
"Dinda"
"Ya mas ada apa?" lalu Alex menarik tangan Dinda.
"Mas ada apa" alex hanya tersenyum sepertinya ada sesuatu."mas ada apa?" ucap dinda ia kebingungan dengan tingkah alex "Ayo kita ke tempat tidur" ucap alex sambil menggoda dinda "mas kau ini apa apaan,tamu nya masih rame mas".
"Biarkan saja,ini malam spesial untuk kita".kata alex
"Mas aku cape" Dinda mengeluh
"Kau ga boleh menolak apa kata suami,inget itu"
setelah sampai dikamar alex langsung menidurkan dinda dengan gaun yang masih lengkap.
"Sini biar aku buka kan" lalu Alex membuka resleting belakang gaun Dinda.
"Mas aku malu"
"hemm aku sudah pernah melihat mu sayang" ucap alex. Namun Dinda menutup mata nya ia tak ingin melihat apa yang di lakukan alex padanya.
"Kamu siap kan" tanya alex
"Aku pasrah aja mas" dan Alex tersenyum mendengar kata kata dinda.
"Baik lah" lalu Alex membuka bajunya perlahan dan tidak menyisakan sebenangpun.
"Aku mencintai mu" ucap Alex.
"Em aku juga mas"
mereka berdua saling bertatap tatapan lalu Alex mendekatkan bibirnya dan ia memainkan nya dengan lembut.
"emmp emmp" begitu pun dengan dinda ia membalas ciuman alex. alex merasa senang karna dinda membalas nya dan ia semakin semangat untuk melakukan nya . skip ya cerita malam pertamanya hehehe
"Mas sakit"
"Nanti juga ga sakit ko, ini karna kamu belum terbiasa sayang" ucap Alex
"Aku mau tidur mas aku cape"
"ya sudah tidur aja, aku mau kebawah dulu menemui theo"
"em ya mas"
Lalu Alex meninggalkan Dinda sendirian ia akan menemui theo.
"hei Alex kau udah dari mana tamu masih banyak malah ngilang"kata theo
"Maaf aku baru selesai istirahat tadi Dinda kecapean jadi aku membawanya ke kamar"
__ADS_1
"ada ada saja kau alex, kau sudah melakukan sesuatu ya" goda theo
"apa kau bilang hah ,aku hanya istirahat" alex pura pura tegas dalam bicaranya padahal ia malu sama theo sudah mengatakan dengan faktanya. ia jadi mengingat Dinda rasanya ia ingin kembali ke kamar nya namun tamu undangan masih belum pulang dan ia harus tetap berada disana.
"emm theo apa anak ku sudah kau jenguk" tanya alex
"sudah,anak mu sudah sehat"
"terimakasih tuhan,berarti besok aku bisa membawanya"
"ya alex, oh iya kau belum memberi nama"
"aku sudah membuatnya,namun aku akan pertanya lagi nanti pada istri ku"
"oh begitu bagus lah,sudah sana temui tamu mu. jangan menghilang lagi semua orang mencari mu"
"iya iya maaf kan aku,tadi aku benar benar lelah". dan Alex pun pergi menemui para tamu undangan nya ia sedang berbincang bincang begitu pun dengan tuan Robert mereka benar benar sibuk hari ini. Dinda yang sednng tidur namun ia malah terbangun lagi karna di luar sangat berisik.
"emh aku ga bisa tidur,lebih baik aku membersihkan badan" kata dinda lalu ia akan pergi ke kamar mandi.
"awww" Dinda kesakitan saat mau turun dari tempat tidur.
"sakit sekali" mungkin ini karna ulah nya alex yang terlalu brutal. Dinda tetap berusaha berjalan ke kamar mandi walaupun kaki nya susah untuk di gerakkan ia perlahan lahan berjalan menuju kamar mandi.
"aaaaa" apa ini,"Dinda kaget karna banyak tanda bekas kecupan alex.
"Mas alex kau benar benar melakukan ini pada ku,bagaimana nanti aku akan bertemu dengan orang, semua leher ku merah" Dinda sangat kesal dengan perlakuan alex malam ini. Acara pesta pernikah berjalan dengan lancar semua tamu undang sudah pulang,kini tinggal Alex dan tuan robert sedang kan theo dan audia sudah pulang.
"Dia sudah tidur ayah katanya dia kelelahan"
"hemm kalau begitu ayah mau pulang sekarang , ayah sudah menyiapkan pengawal untuk menjaga mu disini"
"terima kasih ayah atas perhatian nya"
"sama sama" lalu tuan robert pergi meninggal kan alex. mereka hanya tinggal berdua di dalam hotel itu. kemudia alex pergi kekamar nya untuk menemui dinda.
"emm kau sudah mandi kau wangi sekali" alex terus menggoda dinda.
..."mas diam, aku ingin tidur lagi . Namun alex malah melakukannya lagi dan Dinda pun pasrah apa yang di lakukan alex...skip cerita......
...pagi hari menyinari dua insan yang sedang tertidur nyenyak...
"enghh "Dinda menggeliat merasakan tubuh nya yang pegal dan juga sakit.
"mas bangun"
"aku masih ngantuk dinda"
"mas bukan nya akan kerumah sakit,Anka kita sudah sehat"
__ADS_1
kemudian alex langsung terbangun "astaga ia aku melupakan itu, ayo kita mandi bersama" ucap alex
"aku tidak mau mas, kau saja dulu"
"ayo cepat kita mandi berdua saja biar cepat kan"
"aku ga mau mas aku takut" kata dinda
"Dinda aku tidak akan melakukan itu di kamar mandi cepat lah kita mandi bersama.
"emm baiklah mas" kemudian mereka menuju kamar mandi berdua namun tetap saja alex selalu iseng pada dinda dan membuat dinda menjadi kesal.
"ini paka syal untuk menutupi tanda merah yang di leher mu"
"terimakasih mas,lain kali bikin nya jangan banyak banyak mas"
heheh maafkan aku dinda, ayo kita berangkat"
"ayo" diperjalanan dinda sudah tidak sabar ingin menemui sang bayi.
"emm mas apa kau sudah memberi nama untuk anak kita" tanya dinda.
"sudah"
"siapa namanya mas"
"emm aku beri nama Davin Alexander"
"waah nama yang bagus" tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah sakit lalu mereka menemui sang bayi yang sudah terlihat lebih baik dari hari hari kebelakang,sekarang tanpa alat di badan nya.lalu Dinda mengendong nya dan akan membawa pulang.
"ayo sayang kita pulang" ucap dinda.
terimakasih tuhan kau sudah hadirkan si kecil ditengah tengah kita,aku sangat bersyukur walaupun awalnya pahit sekarang aku sudah lebih bahagia, mas alex yang dulu tak mencintaiku sekarang ia lebih mencintaiku lagi ia juga memperlakukan aku seperti ratu dan aku sangat bahagia. ayah tak salah menjodohkan aku dengan alex,walaupun aku dulu sempat menolak nya.
1 tahun kemudian.
"Davin sayang ayo pegang tangan mama dan papah" ucap dinda. mereka berdua sedang mengajar kan anaknya berjalan,terlihat kebahagiaan pada mereka berdua apalagi Alex benar benar benar bersyukur memiliki Dinda dan Davin.
*
"mas aku udah tespeck"
"benarkah,bagaimana hasilnya"
"aku hamil Anak mu mas" ucap audia penuh haru. theo langsung memeluk audia dan ia pun langsung mengecup kening audia.
"terimakasih sayang,aku mencintai mu dan anak kita" ucap theo.
dulu aku selalu memaki istri ku dengan sebutan ****** namun sekarang aku malah mencintai nya, aku tak menyangka bisa bersama dengan nya dan aku sangat bersyukur.
__ADS_1
TAMAT