
Larry dan Lidya akhirnya sampai di rumah mereka. Terlihat jelas ayah mereka sedang duduk dengan bahagia. " Kedua putri bapak sudah datang? " Tuan silu mempersilahkan kedua putrinya untuk duduk. Lidya bertanya untuk apa ayahnya menjemputnya, yang memang ia sudah tahu tujuan ayahnya sebenarnya. Ayahnya menjelaskan semuanya dengan rasa bahagia. Lidya benar-benar sakit, sekarang ia tahu perasaan yang Larry rasakan saat dipaksa menikah. Lidya benar-benar tidak mau menikah dengan Ardian yang sudah mempunyai tiga istri tapi ia tidak mau merusak kebahagiaan yang melekat dalam diri ayahnya saat itu. Ayahnya meminta Larry untuk membantu Lidya bersiap-siap. "Kenapa kamu tidak menolak permintaan ayah? bukankah kamu tidak suka dengan lelaki playboy itu? " tanya Larry yang melihat adiknya bersedih
" Lalu kenapa kakak tidak membantuku berbicara? "
" Kamu kan tahu kalau papa tidak suka denganku dan juga jika kamu sendiri tidak menolak, bagaimana aku bisa membantumu? "
Lidya menarik nafas berat " apa kakak melihat senyuman ayah tadi? " Larry mengangguk.
" Apa bisa aku setega itu untuk menghancurkannya? kakak juga tahu sendiri temperamen ayah seperti apa. Dia orang yang sangat keras kepala, bagaimanapun kita melawannya hal itu tidak akan pernah berubah. Bukankah hasilnya sama saja? dengan kita menolak dan membuat ayah sangat marah dan juga dengan menerima dan membuat ayah bahagia. Bukankah lebih baik melihat ayah bahagia? toh juga gue akan tetap menikah dengan Ardian sekeras apapun gue menolak " ucap Lidya pasrah namun terlihat jelas mata yang sudah berkaca-kaca itu.
Jam yang ditetapkan akhirnya tiba. Lidya yang memang sudah cantik sejak lahir, semakin cantik dengan riasan diwajahnya. Gaun yang ia pakai sangat cocok dengan badan elok nan mungilnya. Ia melihat wajah tampan Ardian yang sedang duduk menunggunya. Terlihat tiga wanita cantik yang tidak lain istri dari Ardian dan kedua orang tua Ardian yang duduk bersama keluarga silu.
Larry turun bersama Lidya, ia melihat Lidya yang tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Randy belum datang karena memang ia sedang sibuk. Ia mengatakan kepada Larry akan datang terlambat. Ardian melihat Lidya dan Larry dengan penuh *****. Kedua kakak beradik itu memang sangat cantik. Larry sangat risih dengan pandangan Ardian dan akhirnya mengatakan bahwa ia sudah menikah. Tetapi bukannya Ardian berhenti menatap Larry, Ardian malah mengatakan bahwa ia juga sudah menikah. Larry benar-benar sangat kesal dengan sikap Ardian. Untuk menghentikan kecanggungan di sana, tuan silu mempersilahkan semuanya untuk makan malam. Setelah semua selesai makan, tibalah pembicaraan pernikahan Ardian dan Lidya. Ardian tiada henti menatap Lidya dan Larry. " Maaf nak Ardian, putriku yang satunya lagi sudah menikah" ucap tuan silu tidak senang tapi menjaga kesopanan nya.
" lalu mengapa? saya juga sudah menikah. Atau bagaimana kalau saya menikahi kedua putri anda saja. Mereka benar-benar cantik dan menggoda " ucapan Ardian membuat Lidya terkejut dan semakin takut.
__ADS_1
" Siapa yang ingin menikahi istri saya? " ucap lelaki tampan yang tak lain adalah Randy dengan Gibor yang berjalan disampingnya. Larry tersenyum melihat kedatangan suaminya tetapi tidak dengan tuan silu. Ia benar-benar khawatir bahwa Randy akan marah " ah nak Rendy. Ini tidak seperti yang kamu lihat, ini benar-benar salah paham " bujuk tuan silu untuk menenangkan menantunya. Ardian memandang Randy rendah. "Ternyata ini suamimu? sangat sayang sekali kamu menikah dengan pria seperti ini " ejek Ardian merendahkan Randy. Randy tersenyum kecut menyeringai Ardian yang tidak bisa dibandingkan dengannya secuil apapun.
" Apa maksud anda dengan pria seperti ini?
apa anda benar-benar sehebat itu bisa dibandingkan dengan saya Randy luga." Ardian benar-benar terkejut mendengar penyataan yang diberikan oleh Randy. Ardian bersikeras bahwa Randy mungkin saja berbohong, sampai Randy mengeluarkan kartu identitasnya. Gibor yang berada di samping Randy terlihat jelas menahan tawa melihat Ardian yang tiba-tiba berubah menjadi anjing yang terlihat bersalah. Ardian menatap kesal karena Gibor menertawakannya. " Apa kamu tidak tahu sopan santun? " tanya Ardian kepada Gibor yang masih menahan tawanya. "Maaf tuan Ardian, kalau saya tidak tahu sopan santun, maka saya sudah tertawa sejak tadi " Lidya menahan tawanya, Ardian benar-benar tidak terima " emang kamu siapa? bisa-bisanya berbicara seperti itu kepadaku "
" Maaf tuan Ardian, saya itu asisten tuan Randy yang pastinya lebih bagus dan terampil daripada anda. Anda benar-benar tidak ada apa-apanya dibandingkan saya. " Lidya semakin tidak bisa menahan dirinya. Ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya untuk menutupi tawa dalam dirinya. Kesedihannya benar-benar hilang karena ucapan Gibor. Ardian pergi dengan kesal meninggalkan semuanya. Ia sangat malu karena dirinya sendiri. Semua anggota keluarganya mengikuti Ardian tanpa pamit. " Jadi, apa kamu asistennya menantuku? " tanya tuan silu, yang mana semua tahu kalau keluarga Gibor juga merupakan orang yang sangat berpengaruh. Gibor mengangguk
" Kalau boleh tahu, ada urusan apa tuan Gibor datang kesini? " tanya tuan silu gugup. " Anda tidak perlu begitu sungkan, saya hanya ingin menghentikan pertunangan orang yang saya cinta " semua terkejut dengan ucapan Gibor kecuali Randy, Lidya ternganga membulatkan mata terkejut tidak percaya dengan pernyataan Gibor. Semua masih ragu dengan apa yang mereka dengarkan " Maksud anda, anda menyukai putri saya? " tanya istri tuan silu. "Apa jawaban saya kurang jelas? " semua tersenyum bahagia tapi tidak dengan Lidya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Gibor ucapkan. Ia menarik Gibor ke kamarnya. " Apa maksud bapak tadi? "
" Ayolah pak. Apa bapak pikir saya bodoh? "
" Baiklah. Kamu benar-benar tidak seru. Apa kamu tidak bisa mempercayainya sedikit saja? sangat susah digoda. Itu permintaan Randy, dia melihat bahwa istrinya sangat khawatir untuk memberikan adiknya dengan lelaki brengsek itu. Jadi dia mau aku untuk berpura-pura mencintaimu dan membatalkan pertunangan mu. Dengan kata lain, jika kamu tidak jadi menikah maka Larry akan senang"
" Tapi kenapa bapak harus mengatakannya? Ardian kan sudah pergi dulu"
__ADS_1
"Benar. Oih... aku benar-benar bodoh. Apa yang harus ku lakukan, kalau aku menjelaskannya lagi bukankah itu terlihat seperti aku orang bodoh? "
" Memang bodoh "
" Hei... aku masih bos mu "
" Terus gimana dong? "
" Ya udahlah mau gimana lagi. Lagian kalau hal ini tersebar, maka Ardian si brengsek itu tidak akan mengganggumu lagi. "
" Emang kalau dia menggangguku, apa urusannya dengan bapak? "
" Benar juga. Apa urusannya denganku yah? ya udah, gue panggil Ardian lagi aja kali yah untuk melanjutkan pertunangan kalian. "
" hahaha... bapak melawak. Aku tidak apa kok dengan hal bapak berpura-pura mencintaiku dari pada harus bersama dia.. ih... membayangkannya saja membuatku sampai merinding" Gibor tersenyum melihat Lidya. Ia pergi ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya diikuti oleh Lidya dibelakangnya.
__ADS_1