
BAB 8. HARI BARU UNTUK STATUS BARU
**
Tepat jam 7 pagi Elena keluar dari dalam kamar, dia sudah memakai seragam lengkap dan juga terlihat rapih. Meski lingkaran hitam di bagian matanya tidak bisa ia tutupi. Bagaimana tidak Elena tidur pada jam 2 pagi kemudian bangun tepat jam setengah enam, rasa kantuk masih begitu menggelayuti meski Elena sendiri sudah mandi dan juga keramas tapi nyatanya rasa lesu masih lah ada.
"Pagi Mah." Elena langsung menarik kursi, kemudian menelungkup kan wajahnya.
"Pagi sayang, suami kamu mana? Kok turun sendirian." Mama celingak-celinguk mencari keberadaan menantunya, kemudian tersebut ketika sang menantu tengah menuruni undakan tangga.
"Sebentar lagi juga turun mah." Sahut Elena, yang tidak tahu jika suaminya itu sudah berada di belakangnya.
Mama hanya geleng kepala, kemudian menunjuk Elena dengan dagunya. Dan Aziz yang tidak tahu apa-apa hanya menggeleng kemudian memilih duduk di dekat Elena.
"Kamu kenapa Na? Sakit?" Papa yang baru ikut bergabung, lantas mengusap kepala Elena.
"Aku ngantuk pah, semalem tidur jam 2." Jawab Elena yang masih menyembunyikan wajahnya.
"Habis ngapain emang nya?" Terdengar bukan seperti pertanyaan melainkan sebuah ledekan, Elena langsung mengangkat wajahnya dan benar saja mama dan papa nya tengah mesem-mesem tidak jelas.
"Udah deh gak usah mikir yang aneh-aneh, semalem Elena ngerjain tugas. Harus di kumpulin sekarang."
"Eh iya mama baru sadar, kamu mau Sekolah emang gak capek?"
"Gimana lagi, kalo aku gak hadir nilai aku bakal 3 buat seminggu ke depan."
"Ya sudah, tapi kalo capek mending izin pulang yah Na."
__ADS_1
Elena mengangguk malas, dia lebih memilih kembali menelungkup kan wajahnya. Sarapan yang ada di depan mata tidak lah menarik, lebih baik waktu sarapan ia gunakan tidur. Lumayan meski hanya sebentar.
"Kamu juga ke Kantor Ziz?" Papah yang tengah mengunyah roti, lantas bertanya pada menantu nya yang terlihat hanya diam saja.
"Iya pah, hari ini ada rapat penting. Saya tidak bisa absen." Ujar Aziz dengan senyuman kecil.
Papah manggut, kemudian menyesap kopi. "Kamu gak capek emang nya?"
"Istri saya saja yang terlihat begitu lelah masih bisa Sekolah, apalagi saya yang seorang pria. Lelah sudah biasa." Jawabnya sembari mengelus rambut Elena.
Elena yang tengah memejamkan matanya, lantas langsung melotot. Yang benar saja, rambutnya di elus padahal ketika bangun tidur tadi sikap nya begitu dingin. Dasar tukang akting batin Elena.
"Iyah kamu benar, jika kita capek maka kita tidak akan mendapat apa-apa. Sama halnya saya saya juga begitu capek ketika ingin mendapatkan anak seperti Elena." Elena mengangkat sebelah alisnya, jawabnya papah ini terdengar ngawur dan juga nyleneh.
"Lena berangkat yah, ini udah siang." Pamit Elena, setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"Bawa mobil sendiri aja, aku jalan yah ini sudah siang."
"Ngantuk gitu mau bawa mobil, bahaya Painem."
Aziz yang tengah menyesap kopi lantas ia semburkan, telinga nya tidak salah dengar jika ibu mertuanya memanggil istrinya dengan sebutan Painem.
"Kamu kenapa? Kopi nya kepahitan?" Tanya mama khawatir.
"Eh.. tidak, tidak mah ini pas." Jawab Aziz melirik Elena sekilas.
"Mah, jadi aku berangkat sama siapa? Buru ih ini udah siang."
__ADS_1
"Pakai taxi online aja yah, mama khawatir kamu nyetir sendiri. Kalo sama papa kan gak searah."
"Ihs mama, aku bawa mobil sendiri aja deh gak bakal kenapa-kenapa ini kok."
" Tapi Na kamu ngantuk, bahaya tahu."
"Dari pada pakai taxi online aku duduk sama orang asing gak mau ah."
"Ya mending pakai itu dari pada---
"Biar Lena saya yang antar, kebetulan Kantor dan Sekolah nya Elena searah." Sahut Aziz kemudian.
"Nah iya sama suami kamu aja, mama kok gak kepikiran sih."
"Dari tadi kek nawarin, ya udah Lena jalan yah."
"Iya hati-hati."
"Ayok buruan ini udah siang." ,
"Lena yang sopan dong."
Elena tidak memperdulikan nya, dia langsung berjalan begitu saja. Dan Aziz lagi-lagi hanya geleng kepala.
"Maaf yah nak Aziz, mama harap kamu bisa sabar dengan kelakuan Elena."
Aziz hanya tersenyum, kemudian menyalami kedua mertuanya. Sedangkan sang istri sudah masuk ke dalam mobil setelah tadi merampas kunci mobil begitu saja.
__ADS_1