
"bagai mana apa kau sudah menemukan dinda"
"belum tuan,aku sudah mencari rumah sakit yg ada di negara ini namun tak ada satupun atas nama pasien dinda dania" kata bawahan alex
"ah sial dimana theo menyembunyikan dinda"
"sabar bos aku akan mencarinya lagi ke luar negri"
"bagus cari dia sampai dapat,lalu bagaimana dengan nomor ponsel dinda yg sudah ku beri padamu" tanya alex
"seperti nya ponsel istri anda di matikan"
"arrggghh susah sekali menemukan dinda,aku harus bilang apa pada ayahku " alex memijit keningnya "emm lebih baik aku ke apartemen theo saja,aku harus menemui dia dan minta maaf" alex bergegas pergi ia akan menemui theo ke apartemen nya.
sesampai nya di apartemen alex langsung memencet bel apartemen theo namun sudah beberapa kali tapi tidak aja jawaban. alex pergi menemui security untuk berbicara mengenai theo.
"ada yg bisa saya bantu tuan"ucap security
"aku ingin bertanya,apa theo ada didalam"
"hmm maaf tuan kemarin tuan theo sudah pergi dari sini katanya ia mau pindah"
"pindah kemana"
"saya juga kurang tau tuan,ia berpesan pada saya jika ada yg mencarinya bilang saja sudah tidak tinggal disini lagi" ucap security itu.
"ah theo kau benar benar sial,apa maksudmu theo,kau ingin pergi dariku" batin alex kesal
"aku harus mencari kemana lagi dinda,urusan kita belum selesai kenapa kau malah pergi,bagaimana dengan ayahku arrrgghhh" alex mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya.
sia sia dia mencari theo ke apartemen nya namun tak menemui jejak nya.
"emm tuan bagaimana kalau kita cek cctv nya saja" ucap bawahan alex
"ya kau benar,ayo"
alex pergi dengan security untuk mengecek cctv namun ia gagal lagi disana tak ada jejak kepergian theo , theo benar benar menghapus nya.
"theo" alex mengepalkan tangan nya,ia benar benar marah pada theo yg sudah menyembunyikan istrinya.
"aku akan membunuhmu jika aku menemuimu theo"batin alex
alex pergi dari apartemen theo ia tak menghasilkan apapun disana.
......................
dirumah sakit dinda sedang bersiap siap akan pergi dengan theo,ia sudah pulih hanya saja tinggal sedikit memar di punggungnya.
"dinda sebentar lagi kita akan pergi ke bandara"
"ya theo ini aku sudah beres"
"mari kita pergi"ucap theo
"tapi bagaimana ayahku theo"
"aku sudah menyewa perawat untuk ayahmu dan juga penjaga,ayahmu akan aman di tanganku"
"baiklah theo mari kita pergi" sebenarnya dinda sedih meninggalkan negara ini namun bagaimana lagi ini demi keselamatan dia .
"aku akan membawamu ke korea dan kita akan tinggal disana"
"benarkah theo kau akan membawaku kesana" dinda bahagia karna korea negara yg ingin ia kunjungi.
"ayo kita berangkat" dinda menganggukan kepalanya.
"theo apa alex tidak akan menemuiku"
__ADS_1
"tidak akan, ia tak akan menemuimu"
"aku seperti nya bahagia sekali,jika tak bertemu alex"
"kau akan aman denganku, kita akan mencari pekerjaan juga disana dan aku akan mengajarimu"
"apa aku akan bekerja di kantor" tanya dinda
"ya tentu saja dinda"
"tapi aku ini bodoh,aku tak bisa bekerja di kantoran"
"lalu kau bisanya kerja apa" tanya theo
"aku hanya bisa berjualan, dulu aku membantu ibu ku berjualan kue,aku hanya bisa itu saja theo"dinda mengeluh sedih
"tenang saja ,aku akan mengajarimu menjadi asisten dikantor kakak ku"
"apa!!apa kau punya saudara disana"
"tentu saja" ucap theo
......................
dikediaman apartemen alex.
alex merasakan ada yg hilang dari dirinya,ia benar benar kesepian tanpa dinda disisinya.
"kenapa aku merasakan kehilangan dia" batin alex "apa aku memang sudah mencintainya,tapi kenapa disaat dia bersamaku,aku tak merasakan apa apa" alex saat ini dia benar benar kehilangan dinda, alex baru menyadari perasaan nya setelah dinda pergi.
tut tut tiba tiba ponsel alex berbunyi disana menandakan tuan robert yg menelpon nya
"ayah!! ada apa ayah menelponku,apa ayah tau tentang aku dan dinda" alex malah melihat ponsel nya namun tak menjawab panggilan dari ayahnya.
ponsel alex berdering lagi,alex tersadar dari lamunan nya,ia langsung mengangkat telpon dari ayahnya.
"kau sedang apa disana" tanya tuan Robert
"emm a aku sedang istirahat ayah ,aku baru pulang dari kantor. ada apa ayah"
"ini tentang audia" alex sedikit lega karna ayah nya bukan menanyakan dinda
"ada apa dengan audia ayah"tanya alex
"audia sudah melakukan tes DNA"
"lalu apa hasilnya ayah"tanya alex lagi
"hasilnya negatif alex,dia bukan darah dagingmu..kenapa kamu mencintai dia alex sedangkan dia selalu berhubungan dengan orang lain"
"maafkan aku ayah , aku pikir audia sama seperti dulu namun nyatanya tidak"
"baguslah kalau kami sadar,ayah tak ingin kamu kembali lagi padanya alex,ayah sudah mengirimkan dia kenegaranya dan jangan sekali kali kamu menemuinya lagi alex"
"baik ayah aku berjanji padamu"
"bagus kau harus setia pada dinda dan kau harus secepatnya memiliki anak untuk penerus mu alex"
deg hati alex berdebar,ia takut ayah nya bertanya dinda lagi
"ya ayah ,aku akan memberimu cucu"
"baiklah alex semoga kau bahagia nak"
"ya ayah"
"hmm mana menantu ayah alex"
__ADS_1
duar hati alex sudah tak karuan ia takut pada ayahnya
"dinda sedang mandi ayah, apa yg ingin ayah sampaikan pada dinda"
"emm tidak apa apa ayah hanya takut dinda pergi dari sana,ya sudah ayah matikan dulu telponnya"
"ya ayah"
tut..
"harus bagaimana sekarang,aku benar benar bodoh sudah membuat dinda pergi ini semua karna theo sialan itu"arrgghhh
bug bug bug alex memukul tembok,ia melampiaskan amarahnya.
......................
theo dan dinda sudah sampai dikorea
"wow ini indah sekali theo,aku baru menginjakkan kakiku kesini" ucap dinda
"apa kau senang"
"tentu saja aku senang" kata dinda
"ayo kita pergi kerumah kakak ku" ucap theo
"apa kita akan tinggal dirumah kakakmu"
"ya tentu saja dinda"
"aku malu theo,aku takut merepotkan kakakmu"
"sutts"theo meletakkan jarinya di bibir dinda "kau jangan berbicara begitu ,anggap saja disana rumahmu" ucap theo
"mana bisa begitu theo" dinda mengerucutkan bibir nya,theo gemas melihatnya ia ingin mencubit pipinya dinda.
"kau lucu sekali kalau sedang cemberut hihi"
"apa nya yg lucu,orang lagi kesal dibilang lucu"
"sudah ah ayo masuk" theo dan dinda menuju rumah kakaknya menggunakan taxi.
"nah sudah sampai,ayo turun"
"waah luas sekali rumahnya"dinda terpesona dengan keunikkan rumah kakaknya theo.
"apa sebenarnya kau ini orang berada theo"
"emm biasa aja"
"kau bohong,kau pasti punya segalanya rumah kakakmu aja besar"
"hihi terserah kamu lah dinda"ucap theo
"lalu kenapa kau melamar ke kantor alex sebagai asisten"
"em aku hanya ingin menjadi bawahan saja"
"kau ada ada saja theo"
"heheh ya udah yuk"
ting theo memencet bel rumah kakaknya.
"aku malu theo" ucap dinda
"tidak apa apa sebentar lagi kakakku pasti turun"
__ADS_1
dinda menganggukkan kepalanya.