nando


"Kristal nggak masuk. Sakit!"


"Kristal sakit?" tanya Ken terkejut


"Kok loe nggak tahu Kristal sakit. Pacar macem apa loe!" sindir Nando


Tanpa membuang waktu, Ken segera pergi ke rumah Kristal. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali Ken mengumpat saat dirinya terjebak lampu merah.


Setelah hampir setengah jam, dirinya baru tiba dirumah Kristal. Pemuda itu segera turun dan berlari menuju ke dalam rumah.


"Oma, Kristal dimana?" tanyanya pada Oma Clara yang sedang duduk di ruang tamu. Oma Clara yang biasanya ramah kini hanya diam saja.


"Om, Kristal sakit apa? Dimana dia sekarang?" tanya Ken pada Gama dan Diandra yang baru saja turun dari tangga


Karena Gama juga tak menjawab, Ken beralih bertanya pada Diandra, "Tante, Kristal sakit apa? Dimana dia sekarang? Apa Kristal ada di kamarnya?"

__ADS_1


Masih tak mendapat jawaban, Ken berniat menaiki tangga untuk ke kamar Kristal,


"Kristal sudah pergi!"


Tiga kata yang keluar dari mulut Gama membuat langkah Ken terhenti,


"P-pergi? Maksud Om apa? Kristal pergi kemana?"


"Kristal sudah pindah ke luar negeri"


Raut wajah terkejut Ken tak bisa disembunyikan lagi, "M-maksudnya Kristal pindah bagaimana? Kenapa tiba - tiba Kristal pindah ke luar negeri? Om dan Tante pasti bercanda kan? Kalian hanya ngeprank kan? Tidak mungkin Kristal pergi, kami akan segera tunangan"


"Bertunangan?" tanya Gama sinis, "Pertunangan itu batal!"


Ken menatap Gama dengan Gama, "Om! Om tidak bisa membatalkannya begitu saja. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Duduklah, Ken. Kita bicarakan dulu" ucap Opa David


"Tidak perlu duduk!" tegas Gama, "Dengarkan saya Ken! Tidak ada pertunangan antara kamu dengan Kristal! Semuanya tidak akan pernah terlaksana!"


"Apa maksdunya ini, Gam? Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Rani yang baru datang bersama suaminya.


Tadi Ken memang langsung menghubungi Mamanya dan mengabarkan jika Kristal sakit lalu meminta mereka untuk menyusul


"Kebetulan ada kalian disini. Jadi aku tidak perlu menjelaskannya dua kali!" ucap Gama dengan tegas


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Triyoga


"Sebaiknya kita duduk dulu untuk membicarakan semuanya" suruh Opa David


Dian mengusap lengan suaminya, Gama menghela nafas kemudian mempersilahkan tamunya duduk. Meski demikian, raut wajah pria paruh baya itu terlihat tak bersahabat.


"Jadi apa yang terjadi? Dimana Kristal? Kata Ken, Kristal sedang sakit" tanya Rani


"Kristal sudah pergi ke luar negeri!" ucap Gama


Rani menatap wajah putranya, "Kenapa tiba - tiba Kristal pergi ke luar negeri? Pertunangana akan di gelar sebentar lagi"


"Pertunangan itu batal!"


Rani dan Tri begitu terkejut mendengar penuturan Gama,


"Di, apa yang sebenarnya terjadi? Jelaskan padaku!" pinta Rani


"Kristal tidak mau melanjutkan pertunangan ini karena-"


"Tanyakan saja pada putramu itu!" potong Gama


Rani dan Tri menatap Kenzie, "Ken, apa yang sebenarnya terjadi? Kamu dan Kristal bertengkar lagi?"


"A-aku juga tidak tahu, Ma"


"Tidak tahu?!" Gama menatap Ken emosi, "Bagaimana bisa kamu tidak tahu kesalahan yang kamu perbuat?! Bukan hanya sekali bahkan berkali - kali!"


"Aku melakukan kesalahan apa, Om?"


Ingin sekali Gama memukul wajah Kenzie, kalau saja tidak mengingat dia masih keluarga istrinya, tentu hal itu sudah Gama lakukan sejak tadi.


"Kristal kemarin kehujanan, beruntung Mas Gama pergi ke sekolah" Diandra mulai bercerita


"Tidak perlu berbelit - belit, Sayang. Biar aku yang menjelaskan!" sahut Gama, "Kalian tahu?" tanya Gama pada Rani dan Triyoga, "Putra tercinta kalian ini lebih mementingkan sahabatnya dibanding putriku! Semuanya dia lebih mementingkan gadis itu dibanding Kristal!"

__ADS_1


"Apa benar itu, Ken?!"


"Om, aku bisa jelaskan"


"Mau menjelaskan apa lagi?! Kemarin Kristal berharap kamu akan mengajaknya pulang. Ditengah hujan dia berlari dan akan menghampirimu! Tapi kamu justru lebih memilih untuk membawa dan mengantar gadis itu! Kamu bahkan mengabaikan Kristal yang berada di belakang mobilmu!!"


"Ken, apa yang dikatakan Om Gama tidak benar kan?"


"Bukan hanya itu! Kamu membuat Kristal menunggu berjam - jam hanya karena kamu mengantar gadis itu pulang lebih dulu! Bukan hanya sekali! Tapi berkali - kali! Kamu juga pernah mengabaikan janji dengan putriku karena mementingkan gadis itu! Dan yang terakhir, kamu mengabaikannya saat makan bersama dengan gadis itu bersama Papanya!"


"Om, semua tidak seperti yang Om pikirkan" Ken berusaha menjelaskan


"Benar! Semua tidak seperti yang aku pikirkan! Aku menyesal sudah pernah menilaimu sebagai pemuda yang baik! Orang yang bisa menjaga putriku dengan baik pula! Tapi sekarang aku menyadari satu hal. Kamu bukan orang yang tepat untuk mendampingi putriku!"


"Gam, mungkin ini hanya salah paham" Rani berusaha membela putranya


"Tidak ada kesalahpahaman disini! Kristal adalah putriku satu - satunya. Kamu pikir aku tidak mengawasinya? Aku menjaganya seperti berlian! Dan aku tidak akan membiarkan putramu membuatnya sakit hati!"


"Gam, aku rasa hal ini bisa dibicarakan lagi. Ken mungkin bersalah, tapi aku yakin dia tidak akan mengulangi kesalahannya"


"Tanyakan pada putramu berapa kali dia berjanji pada Kristal untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi! Tapi apa buktinya? Semua kembali ia ulangi bahkan berkali - kali! Keputusanku sudah bulat, aku tidak akan pernah merestui Kristal dengan Kenzie!" Gama meninggalkan ruang tamu begitu saja


"Di, tolong katakan sesuatu. Tolong bujuk suamimu untuk tidak membatalkan pertunangan Ken dan Kristal"


"Maafkan aku, Ran. Sejak awal aku memang ragu pada rencana ini. Dan sekarang terbukti kan, feeling seorang ibu tidak pernah salah. Kamu boleh menyalahkan aku atas kejadian ini, tapi yang jelas aku hanya mau putriku bahagia. Jika bersama Kenzie Kristal tidak bahagia, lebih baik dia bersama orang lain!"


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, Di. Kamu tahu betul Ken seperti apa!" Rani mulai meninggikan suaranya


"Aku tahu. Aku bahkan tahu semua yang putramu lakukan! Bukankah kamu pandai dalam mencari tahu sesuatu? Cobalah kamu cari tahu tentang seberapa dekat Ken dengan putri Saka!"


"P-putri Saka?"


"Kamu bahkan tidak tahu putramu dekat dengan siapa! Belajarlah lebih dekat dengan putramu, Ran. Kamu terlalu banyak melewatkan banyak hal"


Rani menunduk malu,


"Tante, aku dekat dengan Yazna karena kondisinya cacat. Dia sering di bully dan diganggu oleh teman - temannya. Hanya itu saja"


Dian tersenyum, "Lalu berciuman apa termasuk caramu menjaganya?"


Semua orang terperangah mendengar apa yang Dian katakan,


"Ken! Kenapa kamu membuat Mama malu!"


"Ma, aku-"


"Kalian bisa menyelesaikan masalah ini dirumah. Dan aku harap, setelah kejadian ini hubungan kita masih sama seperti sebelumnya" ucap Dian


"Tante, aku mohon. Beritahu aku dimana Kristal sekarang"


"Dia akan kembali jika waktunya tiba"


"Tante aku mohon, aku harus bertemu dengan Kristal dan menjelaskan semuanya"


"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun padanya. Kristal sudah menentukan pilihannya sendiri. Berbahagialah mulai sekarang. Kamu sudah tidak terbebani dengan Kristal lagi!"


🍀🍀🍀


Season 1 Tamat Ya.


Untuk season 2, enaknya lanjut disini atau novel baru nih?

__ADS_1


Komen ya


__ADS_2