Dijodohkan

Dijodohkan
Istri Mesum!


__ADS_3

Sinar pagi yang cerah matahari menembus celah-celah setiap rumah. Dua insan manusia sedang nyaman menikmati tidurnya. Mereka tidur saling menikmati dalam pelukan satu sama lain.


Ziara masih nyaman tidur dalam dekapan laki-laki yang resmi menjdi miliknya itu. Dibawah balutan selimut dan berbantalkan bahu Raka, ia nampak damai hanyut dalam tidurnya.


Sedangkan Raka membuka matanya lebih dulu karena hari ini dia ada janji dengan klien. Janji yang harusnya kemarin ia mundurkan menjadi hari ini. Raka menggeser tubuh pelan-pelan supaya Ziara tidak bangun. Sebelum meninggalkan ranjang tidak lupa ia memberi kecupan di pipi sang istri.


“Terima kasih sayang ... ” lirih Raka. Menatap wajah Ziara dan menyingkap rambut yang menutupi wajahnya. Ziara hanya mengeliat belum menunjukan tanda-tanda ingin bangun.


“Pasti kamu capek sayang ... tidurlah.” Raka meninggalkan Ziara berjalan ke kamar mandi. Ia mandi membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower.


Setelah selsai dengan aktifitasnya ia keluar. Mengenakan handuk yang di lilit dan handuk satunya untuk mengeringkan tubuhbya. Ia mengeringkan rambut dengan handuk, dan saat menoleh ke arah sana. Ia tidak menyadari ada sepesang bola mata indah dari tadi sedeng menatapnya tanpa berkedip. Raka menyunggingkan bibir, membentuk guratan senyum. Lalu ia mendekat kearah wanita penggodanya itu.


“Dasar istri mesum!”


Ziara terkejut mendengar kalimat Raka, membulatkan sempurna. Dan Raka menyeringai suatu kesempatan untuk menjahili sang istri.


“Siapa yang mesum? Aku, nggak!” Gadis itu mencoban mengelak, ia menggeser tubuhnya mundur menghindari Raka yang semakin mendekat kearahnya. Namun tubuhnya semakin terpojok mempel di kepala ranjang. Kini tidak akses lagi untuknya menggeser tubuhnya. Karena Raka mendekatkan wajah, dan mengurung tubuh Ziara dengan lengan.


“Kalau kamu ingin, katakan saja langsung.” Wajahnya begitu dekat dengan wajah Ziara.


“Ingin apa?! Aku ingin ke kamar mandi!” ucap Ziara jurus seribu akal. “Kau mau apa?!” Merasakan hembusan nafas Raka di lehernya.


“Husssttt!”


Raka meletakan satu jarinya di bibirnya, agar gadis itu berhanti berbicara.


“Ada bagian yang terlewatkan dari stempel kepemilikanku, sayang ....” Raka mendaratkan bibirnya di leher jenjang itu. Membuat Ziara bergeming tidak berucap satu kata pun.


Setelah selesai memberi stempel kepemilikan. Raka menyelipkan tangannya di bawah tubuh Ziara untuk mengangkatnya. Hingga membuat gadis itu mengerjapkan mata berulang.


“Kau mau bawa aku kemana?” pekiknya tubuhnya di dalam gendongan Raka. Melingkarkan tangan di leher sang suami.


Raka terus saja berjalan, membawa ke kamar mandi.


“Mandilah, supaya pikiran mesum-mu hilang.” Meletakan tubuh Ziara di bahttup. Lalu ia berbalik keluar kamar mandi.


Ziara hidungnya mengembang bibirnya mengerucut manahan kekesalan. Bagaimana bisa ia di katagorikan sebagai seorang wanita mesum. Padahal kenyataan orang yang menyebutnya lah yang mempunyai fikiran mesum.


“Dasar ngeselin!” pekiknya terdengar oleh Raka yang berada di luar pintu kamar mandi.

__ADS_1


Raka senang membuat Ziara kesal, menjadi candu dan kepuasan tersendiri untuknya bisa menjahili Ziara.


Rio hari ini datang ke kantor lebih awal. Ia tidak mau citranya buruk di mata Raka, yang baru memberinya pekerjaan. Rio terburu-buru membawa setumpuk berkas menuju ruangan Raka. Saat ia menuju ruangan tiba-tiba se-seorang menabraknya dari depan. Hingga berkas-berkas yang sudah tersusun rapi jatuh berserakan ke lantai.


“Punya mata nggak sih?” ucap Rio memunguti berkas-berkas di lantai.


“Kamu yang nggak punya mata!” ucap gadis yang berada dihadapan Rio memandang sinis. Sedangkan Rio belum melihatnya.


Rio yang mendengar ucapan yang sedikit ketus itupun langsung menoleh kearah gadis tersebut.


“Sita?”


Rio menaikan sebelah matanya saat melihat wanita yang lama tidak ia jumpai. Sedangkan Sita melipat kedua tangannya di perut memandang sinis bibirnya seperti mencibir.


Sudah lama Sita tidak melihat Rio. Semenjak cowok itu membuat keretakan di dalam persahabatan dia, Ziara dan Arini. Yang fatal adalah Ziara dan Arini semenjak, rencana makan malam itu mereka belum bertegur sama sekali.


“Kenapa kaget?!” tanya Sita ketus. “Ngapain kau di sini, bukannya Raka sudah membuang kamu dan keluarga mu, Rio?”


“Semua sudah baik-baik saja, kami sudah saling bermaaf-an ,”


“Benarkah?” tanya Sita mencibir tidak yakin dengan ucapan Rio. Mana mungkin Raka memaafkan cowok itu dengan mudah.


“Apa? Ini tidak benar, aku tidak mungkin satu tim dengan cowok play boy itu.” Ini tidak munkin, ini pasti mimpi, ini pasti tidak benar.“ Sita memohon, apapun akan dia lakukan asalkan tidak satu tim dengan cowok yang ia benci itu.


Sita yang notabennya seorang jomblo sejati itu. Sangat membeci Rio, ia sangat membenci laki-laki yang mempermaikan wanita. Pokoknya apapun yang terjadi ia akan menggunakan cara untuk tidak satu tim dengan Rio.


“Sita dimana barkas yang aku minta kemarin?” ucap salah satu karyawan yang bernama Arkas. Sita menepuk dahinya ia lupa harus mengambil berkas di meja ruangannya. Ini semua gara-gara Rio, jadi melupakan tugasnya.


“Tunggu aku akan ambil ....” Sita berjalan cepat menuju ruangan yang ada dua meja dan kursi itu. Ruangan itu untuk karyawan yang satu tim. “Dimana ... aku menaruhnya tadi?” Gadis itu mengacak-acak berkas di atas meja. Mencari-cari namun tidak ketemu berkas yang ia cari.


“Berkas yang kamu cari ada padaku!” ucap Rio bersandar di balik pintu. Sita semakin kesal saat melihat wajah Rio.


“Kenapa harus kamu sih!” ucap Sita, lalu dengan cepat mengambil berkas di tangan Rio. Lalu ia segera keluar mengantarkan berkas tersebut ke Arkas.


“Kau kenapa, Sita?” tanya Arkas melihat Sita menekuk muka.


“Aku lagi kesel saja, kenapa aku mau dipindah ke sini. Dan bertemu cowok yang membuat sahabatku berpisah. Sungguh menyebalkan!” gerutu Sita.


“Jangan terlalu benci ... nanti cinta loh!” canda Arkas. Sita melabarkan mata.

__ADS_1


“Kamu gila ya! Walaupun dia satu-satunya cowok di dunia ini, aku nggak akan nikah sama cowok seperti itu!”


“Yaudah cari aja yang lain, masih banyak pilihan, masih banyak cowok yang mau sama kamu. Hekmm! Heem!”


Sita langsung menaikan tatapan melihat Arkas.


“Apa?!”


——


Ziara hari ini berencana akan belanja kebutuhan membuat percobaan kue. Ia yakin resep yang diwariskan sang ibu kuenya akan enak dan laris. Hanya saja ia butuh membuktikan ke Raka kalau dia bisa membuat kue.


“Apa ada yang tertinggal?” tanya Ziara di depan pintu melihat Raka yang tadi naik mobil kembali berjalan menuju ke-arahnya.


“Nggak ada!” Cup! Raka mengecup bibir wanitanya itu. “Sampai jumpa wanita mesumku ....” Cowok itu kembali berjalan menuju mobil.


Ziara hanya tersenyum dan memegangi bibir yang masih basah bekas bibir Raka.


❣️JANGAN LUPA LIKE, LOVE, KOMEN. VOTE biar Jenny senang kalian juga senang....❣️


Oh iya aku mau kasih tau.


Novel rekomendasi untuk menunggu Dijodohkan update :


Nama pena: aisyah larasati tambunan


Karya: Bad girl vs ice man


Lelaki Impian - Author Andini


Pujaku Mayang - Author Aziz beck


Santuy : antara Gilan dan Anindya - Author Muhammad Ridho


Perempuan Pilihanku - Ilami harsa


My Edelweiss - Yue Ailie


JANGAN LUPA KOMEN YA GUYS😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2