
"Kenapa kamu diam aja, Ken! Kamu harusnya nolak kayak aku!"
Kristal mondar mandir sambil menekuk wajah, dia sungguh geram dengan kejadian makan malam tadi. Bisa - bisanya Mami Rani mencetuskan untuk perjodohan dirinya dan si batu.
Yang membuatnya semakin kesal adalah, Ken justru menunjukkan wajah biasa saja.
"Itu cuma candaan. Ide gila Mama nggak akan terlaksana. Jangan baperan dan menganggapnya sungguhan"
Kristal menatap Ken kesal, "Kamu itu udah punya pacar Ken! Entah candaan atau tidak, kalau pacarmu tahu hal ini, bagaimana perasaannya!"
"Pacar? Siapa yang kamu maksud pacarku?"
"Nana!"
Ken tampak berfikir, "Yazna maksudmu?", Ken tertawa, "Dia itu sahabatku. Bukan pacarku"
"Memangnya aku peduli. Yang jelas aku menolak rencana gila ini!"
Kenzie tertawa sinis, "Kamu lebih menyukai Langit? Pria berandalan itu?!"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Langit. Lagipula, kenapa kamu seolah setuju dengan rencana para tetua? Kamu menyukaiku?"
Deg
Kenzie terdiam, dia tidak menjawab dan lebih memilih pergi.
"Eh ... Malah main pergi - pergi aja! Sialan si batu!"
Kristal terus saja menggerutu,
"Kris, Tante Rani mau pulang tuh" seru Mama Dian
Kristal berdecak, mau tidak mau ia harus menyapa Tante Rani dan keluarganya sebelum mereka pulang.
"Udah mau pulang, Tante?"
"Iya nih. Sudah malam"
Kristal menyalami satu persatu kerabat dari Mamanya tersebut. Hingga sampai pada giliran Kenzie, Kristal malah memalingkan wajah.
"Kris"
Teguran dari Opa David membuat Kristal menatap Kenzie lagi lalu tersenyum memaksa
"Hati - hati di jalan"
"Duh, manisnya calon mantu. Pokoknya aku bakal seneng banget kalau Kristal bisa jadi mantuku"
"Ma, jangan terlalu memaksa. Biarkan anak - anak dengan pilihannya sendiri. Lagipula mereka masih sekolah" tegur Triyoga
"Ya kan usaha nggak ada salahnya, Pa"
"Siapa tahu memang jodoh" timpal Papa Gama
Kristal mengumpat dalam hati, ingin sekali ia segera pergi namun pasti akan terkesan tidak sopan.
__ADS_1
"Sudah. Kalau masih ngobrol kita nggak pulang - pulang jadinya" seru Opa Damar
"Menginap juga tidak apa - apa" sahut Oma Clara
"Aduh, jadi keterusan. Ya sudah, kami pamit kalau begitu"
"Hati - hati di jalan"
Setelah kepergian keluarga Damar, Kristal segera menuju ke kamarnya. Tak lupa mengunci pintu agar tidak ada yang masuk kedalam. Dia sedang malas untuk melanjutkan obrolan unfaedah tersebut.
🍀🍀🍀
Hari ini Kristal resmi menjadi murid baru disekolahnya. Kelas sudah di bagi dan pelajaranpun akan segera di mulai. Masa sekolah menengahnya akan segera dimulai. Jika semasa SMP dia sering berbuat onar, semoga di SMA kali ini tidak ada yang mencari gara - gara dengannya. Karena pada dasarnya, tidak ada perkara jika tidak ada yang memulainya. Kristal ingin menikmati masa SMAnya dengan tenang dan damai.
"Oke. Sempurna" ucapnya menatap pada pantulan cermin
Tak lupa membawa tas miliknya, Kristal segera turun ke bawah untuk sarapan bersama para keluarganya.
"Pagi semuanya"
"Pagi Sayang. Ayo sarapan dulu"
Kris duduk berhadapan dengan Papanya, gadis cantik itu mengambil selembar roti kemudian diolesi selai cokelat kesukaannya.
"Kris, menurutmu bagaimana tentang ide Tante Rani semalam"
Roti yang sudah berada di tenggorokan rasanya menyumbat seketika. Kristal buru - buru mengambil air kemudian meminumnya.
"Pelan - pelan, Sayang"
"Kenapa kalian sibuk memikirkan perjodohan tidak jelas ini? Aku bahkan baru masuk SMA. Aku masih ingin kuliah, masih ingin bekerja. Dan jangan pernah berfikir untuk memintaku menikah muda!" tegasnya, "Aku berangkat dulu" Kris mencium tangan Papa, Mama juga Opa dan Omanya secara bergantian.
"Benar yang Dian katakan, Gam. Lagipula, kamu dengar sendiri kan? Kristal masih ingin kuliah dan bekerja. Dia punya mimpi yang ingin dia wujudkan"
Gama menghela nafas, "Aku hanya tidak mau Kristal salah pilih pendamping"
Dian tersenyum, "Doakan saja yang terbaik untuk putrimu, Mas. Tidak perlu mencemaskan hal yang masih belum jelas"
"Padahal aku hanya ingin yang terbaik untuk putriku"
"Yang terbaik menurutmu, belum tentu terbaik untuk Kristal"
"Sudahlah, Gam. Biarkan Kristal menikmati masa sekolahnya dulu. Masa depannya masih panjang. Nanti bisa kita bicarakan lagi"
Gama mengangguk
🍀🍀🍀
Kristal baru saja sampai di sekolah. Namun ia langsung di hadang beberapa orang gadis dengan tatapan tak suka
"Jadi ini yang berusaha merebut Kenzie?"
Kris memutar bola mata malas saat mendengar nama Kenzie, Kenzie dan Kenzie
"Minggir" ucap Kristal namun ia ditahan oleh salah satu dari mereka
__ADS_1
"Loe nggak bisa pergi gitu aja. Sekarang jelaskan hubungan loe sama Ken apa?"
Kris menatap gadis itu tajam, "Memangnya apa urusannya sama loe!"
"Wah ... Berani juga loe nyolot ya", gadis itu akan menarik rambut Kristal namun Kris lebih dulu menarik tangannya
"Awwrggg!!"
Kris menghempaskan tangan gadis itu keras, "Dengerin ya! Gue nggak ada hubungan apapun sama Ken! Jadi nggak usah ganggu gue!!"
"Kurang ajar! Gue akan balas loe nanti!"
"Eh ... Ada Ken!" seru salah satu gadis tadi
Langkah Kristal terhenti, dia berbalik lalu menghampiri Ken yang sedang bersama Yazna
"Kamu lihat kan! fans garis kerasmu mulai mengganguku! Tolong Ken! Aku mau sekolah dengan tenang!"
"Aku peringatkan! Jangan mengganggu kekasihku lagi!"
"Ken!!", bukan hanya Kristal yang terkejut, Yazna pun tak kalah terkejutnya mendengar pengakuan Ken. Wajah gadis manis itu seketika berubah sendu. Dan semua itu tak luput dari penglihatan Kristal
Benar dugaanku, Yazna menyukai Ken
"Ayo pergi, Kris!" Ken menggandeng tangan Kristal dan ia tak sadar sudah meninggalkan Yazna
"Kamu kalah sekarang, Yaz! Kamu dicampakkan!" cibir salah satu murid lainnya
Sementara di lorong menuju kelas, Kristal menghempaskan tangan Ken dengan keras
"Apa maksudmu berkata seperti tadi!!"
"Apa yang salah, kamu memang kekasihku!"
"Kamu gila!!" kesal Kris, "Kamu sadar? Kamu sudah menyakiti hati Yazna!"
Ken baru menyadari jika ia meninggalkan Yazna sendirian,
"Kamu baru sadar sudah meninggalkan dia sendirian?"
Ken terlihat dilema,
"Jangan suka mempermainkan perasaan orang lain, Ken! Kamu tanpa sadar sudah menyakiti perasaan Yazna!"
"Aku dan Yazna hanya sahabat!"
"Tapi dia menyukaimu!"
Ken tertawa, "Aku tahu siapa Yazna, Kris. Hubungan kami tidak lebih dari seorang teman"
"Aku tidak peduli! Yang jelas berhenti membuat hidupku kacau! Aku minta kamu mengatakan pada para fans mu kalau kita tidak punya hubungan apapun!"
Ken menggeleng, "Aku tidak pernah menarik kata - kata yang keluar dari mulutku!"
"Lalu maksudmu apa mengatakan hal tadi?!"
__ADS_1
"Itu karena aku sudah menyetujui perjodohan kita!"
Deg