
Kristal menjadi sorotan ketika namanya di sebutkan. Tak sedikit yang menatapnya iri. Selain dengan Kenzie, Kristal juga dekat dengan vokalis band lokal yang di gandrungi banyak gadis remaja.
"Sialan si Langit! Ngapain ngetag nama gue coba! Liat noh, fansnya pada ngeliatin gue sekarang! Awas aja loe entar ya!"
Kristal tidak tahu saja kalau Kenzie memperhatikannya.
Sejak kapan Kristal dekat dengan Langit?
"Ken, kamu kenapa?"
"Nggak apa - apa Yaz"
"Aku lihat, kamu sering memperhatikan cewek itu. Kamu kenal?"
"Dia anaknya sahabat Mama"
"Owh"
"Ya udah yuk"
Yazna tampak memperhatikan Kristal, ia akui sosok Kristal sangatlah cantik. Tidak heran jika mungkin Kenzie atau vokalis band tadi menyukainya.
*Sadarlah, Yaz. Jangan pernah mengharapkan apapun pada sesama manusia. Berharaplah hanya pada Allah
🍀🍀🍀*
Tak terasa acara demi acara sudah selesai di laksanakan. Semua siswa di perbolehkan pulang untuk mempersiapkan sekolah besok. Tentu saja tak terkecuali Kristal dan Nando, sang sahabat.
"Kris, loe di jemput?"
"Nggak tahu. Mang Ali belum angkat telepon gue"
"Bareng gue mau?"
"Naik apaan?"
"Motor lah"
Kristal memutar bola mata malas, "Maksud loe gue ikut boncengan sama loe dan abang loe? Idih ... Ogah Do. Lo kira gue cabe - cabean?"
"Pulang sama gue aja, Kris" seru Langit
"Kristal pulang sama aku!" ucap Ken tegas
Kedua pemuda itu bertatapan tajam,
"Mamanya Kristal udah nitipin dia sama aku. Jadi Kristal pulang sama aku!"
Langit tersenyum mengejek, "Emangnya Kristal mau? Seneng amat jadi ojeknya Kristal"
Ken terlihat emosi, "Kamu bukan siapa - siapanya Kristal! Jadi nggak usah sok tahu! Ayo Kris, kita pulang!", Ken menarik tangan Kristal namun di hempaskan oleh gadis itu
"Loe lihat kan? Kristal nggak mau pulang sama loe" cibir Langit
__ADS_1
"Kris!"
"Nggak usah repot - repot! Aku bisa pulang sendiri. Anterin aja cewek kamu pulang"
Ken menatap ke arah pandang Kristal, dan benar, ada Yazna disana, namun gadis itu segera pergi saat di perhatikan
"Kris, jangan bikin aku marah! Kita pulang sekarang!"
"Maksa banget jadi cowok!"
Ken tak menghiraukan Langit, ia tetap memaksa Kristal pulang dengannya.
"Jangan jadi manusia manilulatif, Ken. Berhenti menyusahkan diri sendiri. Berkali - kali aku katakan, aku bisa ngurus diri sendiri!"
Kristal meninggalkan tiga pemuda tersebut lalu naik ke angkot yang dia berhentikan.
"Manipulatif" ejek Langit lalu pergi
Ken mengepalkan tangan, dia merasa Kristal sudah mempermalukannya di depan Langit. Pemuda itu segera ke parkiran lalu pergi mengendarai motornya.
"Kayaknya Kristal bakal jadi rebutan antara Kenzie dan Langit. Kisah cinta yang rumit"
🍀🍀🍀
"Ma, aku pulang" seru Kristal
Dian menyambut putrinya, "Kok siang pulangnya? Kenzie mana?"
"Acara hari ini hanya inagurasi. Dan stop nanyain Kenzie lagi, Ma. Berhenti minta dia buat jagain aku!"
Kristal memeluk lengan Mamanya, kebiasaan dirinya saat menginginkan sesuatu, "Ma, Kris bisa jaga diri sendiri. Nggak perlu minta bantuan Ken lagi, ya"
"Memangnya kenapa sih kamu nggak mau di jagain sama Ken?"
Kristal berjalan ke arah sofa kemudian duduk dengan nyaman, "Mama tahu kan, aku sama dia nggak pernah akur. Lagipula, Ken itu sudah punya cewek, Ma"
"Oh ya? Jadi Ken udah punya cewek?"
"Kenapa Mama terkejut kayak gitu?"
Dian tergugup, "E-eh ... Nggak kok. Mama cuma kaget aja. Nggak nyangka kalau Ken udah punya cewek"
"Aku juga risih selalu di tatap aneh sama para fans nya si Ken. Jadi, bisa kan, Ma. Berhenti minta dia buat jagain aku? Aku juga udah janji sama Papa buat nggak jadi biang onar lagi"
Dian tampak menghela nafas, "Nanti Mama bicara sama Papa dulu"
Kristal mendekati Mamanya lalu memeluk erat wanita yang melahirkannya tersebut. "Mama kan pawangnya Papa. Tolonglah, bujuk Papa. Bisa kan, Ma?" rayu Kristal
"Nanti Mama usahakan"
"Ya sudah, aku mau ke kamar ganti baju dulu"
Setelah kepergian putrinya, Dian nampak melamun.
__ADS_1
Sepertinya ide untuk menjodohkan Kristal dan Kenzie tidak bisa dilaksanakan. Aku nggak mungkin maksa Kenzie untuk mencintai Kristal sedangkan dia sudah mencintai orang lain
"Mikir apa sih, Di?" tanya Mama Clara
"Ah, enggak kok Ma. Hanya masalah nggak penting"
Mama Clara duduk di samping menantunya, "Apa ini masalah rencana perjodohan Kristal dan Kenzie?"
"Mama tahu hal ini?"
Mama Clara tersenyum, "Mama hanya tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan Gama"
Dian menatap mertuanya lalu menghela nafas, "Itu hanya rencana Mas Gama, Ma. Dia terlalu khawatir dengan Kristal. Mas Gama merasa Kenzie adalah orang yang tepat untuk menjaga putri kami. Tapi sepertinya hal itu tidak bisa dilaksanakan karena Kenzie sudah punya kekasih"
"Kamu sedih karena Ken sudah punya kekasih?"
Diandra menggeleng, "Bukan begitu, Ma. Hanya saja, sejak awal aku tidak yakin dengan rencana ini. Dan terbukti, ternyata Ken sudah punya kekasih. Mungkin inilah yang di sebut insting seorang ibu"
Mama Clara mengusap lengan Diandra, "Tidak perlu memikirkan jodoh Kristal sekarang. Kristal masih remaja. Masih banyak hal yang bisa dia lakukan. Serahkan saja semuanya pada Allah. Kalau Ken memang di takdirkan berjodoh dengan Kristal, mereka akan bersama. Tapi kalau tidak, Mama yakin akan ada pria lain yang tulus dengannya kelak"
"Mama benar. Mungkin aku dan Mas Gama terlalu parno. Apalagi dengan pergaulan zaman sekarang. Lebih baik fokus pada masa depannya. Pada impian Kristal"
"Itu akan lebih baik"
Sedangkan di rumahnya, Ken datang dengan wajah kusutnya,
"Ada apa lagi?" tanya Rani, Mamanya
"Pasti masalah Kristal" tebal Oma Yasari
Ken tampak menghela nafas, "Gadis itu masih saja bar - bar! Dia selalu saja menghilang ketika akan ku ajak pulang bersama!"
Rani dan Oma Yasari tertawa, "Sejak kecil, kamu dan Kristal mana pernah aku sih, Ken. Kamu itu kayak kanebo kering! Ya kali Kristal betah sama kamu. Bersikaplah lebih lembut sedikit"
"Kenapa aku harus lembut padanya? Dia saja seperti seorang pria"
"Kamu hanya butuh kesabaran ekstra menghadapi sikap Kristal, Ken. Luarnya memang mirip dengan pria, tapi dalamnya, kamu tidak tahu kan apa saja kelebihan Kristal?"
"Memangnya gadis sepertinya punya kelebihan apa?" ucap Ken mengejek
"Cari tahu sendirilah, kok tanya Mama"
Ken beranjak meninggalkan Mama dan Omanya menuju ke kamar. Rani tersenyum geli menatap sang putra,
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Oma Yasari
"Sepertinya akan bagus kalau aku dan Diandra menjadi besan"
"Memangnya Ken mau?"
"Aku rasa iya"
"Meskipun Ken setuju, bagaimana dengan Kristal? Dia itu cantik, tidak menjamin kalau sekarang dia masih sendiri. Siapa tahu dia sudah punya kekasih"
__ADS_1
Rani menatap Bundanya, benar juga yang Bunda katakan. Bisa jadi Kristal memang punya pacar.
Tidak ada salahnya berusaha kan? Aku harus membuat mereka berdua dekat. Selebihnya, bisa di atur belakangan. Rani kembali tersenyum, Aku harus bertemu dengan Dian untuk membahas hal ini