
"apa kau masih mencintai alex"tanya theo
"emm masih ada rasa cinta ,namun ya aku ga mau mencintai suami orang lagi"
"kenapa"
"aku tak mau membuat masalah lagi"
"kau sudah sadar rupanya"
"ya aku sadar, aku tak ingin menghancur kan hubungan orang lain"
"emm bagus kalo gitu" ucap theo
"ya sudah aku mau pulang, anak ku pasti nungguin"
"hemm iya" ucap theo "audia" theo memanggilnya kembali
"ada apa theo"
"boleh kah aku meminta nomor ponselmu"
"untuk apa" tanya audia
"emm siapa tau aku membutuhkan mu"
"oh,boleh nih" audia memberikan ponselnya pada theo
"terimakasih"
"sama sama,aku pergi dulu ya" audia melambaikan tangan nya.
......................
"hai anak ayah sedang apa di perut mama" ucap alex "jangan nakal ya,kasian mama mu kalo nakal" alex terus berbicara dengan perut dinda sambil mengelus nya dengan lembut
" alex terimakasih" ucap dinda
"untuk apa"
"kau sudah berubah"
"hmm aku ingin jauh lebih baik lagi dari sebelumnya"
dinda memeluk alex dengan erat,ada rasa syukur dan bahagia di hati dinda.
"kalo gitu ayo kita kedokter,aku ingin melihat perkembangan bayi kita"
"hmm baiklah ,aku akan siap siap dulu"
"kau sudah cantik,mau siap siap apa""
"hmm aku mau makeup dulu dikit, malu kan muka ku pucat begini"
"ga boleh"
"kenapa alex"
"kau hanya boleh cantik di depan ku"
"emm apa kau ga malu punya istri pucat begini" ucap dinda.
"aku lebih suka kamu begini,aku suka kamu yang apa adanya"
"em yaudah deh kalo begitu ayo berangkat alex"
"ada satu lagi yang kurang" kata alex
"apa itu" dinda bingung
"aku tak mau dipanggil alex"
"lalu kau ingin dipanggil apa" tanya dinda
"harus yang spesial memanggilku"
"emm apa ya"
"panggil aku sayang" ucap alex dengan menggoda dinda
__ADS_1
"ga mau aku malu, aku panggil mas alex saja deh"
"hemm terserah kamu saja ,asal jangan panggil namaku" ucap alex sambil mengelus rambut dinda.
"yaudah ayo mas alex heheh"
"dih kamu gemesin" ucap alex
mereka akan pergi ke dokter untuk mengecek kandungan nya dinda, alex merasa senang bisa memperlakukan dinda dengan baik lagi, ia akan menyayangi dinda sepenuh hatinya, dinda benar benar dijadikan ratu oleh alex.
"mas nanti pulang aku pengen makan disitu" dinda menunjuk restoran es cream
"baiklah nanti aku belikan ya sayang"
"emm kamu lucu kalau panggil aku dengan panggilan sayang"
"biar romantis kan harus gini hehe"
alex dan dinda sudah sampai di rumah sakit tujuan ,ia akan mengunjungi dokter kandungan.
"selamat siang,silahkan masuk " ucap perawat .tak menunggu lama dinda sudah masuk ke ruangan dokter kandungan nya.
"hallo,wahh ibu hamil yang satu ini mungil sekali. silah kan berbaring"
"mau diapain dok istri saya" alex terkejut melihat dokter yang membuka bajunya dinda.
"kita akan melakukan usg tuan"
"tapi tolong jangan buka buka baju istri saya ,bisa ga usg nya di luar saja"
"mas kau ini kenapa"
"aku ga suka kamu di buka buka sama orang lain"
"dia dokter mas, lagian dia kan wanita juga.masa kamu marah"
"hehe begini tuan alex usg itu di lakukan pada kulit perut,ga bisa di lakukan di baju.. tuan alex bisa memperhatikan nya ,nah seperti ini.jelly ini harus di oleh di kulitnya langsung" kata dokter
alex seperti orang bodoh😂 di maklumi saja ya karna alex baru pertama kali melihat istrinya usg tentu saja pertama kali ia mengantar dinda
"tuan alex bisa lihat ke layar saja, nanti bayi anda ada disana"
"ya tuan tenang saja saya tak akan melukai istri anda.
dinda hanya tersenyum ia malu sama dokter karna suaminya yang tidak mengerti dengan usg.
"nah lihat,ada kan" ucap dokternya
"wahh itu terlihat tangan dan kakinya" ucap
alex
"apa bayi nya sehat dok" ucap dinda
"bayinya sehat,ini bagus , air ketuban juga cukup"
"jenis kelamin nya apa dok"
"laki laki sepertinya,ini belum jelas karna usia nya 26 minggu"
"lalu kapan akan terlihat jelas dok"
"emm nanti sekitar 30 minggu ya tuan, nanti nona dinda harus usg setiap bulan"
"baik dok"
"nah ini hasilnya" dokter memberikan hasil usg nya pada alex "dan ini vitaminnya,jangan lupa harus di habiskan ya" ucap dokter
"terimakasih dok,maaf sebelum nya saya sudah salah paham sama dokter" ucap alex
"tidak apa apa hehe ini sering terjadi pada suami suami diluaran sana juga"
"kalo begitu saya pamit ya dok" ucap alex
"ya tuan, emm semoga sehat selalu ya nona,jangan lupa obatnya harus di habiskan"
"baik dokter terima kasih"
alex dan dinda berjalan keluar rumah sakit
__ADS_1
"mas "
"apa sayang"
"aku mau ice cream yang tadi"
"ayo kita makan ice cream"
"makasih mas hehe"
"tak perlu sungkan,aku senang bisa memperlakukan mu seperti ini" alex menggenggam tangan dinda lalu mengecup nya
"nanti malam aku ingin melakukan nya"
"melakukan apa maksudmu"
"aku ingin menengok anakku" ucap alex
"mana bisa di tengok, dia kan di dalam perutku,kau bisa menengok nya lewat usg mas" xixiixi dinda benar benar polos ,ia tak mengerti dengan ucapan alex
"bukan itu maksudku sayang"
"terus apa dong"
"hmm anu" alex menjeda kata katanya
"apa sih mah ,aku ga ngerti sama ucapan mu"
"itu emm melakukan hubungan suami istri"
"apa!! " dinda terkejut dengan ucapan alex,namun iya juga baru berpikir lagi selama menikah ia hanya melakukannya satu kali"
"aku belum siap mas"
"hmm ya udah kalo belum siap,mas ga maksa ko"
"hehe maafin aku ya mas"
"iya sayang" alex mengacak ngacak rambut dinda
"iih mas bisa diem ga,jangan ngacak ngacakkin rambut aku terus"
"heheh iya iya maaf, ayo kita turun"
"hmm"
"katanya kau ingin ice cream"
"aku jadi ga mood mas setelah kamu ngomongin hubungan suami istri"
"hahaha tenang dinda,tenang saja ,aku tak akan memaksamu..ayo turun kita makan ice cream disana"
"ya udah deh ayo"
"jangan cemberut gitu dong, kan jelek"
"kamu nyebelin sedari tadi mas"
"udah lah ayo,jangan bahas itu lagi"
"iya mas"
"kamu pengen ice cream apa sayang"
"pengen yang rasa vanilla sama coklat"
"baiklah aku pesankan"
tak lama kemudian pelayan datang membawa ice cream pesenan alex
"silahkan tuan nona"
"kenapa banyak sekali ice cream nya mas, ini ga akan tertampung di perut ku"
"makan saja lah"
"emm ya mas"
dinda lahap memakan ice cream, yang katanya kebanyakan tapi pada akhir nya malah habis tak tersisa. alex hanya tertawa melihat nya. hahaha kau lucu sayang
__ADS_1