
hari ini dinda ingin mengunjungi rumah dini,sudah lama ia tak komunikasi dengan sahabatnya itu.
"mas aku ingin mengunjungi dini"
"boleh boleh aja,tapi aku ikut"
"mas nanti dini tau loh kalo kita sudah nikah"
"kamu lucu wkwk bagaimana kamu mau menyembunyikan perut mu dari teman mu itu"🤣
sebenarnya dini sudah tau dinda menikah namun dinda tak memberitahu alex.
dinda baru berpikir "oh iya perut ku ini mas"
"kamu ini yah loading,perut sendiri buncit aja ga ngerasa"ucap alex
"emm mas gimana dong kalo dini tau aku udah nikah"
"ya ga apa apa ,bagus kan kalau dia tau"
"mas kamu serius"
"iya aku ingin memberitahukan pada dunia bahwa kau istriku"
"emm aku terharu mas,berarti ga ada ya perlu di sembunyikan lagi mas" alex mendekati dinda lalu menggenggam tangan nya dinda.
"kertas perjanjian udah aku bakar,sekarang aku ingin menjalani pernikahan yang sesungguhnya,beritahulah teman teman mu bahwa aku ini suami mu"
"mas" dinda terharu lalu ia memeluk alex
"terimakasih mas"
"sama sama,hemmm katanya mau kerumah teman mu"
"iya mas ayo, kamu harus ikut mas"
"tentu saja aku ga akan membiarkan istriku pergi sendiri"
"beneran mas kamu mau ikut"
"iya sayang,ayo kita berangkat"
alex mengendarai mobil nya,mereka akan pergi menuju rumah dini teman kuliah dinda
"apa kah rumah nya jauh" tanya alex
"sebentar lagi nyampe mas, emm itu di depan mas rumah dini" ucap dinda
alex memarkirkan mobilnya di depan rumah dini
"mobil siapa itu" ucap dini bertanya tanya "dinda,benarkah dia"
"dini" teriak dinda
"dinda,kau kesini"
"iya aku bersama suamiku" ucap dinda
"kau kemana saja dinda, ayo masuk dulu ajak suami mu"
"terimakasih dini"
__ADS_1
"emm sebenarnya kau selama ini kemana" ucap dini
"maaf aku tak memberitahu mu,aku pindah ke korea waktu itu" ucap dinda berbohong.
"kenapa pindah secepat itu kau tak menghubungiku"
"maaf aku mendadak sekali ,karna suami ku ada tugas disana" alex hanya senyum menatap dinda,ia kira dinda akan memberitahukan permasalahan nya pada dini,namun nyatanya dinda menyembunyikan nya.
"aku khawatir padamu dinda" ucap dini
"kau tak usah khawatir ,sekarang aku ada disini" ucap dinda
dini langsung memeluk dinda,ia sangat merindukan teman nya ini.
"emm tunggu dulu" ucap dini "kenapa perut mu buncit" dini benar benar polos wkwkwk
alex ingin ketawa mendengarkan ocehan dini
"maaf kan saya"ucap alex"itu semua karna ulahku heheh"
"mas kau ini apa sih" dinda malu
"kamu hamil dinda" dinda hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"aaaak aku akan punya ponakan baru,aku senang sekali kau mengandung,suami mu hebat dinda" ucap dini girang
alex merasa hidungnya melayang layang dengar ucapan dini "tentu saja" ucap alex dengan penuh kepercayaan
"mas kau ini kenapa mesum sekali"
"hahaha kalian ternyata sudah melakukan nya, ku kira kau tak mencintai dinda" tanya dini pada alex.
"emm bagus lah aku turut bahagia melihat kalian sudah bahagia"
"terimakasih dini" ucap dinda.
tiba tiba ada rafi datang kerumahnya dini, rafi sudah lama mencari dinda,ia selalu menanyakan dinda pada dini. pada akhirnya sekarang rafi bisa melihat dinda.
"rafi" ucap dini terkejut ia takut akan terjadi sesuatu karna rafi sudah lama mencintai dinda.
"dinda" ucap rafi
"rafi"
"kau kemana aja dinda" rafi langsung bertanya pada dinda ia tak menghiraukan alex yang berada di sebelahnya. "apa kau baik baik saja dinda,aku khawatir padamu"ucap rafi
"aku baik baik saja rafi"
"kau sebenarnya kemana"
"aku pindah ke korea,maaf kan aku tidak memberi tahu mu"
"tak apa apa dinda,sekarang aku senang sudah bisa bertemu denganmu disini,aku sangat merindukan mu"ucap rafi
alex terus memperhatikan rafi,ia kira rafi hanya sebatas teman namun setelah mendengar kata-kata rafi,alex jadi cemburu ia hanya diam dan terus menatap dinda.
"dinda aku sudah lama mencarimu kesini, aku terus mencari kabar pada dini, aku sudah lama ingin memberikan ini padamu" rafi memberikan kotak yang berisi cincin untuk dia, ia sudah lama mencintai dinda, jadi ia akan mengungkap kan nya sekarang.
"aku mencintaimu". ucap rafi
dini terkejut begitu pun dengan alex dan dinda.
__ADS_1
"rafi apa maksudmu" dini langsung mengambil kotak cincin nya,"kau ini becanda terus yah" ucap dini
dinda melihat alex dengan rahang yang mengeras sepertinya alex marah padanya, dinda tak bisa berkata kata lagi.
"dini kenapa kau ambil,ini buat dinda"
"rafii" dini greget pada rafi yang tak sadar dengan keberadaan alex di samping nya.
"ekhem ekhem" alex berdehem
rafi melirik ke arah suara,rafi kaget kenapa ia tak sadar disebelahnya ada orang.
"kamu siapa" ucap rafi
"rafi kau harus sopan bicaramu"
"memang nya dia siapa" dini bingung menjawab pertanyaan rafi, dini takut rafi kecewa dan marah karna dini tau pengorbanan rafi pada dinda ,sepertinya rafi akan sakit hati dengan kenyataan ini.
"saya suami nya dinda". ucap alex tegas
"su suami, apa maksudmu..dinda belum menikah"
"kau tak percaya padaku " ucap alex
"dinda apa maksud dia ini benar" tangan rafi bergetar ia berharap ini tidak benar.
" ya aku sudah menikah raf" ucap dinda gugup
"kau serius dinda"
"ya"
rafi mengepalkan tangan nya,ada rasa sakit yg amat dalam di dadanya.
"jadi kau membohongiku hah" teriak rafi, lalu rafi melihat perut dinda yang buncit
"hahaha jadi kau sudah hamil makanya kau menikah iya" rafi menahan amarah nya.
"murahan sekali ternyata kamu" ucap rafi
tiba tiba alex berdiri
"kau berani berani nya berbicara murahan pada istriku hah"
"suami macam apa kau " ucap rafi
"diam kau" alex menarik kerah bajunya rafi namun rafi malah balik menantang nya.
"sudah mas lepaskan" ucap dinda lalu Alex melepas kan nya "jangan sekali kali kau menghina istri ku" ucap alex "maka jika kau berani,kau harus berurusan denganku" ucap alex dengan tegas nya
"aku tak menyangka padamu dinda, selama ini aku menunggu dirimu namun kau selalu bilang tak boleh pacaran oleh ayah tapi kenyataan nya apa..kau malah menikahi laki laki lain,,kau memang pandai sekali berbohong" ucap rafi dengan penuh kekecewaan.
"maafkan aku raff,aku" ucap dinda
"tak usah di teruskan ucapan mu,semuanya sudah jelas. saya permisi" lalu rafi pergi meninggal kan rumah dini dengan penuh kecewa dan ia menetes kan ai matanya "sakit rasanya menunggu cinta yang sudah lama namun tak terbalas"
"dinda sudah kau tak perlu pikirkan rafi namti aku yang akan menjelaskan nya " ucap dini " saya minta maaf tuan alex atas perlakuan teman saya itu"
"tak apa apa aku mengerti " ucap alex dengan nada yang biasa biasa saja
kira kira alex marah ga ya sama dinda 😌
__ADS_1