Diandra

Diandra
Bab 97


__ADS_3

"Hei ... Hei ... Kenapa wajahnya di tekuk begitu? Ada masalah di sekolah?" tanya Dian


Kristal menatap Mamanya, "Sejak kapan Mama rencanain perjodohan aku sama Ken?" tanya Kristal dengan nada dinginnya


"Loh, ada apa ini?" tanya Oma Clara


"Aku tegasin sekali lagi! Aku nggak mau dijodohkan dengan Kenzie!"


"Kris, kami belum ada pembahasan tentang masalah ini. Kenapa kamu tiba - tiba marah seperti ini?"


"Belum ada? Kalau belum ada Ken tidak akan mengatakan bahwa dia menerima perjodohan ini!" Kristal langsung pergi menuju ke kamarnya


Diandra dan Mama Clara sama terkejutnya. Mereka saling menatap dengan wajah keheranan


"Apa yang sebenarnya terjadi, Ma?"


"Mama juga bingung. Lebih baik kamu temui Rani dan tanyakan masalah ini"


Dian mengangguk, istri Gama itu segera menelpon sahabatnya untuk mengajak bertemu. Tak lupa ia izin terlebih dahulu pada Gama


🍀🍀🍀


"Hai, Di? Kamu sudah lama menunggu?" sapa Rani yang baru saja tiba


"Sepuluh menitan"


Rani duduk di sebelah Diandra, "Ada apa kamu mengajak ketemu di luar. Tumben - tumbenan"


"Ini masalah Kristal"


"Ada dengan keponakanku itu?"


Dian menghela nafas, "Ran, kamu tahu? Kristal marah padaku gara - gara pembahasan mengenai perjodohannya dengan Kenzie"


Rani tersenyum, "Oh, aku kira adalah masalah apa. Rupanya masalah itu"


"Ran, kita tidak pernah membahas apapun soal perjodohan Kristal dan Kenzie. Kristal marah padaku karena Ken mengatakan dia menerima perjodohan ini"


Rani mengangguk kemudian menatap Diandra, "Di ... Maaf sebelumnya kalau aku mengambil langkah terburu - buru. Ada satu hal yang harus kamu tahu. Ken sudah lama menyukai Kristal"


"A-apa? Bagaimana bisa? Itu tidak mungkin, Ran. Kamu tahu betul bagaimana mereka jika bertemu. Bagaimana bisa kamu mengatakan jika Ken menyukai Kristal?"


"Aku serius, Di. Aku mengatakan ini bukan karena aku hanya ingin menjadikan Kristal sebagai menantuku saja. Tapi karena Ken memiliki perasaan pada Kristal"


Diandra terdiam, dia menghela nafas panjang.


"Tapi Ken tidak menunjukkan sikap bahwa dia menyukai Kristal"

__ADS_1


"Itu karena Ken memang kaku! Dia tidak bisa mengekpresikan dirinya lebih lembut. Tapi percayalah, Di. Ken memang menyukai putrimu. Dan akupun berharap Kristal bisa menjadi menantuku"


"Tapi sepertinya putriku tidak memiliki perasaan yang sama seperti Kenzie. Aku tidak bisa memaksakan hal yang tidak Kristal inginkan. Maafkan aku Ran, aku hanya tidak mau hubungan kita memburuk jika semua tidak seperti yang kita harapkan. Kamu tahu kan maksudku?"


"Aku paham kekhawatiranmu, Di. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba. Aku sangat paham putraku. Dan aku jamin, dia tidak akan mengecewakan ataupun menyakiti putrimu"


Diandra merasa dilema, disatu sisi Kenzie memang pemuda yang baik. Tapi disisi lain, Kristal menolak perjodohan ini. Apa yang harus ia lakukan sekarang?


🍀🍀🍀


Dian sudah menceritakan apa yang ia bicarakan dengan Rani pada suaminya. Tentu Gama menyambut baik rencana ini,


"Biar aku coba bicara pada Kristal ya"


"Tapi ingat ya, Mas. Jangan memaksa jika Kris tidak mau"


"Tentu, Sayang. Aku tidak akan memaksakan sesuatu yang putriku tidak suka. Kristal adalah satu - satunya putri kita. Kebahagiaannya lebih dari segalanya"


Dian mengangguk, setelah pembicaraan itu selesai, Gama pergi untuk menemui Kristal di kamarnya.


Tok Tok Tok


"Kris, ini Papa. Boleh Papa masuk?"


"Tidak dikunci!" sahutnya dari dalam


"Kamu masih kesal?"


Kris mengangguk cepat


"Ceritakan pada Papa apa yang kamu rasakan"


Kristal merubah posisinya kemudian tidur dipangkuan Papanya. Sejak kecil, Gama memang dekat dengan putri semata wayangnya itu. Apalagi ia memang tak ingin memiliki anak lagi sejak kejadian Diandra dulu. Gama takut, ia trauma dan bayang - bayang kehilangan Dian dulu selalu menghantuinya. Meski Dian sudah membujuknya untuk memiliki anak lagi, Gama tetap kekeh pada pendiriannya. Menurutnya mempunyai Dian dan Kristal sudah lebih dari cukup


"Aku nggak mau dijodohkan dengan Kenzie, Pa"


"Kenapa? Bukankah dia tampan?"


Sesantai itulah Gama dengan putrinya


"Ken itu kayak batu! Dia nggak asyik dan yang jelas, kami tidak cocok jika bersama!"


"Oke. Tapi bagaimana kalau Ken ternyata menyukaimu?"


Kris menatap Papanya lalu tertawa, "Si batu menyukaiku? Tidak mungkin. Kami itu seperti air dan api. Lagipula, ada gadis lain yang menyukainya"


"Oh ya? Siapa?"

__ADS_1


"Yazna"


"Yazna? Kenapa namanya tidak asing ya?" Gama nampak berfikir


"Entahlah" jawab Kris cuek


"Jadi karena itu kamu tidak mau dijodohkan dengan Ken?"


"Ya bukan karena itu juga. Papa ingat kan? Papa selalu cerita tentang awal Papa dan Mama bertemu. Ada getaran yang berbeda, ada rasa penasaran dan ada rasa rindu yang selalu Papa rasakan saat bertemu Mama. Dan itu yang Papa sebut cinta. Sedangkan aku? Aku tidak merasakan apa - apa saat bersama Ken"


Gama tertawa, "Cinta bisa datang seiring berjalannya waktu, Sayang. Bisa cepat atau lambat. Misalnya, seiring kebersamaan kalian, mungkin lama - lama kamu akan menyadari perasaan cinta itu ada dalam hatimu"


"Tidak ah! Mana mungkin aku punya rasa pada Ken, sekarang saja aku selalu merasa sebal padanya"


"Cinta dan benci itu beda tipis"


"Tapi aku yakin aku tidak punya perasaan apa - apa pada Ken"


"Mungkin sekarang belum. Tapi tidak ada salahnya kamu memberi Ken kesempatan. Misalnya kalian pergi berdua, makan, nonton atau apa lah itu. Terlepas dari adanya perjodohan atau tidak, Papa selalu lihat kamu dan Ken tidak pernah akur. Kita ini keluarga loh, setiap ada acara pasti bertemu. Akan lebih baik kalau kalian bersikap seperti keluarga pada umumnya. Akrab. Dekat" Kristal menatap Papanya,


"Iya juga sih. Keluarga kan harusnya dekat. Tapi Ken itu nyebelin banget loh, Pa"


"Itu karena kalian belum dekat" Gama mengusap kepala putrinya, "Papa dan Mama tidak akan memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini. Jika memang kamu menolak, tolaklah tanpa menyakiti perasaannya. Cobalah bersikap lebih lembut. Tidak hanya pada Ken, tapi pada semuanya"


"Aku akan mencobanya"


"Mencoba yang mana? Diberi kesempatan atau di tolak?" goda Gama


"Untuk saat ini aku akan berusaha bersikap baik padanya. Tapi untuk memberinya kesempatan, aku belum bisa memutuskannya"


"Papa rasa itu lebih baik. Mungkin dengan kalian dekat, kamu akan tahu jawaban apa selanjutnya. Iya atau tidak"


Kris memeluk pinggang Papanya, "Thank you, Pa. Papa selalu jadi yang terbaik"


"Jadi hanya Papa? Mama nggak nih?" tanya Dian yang baru saja masuk lalu ikut duduk disamping sang suami


"Mama juga"


Kris bangun lalu memeluk kedua orang tuanya, "Aku sayang kalian berdua"


"Kami juga menyayangimu, sweet heart"


*Aku tidak mau memutuskannya sekarang, aku akan mengikuti jalannya takdir. Allah lebih tahu apa yang terbaik untukku. Ucap Kristal dalam hati


🍀🍀🍀


Kalau ada yang nanya ini novel perjodohan atau tidak? Tunggu aja kelanjutannya*

__ADS_1


__ADS_2