
...HAPPY READING...
...----------------...
"Ya ampun... Radit! Apa yang terjadi dengan kamu!" ucap Zevania terlihat memasuki ruangan.
DEG.
Sekilas Zevania menatap pada Diandra, lalu tatapannya beralih pada Milloma.
'Andara? Sejak kapan dia di indo?' batin Zevania heran. Lalu ia melangkah mendekati sepupunya, lalu menyapa Milloma.
"Halo... Nenek-nenek ini siapa Dit? Aku melihatnya?" ucap Zevania.
"Siapa lagi kau?" sentak Milloma menatap Zevania.
"Owh galak banget si!" ucap Zevania menanggapi.
"Perkenalkan nama saya Zevania, nama kepan----,"
"Saya tidak perlu tahu siapa nama kepanjanganmu!" tukas Milloma merekat hebat menatap Zevania, sekilas tatapannya beralih pada Radit kembali.
"Radit Nenek tanya sekali lagi pada kamu, benar atau tidak yang Nenek dengar tadi?" ucap Milloma, "Dia Andara teman kamu atau kekasih kamu?" ujar Milloma menatap tajam sambil menkankan kata Dia.
Belum sempat Radit dan Diandra akan menjelaskan, Zevania sudah menyerobot menjawab pertanyaan Milloma.
"Tentu saja mereka sepasang kekasih Nenek-nenek, Andara itu adalah top model masa enggak tahu sih, ih kudet banget..." ucap Zevania terus nyerocos.
"Tahu dari mana kamu kalau dia Andara?" ucap Milloma lagi.
"Ya tahulah dia kan teman saya waktu masih di Turkey. Ihh... Nenek-nenek kadang-kadang ya, pertanyaannya aneh!" tukas Zevania dan membuat Milloma kesal.
"Mulutmu itu nyerocos aja, nyamber kayak petasan!" umpat Milloma.
"Oops... I'm sosory!" timpal Zevania.
Sementara Radit dengan Diandra terlihat terkekeh geli, ketika melihat ada yang bisa menandingi kebawelan Oma Milloma.
"Tuhkan... Nek, Andara ini ya kekasihnya Radit. Memangnya Nenek pikir siapanya Radit, tadi itu Nenek hanya salah denger kali Nek!" ucap Radit meyakinkan.
"Kenapa enggak ngomong dari tadi, kalau gini kan gak ada salah paham," ucap Milloma sedikit memelankan nada bicaranya.
"Huh!" Radit menghela nafasnya lega lantaran ia berhasil terselamatkan oleh Zevania
__ADS_1
Diandra pun sangat lega lantaran uang Radit tidak jadi dikembalikan, karena sandiwara mereka masih berlanjut.
Lalu Milloma memeluk Diandra lagi, ia meminta maaf karena telah bersikap kasar.
"Andara maafkan Nenek ya... Nenek sudah salah paham padamu," ucap Milloma yang sudah kembali bersikap baik pada Diandra.
"Ahahaha... iya Oma tidak apa-apa, Andara juga minta maaf tak berani menjelaskan, hingga membuat Oma marah-marah," ucap Diandra.
"Sungguh aku bingung di sini... kalian pada kenapa sih? Manggil orang ini Nenek?" ucap Zevania heran.
"Naman saya Milloma you know!" ucap Milloma datar.
"Astaga ya ampun... jadi ini Nenek Milloma yang sering kamu ceritakan Radit," ucap Zevania sok kenal sok dekat pada Milloma.
Radit mengernyitkan kedua alisnya, pasalnya dia tidak pernah menceritakan sosok nenek angkatnya pada Zevania.
'Hah... yang benar saja? Perasaan aku tidak pernah menceritakan tentang Nenek Milloma pada siapapun?' batin Radit terbingung.
Sontak Milloma terlihat sumringah karena Zevania memujinya, karena Milloma sangat merasa di hargai oleh Radit.
"Ya ampun Oma... ternyata benar Oma Milloma ini sangat cantik," puji Zevania dengan lihainya mengambil hati Milloma.
"Oh ya benarkah? Ahhhh Oma jadi malu," Milloma tersipu malu atas pujian Zevania.
"Perkenalkan Oma saya sepupunya Radit, lebih tepatnya keponakan Tante Melissa," ucap Zevania berhasil menghangatkan suasana yang sempat menegang di antara merekan.
'Huh... dasar Zevania, selalu saja paling bisa kalau memuji kelebihan orang,' batin Radit tersenyum kikuk pada Zevania dan Milloma, seketika terlihat akrab.
Lalu tatapan Zevania beralih pada Diandra, ia mengira kalau wanita cantik yang sedang bersamanya itu adalah Andara, sahabatnya.
"Andara, ya ampun... aku kangen banget sama kamu, kamu jauh lebih baik kan sekarang?" ucap Zevania mengisyaratkan jika Andara baik-baik saja setelah berhasil lari dari cengkeraman Alexander.
Zevania memeluk Diandra lalu berbisik di telinga Diandra.
"Andara, apa Radit sudah mengetahui soal Alexander yang menghancurkan masa depanmu?" bisik Zevania di telinga mungil Diandra.
Sejenak Diandra terdiam ia berusaha mencerna setiap perkataan, yang terlontar dari bibir Zevania. Yang notabene adalah sahabat sekaligus sepupunya Radit.
'Aku harus jawab apa?' batin Diandra. "Aku kan bukan Andara," gumamnya terdengar samar oleh Zevania.
"Hah apa! Kau bukan em----," seketika ucapan Zevania terpotong, karena Diandra segera menyumpal mulutnya.
"Ayo ikut aku Zevania... aku perlu bicara denganmu," kata Diandra masih membekap mulut Zevania.
__ADS_1
"Radit aku pinjam Zevania dulu ya!" seru Diandra terhadap tunangan pura-puranya.
"Oke silakan dibawa!" sahut Radit sambil menganggukan kepalanya.
Zevania pun di bawa oleh Diandra yang terus membekap mulut sepupunya Radit, membawa Zevania ke sudut ruangan agar tidak ada satupun orang yang mendengar dia menjelaskan yang sebenarnya terjadi di antara Radit.
"Uhhh... akhirnya kau melepaskanku juga, ada apa sih?" ucap Zevania pada Diandra.
"Boleh saya bicara?" ucap Diandra menghela nafasnya, "Huh!"
"Jadi begini Nona Zevania, saya sebenarnya bukan Andara seperti yang kamu dan Oma Milloma tahu. Nama saya Diandra... kebetulan saya sedang berpura-pura jadi Andara, tunangannya Radit. Karena Oma Milloma akan memaksa Radit menikah dengan perempuan pilihannya, maka dari itu Radit meminta saya berpura-pura di hadapan Oma Milloma dan juga Nyonya Melissa," ungkap Diandra.
Sontak mata Zevania membulatkan matanya, lantaran ia tak percaya pada sosok yang di hadapannya sekarang, ternyata bukan Andara melainkan Diandra.
"Oh my ghat! Jadi kami beneran bukan Andara?" tanya Zevania lagi memastikan.
"Iya saya bukan Andara saya Diandra!" ucap Diandra.
"Bagaimana bisa wajah kamu ini mirip 99% enggak ada yang terbuang sama sekali. Apa kamu operasi plastik?" ujar Zevania.
"Hahaha... Anda ada-ada saja Nona, ya enggaklah! Ini wajah saya asli dari lahir!" jawab Diandra terkekeh.
"Terus saya manggil kamu Dindra apa Andara nih?" ucap Zevania meminta pendapat.
"Bagusnya Anda panggil saya Andara saja!" ucap Diandra.
"Oke baiklah... lagi pula Radit tidak boleh menikah dengan siapapun, kecuali dengan Andara, harus pokoknya!" ucap Zevania.
"Ahahaha... tentu saja, Radit berhak mendapatkan Perempuan yang dia cintai!" ujar Diandra.
"Ya betul sekali, kamu jangan sampai jatuh cinta pada Radit yah! Karena kalau itu terjadi kamu tahukan konsekuensinya!" Zevania berusaha memperingatkan Diandra, agar jangan sampai jatuh cinta pada Radit.
Lantaran Zevania sangat mendukung hubuu sepupunya, dengan Andara sahabat baiknya.
"Ahahaha... Kau ini ada-ada saja Nona, tenang saja saya tidak akan pernah menyalahi aturan," ujar Diandra meyakinkan Zevania.
"Baiklah... kau tenang saja rahasiamu dengan Radit aman di tanganku," ucap Zevania tersenyum.
"Yaudah Nona Zevania... kalau begitu kita kembali ke kamar rawat Radit, kasihan dia pada malam akan menjemput Anda dia diserang sekelompok orang tak dikenal!" kata Diandra memberitahu Zevania.
"Oh ya benarkah? Rawan sekali ya... saya jadi ngeri kalau jalan sendiri!" ucap Zevania sambil berjalan bersama Diandra menuju ruangan Radit kembali.
Setelah ruangan itu sepi, keluarlah Melissa dari balik pintu. Ia mengetahui jika orang yang dia kira adalah Andara ternyata Diandra.
__ADS_1
"Rahasiamu bisa saja aman di tangan Zevania, tapi tidak aman di tanganku Diandra!'' seringai Melissa dengan kelicikannya.