
Sudah hampir satu jam Zia membangunkan Raka. Tetapi lelaki yang tertidur pulas itu tidak bergerak sedikit pun. Zia menyerah, ia memilih diam duduk mengerucutkan bibir kesal menanggapi suaminya itu. Karena sudah tidak sanggup menahan lapar dan tidak ingin penjual nasi goreng tutup ia memutuskan untuk keluar rumah sendiri tanpa ditemani siapa pun.
Karena posisi penjual nasi goreng tidak begitu jauh hanya beberapa meter saja, Zia memutuskan untuk berjalan kaki. Malam ini jalanan tidak begitu ramai, hanya beberapa kendaraan yang lewat. Ia menikmati hawa dingin sekelilingnya menggosok tangan satu dengan satu tangan lainnya, supaya menciptakan kehangatan dari tangan.
Sesampainya di penjual nasi goreng Zia hanya memesan satu bungkus. Ia sengaja karena Raka tidak mau bangun untuk membelikan untuknya. Bahkan ia harus berjalan sendiri untuk membelinya, dengan membawa bungkusan ia sampai di rumah segera ia memakannya dengan lahab tanpa memedulikan Raka.
Saat ia sedang asyik memasukkan sendok ke mulutnya, tiba-tiba ada suara pintu kamar terbuka. Zia memutar bola mata merencanakan sesuatu. Buru-buru ia membuan bungkus sisa makan tadi ke tong sampah. Lalu ia duduk manis di kursi makan, berakting seperti orang belum makan.
“Kamu sedang apa, sayang? Kenapa melamun di situ?” tanya Raka dengan suara serak khas bangun tidur.
Zia tidak menjawab, ia hanya diam menyandarkan kepala di tangan yang bertumpu di atas meja. Di balik tumpunya itu dia terkikik puas sudah mengerjai Raka.
Oke sandiwara akan dimulai.
“Kamu yang sabar ya, nak ....” Zia mengelus-elus perut mengajak berinteraksi ke pada sang bayi.
Ho, tidak. Raka baru ingat kalau tujuan ke sini hannyalah untuk membeli nasi goreng. Dan sekarang? Ia melirik benda bulat yang menggantung di dinding. Oh, tidak dia menepuk dahinya sendiri. Ia ketiduran setelah bergulat panas tadi.
“Apa kamu marah, sayang?” tanyanya duduk di sebelah Zia. “Aku akan mencarinya, oke!” Membelai rambut istrinya itu lalu menyelipkan ke belakang telinga.
“Sudah ah, malas.” Zia segera bangkit melangkah membuang wajah lalu meninggalkan Raka ke kamar.
Raka menyalahkan dirinya sendiri lalu mengusap wajah kasar. Bagai mana ia bisa seceroboh ini? Di saat istri dan anaknya di dalam kandungan sedang kelaparan justru ia dengan hikmat menikmati tidurnya. Lelaki itu tidak bisa seperti ini, dia harus segera pergi mencari nasi goreng untuk sang istri.
__ADS_1
Di dalam kamar Zia terkikik sendirian mengingat wajah Raka yang sangat merasa bersalah setelah bangun tidur. Dengan sengaja tidak memberi tahu suaminya itu karena ingin memberi hukuman.
Saat Zia sedang memainkan ponsel tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Perempuan itu sudah menduga pasti itu Raka. Dan benar saja saat ia membuka pintu Raka berdiri di tengah pintu. Dengan muka masam Zia segera berbalik mengabaikan lelaki itu.
“Aku minta maaf, Zia. Aku sudah mencarikanmu, tapi ... ternyata penjual nasi goreng itu sudah tutup,” ucap Raka dengan wajah menunduk. Ia masih merasa bersalah melihat istrinya itu tidak mau berucap sepatah kata pun.
Melihat wajah Raka yang sedih Zia tidak tega. Ia tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Raka bingung. “Sudahlah, lupakan tidak apa-apa. Aku sudah membelinya tadi, saat kamu tidur.” Zia mendekat kearah Raka dengan menahan tawa.
“Berani sekali, kamu. Mulai nakal, mulai jahil, sini aku hukum ....” Raka mengangkat tubuh Zia yang ringan itu ke atas ranjang dan melakukan apa yang seharusnya terjadi. Menghukum adalah hoby baru bagi Raka akhir-akhir ini.
Pagi hari karena ada pekerjaan mendadak dia harus mengajak Zia untuk pulang ke rumah. Mobil yang mereka kendarai membelah jalanan yang belum terlalu ramai, karena masih pukul lima pagi. Di panjang perjalanan Zia tidur karena tubuhnya masih lelah karena Raka terus menghukumnya semalam sehingga ia tidak tidur dengan benar.
Raka yang berkonsentrasi dia tetap menjaga keseimbangan menyetir di sela-sela memperhatikan sang istri saat tidur. Lelaki itu seolah tidak pernah bosan melihat wajah Zia. Saat dia memandangi istrinya itu ternyata.
Sebuah mobil tepat hadapannya mengalami tabrakan.
Zia yang tertidur lelap pun seketika terbangun setelah mendengar ledakan itu. Saat membuka mata ternyata Raka sudah berada di luar mobil untuk melihat korban kecelakaan yang menjadi kerumunan warga sekitar dan pengendara lainnya. Karena penasaran Zia turun dan berjalan menuju ke arah Raka.
Betapa terkejutnya dia, seketika menutup mulut yang ter menganga karena syok melihat korban yang berlumuran darah. Dan yang lebih mengejutkan lagi untuknya adalah, korban tersebut adalah Vita, wanita yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.
Raka yang melihat istrinya berwajah syok. Ia segera memeluk sang istri seraya berkata, “Jangan di sini, ini tidak baik untuk kehamilan kamu. Ayo aku antar ke mobil, setelah ambulans datang kita pulang, oke.” Lelaki itu mengantar Zia ke mobil.
Sambil menunggu ambulans datang Raka terus ada di dekat Vita memantau keadaannya. Ia mencium aroma minuman beralkohol dari sana. Sepertinya sebelum mengalami kecelakaan wanita itu dalam keadaan sedang mengonsumsi minuman beralkohol hingga kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa menit mobil ambulans datang. Para petugas rumah sakit dan para aparat kepolisian pun segera membawa tubuh wanita yang dalam setengah keadaan tidak sadarkan diri itu ke rumah sakit, untuk penanganan lebih lanjut.
Raka melanjutkan perjalanan pulang. Akan mengantar Zia pulang lebih dulu setelah itu ia akan melihat kondisi Vita ke rumah sakit.
Bersambung....
Oh iya, aku mau kasih tau... Kan bayak tuh yang tanya Erick gimana selanjutnya gimana?
Jadi begini, cerita mereka itu akan panjang. Jadi aku udah putuskan untuk buat novel dengan cerita mereka. Tapi belum, baru akan kita tamatin Raka sama Zia dulu.
Numpang promo lagi ahh dilapak sendiri kalian jangan lupa baca juga ya Novel baru aku, Judul : Cinta di Antara Dendam.
Kisah:
Kematian adik kandung tentu saja membawa luka batin untuk seorang kakak. Terlebih, kematian adik yang disebabkan oleh kebejatan seorang lelaki, dia Ares. Satu nama yang ingin dihancurkan Keanu Prawira dalam membalas dendam atas kematian adiknya.
Keanu bertekad untuk merayu adik kandung Ares, lalu menghempaskan dengan cara yang sama Ares memerlakukan adiknya.
Tapi niat Keanu Prawira untuk membalaskan dendam atas kematian adiknya justru membawanya pada cinta yang sebenarnya. Keanu jatuh cinta pada adik tiri Ares, anak yang selalu dibedakan karena statusnya.
“Izinkan aku membawamu keluar dari ketidakadilan yang selama ini kau rasakan. Kau bukanlah Bawang Putih, kau tak harus menerima siksaan dari keluargamu!” ucap Keanu Prawira dengan kegigihannya.
“Kau, lelaki dengan sejuta dendam dalam dirimu! Siapa yang akan menang? Cinta atau dendam?” jawab Alena.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE BIAR KENCENG AUTHOR UPDATE...