
hari ini dinda akan pergi ke supermarket ia ingin belanja cemilan.ia juga sedang tak ingin berpapasan dengan theo jadi ia meminta izin untuk pergi keluar sebentar.
"ka lisa aku mau pergi dulu sebentar ya"
"kamu mau pergi kemana dinda"
"aku mau kesupermarket,sebentar aja ya ka"
"boleh tapi kamu harus hati hati ya perutmu kan lagi buncit,jangan lama lama ya din"
"iya ka"
dinda berangkat dengan sopir pribadi lisa.
"nona mau belanja dimana"
"emm disitu aja deh yang deket dengan kantor ka lisa"
"baiklah" ucap pak sopir
dinda baru 2x pergi ke super market sebelum nya ia hanya diam dikamar dan keliling mansion karna theo tak mengizinkan nya mungkin theo takut alex melihatnya.
"sudah sampai non"
"terimakasih pak,kalo gitu tunggu sebentar ya pa"
"iya non saya mau memarkirkan dulu mobilnya"
dinda langsung masuk ke dalam ia memilih beberapa makanan ringan serta minuman tidak lupa juga susu untuk bumil.
"hah ternyata cape juga keliling di super market, sudah deh ini sudah cukup" dinda menuju kasir dan tak di sangka dinda berpapasan dengan alex.
"dinda"
mata dinda berkaca kaca ada rasa rindu dihatinya saat bertemu alex dan ia merasakan ingin memeluk alex mungkin ini bawaan ade bayi yang ada di dalam perut.
"alex" tik satu air mata lolos dari mata dinda ia benar benar tak menyangka akan bertemu dengan alex.
"dinda apa kabarmu" ucap alex
"aku baik lex" suara dinda yang lemah lembut yang paling dirindukan alex.
"apa kau sedang mengandung"
"ya alex" dinda menganggukkan kepala nya,ia ingin segera memberi tahu bahwa yang di kandung itu anak alex.
"selamat ya calon bayi theo"
"theo" ucap dinda bingung
"ya kemarin aku bertemu theo di kantor,dan ia bilang kau sudah menikah dengan nya"
__ADS_1
deg dinda tak menyangka theo akan berbicara seperti ini pada alex.
"selamat ya semoga kau dan calon bayi mu sehat selalu"
dinda hanya diam saja ia tak menjawab pertanyaan alex , ia ingin bicara yang sebenarnya pada alex namun tenggorokan nya seperti menahan nya.
"ya" jawab dinda singkat
alex tersenyum pada dinda lalu ia pamit pergi
"kalau begitu aku pergi dulu ya,jaga kesehatan kamu disini karna diperut mu sedang ada bayi yang kau kandung.permisi" alex pergi dari hadapan dinda.ia senang bertemu dengan dinda lagi ,ia ingin memeluknya namun ia berfikir lagi bahwa dinda bukan milik nya lagi jadi ia memutuskan untuk pergi
alex tak bisa lama berhadapan dengan dinda,ada rasa sakit dan sedih di hatinya dan ada rasa sesal yang dulu pernah ia lakukan pada dinda.
"alex aku merindukanmu" lirih nya .dinda benar benar sakit melihat kepergian alex.sebenar nya dinda masih ingin mengobrol dengan alex,ia ingin menceritakan semua selama ia berada disini.
"nona ini belanjaan mu "ucap kasih itu
lalu dinda memberi kan card nya pada kasir
"terimakasih atas kunjungan nya"
tak lama kemudian pak supir masuk kedalam untuk membawa belanjaan dinda
"nona sudah selesai , mari saya bawakan" ucap aak sopir
"terimakasih pak"
didalam mobil dinda melamun ,ia memikirkan alex,ada rasa cinta yang masih sama seperti dulu.
"apa nona tidak apa apa"
"aku tidak apa apa pak,jangan khawatirkan aku"
......................
diapartemen alex
"dinda aku bahagia bertemu dengan mu , ada rasa rindu dihatiku.maafkan aku dinda,aku harus merelakan mu pada theo,mulai hari ini aku tak akan mengejarmu lagi,yang penting sekarang kau bahagia dengan theo"
alex benar benar sudah merelakan dinda,ia tak ingin berharap lagi pada dinda mulai hari ini ia hanya akan fokus pada pekerjaan nya, bagaimana dengan status percintaan nya alex!! tentu saja alex akan mencari wanita yang baik seperti dinda namun ia urungkan dulu niat nya karna di hatinya masih ada dinda dan ia akan membuang perlahan perasaan nya untuk dinda.
......................
"kau sudah dari mana" ketus theo pada dinda
"aku sudah belanja theo"
"aku sudah bilang pada mu jangan pernah keluar dari mansion ini , jika kau butuh sesuatu aku akan membeli kan nya untuk mu dinda" kata theo
"tapi aku jenuh theo,aku juga ingin jalan jalan keluar,kenapa kau tak pernah mengizin kan aku theo"
__ADS_1
"karna kau sedang hamil dinda"
"justru sedang hamil itu harus banyak gerak theo" ucap dinda
"cukup kali ini kau keluar dari mansion ini,kedepan nya aku lah yang akan berbelanja ke butuhan mu"
"tidak bisa begitu theo, kau seperti mengurungku"
"ya aku memang sedang mengurungmu dan ini demi kebaikanmu"
"apa maksudnya demi kebaikanku, kabaikan apa maksudmu theo" tanya dinda yang kecewa pada theo
"turuti perintahku sebelum aku marah padamu"
"kau tak mengizinkan aku karna kau tak ingin aku bertemu dengan alex kan"
"kenapa kau berbicara alex,apa kau bertemu dengan nya hah" ketus theo
"ya aku bertemu dengan barusan, alex juga tidak menculikku lalu kebaikan apa maksudmu"
"sialan kau bertemu dengan nya hah,, sini kamu" theo menarik tangan dinda ,ia membawa dinda ke kamar dinda dan akam memgurungnya di dalam kamar
"theo lepaskan aku"
"tidak"
"theo apa maksudmu hah"
"diam"
"theo tangan ku sakit"
"diam"
theo memaksa dinda masuk kedalam kamarnya lalu ia menguncinya di dalam kamar.
"theo buka pintu nya"
"tidak,kau tetap akan di dalam" ketus theo
"theo aku mohon buka pintunya theo" hiks hiks "kenapa sekarang kau jahat sekali padaku theo ,apa salahku"
"karna kau menemui alex,itu salahmu". teriak theo dari luar
"theo kenapa aku tak boleh bertemu dengan alex,kau tau kan aku ini istri alex dam anak yang di kandung ini anak alex"
"aku tak peduli dinda" sebenarnya theo tak tega namun rasa marah nya karna dinda telah bertemu alex,ia terpaksa harus mengurungnya.
"hiks hiks theo kau tega padaku"
theo hanya menunduk dan mengepalkan tangannya lalu ia pergi kebawah.
__ADS_1
"theo buka,tolong buka pintunya" dinda terduduk dilantai ,ia tak menyangka theo akan semarah ini kepadanya.
arrggghh" sialan kau" bug bug bug theo memukul dinding,ia benar benar marah dan kecewa.