Dijodohkan

Dijodohkan
BAB 1 Prolog


__ADS_3

Bab 1 Prolog


**


"Kamu di cariin tuh!" Beritahu Sarah, dia sahabat sejati Elena.


"Siapa?" Tanya Elena, dia menoleh ke arah Sarah.


"Enggak tahu." Acuh Sarah, kemudian duduk di dekat Elena. "Yang jelas laki-laki, udah dewasa gitu kelihatannya. Dia di parkiran Guru." Jelasnya.


Elena menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia tahu siapa lelaki yang mencarinya. Suami dadakan yang telah mempersuntingnya satu bulan lalu.


"Kemana?" Sarah mengangkat kepalanya, melihat ke arah Elena.


"Parkiran" jutek Elena, kemudian pergi begitu saja.

__ADS_1


*


*


*


Yaziz Abraham, atau yang sering di panggil Aziz. Anak bungsu dari Tuan Gunawan Abraham dan Nyonya Desi Abraham. Usianya 25 tahun, tapi pesona nya mengalahkan siapapun.


Di usia yang begitu matang Aziz sudah meraih banyak prestasi. Terbukti dia bisa di andalkan untuk memimpin perusahaan.


Tepat satu bulan lalu Aziz di paksa untuk menikahi Elena, meski Aziz sudah menolak nya dengan keras tapi usaha orang tuanya lebih tepatnya sang Ibu begitu keras maka Aziz tidak bisa berkutik. Apalagi jika Ibu nya sudah mengancam, Aziz tidak bisa berbuat apapun.


Aziz melihat Elena melangkah semakin mendekat, kemudian perlahan dia menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Ngapain parkir disini? Ini kan parkiran Guru?" Yah seperti biasa, tidak pernah akur selalu bertengkar.

__ADS_1


"Terserah saya." Sahut Aziz dengan acuh "Masuk!" Perintahnya tanpa ingin di bantah.


Elena masuk tanpa protes, dia tahu betul jika dia sampai protes apa yang akan terjadi. Sebuah ancaman yang selalu Elena ingat, bibir Aziz memang merah alami tapi sekalinya mengeluarkan sebuah kata-kata maka target tersebut tidak akan bisa berkutik.


"Mau kemana?" Judes Elena, dia selalu merasa gerah apabila berduaan dengan Aziz.


"Makan" menjawab sesingkat mungkin, Aziz masih belum bisa menerima istri dadakannya ini. Apalagi Elena adalah ABG anak SMA yang sedang centil-centil nya.


Lalu? Apa kabar nya Elena? Dia juga begitu enggan menerima Aziz, apalagi Aziz ini bukan tipenya. Yahh.. meski tidak bisa di pungkiri jika Aziz ini juga sangat tampan apalagi brewok yang menghiasi dagunya. Maklum lah Aziz ini masih darah-darah Arab. Hingga tidak heran jika parasnya seperti kesultanan Arab. Tapi sayang, wajahnya memang tampan tapi sikapnya sangat menjengkelkan.


Di dalam mobil keduanya hanya saling diam, Elena yang irit bicara dan Aziz yang sangat kaku. Sangat cocok bukan untuk pasangan ini?


Elena tidak habis pikir pada kedua orang tuanya, bagaimana mungkin mereka tega melepaskan anak gadis satu-satu nya ini untuk di nikahkan pada seorang Aziz Abraham.


Yah Aziz tampan, mapan tapi jujur bukan selera Elena sekali. Aziz sangat lah kaku dan juga dingin. Elena rasa setiap kali bersama Aziz dia seperti bersama guru Matematikanya yang sangat killer. Rasanya selalu gerah dan juga panas.

__ADS_1


Elena hanya mendengus, setiap kali mengingat momen pernikahannya. Dia selalu merasa jika momen yang dia lewati itu hanya lah mimpi, tapi nyatanya itu semua kenyataan yang harus dia lewati.


Menikah dengan Aziz Abraham tidak lah membuat dia senang atau bangga, justru malah Elena merasa seperti masuk ke dalam jurang neraka. Meski kedua orang tua Aziz begitu baik tapi Elena belum merasa puas. Buka. Elena serakah atau terlalu rakus hanya saja dia belum bisa menerima semuanya. Yahh.. Elena masih ingin seperti gadis seusianya menikmati masa muda tanpa hambatan apapun. Meski Aziz dan orang tuanya membebaskan Elena tapi Elena sadar betul dia punya batasan yang sangat kasat mata. Dinding tinggi nan besar sudah menjulang di depan nya.


__ADS_2