
...HAPPY READING...
...----------------...
Hari itu Andara dengan kedua orang tuanya, menjemput seseorang di bandara.
Awalnya Andara berpikir jika orang yang dia jemput adalah adik kembarnya, tapi ternyata yang ia jemput adalah Renita, adiknya hasil pernikahan ayahnya dengan ibu tirinya.
Terlihat wajah ceria gadis cantik, tersenyum kepadanya dari arah lain.
“Daddy, Mami... kak Dara, aku kangen kalian semua,” ucap gadis cantik yang baru menyelesaikan kuliahnya itu di luar negeri.
“Kami juga kangen banget sama kamu!” ujar Nessa memeluk putri kandungnya.
“Iya Re... kakak juga kangen kamu, jadi sekarang kamu akan menetap di Istanbul kan?” ucap Andara tersenyum, sambil memeluk adiknya.
“Iya dong kak, aku akan menetap mulai sekarang!” jawab Renita merangkul Andara.
“Ekhem... Daddy enggak kamu peluk nih? Daddy juga kan kangen sama kamu!” ucap Hameed mengelus puncak kepala Renita.
“Tentu saja Dad’s Renita juga kangen sama Daddy!” ucapnya menyalim tangan ayahnya.
Sementara Alexander hanya bisa menatap mereka dari kejauhan. Sesekali ia tersenyum, melihat wajah cantik Andara yang sangat ceria.
“Andara... andaikan kau bisa tersenyum seperti itu karena aku, aku akan sangat bahagia sekali, aku ingin kau bisa mencintaiku seperti kau mencintai si pecundang Radit itu!” gumam Alexander menatap dari kejauhan.
Tidak berselang lama Andara dengan keluarganya, pergi meninggalkan bandara setelah menjemput adiknya Renita.
“Ayo kalau begitu kita pulang yah!” ajak Hameed kepada istri dan kedua putrinya.
“Ayo!” ucap Andara, berjalan melangkah bersamaan.
Alexander segera pergi dari tempat itu, setelah melihat keluarga Andara pergi meninggalkan bandara.
Alexander berniat, akan memberi kejutan untuk Andara. Alex menelepon Marcello, untuk menyiapkan kejutan untuk Andara di rumah kediaman keluarga Andara.
“Halo Marcello...,” ucap Alexander melalui jaringan seluler.
“Iya Tuan... ada apa? Apakah ada yang harus saya lakukan?” sahut Marcello di seberang sana.
“Ya... saya membutuhkan bantuanmu, tolong kamu siapkan rangkaian bunga, saya akan melamar Andara hari ini juga!” ucap Alexander.
“Tolong sekalian carikan cincin yang sangat mahal, dan elelgant. Untuk saya berikan pada Andara,” ucapnya.
__ADS_1
“Baik Tuan, saya akan lakukan sekarang!” jawab Marcello terdengar menyanggupi perintah dari Tuannya.
“Bagus, segera lakukan!” ucap Alexander mengakhiri panggilannya dengan Marcello.
Sejam kemudian keluarga Hameed telah sampai di rumah megah, bak Istana itu. Andara turun bersamaan dengan Renita.
Terlihat bunga-bunga berjejer di sana, Andara terkejut lantaran di setiap rangkaian bunga, terselip untaian kata-kata yang sangat romantis.
Begitu juga dengan Hameed, Nessa dan Renita, terkejut dengan semua itu.
Setelah melihat untaian kata dari setiap rangkaian bunga, Hameed bertanya pada Andara, ia tidak menyangka putrinya ini telah dewasa dan menjadi incaran para konglomerat.
“Wah-wah... rupanya Putri sulung Daddy, sekarang sudah besar ya? Daddy harus siap-siap di tinggalkan ini,”
Hameed tersenyum ke arah Andara, yang masih terpaku menatap sebuah kata yang terserat di sana.
“Iya Mas... rasanya baru kemarin Andara masih kecil, ternyata sekarang putri kita ini akan ada yang melamar ya!” sahut Nessa merangkul putrinya.
“Memangnya siapa yang membuat surprise ini kak?” tanya Renita menyadarkan Andara dari lamunan.
Tiba-tiba saja, sebuah mobil sport berhenti di halaman rumah mereka, seorang pria bule berparas tampan turun dari mobil sport tersebut, menghampiri mereka berempat.
Renita tersenyum, takjub dengan ketampanan pria yang terlihat kaya raya itu, namun Andara bersikap sebaliknya, Andara menatap tajam pada Alexander yang telah merenggut kesuciannya.
Dengan sopannya Alexander menyalim tangan kedua orang tua Andara, dengan menampilkan wajah malaikat, Alexander seolah menghipnotis kedua orang tuanya.
“Selamat siang Om... Tante!” ujar Alexander sambil menyalim tangan Nessa dan Hameed.
“Kamu Alexander kan? CEO dari ALX_PICTURE?” ucap Nessa mengenali Alexander, lantaran wajah Alexander sering menghiasi layar kaca, setiap harinya lewat tayangan infotainment.
“Betul sekali Tante, saya Alexander. Om... kedatangan saya ke sini berniat...” ucap Alexander, seketika ucapannya di potong oleh Hameed.
“Jika ada hal penting yang akan di sampaikan, mari kita bicarakan di dalam Nak!” sela Hameed mengajak Alexander untuk masuk ke dalam rumahnya.
“Ah ya... baiklah Om!” jawab Alexander menatap pada Andara, yang menatapnya dengan sangat marah.
Pandangan Alexander bertemu dengan Andara, mereka seolah sedang saling berinteraksi dengan bahasa isyarat.
‘Kali ini kau akan menerimaku Andara, kau akan jadi milikku, seutuhnya!’ batin Alexander.
“Ayo mari silahkan masuk Nak Alex!” ucap Nessa menyadarkan lamunannya.
“Oh iya, Tante,” ucap Alexander berlalu di hadapan Andara.
__ADS_1
“Kak... ayo masuk Pria tampan itu pacar barumu ya?” ucap Renita menyadarkan Andara.
“Dia sangat tampan Kak,” ucap Renita menarik Andara masuk ke rumahnya.
Tanpa sepatah kata yang terlontar dari mulutnya, Andara langsung masuk ke dalam kamarnya, ia sangat tidak menyangka Alexander akan berani mendatangi rumahnya dan menghadap langsung pada ayahnya.
Andara panik dia mondar-mandir di dalam kamarnya, lantaran ia takut jika Alexander akan menceritakan hal yang pernah terjadi di antara mereka.
Saat Andara panik, tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk. Kemudian Andara membaca pesan itu, ternyata pesan itu dari Alexander.
Andara semakin tidak ada pilihan, untuk menolak Alexander lantaran terselip di dalam pesan itu, Alexander akan membongkar semuanya di hadapan ayahnya, jika Andara menolak lamaran dari Alexander.
“Sial... manusia licik!” gumam Andara, menatap layar ponselnya.
Ruang keluarga
Hameed terlihat mengobrol dengan Alexander, tampaknya ia sangat menyukai sikap sopan yang di miliki Alexander.
“Apa yang ingin kamu sampaikan pada saya? Sehingga membuat kejutan yang sangat besar untuk putri kami?” tanya Hameed terhadap Alexander.
“Om pasti tahu dengan maksud kedatangan saya kemari, tentunya Om juga sudah pernah melakukan hal ini kan,” ujar Alexander.
“Begini Om... maksud kedatangan saya kemari, saya berniat melamar Putri Om yang bernama Andara, saya jatuh cinta pada Putri Om itu, apakah Om mengijinkan saya untuk menjadi suaminya?” ucap Alexander.
DEG.
Seketika Hameed terdiam, menatap Alexander mencari kesungguhan di mata Alexander, jika dia benar-benar ingin menikahi putrinya.
Sementara Nessa terdiam menyimak, setiap obrolan kedua Pria yang berbeda generasi itu. Sedangkan Renita mendengarkan mereka dari ruangan lain, yang dekat dengan ruang tamu.
“Saya akan setuju jika Putri saya menginginkannya, saya tidak bisa melarangnya, jika kalian memang saling mencintai, tapi saya juga tidak tahu akan menyetujuinya atau tidak!” jawab Hameed.
Kemudian Andara keluar dari kamarnya, menghampiri mereka yang sedang mengobrol di ruang tengah.
Langkah demi langkah Andara menuju ruang keluarga, menimbang-nimbang keputusan yang akan dia putuskan.
“Andara... apa kau menerima lamaran Alexander Nak?” tanya Hameed menyadarkan Andara, yang sedang melangkah menghampiri.
Sejenak Andara terhenti dari langkahnya, ia menatap ke setiap anggota keluarganya, pertama menatap ibunya, kemudian menatap ayahnya, lalu menatap adiknya Renita.
Dia menghela nafas lalu duduk di sofa.
DEG.
__ADS_1