
"Papa!!"
Cilla mematung, tubuhnya membeku menyaksikan pria yang di cintainya sudah menikahi perempuan lain. Bukan hanya Cilla, semua orang yang ada disana juga dibuat tercengang apalagi melihat ada dua mempelai pengantin wanita.
"Silahkan menikmati jamuan di halaman samping. Kami akan segera menyelesaikan masalah ini" tutur David sopan
Semua tamu yang hadir di arahkan ke samping rumah dimana sudah tersaji berbagai macam hidangan disana.
Sementara di ruang tamu, suasana semakin terasa panas. Livia jelas tidak terima dengan semua yang terjadi. "Beraninya kalian berbuat seperti ini pada putriku!" teriak Livia tak terima
Cilla menatap Gama sendu. Perasaan bahagia yang kemaria ia rasakan seketika hancur. Marah, kecewa dan sakit hati, semua jadi satu. Gadis itu menggigit bibir bawahnya agar air mata yang sejak tadi ia tahan tidak keluar.
Aditama yang melihat Cilla terpuruk mendekati putrinya, "Jangan sentuh putriku!!" cegah Livia
"Ma, aku-"
"Kamu sudah menghancurkan impian Cilla! Bagaimana mungkin kamu malah menikahkan Diandra dengan Gama? Padahal kamu tahu kalau Gama akan menikah dengan Cilla! Kamu Ayah yang kejam, Aditama! "
"Ma, aku terpaksa-"
Livia tertawa, "Sekarang aku baru menyadari ternyata kamu lebih menyayangi putrimu bersama Denata dibanding putri kita!!"
"Itu tidak benar, Ma. Papa-"
"Cukup!!" teriak Cilla, ia menatap Gama dengan wajah penuh harap "Kak, semua ini tidak benar kan? Kamu bercanda kan? Kamu akan menikahiku. Ya ... Kita akan menikah hari ini. Ya kan, Kak?"
"Aku sudah menikah, Cill. Dan aku tidak akan pernah menikah lagi" sahut Gama tegas
"Jadi suratmu kemarin hanyalah kebohongan? Kamu mempermainkan aku?" Cilla bertanya dengan nada putus asa
"Aku tidak pernah mempermainkanmu! Dan aku tidak pernah mengirimkan apapun padamu!"
Plak
"Beraninya kamu berbuat seperti ini pada putriku! Kamu memberinya harapan setinggi langit! Lalu kamu menghempaskannya seperti sampah!! Kamu benar - benar keterlaluan, Gama!! Jika bukan kamu yang melakukannya, lalu siapa hah!!"
"Aku!" jawab Dian santai
"Dasar wanita ular! Jadi semua ini ulahmu?!!"
"Benar. Aku yang melakukan semuanya! Aku hanya ingin menyadarkan putrimu bahwa pria yang dia inginkan sudah menjadi milikku!!"
"Kamu sungguh sangat keterlaluan Diandra! Bagaimana bisa kamu mempermainkan aku seperti ini?! Kamu sungguh wanita yang kejam!!"
__ADS_1
Dian melangkah mendekati Cilla, kemudian berdiri tepat di hadapan gadis itu.
"Apa yang akan kamu lakukan pada putriku, wanita iblis?!"
Dian tertawa sinis, "Aku tidak akan menyakiti putrimu, tenang saja!", Dian kembali menatap Cilla, pandangan gadis itu terlihat marah padanya. "Kamu lihat? kita sama - sama memakai baju pengantin. Tapi kamu tahu siapa yang akhirnya Gama nikahi?"
Grep, Dian menahan tangan Cilla yang akan menamparnya. "Jangan pernah berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu! Kalau kamu berkata soal kejam, lebih kejam perbuatan Mamamu yang sudah merusak hidup Mamaku!" Dian menghempaskan tangan Cilla dengan kasar.
"Apa yang kamu lakukan, hah!!" Livia yang tidak terima langsung menghampiri Dian, "Dasar wanita sundal!!", Livia mendorong bahu Dian hingga wanita itu mundur beberapa langkah
"Sudah ku peringatkan! Jangan berani macam - macam pada istriku!" bentak Gama
Cilla tersenyum kecut, "Kamu pasti tahu semua ini dan kamu tidak berbuat apa - apa, Kak. Kenapa kamu tega, Kak? Kenapa kamu menghancurkan aku seperti ini?"
"Bukan Gama yang menghancurkan hidupmu, Cill. Tapi kamu sendiri!"
"Bicara apa kamu ini?! Jelas - jelas kamu yang menghancurkan putriku! Sekarang kamu mau lari dari tanggung jawab dan malah menyalahkan putriku? Dasar pengecut!"
"Jangan memutar balikkan fakta, Livia! baik Gama maupun Dian tidak melakukan apapun pada Cilla!"
"Lalu yang terjadi hari ini apa namanya?! Selain menghancurkan Cilla, Diandra juga membuat keluargaku malu!! Dan kalian malah mendukungnya? Hebat!!"
"Malu?" Dian menatap Livia tajam, "Anda berbicara tentang malu. Tapi coba tanyakan pada putri Anda. Apa dia punya malu? Kamu masih punya malu, Cilla?"
Cilla mendadak gugup. "A-pa maksud ucapanmu? Belum puaskan kamu membuat hidupku hancur, sekarang kamu mau memfitnahku juga?"
"*Kamu yakin ini akan berhasil?" tanya Cilla pada temannya
"Tentu saja! Sekali tenggak, tahan berjam - jam!"
"Ya sudah, pergilah. Bayaranmu sudah aku transfer" ucap Cilla*
"Thank you!"
Dia memperhatikan botol kecil yang di pegangnya. "Tidak masalah meski dia menikahi wanita lain. Jika cara baik - baik tetap tidak bisa membuatku memilikinya. Cara licikpun tidak masalah!"
Wajah Cilla berubah pucat, "T-tidak. Itu tidak benar!" sangkal Cilla
"Ternyata kamu tidak sepolos yang aku kira, Cill!" ucap Gama
"Semua tidak benar, Kak. Aku tidak pernah melakukan itu! Diandra hanya mengarang cerita!!" Cilla berusaha meyakinkan Gama
"Kamu mau menyangkal dan mengatakan jika yang ada dalam video itu bukan dirimu? Kamu di fitnah lagi?!" sindir Dian
__ADS_1
"Kamu hanya mengarang cerita, Diandra! Putriku tidak mungkin serendah itu!" bela Livia
"Anak dan Ibu sama saja!!" cibir Clara
"Jangan sembarangan menuduh!"
"Aku tidak menuduh, Nyonya Livia. Aku mengatakan apa yang sebenarnya. Tidak hanya itu! Cilla juga menerorku! Dia kerap mengirimkan benda - benda mengerikan ke rumahku! Apa kalian juga mau menyangkalnya?"
"Apa lagi ini?! Kenapa kamu selalu saja menuduhku dengan tuduhan palsu!" Cilla semakin emosi
"Aku tidak menuduh! Semua yang aku katakan adalah fakta! Dan tentunya, dengan bukti yang akurat!" skak Dian
"Jadi kalian bertindak sejauh itu?" tanya Aditama yang akhirnya membuka suara
"Kamu juga mempercayainya? Ah ya, aku lupa kalau sekarang kamu berada di pihaknya!" sindir Livia
"Sekarang kita pulang!" putus Aditama
"Tidak! Aku tidak akan pulang sebelum Kak Gama menikahiku! Kami harus menikah!" tolak Cilla
"Benar yang Cilla katakan. Kami tidak akan pulang sebelum masalah ini beres! Gama tetap harus menikahi Cilla" imbuh Livia
"Tapi Gama sudah menikah! Bagaimana mungkin dia akan menikah lagi!"
"Seorang pria boleh memiliki lebih dari satu istri. Aku bersedia menjadi istri kedua!"
"Kamu sungguh tidak tahu malu, Cilla. Setelah semua rencanamu gagal. Sekarang kamu berharap Gama akan menikahimu? Jangan bermimpi!" Clara berkata dengan tegas
"Aku tidak menikah lagi, Cill. Maafkan aku!"
Dian tertawa menyeringai ke arah Cilla
"Kenapa semua orang mempercayai dan membela Dian! Akulah korbannya disini. Calon suamiku menikahi wanita lain! Kenapa tidak ada satupun yang peduli pada perasaanku!"
"Jangan berdrama Cilla, sejak awal kamu tahu jika Gama akan menikahi Diandra!"
"Tapi aku tetap tidak terima di perlakukan seperti ini!"
"Lalu kamu mau apa? Menuntut kami?" tanya Clara, "Tuan Aditama, sebaiknya bawa istri dan anakmu pulang!"
"Jangan dulu, Ma. Tuan Aditama harus tahu apa yang sudah istri dan anaknya perbuat padaku!"
Dian menatap Aditama dengan tatapan sinis, "Nyonya Aditama yang terhormat telah memata - mataiku beberapa hari ini. Dia terus meminta anak buahnya untuk mengintaiku dan melaporkan semua yang aku lakukan padanya. Beberapa hari yang lalu, mobilku hampir di tabrak orang tak di kenal. Kemudian keesokan harinya, rem mobilku blong. Beruntung aku tidak menggunakan mobil itu, kalau tidak-"
__ADS_1
"Aku bisa melaporkanmu atas tuduhan pencemaran nama baik! Kamu sudah memfitnahku dan juga putriku!"
"Kalau Anda melaporkan aku, maka aku akan melaporkan Anda balik atas kasus percobaan pembunuhan! Kita lihat, siapa yang akan berakhir di penjara!"