Diandra

Diandra
Bab 98


__ADS_3

Hubungan Kristal dengan Ken perlahan membaik. Keduanya terlihat lebih santai jika bersama. Mereka juga sesekali jalan berdua, entah hanya makan atau menonton bioskop bersama.


Ken tidak sekaku sebelum - sebelumya. Pemuda itu benar - benar membuktikan keseriusannya beberapa waktu terakhir. Kristal pun bersikap lebih lembut pada Ken. Dia juga mengikuti saran yang Mamanya berikan untuk merubah penampilannya menjadi lebih feminim.


Kedekatan keduanya tentu mendapat dukungan dari kedua keluarga. Meski belum sepenuhnya membuka hati untuk Ken, Kristal akui dirinya cukup nyaman bersama anak dari sahabat Mamanya tersebut. Dan akhirnya, Kristal memberikan satu kesempatan pada Ken untuk membuktikan keseriusannya. Tentu saja Ken tak menyia - nyiakan kesempatan. Sama seperti pasangan muda pada umumnya, saat ini Ken dan Kristal kembali jalan bersama ke salah satu Mall Ibukota.


"Kita mau makan apa?", tanya Ken setelah mereka selesai mencari buku pelajaran


"Seafood sepertinya enak"


"Boleh juga" jawab Ken


Mereka memilih salah satu resto seafood yang cukup terkenal di Mall tersebut. Pengunjungnya begitu ramai, karena selain masakannya enak, suasana di dalam resto juga sangat menarik dan menyenangkan. Ada beberapa spot foto, di tambah interior restonya sendiri memiliki gaya kekinian dan sangat cocok untuk kaum muda.


"Kamu mau pesan apa?"


"Kepiting saus pedas dan cumi asin cabai hijau. Minumnya jus jeruk saja"


"Oke mbak, pesan itu dua ya"


"Baik, silahkan di tunggu sebentar"


Sambil menunggu, Kristal membuka ponselnya. Ada satu pesan dari Langit, Kristal menatap Ken sejenak sebelum membuka pesan tersebut, sebab Ken selalu cemburu jika Kristal berhubungan dengan Langit apapun itu


"Aku mau ke toilet sebentar ya"


Ken menoleh pada Kris, "Mau aku antar?"


"Nggak usah"


"Oke, jangan lama - lama"


Kristal segera menuju ke toilet yang tidak jauh dari sana. Setelah selesai buang air kecil, Kris bercermin untuk melihat penampilannya,


"Masih oke"


Gadis itu segera keluar dari toilet,


"Lama tidak bertemu, Kris"


"L-langit"


Kris mendadak gugup, ia melihat ke semua arah, takut - takut jika tiba - tiba Ken datang. Terakhir kali bertemu, Ken dan Langit terlibat perdebatan yang berujung dengan memberikan masing - masing satu pukulan.


Kristal segera pergi, namun Langit menahannya,


"Apa maumu sebenarnya, Lang?"


Pemuda tampan itu menatap Kristal dengan intens, "Aku tau Ken sedang berusaha menarik hatimu. Aku juga tahu kalau keluarga kalian sedang berusaha menjodohkan kalian berdua"


"Kalau kamu sudah tahu, seharusnya kamu tidak mendekatiku lagi"


"Jika kamu bisa memberi Ken kesempatan, kenapa tidak denganku juga?"


Kris menatap Langit terkejut, "Lang-"


"Ken bukan satu - satunya pria yang menyukaimu. Akupun memikili perasaan yang sama. Kenapa hanya dia yang kamu beri kesempatan, Kris?"


Kristal bingung harus mengatakan apa, beberapa bulan ini, memang bukan hanya Ken yang memberinya perhatian, Langitpun sama. Sayangnya, hanya perhatian Ken yang dilihat oleh orang tuanya


"Karena Ken adalah pria pilihan orang tuaku" lirih Kris


"Dan kami akan segera bertunangan!"


Deg


Yang Kristal takutkan akhirnya terjadi, Ken datang menghampiri mereka. Lihatlah wajahnya sekarang, terlihat begitu dingin.

__ADS_1


"K-ken"


"Berhenti mengganggu calon tunanganku, Lang!"


Langit tersenyum tipis, "Sepertinya aku sungguh terlambat"


"Kamu benar! Jadi sebaiknya kamu mundur. Masih banyak gadis diluar sana yang bisa kamu dekati. Dan yang jelas, bukan Kristal. Karena dia milikku!"


Langit kembali tersenyum, "Aku pamit, Kris. Aku akan pergi. Tapi jika suatu saat dia menyakitimu, maka aku akan kembali dan membawamu pergi"


"Itu tidak akan pernah terjadi!" tegas Ken cepat


"Baiklah. Semoga kalian berdua bahagia"


Kris menatap nanar kepergian Langit, entah kenapa dia malah kasihan pada pemuda itu.


"Ayo! Makanannya sudah dingin!" seru Ken


Kris mengangguk, lalu berjalan di belakang Ken.


🍀🍀🍀


"Kamu juga belum makan?" tanya Kris pada Ken saat melihat makanan keduanya masih utuh


"Kita datang berdua. Tentu aku akan menunggumu untuk makan bersama! Beruntung aku menyusulmu. Kalau tidak, kamu akan lebih lama mengobrol dengan Langit!"


"Kami tidak sengaja bertemu"


"Itu menurutmu. Aku yakin dia memang mengikuti kita"


Kristal tak menanggapi, dia mulai menikmati makan siangnya. Satu hal yang tidak ia suka dari Ken adalah sikap posesifnya.


"Ken"


Keduanya menatap gadis yang berjalan dengan tongkat tersebut. gadis itu tidak sendiri, tapi bersama pria paruh baya yang Kristal yakini adalah Papa dari gadis itu.


"Tadinya begitu, tapi sepertinya kami akan mencari tempat lain. Tidak ada meja kosong lagi" sahut Saka


"Kalian bisa bergabung dengan kami"


"Kalian tidak keberatan?" tanya Saka menatap Kristal


"Tidak masalah, Om. Kalian bisa duduk bersama kami" jawab Kris


Yazna dan Saka akhirnya duduk bersama dengan Ken dan Kristal. Setelah memesan, mereka mulai mengobrol. Ken terlihat begitu asyik mengobrol dengan sahabatnya itu hingga mengabaikan Kristal. Bahkan hingga pesanan Yazna dan Papanya datang, mereka masih asyik bercerita.


"Jadi setelah ini kamu akan kuliah dimana, Ken?" tanya Saka


"Di Harvard, Om"


Saka mengangguk, "Bagus itu. Om yakin kelak kamu akan menjadi pria yang sukses"


"Terima kasih, Om"


"Ken itu ingin menjadi pengusaha, Pa. Dia akan menggantikan Papanya untuk mengelola hotel milik keluarganya" timpal Yazna


"Wah, calon pengusaha rupanya"


"Masih belum, Om. Saya masih harus banyak belajar"


"Tentu! Mumpung masih muda. Kamu harus banyak belajar dan tentunya bekerja keras. Dengan begitu, kelak kamu akan menjadi pengusaha yang sukses"


"Pasti, Om. Saya akan berusaha sekuat tenaga agar menjadi orang yang sukses"


Ken menatap Yazna yang sedang memperhatikan Kristal, ia bahkan lupa jika ada Kristal disana


"Kamu sudah selesai makan?" tanya Ken pada Kristal

__ADS_1


"Hm", sahut Kris seadanya dan Ken tahu jika Kristal sedang kesal


"Dia adikmu?" tanya Saka lagi


Kristal hanya tersenyum sambil menatap Papanya Yazna


"Dia kekasihnya Ken, Pa"


Saka cukup terkejut mendengar jawaban putrinya,


"Dia calon tunangan Saya, Om"


Deg


Kali ini bukan hanya Saka yang terkejut, Yazna juga terkejut mendengar apa yang baru saja Ken sampaikan


"Selamat ya Ken"


"Terima kasih, Yaz"


"Jadi kapan kalian akan bertunangan? Kalau tidak sempat datang, Om akan mengirimkan hadiah"


"Bulan depan, Om"


"Artinya sebelum kamu pergi kuliah"


"Benar sekali"


Kristal menatap perubahan wajah Yazna, jelas sekali wajah gadis itu terlihat sendu. Tidak mau merasa lebih canggung, Kristal mengajak Ken pulang


"Ken, Mama sudah menelpon"


"Baiklah kita pulang sekarang. Maaf ya Yaz, Om, kami harus pulang duluan"


"Tentu. Senang bertemu dengan kalian. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan"


Setelah berpamitan, Ken dan Kristal segera pergi. Ken meminta Kris untuk menunggu di lobi sementara dirinya mengambil mobil.


Tak berselang lama, Ken datang. Setelah Kristal naik ke dalam mobil, Ken mulai melajukan kendaraanya pulang ke rumah.


"Tumben Mama menelpon?"


"Mama tidak menelpon"


Ken menatap Kristal dengan dahi berkerut, "Tapi tadi kamu mengatakan-"


"Aku berbohong!"


Ken tersenyum masam, "Kenapa?" tanya Ken dengan nada dinginnya


Kristal menatap Ken, rasa kesal yang sejak tadi ia tahan sepertinya tidak bisa ia tahan lagi.


"Kamu sadar nggak sih? Ketika kamu bersama Yazna kamu selalu melupakan aku!"


"Kris! Berkali - kali aku katakan, aku dan Yazna-"


"Hanya sababat! Sekedar berteman!" potong Kris cepat, "Kamu paham betul Ken, tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita. Kamu tidak bisa berpura - pura bodoh dengan tidak mengetahui bagaimana perasaan Yazna! Kamu tahu semuanya!"


Ken menghela nafas, "Tapi aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, Kris. Kamu tahu betul hal itu. Dan kamu paham betul kenapa aku begitu baik pada Yazna"


"Itu tidak bisa kamu jadikan alasan, Ken! Apa kamu sadar? Selama ini kamu lebih mementingkan Yazna daripada aku! Kamu membuatku menunggu berjam - jam hanya untuk mengantar Yazna pulang lebih dulu. Kamu melupakan janji kita dan memilih menemani Yazna membeli buku. Di jam istirahatpun, waktumu habis bersama Yazna!"


"Aku minta maaf soal itu. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi"


Kristal menatap lurus kedapan, "Sepertinya aku harus berfikir ulang untuk menerima pertunangan ini. Aku tidak bisa menerima pria yang lebih mementingkan sahabatnya dibanding aku!"


Deg

__ADS_1


__ADS_2