
"Apa yang membawamu datang padaku, Tuan Gama? Aku yakin, pasti ada sesuatu yang penting" tanya Nevan
"Aku tidak mau basa - basi. Kamu pasti tahu betul aku seperti apa. Aku mau kau membantuku!"
Nevan menatap Gama kemudian tersenyum, "Kamu jauh lebih handal dalam bidang apapun dibanding aku. Bantuan apa yang kamu inginkan dari juniormu ini?"
Gama menyeringai, "Kalau kamu berhasil. Aku akan memberikan proyek Mega Kirana padamu!"
Mata Nevan mendelik, proyek yang Gama katakan nilainya hampir dua puluh trilyun, tentu ia tak akan menyia - nyiakan kesempatan. Tanpa berfikir dua kali, Nevan pun langsung setuju. "Oke deal!"
🍀🍀🍀
Mata Vika terbelalak setelah melihat kiriman video dari nomor tak di kenal. Pria yang ia temui kemarin di hotel dan ia perintahkan untuk melenyapkan Diandra, kini tergeletak tanpa kedua kakinya.
Wanita itu ketakutan, apa mungkin semua ini ulah Diandra? Bagaimana bisa kawannya yang terkenal jahat seperti iblis itu dikalahkan dengan mudah.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melakukan semua ini? Tidak mungkin Diandra pelakunya"
Vika merasa semakin cemas. Ia harus berhati - hati sekarang. "Sepertinya banyak orang yang mulai mengawasiku. Aku tidak boleh berbuat ceroboh dan gegabah. Kalau tidak, semua bisa hancur berantakan"
"Apa yang hancur berantakan?" tanya Saka
"T-tidak ada" jawab Vika gugup
Saka menatap sang istri. "Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan, Vik?" tanya Saka curiga
"Kamu mulai curiga lagi padaku?" tanya Vika tak terima
Setelah perdebatan tadi, Saka berhasil membujuk istrinya untuk tidak meninggalkan rumah. Meski terjadi cekcok antar Vika dan Bunda, namun keduanya berhasil didamaikan. Semua Saka lakukan demi Yazna. Meski kadang berbuat diluar tanggung jawabnya sebagai ibu, namun Saka tahu jika Vika sebenarnya adalah ibu yang baik. Terbukti Vika merawat dan membesarkan Yazna dengan baik.
"Ada apa?" tanya Saka dengan nada lebih pelan
Vika hanya menatap suaminya sekilas, "Sudah aku bilang tidak ada apa - apa. Kenapa kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan!"
Saka kembali menghela nafas, "Vik, bagaimanapun aku adalah suamimu. Apapun yang terjadi padamu, aku berhak tahu"
Vika memutar bola matanya malas, "Tapi memang tidak ada yang terjadi! Sudahlah, aku mau istirahat. Aku capek. Besok aku mulai bekerja!"
Saka hanya mampu menghela nafas. Belakangan ini, ia merasa istrinya berubah. Entahlah, semoga benar - benar tidak ada yang terjadi. Suami Vika itu pun menyusul istrinya yang lebih dulu masuk ke dalam alam mimpi.
Keesokan harinya, pagi - pagi sekali Vika sudah rapi dengan setelan kantor yang melekat pas di tubuhnya. Ia akan berangkat ke kantor meski putrinya belum bangun.
__ADS_1
"Kamu akan berangkat sekarang? Berangkat denganku saja" ucap Saka
"Kantor kita tidak searah, Mas. Lagipula aku sudah memesan ojek online"
"Biarkan saja, Ka. Kamu jangan buang - buang waktu. Nanti kamu malah terlambat" ucap Hastari
Vika mengambil tas miliknya kemudian pergi tanpa pamit.
"Kamu lihat, jangankan pada Bunda, padamu saja dia tidak pamit!"
Saka tidak menjawab, dia memilih menikmati sarapan yang sudah Bunda siapkan.
"Titip Yazna ya, Bun. Maaf aku merepotkan Bunda"
"Tidak masalah. Bagaimanapun Yazna adalah cucu Bunda"
Saka menyempatkan melihat putrinya sebelum berangkat. Kemudian pamit pada Bunda.
Berbeda dengan Saka yang mengendarai mobilnya sendiri menuju ke kantor, Vika justru berangkat menggunakan ojek online. Ia tidak langsung ke kantor, melainkan ke apartemen Nevan. Bos nya itu baru mengabari jika dirinya diminta datang untuk mengambilkan beberapa berkas.
Tepat pukul enam lewat dua puluh menit, Vika tiba di apartemen. Ia memencet bel dan menunggu di depan pintu. Tak selang lama, Nevan membukakan pintu.
"Masuklah"
Nevan duduk disamping Vika, lalu tersenyum. "Sebenarnya tidak ada berkas yang harus kamu bawa"
"Jadi?"
Nevan menyeringai
🍀🍀🍀
Gama tersenyum puas atas kerja Nevan. Pria berstatus duda itu memang seorang cassanova, tapi dia juga pria ambisium. Hanya dengan iming - iming proyek bernilai besar, Nevan langsung setuju atas permintaannya tanpa berfikir dua kali.
[Aku akan segera kesana!]
Gama bergegas keluar. Ia mengendarai mobilnya menuju ke suatu tempat.
Tidak membutuhkan banyak waktu, Gama akhirnya sampai ke tempat yang ia tuju.
"Dimana dia?"
__ADS_1
"Di dalam! Masuklah" Nevan menghembuskan asap rokok yang dia hisap. "Jangan lupa janjimu!"
Gama melemparkan map ke atas meja. "Proyek itu milikmu. Ini kesempatanmu untuk membuktikan bahwa kamu seorang pengusaha handal. Jangan sia - siakan kesempatan! Akhiri image burukmu setelah ini!" tegas Gama
Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu tertawa, "Aku suka gayamu, Tuan! Terima kasih atas perhatiannya"
Gama hanya menatap Nevan datar, kemudian masuk ke dalam kamar. Ia menatap jijik perempuan di depannya.
"Kamu!" ucap Vika terkejut. Tangan dan kakinya terikat di atas ranjang, "Jadi kamu dalang dibalik semua ini?! Bedebah!!"
Gama tersenyum miring, "Kamu harus tahu satu hal. Siapapun yang mengusik ketenangan keluargaku, khususnya orang yang aku cintai, maka akulah yang harus ia lawan!"
"Aku tidak mengusikmu bahkan keluargamu. Kenapa kamu melakukan semua ini padaku?!"
"Kamu yakin?! Bagaimana kiriman video yang aku berikan? Kamu menyukainya?"
Mata Vika membola, "Kamu yang melukai Anjas?!"
Gama tertawa, "Dia hanya tikus kecil bagiku. Masih beruntung aku tidak melenyapkannya seperti perintahmu untuk melenyapkan istriku!"
Tatapan tajam Gama membuat Vika ketakutan, namun Vika tetaplah Vika. Ia tak mau terlihat kalah pada orang lain
"Aku bukan orang yang suka basa - basi! Aku juga bukan pria pemaaf! Sekarang masa depanmu ada di tanganku! Aku bisa membuatmu hancur saat ini juga kalau aku mau!"
"Kamu mengancamku? Sayangnya aku sama sekali tidak takut!"
Gama mengangguk, "Kamu memang wanita yang berani. Bagaimana reaksi suami tercintamu itu kalau dia tahu kamu seorang simpanan? Aku yakin, dia akan meninggalkanmu sekarang juga!"
"Kamu tidak bisa melakukan itu! Mas Saka tidak pernah mempercayaimu!", Vika tertawa, "Kenapa banyak sekali pria bodoh yang termakan rayuan Diandra. Kamu tahu? Kamu sudah ditipu oleh wanita sialan itu! Dia dan aku tidak ada bedanya, Tuan Gama!"
Tangan Gama mengepal, Vika sudah salah telah membangunkan macan tidur.
[Sebarkan video itu dan pastikan setelah ini, Saka menceraikan istrinya!]
Deg
"V-video apa maksudmu?" tanya Vika panik
"Video kita berdua, Vika Sayang" sahut Nevan
"T-tidak mungkin!" wajah Vika terlihat pucat
__ADS_1
Melihat hal itu, Gama tertawa iblis, "Kamu sudah tamat, Avika Saraswati!"