Dijodohkan

Dijodohkan
Wanita Penggoda


__ADS_3

Rio meratapi nasibnya di depan kamar Raka. Sekali lagi kesabarannya harus diuji, dia harus terima kenyataan kalau dia pernah menjadi pacar Ziara. Yang kini terdengar suaranya sedang memadu cinta di dalam sana. Sepintas terlintas dalam fikirannya menyesali yang telah lalu. Kalau saja Ziara tidak dijodohkan saat itu.


Kalau saja waktu dia bersifat baik, dan sopan kepada orang tua Ziara. Pasti cinta mereka direstui, dan saat ini gadis itu sudah menikah dengannya. Tapi semua itu tinggal angan-angan, wanita seperti Ziara terlalu baik untuk dia miliki. Biarlah perasaannya dikubur dalam-dalam, menyaksikan kekasih yang ia cintai hidup bahagia dengan orang lain.


Dan lebih menyesakan dada, kini ia harus menyaksikan kemesra-an mereka setiap saat. Meski ia mencoba melupakan Ziara. Namun tak semudah itu hilang begitu saja. Walaupun dia sering bergonta-ganti tidur dengan wanita. Namun di hatinya hanya ada satu wanita yang sekarang hanya bisa ia pandang tanpa bisa memiliki.


“Aku akan menunggu mereka, berdua selesai bergulat disana.” Rio berjalan menuju sofa di depan kamar. Setidaknya di sana telinganya tidak menanggung dosa harus mendengarkan suara Ziara. Rio menunggu di sofa sambil memainkan ponselnya. Setelah beberapa menit ia menunggu akhirnya ada suara pintu kamar terbuka.


Raka keluar dari kamar dengan membawa gelas kosong nampaknya ia haus dan akan mengabil minum. Saat dia melihat ke depan, ternyata ia melihat Rio seketika menutup pintu yang sebelumnya terbuka tadi. Ia takut jika Rio melihat ke dalam kamar, karena di dalam sana ada Ziara tanpa menggunakan sehelai benangpun.


“Sejak kapan kamu disini?” tanya Raka berjalan mendekat ke arah Rio. Dan Rio mematikan ponsel beralih melihatnya.


“Sejak sejam lalu ... sejak kalian melakukan pertarungan sengit! Dan mengeluarkan suara membuat kupingku panas." Rio menahan tawa melihat Raka.


Raka membulatkan mata lebar menyeringai, ia tidak perduli dengan keberadaan Rio. Justru senang supaya Rio tau kalau Ziara adalah miliknya. Raka lalu berjalan melewati Rio untuk turun mengambil minum ia pergi tanpa berbicara.


“Heh ... boss, tunggu!” ucap Rio mengejar Raka di belakangnya. Ia mengejar sampai di depan dipenser.


“Ini laporan yang kamu minta,” menyodorkan map yang dari tadi ia bawa.


“Apa sudah kamu periksa?” tanya Raka sambil mengisi air di gelas. Rio membuka lagi map itu memastikan kalau tidak ada yang salah.


“Nggak ada, semua sempurna,” ucap Rio yakin.


“Bawa ke ruangan kerjaku, aku akan periksa nanti satu-satu.” Raka meneguk segelas air di tangannya. “Tunggu aku disana, ada yang belum aku selsaikan dengan istriku.”


“Kau gila ya? Apa nggak kasihan sama istrimu?" kata Rio ketus.


“Apa kau tau rasanya?” tanya Raka mendekat ke arah Rio. “Rasanya enak banget ....” lirihnya didekat wajah Rio.


Cih!


Rio merasa jiwanya yang saat ini sedang jomblo teruji. Saat mendengar iming-iming dari Raka ingin rasanya ia meraskan pernikahan, dan menikmati indahnya pengantin baru. Namun itu hanya angan-angan untuk Rio.


Semenjak selingkuh dengan Arini, dari semenjak itulah dia berhenti meniduri sembarang gadis. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti dari semua itu. Dan akan mencari istri baik yang menjaga kehormatannya. Ia tau dia bukan pria yang baik tapi mulai saat ini akan berusaha menjadi baik.

__ADS_1


“Ya sudah sana! Aku tunggu di ruang kerja.” titah Rio lalu berjalan melewati Raka pergi ke ruang kerja. “Jangan lebih dari tiga puluh menit!" Rio meninggalkan Raka.


“Heh! Disini siapa bosnya?!” pekik Raka. Rio tidak perduli ia masuk ke ruangan. “Beraninya mengatur-ngatur!” Imbuhnya lagi nada sedikit melemah.


“Terserah!” Rio menutup pintu membuat Raka tidak bisa melihatnya.


“Dasar gila!"


Raka membawa segelas air minum kembali ke kamar. Ia berencana menyelsaikan sesuatu yang belum selesai. Tapi saat ia masuk ternyata Ziara sudah tertidur lelap diatas ranjang mungkin ia kelelahan.


Raka mendekat menaikan selimut pelan-pelan, untuk menutupi tubuh polos itu. Tidak lupa ia mengecup kening sebagai wujud rasa terima kasih karena sudah melayaninya.


**


Rio terlihat sedang memeriksa email yang masuk melalui leptop yang tersedia di dalam ruangan itu. Ia memastikan tidak ada satupun kesalahan yang luput dari pandangannya. kalau sampai terjadi kesalahan ia akan mendapat citra buruk dalam bekerja.


Dan membuat dia kehilangan pekerjaan yang baru ia dapatkan. Proyek ini adalah proyek terbesar perusahaan Sanjaya grup, oleh sebab itu Raka memintanya supaya berhati-hati dalam pengerjaan jangan samapai terjadi kesalahan.


Saat sedang sibuk menatap layar leptop tiba-tiba tenggoroka Rio merasa kering. Sepertinya ia haus ingin minum. Namun pekerjaan sedang tanggung.


“Aku akan ambil minum.” Rio keluar ruang untuk mengambil minum. Saat sedang mengisi gelas ia melihat Claris bicara dengan Varsa. Ia memperhatikan gaya bicara wanita yang sedikit sombong itu. Rasa ingin tau membuat Rio mendekat kearah mereka berdua mengobrol.


“Hae tante ....” sapanya membuat mereka menoleh serentak. “Boleh gabung nggak?”


Namu mereka tidak menjawab, dan memalingkan muka melanjutkan pembicaraan.


“Oh ia tante ... besok ada jadwal pemeriksaan, Varsa harap tante datang membawa seseorang untuk menemani ke rumah sakit.” ucap Varsa duduk selayaknya anak dan ibu. Ia bersiap-siap menenteng tas akan pulan.


“Baiklah tante, aku permisi mau pulang dulu ... jangan lupa minum obat sebelum tante tidur.” Gadis itu berdiri.


“Baiklah, sayang ... besok aku akan ke rumah sakit. Kamu hati-hati di jalan ya, terima kasih sudah menengok-ku, kalau kamu nggak kesini pasti tante kesepian.” ucap Claris mengiringi Varsa menuju ke pintu utama.


Sedangkan Rio yang tidak di hiraukan hanya berdiri melihat mereka berbicara. Ia menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Salah tingkah merasa merasa si cuekin.


Gadis yang sombong, tapi dia cantik juga sih, siapa namanya? lain kali aku akan kenalan semoga aku ketemu lagi sama dia.

__ADS_1


**


Di dalam kamar Raka sedang berbaring menatap langit-langit kamar lalu menatap wanita cantik di sebelahnya, yang hanya mengeliat kecil. Nampak damai menikmati tidur.


Karna ia bosan ditinggal sang istri tidur. Pria itu memutuskan untuk mengambil berkas-bekas yang ada pada Rio dan membawanya ke kamar. Raka menyuruh Rio untuk pulang karena sudah di luar jam kerja.


Raka memeriksa lembar setiap lembar berkas-berkas di tangan tatapannya begitu serius tisak beralih sedkitpun. Sampai akhirnya Ziara mengeliat lalu membuka mata. Raka menyambutnya dengan seuntas senyum.


“Sedang apa, sayang ....” lirih Ziara suara khas bangun tidut. lalu me-merengkan tubuhnya menghadap Raka. “Jam berapa ini?” Mengucek-ngucek mata.


“Jam sembilan sayang ....” jawab Raka nampak serius menatap map di tanganya. Ziara mendekatkan tubuhnya kini ia bersandar di dada bidang Raka. Sedangkan Raka begitu serius.


Ziara memainkan jarinya menelusuri setiap lekuk wajah suaminya itu. Seolah mencari perhatian seperti wanita penggoda. Menggoda Raka yang sedang sibuk memeriksa laporan.


“Sayang ... Ziara mengangkat wajahnya untuk mengecup pipi Raka yang bergeming. Gadis itu kali ini agresif ia hanya mengagumi laki-laki yang bersamanya. Ia terus saja mengganggu Raka memainkan jarinya di wajah membuat Raka terganggu.



Raka yang terganggu mulai menarik napas dalam. Ia segera menutup berkas laporan teraebut lalu memegang kedua tangan Ziara kuat hingga membuat Ziara bergeming.


“Apa yang kamu lakan?” ucap Ziara memundurkan wajahnya yang di dekati wajah Raka.


“Memangnya mau apa lagi? Inilah akibatnya kalau kamu menggangguku, maka terimalah hukuman dariku!” Raka merebahkan tubuh Ziara kini tubuhnya berada diatas mengurung tubuh Ziara dengan memegangi ke dua tanganya. Membuat gadis itu bergeming tak bergerak sesikit pun.


“Baiklah, baiklah ... aku minta maaf, sekarang lepaskan aku. Dan janji nggak akan ganggu kamu lagi.” Ziara mencoba melepaskan tangannya namun tangan Raka tidak tergerak sedikitpun.


“Sudah terlambat, kamu harus di hukum! Lain kali ulangi lagi ya, aku suka menghukumu. Dasar wanita penggoda!"


“Aku bukan wanita penggoda! Aku wanita baik-baik!” Ziara terus saja meronta supaya terlepas dari Raka. Mereka berdua bicara seperti selakyaknya drama antara wanita penggoda dan laki-laki dewasa.


❣️Tidak akan ada henti-hentinya Aku Minta dukungan kalian. Harap di baca jangan di abaikan, kalian sebelum baca pasti lihat ada bintang 5 kan? Saya mohon dengan sangat agar meluangkan waktu untuk menekan Bintang lima.


LIKE, LOVE, VOTE. itu geratisss teman-teman. TERIMA KASIH KARNA DUKUNGAN KALIAN SAAT INI KARYA SAYA DIJODOHKAN SUDAH TERKONTRAK. TERIMA KASIH SEMUA ... TAMPA DUKUNGAN KALIAN AKU TIDAK BISA SEPERTI INI🙏🙏❣️


JANGAN LUPA KOMEN YA GUYS😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2