
"kalau begitu aku pulang dulu ya dini"
"ya hati hati di jalan ya" dinda dan dini saling berpelukan
"terimakasih atas jamuan nya" ucap alex
"sama sama tuan"
dinda dan alex menuju mobil,namun alex belum bersuara sedari tadi ia berada di mobil.
"emm mas"
"emm"
"kamu marah ya sama aku"
"tidak" ucap alex singkat
"maaf ya aku sudah membuat mu jadi begini" ucap dinda
"ya"
"mas ko gitu sih jawab nya singkat"
"emm aku ga nyangka ternyata ada laki laki yang tulus padamu".
"aku juga tak tau mas ,aku hanya menganggap nya teman".
"kau memang pintar memikat hati laki laki,kemarin theo sekarang teman mu itu"
"ga gitu juga mas,padahal aku ini biasa biasa aja ko"
"harus nya kamu bilang sama temen kamu,bahwa kamu sudah menikah"
"bagaimana aku mau bilang mas, kau yang menyuruhku untuk menyembunyikan status ini"
alex berfikir, mungkin bener juga kata dinda.
"kamu yang menginginkan semua itu mas,aku hanya menurut saja" ucap dinda
"hmm ya itu salahku" ucap alex,
"kamu ga marah kan"
"engga,aku hanya kesal saja"
dinda menggenggam tangan alex laly tersenyum pada alex.
"kamu kenapa "ucap alex
"engga mas,kamu lucu aja kalau lagi cemburu begini hehe"
"hemm, sekarang kamu mau mengunjungi siapa lagi" tanya alex
"aku ingin menemui ayah"
"iya ayo kita kesana, sudah lama kamu tidak menemuinya"
"karna itu semua ulahmu" ucap dinda "kamu ga pernah mengajak ku menemui ayah, kamu malah mementingkan selingkuhanmu waktu itu".
"emm aku minta maaf soal audia, dulu aku terlalu egois "
"iya kamu tau ga gimana rasanya melihat suami yang tidur dengan wanita lain" ucap dinda
"aku minta maaf"
"aku sungguh sakit hati waktu itu"kata dinda
"dinda aku minta maaf, aku ga mau mengungkit masa lalu lagi aku akui bahwa aku yang salah disini"
"bagus deh kalau kamu merasa bersalah" ucap dinda dengan ketus
"kamu berbeda sekali sekarang"
"apanya yang beda"
__ADS_1
"berbicaramu selalu ketus"
"tentu saja ,ini bawaan bayi yang ada diperutku"
"hmm sudah sudah,aku ga mau dengar lagi,kamu membahas masalalu ku, aku sekarang udah berubah demi kamu"
"iya iya, tapi janji kan mas"
"janji sayang" ucap alex sambil mengelus rambut dinda .
tak terasa mereka ngobrol berdua sedari tadi, hanya membutuh kan waktu satu jam menuju rumah ayah nya dinda.
"kita sudah sampai"
"eemm rumah ku sangat sepi sekali setelah ibu tiada" ucap dinda
"sudah kau tak boleh bersedih begini lebih baik sekarang kamu temui ayahmu"
"iya mas"
dinda turun dari mobil nya lalu ia mengetuk pintu rumah ayahnya.
tok tok tok
"tunggu sebentar" ucap ayahnya dinda dari dalam.
ceklek
"dinda" ucap sang ayah
"ayah"
"akhirnya kau datang juga nak, kamu kemana saja setelah menikah kamu baru menginjakkan lagi kerumah ini"
"maaf ayah, suami ku selalu sibuk"
"emm tidak apa apa nak,ayah hanya khawatir aja".
"em bagaimana ke adaan ayah sekarang"
"ayah baik baik saja nak,kemarin ayah sakit tapi sekarang ayah sudah kembali sehat lagi"
"maaf ayah aku baru mengajak dinda disini ,maaf kan aku yang terlalu mementing kan pekerjaanku" ucap alex dengan wajah yang menunduk
"tidak apa apa, terima kasih sudah menjaga putriku dengan baik"
"sama sama ayah"
"em aku akan memasak dulu buat ayah, kau tunggu di sini" ucapnya pada alex
dinda pergi ke dapur ia ingin membuat makanan untuk ayah nya.
"dinda itu anak nya rajin seperti ibunya" ucap ayahnya
"ya ayah dia wanita yang rajin dan juga baik,aku sangat menyayangi nya"
"terimakasih ,kau harus menjaganya seperti saya menjaga dia sedari kecil"
deg alex merasa bersalah karna dulu ia selalu menyakitinya.
"ya ayah aku akan selalu menjaganya,apa lagi nanti dia akan melahirkan anak ku" ucap alex
tuan dani menepuk nepuk pundak nya alex.
"em kau temani istri mu saja,ayah ingin istirahat sebentar"
"baik ayah,ayo akan ku antar ke kamarmu"
"tak perlu,disana sudah ada perawat yang merawat ku"
"baik ayah"
tuan dani pergi menuju kamar nya,ia tidak bisa berlama lama duduk karna ia baru saja pulih.
alex menemui dinda di dapur nya
__ADS_1
"ekhem kau sedang membuat apa"tanya alex
"aku sedang membikin donat untuk ayah"
"kau rajin sekali,dan pintar sekali"
"tentu saja karna aku selalu belajar,apa kau mau mencoba membikin donat "
"mana ,aku juga bisa tanpa belajar"
"nah ini caranya begini" dinda mempraktekkan nya pada alex
"ini gampang sekali" lalu alex mencobanya
dinda terus memperhatikan alex
"kenapa besar besar sekali"
"supaya cepat kenyang kan"
"mas ga gitu juga, sini " dinda mempraktekkan nya lagi
alex tersenyum karna ia berhasil membuat dinda kesal
"nah begini, ayo coba lagi"
"siap" ucap alex
bagaimana pun alex tak akan bisa membuat donat karna ia bukan ahlinya
"mas bukan begini, sini aku aja deh yang bikin ,ini kelamaan mas nanti ga jadi jadi kalo gini"
"emm iya iya,aku mau liatin kamu saja" dinda membuat nya sendiri ia merasa gugup di liatin alex.
"emm istri ku cantik juga dengan perut yang buncit begini jadi kaya.." alex menjeda ucapan nya
"kaya apa maksudmu"
"itu yang di cartoon, winnie the pooh🤣"
plak jidat alex di pukul pake sendok.
"dinda ini sakit tau"
"lagian kamu kenapa bilang aku kaya cartoon" dinda kesal dan marah pada alex.
"lagian kamu lucu sih"
"tenang saja tinggal nunggu 3 bulan anak ini lahir,aku akan cantik lagi seperti model"
"kau begini pun tetap cantik ko,emm aku suka"
"kamu bohong"
"benar aku ga boong" alex mendekati dinda lalu mengelus perut nya dinda "sayang kau sedang apa di perut mama mu, jidat ayah sakit nih di pukul mama" ucap alex pada perut dinda
"hehe maafkan aku mas lagian kamunya nyebelin sih"
"kamu ini gemes kalo sedang marah" lalu alex mengecup kening dinda.
"mas udah deh kamu duduk aja di ruang tamu, ini ga beres beres jadinya.kita kan akan pulang lagi"
"iya cepet selesaikan , kita akan pulang ke rumah ayahku"
"bukan nya ayah mu masih dikorea"
"ia sudah pulang,tadi ayah menelpon ku,katanya ada yang ingin ayah bicara kan dengan kita"
"tentang apa"
"aku juga tidak tau"
"emm aku jadi penasaran".
"iya makanya cepetan beresin bikin donat nya,aku mau keruang tamu dulu"
__ADS_1
"iya mas"
dinda membuat nya sendiri , tak lama menunggu lima belas menit dinda sudah menyelesaikan nya,lalu ia membawanya ke kamar sang ayah"