
"Kedatanganku kemari atas permintaan Rey. Tapi kalau boleh memohon-" Almira menjeda kalimatnya dan menatap Diandra, "Aku mohon, relakan Rey untukku!"
"ALMIRA!!" bentak Rey
"Aku dan Rey memang sudah berpisah. Kami telah bercerai. Tapi itu hanya keinginan Rey, bukan keinginanku!"
"ALMIRA CUKUP!! HENTIKAN OMONG KOSONGMU!!"
Almira menatap mantan suaminya, "Aku sudah menuruti permintaanmu untuk menemui Diandra. Tapi kalau kamu berpikir aku akan memintanya agar mau kembali padamu seperti yang kau minta, maka kamu salah Rey. Aku setuju untuk datang hanya untuk mengatakan apa yang ingin aku katakan padanya"
Diandra tertawa sinis, dia baru menyadari jika Almira sama tidak tahu malunya dengan Vika, Livia dan juga Cilla. Kenapa dia harus di kelilingi para pria yang di gilai wanita lain?
"Jadi kamu kemari hanya ingin meminta Kak Rey kembali?" pancing Dian
"Tidak ada seorang istri yang rela suaminya mencintai wanita lain, apalagi ada anak di antara kami"
"Kalau begitu, kenapa kamu setuju bercerai dengan Kak Rey? Kenapa kamu tidak mempertahakan rumah tanggamu?"
"Karena aku mencintainya. Asalkan dia bahagia, aku rela melepasnya. Tapi akhirnya aku sadar kalau aku tidak bisa kehilangan Reynald"
"Reynald? Bukankah yang menikahimu adalah Reyhan?"
Deg
Wajah Almira berubah pucat. Tubuhnya menegang seketika. Dia tak sengaja membuka rahasia yang ia tutup rapat sepuluh tahun belakangan. Tidak hanya Almira yang tegang, Rey juga di buat tegang. Selama ini yang Almira tahu, yang menikahinya adalah Reyhan. Tapi mendengar ucapannya barusan, jangan - jangan Almira sudah tahu kenyataan yang sebenarnya? Jika benar, itu artinya, Almira membohonginya selama ini?
"Melihat keterkejutanmu, aku menduga jika kamu sudah mengetahui jika yang menikahimu adalah Reynald! Saudara kembar dari kekasihmu! Apa aku benar, Almira?"
Deg
Almira menatap ke arah Diandra, ada rasa takut melihat senyum sinis yang Dian tujukan padanya.
"A-apa maksudmu, Diandra? Aku menikah dengan kekasihku Reyhan" sangkal Almira
"Lihatlah Kak Rey, kamu dengar sendiri kan apa yang Almira katakan tadi. Dia sudah membuka kartu as nya sendiri. Kamu sudah di bohongi selama ini! Bisa jadi, depresi yang selalu dia jadikan alasan hanya sebuah sandiwara!"
Skak Diandra
"Jawab aku, Almira! Apa benar jika selama ini kamu membohongiku?"
"B-bohong apa Rey? Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan? Reynald? Reyhan? Apa maksudnya itu?" tanya Almira pura - pura
"Kenapa kamu tidak jadi aktris saja, Almira. Kamu sangat pintar berekting!" sindir Diandra
"T-tolong jangan membuatku bingung. Apa yang kalian maksud sebenarnya?" Almira masih berpura - pura
Dian tertawa melihat kebingungan Almira. "Kamu aktris berbakat. Tapi sayangnya, kamu bukan pembohong handal. Bukankah sebelum kesini Kak Rey sudah menjelaskan apa tujuannya? Jika kamu tidak mengetahui siapa pria ini sebenarnya, kamu tidak akan memintanya padaku!"
"Rey mengatakan jika dia mencintai wanita lain. Tentu aku tidak terima!"
"Bukankah Reyhan mu tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain? Hanya kamu kekasih satu - satunya yang dia miliki bahkan sampai dia meregang nyawa!"
Deg
Almira bungkam saat Diandra lagi - lagi menskak-nya.
"Kamu pasti sudah merencanakan ini sejak lama kan? Buktinya kamu sampai rela berbohong selama bertahun - tahun!"
"Itu tidak benar!!"
Diandra melipat kedua tangannya, "Kamu hamil anak Reyhan, tapi kamu menikah dengan Reynald! Apakah takdir atau sebuah kebetulan yang di sengaja!"
Almira semakin panik, "Apa maksudmu berkata seperti itu? Aku tidak tahu apa - apa!"
Tatapan Rey berubah dingin, kemarahan dan kekecewaannya terlanjur membumbung tinggi dalam hatinya. "Jadi selama ini kamu membohongi aku? Sepuluh tahun, Almira! SEPULUH TAHUN!!"
__ADS_1
"A-aku tidak tahu apa - apa, Rey!!" teriak Almira
"Kamu mulai terpesona pada Reynald saat Reyhan mulai menceritakan saudara kembarnya. Reynald memiliki banyak kesamaan denganmu. Berbeda dengan Reyhan yang bertolak belakang dengan apapun yang kamu suka! Diam - diam kamu mencari tahu tentang Reynald dan mulai melakukan rencanamu untuk mendekatinya! Aku benar kan, Almira?"
"Kamu jangan mengarang cerita, Diandra!"
"Kamu mulai mengikuti kemana pun Reynald pergi. Kamu juga pernah berpura - pura menabrak kami saat berada di Mall Y"
"Orang bertopi yang menabrak Diandra, itu bukan kamu kan, Almira?"
"Bahkan hari dimana Reyhan kecelakaan-"
"TIDAK!! TIDAK!! AKU TIDAK MELAKUKAN APA - APA!! Reyhan kecelakaan, bukan aku yang membunuhnya!!" potong Almira
"Apa maksudmu berkata seperti itu, Almira?"
Deg
Almira semakin terpojok dengan kedatangan Saskia.
"Ma ... I-ini tidak seperti yang Mama dengar!"
Saskia menatap menantunya dengan mata berkaca - kaca. "Apa selama ini kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Almira?"
"Katakan Almira!! Apa yang kamu sembunyikan sebenarnya!!" desak Rey
"Aku tidak melakukan apa - apa!! Aku tidak melakukan apa - apa!!" Almira memegangi kepalanya sambil berteriak,
Saskia seketika panik. "Rey, Almira kambuh!"
"Dia hanya berpura - pura, Tante!" ucap Dian santai
"Tidak mungkin! Aku sendiri yang selalu mengantarnya terapi"
"Diandra, berhenti membuat Almira semakin stres" pinta Saskia
Dian memutar bola mata malas. "Aku heran, bagaimana bisa orang - orang seperti kalian begitu mudah di bohongi oleh Almira. Dia itu seperti rubah!"
"Berhenti menghinaku, Diandra!! Sejak dulu kamu selalu menjadi penghalang kebahagiaanku!! Bentak Almira yang membuat Rey dan Saskia kaget
Dian tersenyum sinis, "Akhirnya kamu menampakkan wujud aslimu yang sebenarnya!"
"Almira! Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa yang kamu rahasiakan sebenarnya?!" tanya Saskia lirih
Almira tertawa seperti orang gila, "Aku memang membohongi kalian!! Aku tidak stres! Aku sengaja menyewa dokter itu untuk membantu terapi palsu yang aku lakukan selama ini! Dan aku tahu jika Reynald yang menikahiku!"
"Pantas saja selama sepuluh tahun ini tidak ada perkembangan sama sekali, rupanya kamu hanya berpura - pura, Almira!!" ucap Rey sinis
"Jangan lupa ceritakan tentang kecelakaanmu dan Reyhan Almira!" pinta Dian dengan santainya
"A-apa maksud perkataan Diandra, apa kamu terlibat atas kecelakaan yang menimpa Reyhan, Almira?!"
"Kecelakaan itu tidak ada sangkut pautnya denganku! Itu murni kecelakaan!"
"Kamu dan Reyhan bertengkar hebat di dalam mobil sebelum kecelakaan itu terjadi. Rey marah karena kamu mengakui jika kamu mencintai saudara kembarnya!"
Wajah Almira berkeringat saat Dian mengatakan kenyataan tentang penyebab kecelakaan Reyhan. Bagaimana bisa Diandra mengetahui semua tentang dirinya.
"Reyhan marah besar saat kamu ingin Reynald yang bertanggung jawab atas kehamilanmu! Dia tidak terima dengan apa yang kamu inginkan! Saat kamu turun begitu saja dari mobil, Reyhan tidak bisa mengontrol kemarahannya hingga membuatnya hilang kendali. Mobil Reyhan tak sengaja menabrak pembatas jalan! Kamu melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana Reyhan meregang nyawanya, Almira!!"
"B-benarkah yang Dian katakan Almira?" tanya Saskia shock
"Tapi itu murni kecelakaan! Bukan aku yang membunuh Reyhan!!'
"Secara tidak langsung, kamu sudah membuat Reyhan mati, Almira!!" Rey bicara dengan geram
__ADS_1
"Aku tidak melakukan apa - apa! Kematian Reyhan bukan salahku!!"
Saskia lemas seketika, "Wanita seperti apa yang aku pelihara selama ini Ya Allah!"
Kaget, kecewa bahkan marah mendominasi perasaan Saskia sekarang. Menantu yang ia percaya, menantu yang selalu ia dukung dan ia bela nyatanya hanyalah seorang pembohong belaka. Bahkan penyebab putranya meninggal dunia.
"Semua ini gara - gara kamu, Diandra!! Kamu sudah membuat hidupku hancur!!"
"Berhenti menyalahkan orang lain, Almira!! Aku sungguh kecewa padamu. Kamu sudah membodohi aku dan Reynald bertahun - tahun!!aku benar - benar telah salah menilaimu! Aku salah memilih wanita sepertimu menjadi menantu di keluargaku!!"
Almira mengepalkan tangannya. Semua ini gara - gara Diandra!
"Dengarkan aku Almira! Mulai saat ini jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan kami!! Jika kami melihatmu lagi, maka aku tidak segan - segan membuatmu menyesal seumur hidup!!"
"Pergi Almira!! Pergi!!" bentak Saskia
"Aku tidak akan melupakan hari ini, Diandra!! Aku akan membalasmu suatu hari nanti!!"
Saskia ambruk setelah kepergian Almira. Wanita paruh baya itu menangis tersedu. "Minum dulu, Tante"
"Terima kasih, Diandra"
Dian menatap Saskia iba, tapi semua yang terjadi atas campur tangannya juga.
"Ma"
"Maafkan Mama Rey. Maafkan Mama. Mama sudah menahanmu bertahun - tahun hanya demi wanita pembohong seperti Almira!"
"Tidak masalah, Ma. Yang penting sekarang Mama tahu siapa sebenarnya Almira!"
Saskia menatap Diandra lekat, "Terima kasih sudah membongkar siapa Almira sebenarnya Di. Tante juga ingin meminta maaf atas kesalahan Tante di masa lalu!"
Diandra tersenyum, "Aku sudah memaafkan Tante"
Saskia menggenggam dan mengusap punggung tangan Diandra. "Kalau begitu, kamu mau kan kembali pada Reynald?"
Mendengar perkataan Mamanya, Rey merasa terkejut sekaligus bahagia. Dia menatap Dian harap - harap cemas.
"Maafkan aku Tante, aku tidak bisa kembali pada Kak Rey"
Krek
Hati Rey seketika patah
"Kenapa?" tanya Saskia sendu
Dian menatap Rey dan Saskia bergantian. "Karena aku akan menikah minggu depan"
Deg
Jantung Rey berdetak cepat, "Kamu pasti bohong kan, Di? Kamu mengatakan itu hanya untuk menolakku kan? Kamu tidak mungkin menikah secepat ini"
Saskia menatap iba putranya, jika saja dirinya tidak egois, mungkin sejak dulu Rey sudah bahagia bersama Diandra.
"Aku tidak bohong, Kak. Aku memang akan segera menikah!"
"Siapa? Siapa pria itu. Perkenalkan dia padaku jika kamu memang tidak berbohong"
"Aku lah calon suami Diandra! Perkenalkan, namaku Gama Mahaditya"
Deg
🍀🍀🍀
Kalian paham nggak sama ceritanya? Aku nulisnya agak njlimet sepertinya 😝😝
__ADS_1