
hari ini adalah hari kebahagiaan theo dan audia, ia semakin hari semakin dekat dan memulai hubungan asmaranya.yang dulu nya ia membenci namun sekarang ia saling mencintai.
"theo kapan kau akan menemui alex dan dinda" ucap audia
"emm besok aku akan berangkat kesana"
"aku ikut theo"
"ya tentu saja kamu harus ikut,aku tak bisa hidup tanpa dirimu"
"hemm sekarang kamu sudah bisa nge gombal ya"
"hehehe, emm apa tania akan di ajak" tania adalah anak kedua dari audia
"seperti nya ga aku ajak, karna dia masih terlalu kecil"
"hemm aku ingin secepat nya menikahi mu" ucap theo
"ngebet banget kamu"
"iya aku sangat menyayangi tania, dan juga dirimu"
"terimakasih theo,semoga kita selalu bersama sampai akhir hayat"
theo tersenyum lalu mengecup kening audia.
......................
pagi hari ini alex masih tertidur di samping dinda yang belum sadar, alex benar benar menemani dinda dari hari kemarin ,iya tak ingin pergi karna hidup nya terasa tak semangat tanpa ada dinda di sisinya.
"dinda bangun lah" alex menggenggam tangan dinda,ia penuh harap dinda segera sadar.
"aku mencintaimu dinda,kenapa kau jadi begini, kenapa kau yang menolongku,biar kan saja aku yang tertabrak.aku tak bisa melihat mu begini dinda. maaf kan aku yang tak bisa menjagamu,aku benar benar menyesal" ucap alex
"alex" panggil tuan dani,ia baru sempat menengok sang putrinya
"ayah"
"bagaimana ke adaan anak ku"
"dinda masih belum sadar ayah"
"kasihan sekali anakku"
"maaf kan aku yang tak bisa menjaganya ayah"
"tak apa, ini bukan salah mu,mungkin ini sudah takdir nya.sekarang ayah akan menunggu disini,kamu pulanglah"
"tidak bisa ayah,aku tak bisa meninggalkan dinda dengan kondisi seperti ini"
"kau pasti capek dan juga lelah alex, pulang lah istirahat lah,biar ayah yang disini"
__ADS_1
"baik ayah aku akan pulang dulu, nanti sore aku kesini lagi" tuan dani tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"aku akan pulang bukan untuk tidur, aku akan mencari siapa pelakunya" ucap alex
alex sudah menyuruh bawahan nya untuk mencari pelaku,namun masih belum menemukan hasilnya.
tiba tiba ponsel alex berbunyi.disana menandakan nomor baru yang masuk ke chat ponsel alex .
"hallo ini siapa"
"alex ini aku theo, besok aku ingin menemui mu" setelah alex mendengar yang menelpon nya itu theo,ia seketika mematikan ponsel nya dan mengepal kan tangan nya dengan penuh dendam.
"theo, ya theo. aku baru ingat.apa kau pelakunya theo" alex geram ia tersenyum yang sangat menakutkan "aku akan membunuh mu theo😡"
"theo bagaimana,apa alex mengangkat telpon mu"
"ya, tapi dia mematikan nya lagi"
"kenapa, apa dia masih membencimu"
"aku tidak tahu audia, seperti nya begitu.tapi besok aku akan menemuinya dan aku akan meminta maaf padanya"
"ya theo,aku akan mempersiapkan barang barang mu untuk di bawa besok"
"terima kasih audia"
"sama sama"
......................
"emm ah aku sedang memikirkan sesuatu"
"emm kamu sedang memikirkan dinda ya ,udah deh kamu jangan berharap sama dia lagi ,dia kan udah nikah"
"tidak,aki hanya khawatir saja sama dinda"
"khawatir?? apa maksud mu ,memang nya dinda kenapa raf"
"ah tidak bukan itu" rafa terbata bata
"lalu kenapa kau mengkhawatirkan nya, aneh"
"aku hanya rindu saja hehehe tapi rasa ini sudah ku kubur dalam dalam,aku tak ingin mencintai istri orang"
"ya iyalah lagian kenapa harus istri orang, kaya ga ada cewe aja" ucap dini
"eh din apa kamu tau kabar dinda sekarang" ucap rafi
"emm aku jarang chatting an sama dia, mungkin dia sekarang fokus menjadi ibu rumah tangga"
"oh gitu ya"
__ADS_1
"memang kenapa kamu nanyain kabar dinda baru aja kemarin kemarin ketemu dia dirumah ku"
"aku hanya bertanya saja,namanya juga seorang teman pasti ingin tau kabar nya kan" ucap rafi
"emm bener juga sih,aku juga rindu padanya"
"coba kamu tanya suaminya dinda,gimana kabar dia sekarang"
"aku ga berani raf, elo aja dah yang tanyain"
rafi sengaja menyuruh dini untuk menanyakan kabar nya dinda karna ia khawatir pada pujaan hatinya itu dan ini semua juga gara gara ulah nya dia.
"ya udah deh kalau gitu aku pergi dulu" ucap rafi
"iya raf"
sore ini alex kembali lagi ke rumah sakit, sebelum menemui dinda,alex mampir dulu ke ruangan bayi.iya ingin menengok anak nya.
"hai sayang,kamu sangat tampan" alex melihat tangan dan kaki yang mungil "kamu lucu sekali sayang" alex hanya bisa melihat ia tak bisa menyentuhnya karna sang bayi masih dalam perawatan khusus.
"ayah pergi dulu ya sayang,ayah akan menemui mama mu dulu.doakan mama mu ya supaya mama mu bisa menggendong mu" alex menitikkan air matanya,masalah orang yang disayangi dan dicintai alex tak bisa menahan tangis ,yang tadinya ia pria tegas tapi saat ini ia menjadi pria lemah.
setelah alex mengobrol dengan sang bayi, alex pergi mengunjungi istrinya.
"ayah"
"emm alex kau sudah kembali"
"ya ayah, ayah pulang lah.aku akan menjaga dinda disini"
"tapi ayah ingin tetap disini"
"ayah pulang dan istirahat lah, aku janji akan menjaganya. ayah sedang tidak sehat kan"
"tapi nak"
"tak apa apa ayah, ayah harus jaga kesehatan ayah, biar aku yang disini nanti kalau dinda sudah sadar aku akan memberi tahu ayah"
"terima kasih nak,kalau begitu ayah pulang dulu.tolong jaga anak ayah"
"baik ayah,hati hati dijalan"
"hai sayang, tadi aku sudah bertemu dengan anak kita, katanya ia ingin di gendong sama mama nya, bangun lah dinda" alex mengobrol dengan dinda walaupun dinda masih belum sadar, alex akan terus mengajak nya ngobrol supaya dinda bisa mendengarnya dan secepat nya sadar.
"dinda aku sudah menemukan pelakunya, aku akan membunuh nya biar dia merasakan apa yang kamu rasakan" alex menitikkan air mata nya lagi.
"kamu akan tahu pelaku nya siapa , apa kamu akan kecewa padanya dinda" ucap alex
padahal belum pasti pelakunya theo, tapi alex malah berpikiran theo yang menabrak nya,mungkin karna theo pernah menyembunyikan kan dinda darinya,alex menjadi berpikiran bahwa theo lah pelakunya.
"kamu pasti kecewa padanya dinda, aku pun sama marah dan kecewa padanua.aku ingin membunuh nya aargghh" alex tak kuat menahan hati yang sudah membenci pada theo
__ADS_1
"tolong sadar lah, aku mencintaimu" alex benar benar pria yang lemah ,ia terus mengeluarkan air mata nya.