Diandra

Diandra
Bab 86


__ADS_3

"Brensek, kamu Nevan!! Beraninya kamu menjebakku!!" teriak Vika tak terima


Nevan tertawa. Gama sudah pergi, dan sekarang hanya ada mereka berdua. "Aku tidak pernah menjebakmu, Vika. Aku hanya mengabadikan momen kebersamaan kita. Kenapa kamu marah?"


"Sialan! Kalau tahu kamu akan menjebakku seperti ini, aku tidak akan pernah datang padamu!! Aku merasa di rugikan!!"


"Hahaha. Seharusnya kamu senang bisa terkenal. Setelah ini, mungkin akan banyak orang yang mencarimu!"


Vika terlihat frustasi. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Dia bahkan tidak berani membuka ponselnya karena takut melihat berita. Bisa jadi, Gama benar - benar menyebarkan videonya. Jika semuanya benar, maka tamatlah riwatnya. Bagaimana ia akan menghadapi Saka. Ia belum siap kehilangan sang suami. Dan sampai kapanpun, Vika tidak akan pernah siap kehilangan Saka.


"Sudahlah, Vik. Tidak perlu pusing begitu. Kalau suamimu menceraikanmu, masih banyak pria yang mau padamu. Apalagi saat melihat aksimu di atas ranjang"


"Bedebah, kamu Nevan!! Kamu tahu betul aku bukan wanita panggilan! Aku hanya bekerja denganmu!"


"Ah ya, aku lupa! Kita bahkan sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Tapi sebagai seorang pria, aku tentu tidak akan memilihmu untuk menjadi istriku. Sebrengsek - brengseknya aku, aku tetap menginginkan wanita yang baik untuk aku jadikan istri!"


"Aku juga tidak sudi menjadi istrimu!!"


Vika semakin terlihat frustasi. Kemarin, salah satu tujuannya pergi dari rumah untuk membuat Saka menjemputnya. Ia berharap suaminya akan datang dan membujuknya untuk pulang. Tapi jika seperti ini, ia tak yakin Saka akan datang padanya.


"Sial!! Aku harus apa sekarang?!"


Nevan menatap Vika santai, "Kamu mau main sekali lagi? Mungkin untuk yang terakhir kalinya"


"Jangan bercanda di waktu yang tidak tepat! Sebaiknya kamu diam saja! Ocehanmu membuatku semakin pusing!"


Nevan mengangguk, dia kembali menikmati minuman dinginnya. "Vik, aku tidak bisa mempekerjakanmu di kantorku. Jadi maaf, kamu bisa cari pekerjaan lain"


Vika menatap Nevan tak percaya, "Kamu bercanda?"


"Aku serius" tegas Nevan, "Maaf aku tidak bisa lagi membantumu mulai sekarang"


"Kamu gila, Van!! Lalu bagaimana nasibku kedepan? Aku juga sudah pergi dari rumah!"


"Cobalah meminta maaf pada Gama. Siapa tahu dia mau memaafkanmu"


Vika menatap Nevan sinis, "Sampai matipun, aku tidak mau meminta maaf pada mereka!"

__ADS_1


"Kalau begitu, selesaikan urusanmu sendiri. Mulai sekarang aku anggap kita tidak memiliki hubungan lagi. Dan jangan pernah mencari atau menggangguku dengan masalahmu!"


"Kamu sungguh tega, Van!! Kamu kejam!!"


Nevan tertawa, "Atas dasar apa kamu mengatakan aku kejam? Kita bahkan tidak memiliki hubungan apapun. Aku selalu membayarmu mahal setiap kali memintamu datang!"


"BERANINYA KAMU MEMPERMAINKAN AKU SEPERTI INI!! AKU PASTI AKAN MEMBALASMU!!"


"Silahkan! Aku tidak takut sama sekali padamu!! Sekarang pergi dari apartemenku!!" usir Nevan


Vika mengumpat, menyumpah serapahi Nevan, dan itu membuat Nevan marah. Dia menyeret Vika keluar dari apartemennya. "Dasar wanita tidak tahu diri! Pergi!!"


"Aku tidak akan melupakan penghinaan ini!! Kamu akan menyesal telah melakukan semua ini padaku!!"


Brak


Nevan membanting pintu apartemennya.


Vika dengan penuh kekesalan, Vika mulai meninggalkan apartemen Nevan. Ia sakit hati karena dicampakkan begitu saja seperti sampah.


🍀🍀🍀


"Apa yang membawamu datang kemari?" tanya Saka yang cukup terkejut dengan kedatangan Gama


"Langsung ku katakan saja. Kemarin, istrimu menyuruh orang untuk mencelakai istriku!" tegas suami Dian itu


"B-benarkah?" tanya Saka shock, "B-bagaimana mungkin Vika melakukan semua ini"


Gama menyunggingkan senyuman miring, "Apa yang tidak mungkin istrimu lakukan? Merebutmu saja dia tega!"


Saka tertegun, ada rasa malu mendengar apa yang Gama ucapkan. "Lalu bagaimana keadaan Dian sekarang?"


"Beruntung istriku tidak papa. Janin dalam kandungannya juga baik - baik saja. Tapi meski demikian, yang perlu kamu tahu, aku bukanlah pria pemaaf yang baik hati. Andai kemarin Diandra kenapa - napa, aku bisa saja melakukan hal buruk pada istrimu" nada bicara Gama terdengar santai, namun penuh penekanan. "Aku peringatkan, sebaiknya kamu jaga istrimu dengan baik, karena ... jika sampai hal ini terulang lagi, aku akan langsung memberinya pelajaran!"


Saka nampak menghela nafas, dia semakin pusing menghadapi sikap sang istri. Kemarin Vika sudah meninggalkan rumah. Siapa sangka istrinya itu malah ingin mencelakai Dian. Padahal, selama ini Dian tak pernah membuat gara - gara dengan Vika. Rasa bersalah sekaligus malu kini menghinggapi diri Saka, "Aku sungguh minta maaf. Sebagai suami dari Vika, aku menyesalkan perbuatan istriku"


Gama mengangguk, "Mungkin aku bisa memaafkan Vika kali ini, tapi tidak untuk kedua kalinya. Jadi pastikan istrimu tak lagi membuat ulah!"

__ADS_1


"Tentu. Terima kasih atas maafmu. Aku benar - benar menyesal" sesal Saka


"Aku memaafkan istrimu, dan itu semua karena kamu. Akulah yang harus mengucapkan terima kasih"


Dahi Saka mengernyit, "Berterima kasih karena apa? Aku tidak merasa melakukan sesuatu untukmu" ucap Saka heran


Gama tersenyum, "Aku berterima kasih karena kamu sudah membuang Diandra"


Deg


Tatapan Saka pada Gama berubah sendu. Mantan suami Diandra itu merasa bibirnya kelu, hingga tak ada satupun kalimat yang mampu keluar dari mulutnya.


"Jujur, karena kamulah aku bisa menjadikan Dian sebagai istriku. Menjadikan Diandra ratu dalam hidupku. Dan satu - satunya wanita yang aku cintai di dunia ini"


Saka kembali menatap Gama tanpa kata, "Aku tahu, penyesalan dalam hatimu masih ada. Tapi harus ku ingatkan satu hal padamu. Sekarang akulah pemilik hati Diandra"


"Aku tahu itu"


Gama mengangguk, "Menurutmu, apa bedanya Dian dengan istrimu?"


Saka nampak berfikir, "Entahlah. Aku sendiri tak tahu"


Saka menyeringai, "Diandra, adalah wanita terhormat. Sedangkan istrimu, tidak lebih dari sekedar wanita murahan!"


Deg


"Apa maksudmu berkata seperti itu? Aku tahu Vika bersalah, tapi jangan berkata sembarangan mengenai istriku!" ucap Saka sedikit tak terima


Gama melemparkan flashdisk ke atas meja. "Kamu akan tahu jawabannya jika melihat itu. Istri yang kamu pilih. Istri yang kamu puja dan kamu junjung tinggi hingga kamu rela melepas Diandra. Dia tidak seperti yang kamu kira"


"Jangan berbelit - belit, Tuan Gama. Intinya, kamu ingin aku melihat isi flashdisk itu kan? Baik. Akan aku lakukan!"


Dengan perasaan yang sedikit kesal, Saka membuka flashdisk itu di laptopnya. Begitu layar itu menyala, mata Saka melotot seketika.


"I-ini pasti salah. Wanita dalam flashdisk ini bukanlah istriku!" sangkal Saka


"Kamu terlalu bodoh, Ka. Kamu terlalu naif. Hanya demi cinta, kamu menjadi manusia terbodoh di dunia ini. Kamu bahkan tidak mengetahui, jika dua tahun ini, istrimu menjadi simpanan seorang duda kaya!"

__ADS_1


__ADS_2