
"Maaf, Bu! Anda dilarang masuk!" cegah security
"Aku ingin menemui Gama!" ucapnya dengan tatapan tajam
Dua security itu menatap Vika dari atas hingga ke bawah. Tampilan Vika terlihat berantakan. Mata sembab dan juga baju yang kusut
"Silahkan Anda pergi!"
"Kamu tuli?!! Aku bilang aku ingin menemui Gama!"
"Bos kami sibuk. Lagipula, dia tidak mungkin punya tamu seperti Anda!"
Vika berusaha menerobos masuk, namun di hentikan oleh security tersebut. "Lepaskan aku!! Biarkan aku masuk! Aku harus membuat perhitungan dengan pria sialan itu!" teriaknya
"Dasar gembel! Pergi dari sini!" kedua security itu menarik Vika keluar dari kantor Gama
"Ada apa ini?" tanya Dian yang baru saja datang
"Oh, lihatlah ini! Istri dari pria sialan itu datang!" ucap Vika
Vika menatap Dian terkejut saat melihat perut wanita itu. Sepertinya Dian sedang hamil.
Dian dengan anggun menghampiri Vika, "Dia kenapa, Pak?" Dian bertanya pada dua security itu
"Dia memaksa ingin menemui Tuan, Nyonya. Padahal sudah kami usir, dia tetap memaksa masuk"
Dian menatap Vika, "Ada perlu apa kamu ingin menemui suamiku?"
Vika tertawa sinis, kemudian menatap Dian tajam, "Aku ingin membunuhnya!"
Jawaban Vika membuat security membelalakkan mata. "Nyonya, saya akan lapor polisi. Wanita ini sepertinya berbahaya"
"Tidak perlu, Pak. Biar dia menjadi urusan saya" Dian kembali menatap Vika, "Ayo, aku akan mempertemukanmu dengan suamiku"
"T-tapi Nyonya"
"Jangan khawatir, Pak. Aku dan Mas Gama mengenalnya"
Dian berjalan lebih dulu, di ikuti Vika di belakangnya. Mantan istri Saka itu tampak memperhatikan penampilan Diandra. Baju, sepatu dan tas yang Dian gunakan semuanya branded. Rasa iri kembali menyelimuti hati Vika. Dulu, ia merebut Saka karena berharap hidupnya akan lebih baik. Meski demikian, Vika akui dia memang mencintai Saka. Tapi lihat, setelah ia berhasil merebut Saka, bukan seperti yang ia harapkan. Nyatanya, kehidupan Vika semakin menderita. Dan itu semua karena Diandra. Sekarang, karena Gama, ia di ceraikan oleh Saka. Hidupnya hancur karena dua orang itu. Tentu Vika akan membalas semuanya.
__ADS_1
"Mas"
"Sayang, kamu su-" ucapan Gama terhenti saat melihat Vika di belakang istrinya, "Kenapa kamu datang bersama wanita ini?!"
Vika menatap Gama tajam, "Aku datang kemari karena ingin membuat perhitungan dengan kalian berdua!"
Dian menghampiri sang suami kemudian berdiri di sampingnya, "Kamu ingin membuat perhitungan dengan kami? Kenapa? Kami berdua tidak mencari masalah denganmu. Aku juga tidak pernah ikut campur masalahmu"
Vika tertawa, "Kalian tidak mencari masalah denganku? Kamu yakin? Sekarang tanyakan pada suami tercintamu, apa yang sudah ia lakukan padaku!!"
Dian menatap Gama, lalu tersenyum. Tentu Dian mengetahui semuanya karena Gama selalu menceritakan apa yang terjadi pada sang istri.
"Apa Saka menceraikanmu?" tanya Gama santai
"Aku yakin, kamu menjebakku atas suruhan Diandra!"
Gama tertawa, dia merangkul pundak Dian sembari tersenyum ke arah istrinya, "Kamu pernah mendengar kata, apa yang kita tanam, itu yang kita tuai? Seperti itulah yang kamu alami sekarang. Lantas, kenapa kamu malah menyalah apa yang menimpa hidupmu pada orang lain jika semua yang terjadi adalah buah dari perbuatanmu sendiri"
"Kamu terlalu banyak bicara, Gama! Yang harus kamu tahu. Wanita di sampingmu adalah penyebab kehancuran hidupku!!" Vika menunjuk Dian, "Karena dia hidupku hancur! Dan sekarang, suaminya membuatku tambah hancur!"
"Apa yang aku lakukan padamu?" tanya Dian
Prok Prok Prok
Gama bertepuk tangan lalu menatap Vika dingin, "Saka bangkrut karena perusahaannya memang sudah kolaps. Tanpa ia tahu, banyak anak buahnya melakukan korupsi! Jika bukan Dian yang menyokong keuangan perusahaan, dia sudah bangkrut sejak lama! Lalu, jika kamu mau tahu kenapa semua perusahaan menolak Saka, karena mereka semua tahu, sejak awal ada Diandra dibalik kesuksesan yang Saka raih! Dianlah yang lebih banyak bekerja keras untuk mendapatkan banyak proyek! Dan tentang semua harta Saka yang habis, karena sejak awal semuanya milik Diandra! Bukan milik Saka!"
Penjelasan Gama membuat Dian terharu, rupanya sang suami mengetahui semuanya tanpa ia cerita sekalipun.
"Tetap saja semua karena Diandra! Semua karena dia!! Kamupun turut andil atas apa yang menimpaku saat ini! Dan aku tidak terima atas perbuatan kalian berdua. Aku pastikan akan membalas semuanya!!"
Gama mendekati Vika, "Ingat satu hal, Vika. Jika kamu sampai berani mengusik bahkan mencelakai istriku, aku pastikan akan langsung mengirimmu ke neraka!"
Tawa Vika menggema ke seluruh ruangan, "Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu? Aku sama sekali tidak takut! Tunggu saja pembalasanku!!"
Vika meninggalkan ruangan Gama begitu saja.
Kini tersisa Gama dan Dian disana, keduanya saling menatap kemudian duduk di sofa.
"Jangan terlalu di pikirkan, aku pastikan dia tidak akan melakukan hal buruk padamu" ucap Gama menenangkan istrinya
__ADS_1
"Apa aku salah, Mas?"
"Salah kenapa?" Gama mengusap lengan istrinya
"Aku salah sudah menutupi semuanya. Yang kamu katakan tentang Saka benar adanya. Tapi, selama ini yang orang tahu, Saka adalah pengusaha yang hebat dan berbakat. Setelah bercerai denganku, hidup Saka jatuh. Dan banyak yang menganggap semua itu karena aku"
"Tidak Sayang. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Semua yang kamu lakukan, hanya untuk membuat Saka tidak di pandang rendah oleh orang lain. Kamu melakukan tugasmu sebagai istri dengan benar. Tapi karma tetaplah ada. Semua yang terjadi pada Saka adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Begitupun dengan apa yang menimpa Vika"
"Aku seperti seorang wanita jahat ya?"
"Hei, jangan bicara seperti itu. Kamu adalah wanita baik. Istriku adalah wanita paling baik"
Dian memeluk suaminya, "Aku ingin hidup dengan damai, Mas. Apakah bisa semua berakhir dengan baik tanpa ada dendam lagi?"
Gama mengangguk, "Semua akan berakhir dengan baik. Percayalah"
🍀🍀🍀
Vika kembali ke hotel tempat ia menginap. Perasaan kesal masih bersarang dalam hati. Setelah di talak oleh Saka kemarin, mantan suaminya itu meninggalkannya begitu saja. Alhasil, disinilah sekarang ia berada. Ibu satu anak itu memutar otak untuk mulai membalas Diandra. Memori dalam otaknya mengingat sesuatu. Ia pun tak membuang waktu. Vika mengambil tas dan bergegas pergi ke suatu tempat.
Menggunakan taksi online, Vika menuju ke sebuah perumahan yang cukup elit. Berdasarkan informasi dari temannya sebelum pria itu tertangkap oleh Gama dan berakhir tak memiliki kaki lagi, Vika mendapatkan satu alamat.
Hampir tiga perempat jam dalam perjalanan, akhirnya Vika tiba di salah satu rumah yang cukup mewah.
"Kamu itu bisa kerja tidak sih?! Menyiram bunga saja tidak becus! Bisa - bisa, bungaku mati semua!" omel wanita paruh baya, "Setelah ini jika aku masih melihat kerjamu tidak benar, kamu harus membersihkan gudang!"
Setelah kepergian wanita paruh baya itu, wanita muda yang di marahi tadi menghela nafas. Tubuhnya sedikit kurus, pakaian yang dikenakan adalah pakaian rumahan kedodoran.
"Miris sekali nasibmu!" cibir Vika
"Aku tidak butuh komentarmu!" wanita itu menatap penampilan Vika. "Maaf. Dirumah ini tidak memberikan sumbangan!"
Vika tertawa, "Mulutmu cukup pedas juga ya? Sepertinya kita akan menjadi partner kerja yang cocok"
"Apa maksudmu?"
Vika menyeringai
🍀🍀🍀
__ADS_1
Udah tahu siapa yang di temui Vika?