
"aku harus menemui dinda dulu" theo pergi menuju kamar dinda.
"dinda boleh kah aku masuk" tanya theo diluar kamarnya dinda
"masuk saja theo"
"bagaimana ke adaanmu sekarang dinda"
"em aku masih mual barusan aku muntah lahi di kamar mandi"
"kalo gitu aku akan memanggilkan dokter untukmu"
"maaf aku sudah merepotkan mu"
"tak apa apa aku sudah menelpon dokter neli untuk memeriksamu sebentar lagi ia akan datang"
"terimakasih theo"
"sama sama"
dinda terharu dengan sikap theo yg lembut dan selalu peduli padanya sebelumnya ia tak pernah diperlakukan seperti ini.
"theo dokter neli sudah datang"panggil lisa
"ya silahkan dok periksa temanku dia mual terus"
"temen apa temen" ledek kakak nya
theo hanya melototi kakaknya lalu ia fokus pada dinda yg sedang di periksa
"apakah anda sudah menikah"ucap dokter neli
"sudah dok"
"kapan terakhir datang bulan" tanya dokter lagi
"astaga"dinda kaget"bulan ini aku belum datang bulan dok"
dokter neli tersenyum "sepertinya anda hamil sekitar 2 minggu atau satu minggu lebih tepat nya harus di usg" ucap dokter neli
"apa!!aku hamil" dinda berfikir lagi ia melakukan hubungan intim dengan alex sudah satu minggu kebelakang .
"aku hamil" mata dinda berkaca kaca ia merasa senang dan juga sedih karna alex yang tak mencintainya mungkin saja ia juga tak menginginkan anak yg dikandung
"dinda tak apa apa kau hamil aku akan tanggung jawab untuk membiyayai anakmu, kamu harus jaga kandunganmu ya "ucap theo
"en sejak kapan kamu hubungan terakhir bersama alex" tanya lisa tanpa rasa malu mungkin ia penasaran
"aku hanya melakukan nya 1 kali,tapi kenapa secepat ini aku hamil" keluh dinda
"apa !! kamu selama nikah 7 bulan baru melakukan hubungan satu kali" tanya lisa
"ya kakak"
"astaga dinda, suami macam apa dia tak menafkahi batin nya"
"sudah ka kau ini kenapa harus bertanya hubungan " ucap theo
"kakak hanya ingin tau, tapi kakak tak menyangka kenapa suamimu tega sekali"
"sudah lah ka jangan berbicara tentang itu dulu,dinda juga mau istirahat kasian dia"
"em kalau begitu saya permisi nona"ucap dokternya
"iya dok terimakasih ya"
__ADS_1
"dinda kau ingin apa"tanya theo
"apa maksudmu theo"
"biasanya ibu hamil selalu menginginkan sesuatu"
"aku sedang tak ingin apa apa theo aku hanya ingin tidur sendirian,bisa kah kamu pergi dulu dari kamarku"
"emm baik lah" theo pergi dari kamar dinda karna memang keinginan dinda ia ingin sendiri.
"hiks hiks kenapa secepat ini aku hamil tuhan,aku belum siap" batin dinda
"bagaimana dengan janin ku sedangkan ayah nya saja tidak tahu tentang kehamilan ku,bagaimana jika bayi ini sudah lahir suatu saat nanti iya akan bertanya tentang ayah nya hiks hiks" dinda merenungi nasib nya ia benar benar takut tak bisa menjaga anak nya sendirian.
"aku harus membesarkan bayi ini,ya aku harus melahirkan nya, aku akan menjaganya sampai dia besar,aku harus kuat" dinda menyemangati dirinya sendiri.
diruang tamu theo dan lisa sedang mengobrol.
"theo kasian dinda,dia hamil tapi suaminya tak tau tentang kehamilan nya,apa kau tak berniat memberitahu alex"
"aku tak akan memberitahunya,aku tak akan membawa dinda kepadanya lagi,biarkan bayi itu tanggung jawab ku"
"astaga theo, tapi alex kan ayahnya.bayi itu juga butuh seorang ayah theo"
"tenang saja aku akan menjadi ayah nya walaupun bayi itu bukan darah dagingku,aku menyayangi dinda ka"
"ya ampun theo mana bisa begitu,dia belum cerai theo" ucap lisa
"aku akan menemui tuan robert besok dan aku akan memberitahunya,aku yakin tuan robert tak akan membiarkan menantunya menderita lagi"
"apa yg akan kau lakukan theo"
"aku akan meminta iZin pada tuan robert untuk menjaga dinda"
"aku bilang aku mencintainya"
"huuh terserahlah" lisa pergi kekamar nya,ia tak mau berbicara lebih.
......................
dikediaman alex.
alex benar benar kesepian malam ini, tak ada yg menyiapkan kopi dan makanan lagi.
mungkin ada bi ida yg menyiapkan segalanya namun ia merasa beda tanpa ada nya dinda.
"argghh kenapa aku jadi memikirkan dia"ucap alex kesal "padahal bagus kalau dia tak ada disini, tapi kenapa aku selalu mengingatnya terus" arghh
alex tetap menunggu laporan dari bawahan nya namun masih belum ada hasil nya , ia benar benar tak percaya dengan theo .
"theo dimana kau menyembunyikan istriku,aku bisa gila kalau begini terus,aku merasa kehilangannya namun disaat ia ada disini aku merasa membenci nya,ada apa dengan hatiku tuhan.
......................
pagi hari ini tuan robert akan pergi ke korea melakukan kerja sama dengan koleganya tentu saja ia akan bekerja sama dengan lisa yg punya perusahaan besar di korea .
"semoga saja aku menemukan menantuku disana".
dikantor lisa sedang sibuk mendata berkas berkas yg akan di serah kan pada tuan robert, theo juga mulai hari ini menjadi asisten nya lisa dan ia juga berniat akan menemui tuan robert untuk membicarakan dinda.
"theo bantu aku menyiapkan ini"
"siap ka"
"bagus kau memang paling bisa di andalkan" ucap lisa "sebentar lagi tuan robert akan sampai ke kantor kita"
__ADS_1
"baik ka,aku sudah handal bekerja sebagai asisten tenang saja aku tak akan mengecewakan mu"
"emm kamu memang adikku yg hebat xixixi""em theo bagaimana dengan dinda apa ia masih mual"
"tidak,katanya ia mual sedikit aku sudah membelikan nya obat anti mual,aku juga sudah membelikan susu untuk ibu hamil"
"kau cekatan sekali theo"
"karna aku benar benar ingin menjaganya ka"
"bagus kau harus menjaga wanita,wanita tak boleh di sakiti .ingat itu".
"tentu saja ka"
"tok toktok,permisi bu lisa , tuan Robert sudah sampai ia akan segera kesini"kata sekertaris lisa
"baiklah kau boleh pergi lagi,aku akan menemuinya... ayok theo"
"siap"
mereka berdua keluar dari ruangan akan menyambut kedatangan tuan robert.
"selamat siang tuan,akhirnya anda sudah sampai dengan selamat"
"ya tentu saja lisa,oh iya kenapa theo ada disini" ucap tuan robert
"emm theo sekarang sudah menjadi asisten ku"
"sejak kapan kau ada di korea theo"
"em sudah satu minggu tuan" ucap theo
"em lisa bolehkah aku berbicara padanya"
"silahkan tuan"....
theo dan tuan robert pergi menuju ruangan theo.
"ekhem theo bolehkah saya bertanya"
"silahkan tuan"
"apa kau kesini membawa dinda"
"ya tuan ,saya lah yg membawa dinda kesini"
"kau menyembunyikan dinda dari alex, apa betul begitu" ucap tuan robert
"ya tuan"
"saya tanya kenapa alasannya"
"aku hanya ingin menyelamatkan nya dari alex tuan ,maaf kan saya" theo menunduk
"saya sudah bilang padamu supaya kau memberitahuku,tapi kau tidak jujur terus"
"maafkan saya tuan ,saya terpaksa .. jika tuan ingin menemuinya mari ikut saya ke rumah kakak saya"
"baiklah saya memang ingin menemui nya, saya ingin tahu apa alasan dia ikut kamu theo,dan saya ingin tahu apa alasan dia menjauhi alex"
"mari tuan" ucap alex
"em lisa meeting hari ini saya ingin menunda dulu bisakah jadwal nya dirubah ,saya ingin menemui menantuku" ucap tuan robert
"tentu saja tuan"
__ADS_1