Diiman Yang Berbeda Tapi Amin Yang Sama

Diiman Yang Berbeda Tapi Amin Yang Sama
27. Flasback


__ADS_3

Flashback..


Langkah kecil berlarian mengelilingi dapur. Seorang anak lelaki berumur 7 tahun sedang mengganggu mamanya yang sedang memasak. Meskipun memiliki assisten rumah tangga, akan tetapi mamanya masih saja turun ke dapur sendiri.


"Gio jangan hanya gangguin mama, tapi sini bantuin mama masak!" ucap wanita berambut hitam nan panjang tersebut.


Dirinya sedang sibuk memasak di dapur. Tapi anaknya selalu mengganggunya dengan selalu berlarian di sampingnya. Tentu saja membuatnya sedikit terganggu karena sering kali anak tersebut berlari dan menabraknya kemudian lari lagi.


"Gio kan masih kecil ma, lagipula Gio kan laki-laki, masa iya Gio masak.." protesnya kemudian kembali berlarian di area dapur.


"Terus kenapa kalau Gio laki-laki? Papa juga sering masak." ucap mama Varen.


Varen menghentikan langkah kecilnya. "Papa masak untuk mama?" tanyanya polos.


"Hmm," mamanya hanya bersenandung sambil menganggukan kepalanya.


"Kalau gitu mulai sekarang Gio mau bantuin mama masak, supaya Gio bisa kayak papa, jago masak.." Varen berucap dengan polos. Varen sangat mengidolakan sosok papanya waktu dia masih anak-anak.


"Seorang lelaki bukan hanya harus bisa kasih duit buat istrinya tapi juga harus bisa senengin istrinya. Mama kan suka masak, jadi papa kamu juga berusaha belajar masak supaya bisa masak bareng mama." ucap mamanya.


Varen kala itu masih terlalu kecil untuk mengetahui bagaimana papa dan mamanya bisa saling mengenal dan akhirnya jatuh cinta, lalu menikah.


Mamanya Varen adalah seorang pembantu koki di hotel milik keluarga dari papanya Varen. Mereka bertemu saat papanya Varen menjalankan tradisi keluarga. Yaitu, pewaris dari keluarga mereka sebelum mendapatkan warisannya. Dia harus menjalakan tradisi keluarga. Dia harus melakukan semua pekerjaan di hotel tersebut.


Pekerjaan tersebut meliputi, harus bantu-bantu di bagian dapur, salah satunya memasak dan mencuci piring. Lalu di bagian housekepping meliputi bersih-bersih kamar hotel serta kamar mandi. Di bagian umum, meliputi kebersihan area hotel. Dan juga bagian laundry yaitu mencuci sprei dan selimut hotel. Dan di bagian resepcionist. Semua yang berhubungan dengan pekerjaan di hotel tersebut.

__ADS_1


Tujuan diberlakukannya aturan seperti itu dalam tradisi keluarga Varen. Supaya, sebelum menjadi pemiliki hotel tersebut, mereka bisa merasakan susahnya bekerja di bagian-bagian tersebut. Sehingga ketika mereka memimpin, mereka tidak seenaknya memecat karyawan hanya karena kesalahan kecil.


Ketika papanya Varen menjalani tugasnya di bagian dapur. Dia bertemu dengan mamanya Varen yang saat itu masih sebagai seorang siswi yang sedang menjalakan praktek kerja lapangan atau sering di sebut PKL.


Perkenalan itu juga sangat singkat. Waktu papanya Varen hendak mengambil gula di dapur. Tanpa sengaja dia bertemu dengan mamanya yang baru dua hari PKL di tempat itu.


Saat itu gula berada di meja dekat mamanya duduk karena capek. "Tolong ambilin itu!" ucap papanya Varen kepada mamanya.


"Iya, mas.." mamanya Varen menjawab dengan sedikit canggung.


Sejak saat itu. Papanya Varen mulai semangat setiap kali ke dapur. Tak lama kemudian, mereka akhirnya pacaran dan memutuskan menikah setelah lima tahun pacaran.


****


"Pa, kata mama, papa jago masak ya?" tanya Varen ketika papanya baru pulang dari kantor.


"Tapi kan ada Bi Suti pa?"


"Tugas Bi Suti itu hanya beres-beres rumah, kalau mama sakit, yang berkewajiban merawat itu papa, begitu juga sebaliknya. Kalau papa sakit, mama yang berkewajiban merawat papa." jawab papanya dengan tersenyum kecil.


"Kalau Gio yang sakit?" tanya Varen polos.


"Kewajiban mama sama papa dong yang rawat kamu sayank.." jawab papanya sambil memeluk dan mencium pipi gembul Varen.


"Gio juga mau belajar memasak, supaya Gio bisa masakin buat istri Gio, juga merawat papa dan mama kalau papa dan mama sakit." ucap Varen sangat polos menirukan perkataan papanya. Dan tentu saja itu membuat papa dan mamanya tertawa.

__ADS_1


Keesokan harinya, Varen mulai belajar mengenal beberapa sayuran. Dia juga belajar mengenal alat-alat dapur beserta kegunaannya. Meskipun dia sering lupa karena masih terlalu kecil untuk mengingat semua. Tapi Varen tidak pantang menyerah untuk belajar.


"Mama kan jago masak, mama dulu juga kerja di hotel papa?"


"Iya, mama dulu kerja di hotel milik kakek,." jawab mamanya dengan lemah lembut.


"Mama sama papa ketemu di hotel?" Varen masih sangat polos.


"Iya, dulu waktu mama masih sekolah, mama udah bisa masak, papa kamu sering minta buat diajarin masak sama mama. Padahal yang lain banyak yang bisa masak, malah lebih jago dari mama. Tapi papa kamu maunya diajarin mama." jawab mamanya Varen sembari tersenyum senang. Sepertinya teringat dengan masa dimana dia dan suaminya mengenal dan dekat.


"Nanti kalau Gio punya istri, Gio juga akan mencintai istri Gio seperti papa mencintai mama."


Benar kata orang, jika anak adalah peniru yang sangat baik. Apapun yang dilakukan orang tuanya, dia pasti juga akan melakukannya.


"Anak kecil jangan ngomongin tentang cinta, kamu hanya perlu belajar dengan rajin, dan membuat papa dan mama bangga dengan prestasi kamu!" mamanya memeluk Varen dengan lembut.


Mungkin karena sering mendengar papanya selalu berkata cinta kepada mamanya. Makanya Varen ingin menjadi seperti papa. Ingin melakukan apa yang papanya lakukan juga.


Varen sangat bahagia karena dia memiliki banyak cinta. Bukan hanya dari mama dan papanya. Tapi juga dari Bi Suti, orang yang membantu mamanya merawatnya dari bayi. Juga dari kakek dan omanya yang sangat mencintai dia. Mungkin karena dia adalah cucu satu-satunya.


Masa kecil Varen sangatlah membahagiakan. Sebelum akhirnya kakek dan omanya meninggal dalam waktu yang berdekatan. Dan yang paling menyakitkan ialah kepergiaan mama dari rumah. Semua itu adalah pukulan yang paling berat dalam hidupnya.


Belum lagi papanya yang mulai berubah sejak kepergiaan mamanya. Papa yang dulu sangat menyayangi dan mencintainya, sekarang telah berubah menjadi papa yang sangat arogan. Atau mungkin itu adalah sifat asli papanya.


Varen kehilangan semuanya dalam waktu yang cukup dekat. Dan selama dua tahun terakhir. Dia jalani hidup dengan kekecewaan yang sangat dalam. Yang seharusnya dia masih memiliki papa. Tapi seolah dia tidak memilikinya.

__ADS_1


Semenjak kepergiaan mamanya. Papanya juga jarang sekali pulang ke rumah. Dia lebih memilih menginap di hotel yang dia kelola daripada pulang bertemu dengan anaknya.


Dan itu membuat hubungan antara Varen dan papanya menjadi renggang.


__ADS_2