Dijodohkan

Dijodohkan
salah sasaran


__ADS_3

theo dan audia sudah sampai di tempat tujuan nya. hari ini mereka akan menemui alex dan dinda.


"theo apa kita akan langsung ke apartemen alex"


"ya tentu saja"


"emmm" audia tiba tiba ga enak hati.


"kenapa ga besok aja theo"


"aku tak sabar ingin menemui alex,aku benar benar ingin minta maaf padanya".


"emmm iya"


mereka sudah sampai di depan apartemen alex, sudah beberapa kali mencet bel tapi tak ada jawaban.


"dia kemana ya" ucap theo


"mungkin alex di kantor"


"biasa nya kan ada bi ida ,tapi ini kaya ga ada orang"


"apa mungkin alex pindah"


"tidak mungkin juga" ucap theo


tak lama kemudian bi ida baru datang, ia langsung mendekati theo dan audia


"bi ida" ucap theo


"tuan theo,ada apa"


"aku sudah lama menunggu bibi disini ,memang nya bibi sudah dari mana?"


"bibi sudah dari rumah sakit, sudah nganteri baju nona"


"siapa yang sakit" ucap theo


"nona dinda kecelakaan"


"apa" ucap theo kaget


"dirumah sakit mana sekarang bi "ucapnya lagi


bi ida memberi tahu alamat rumah sakit nya, theo dan audia akan menuju kesana .


"theo kau terlihat sangat khawatir pada dinda".


"tentu saja karna aku sudah menganggapnya sebagai adik"


"apa kau masih mencintainya" ucap audia


"tidak audia, sekarang aku hanya mencintaimu.dinda hanyalah adikku aku khawatir sama dinda karna dia sedang mengandung"


"hmm" audia sedikit cemburu karna mengenai kabar dinda kecelakaan,audia melihat raut wajah theo yang sangat mengkhawatirkan nya jadi ia merasa theo masih mencintainya.


"audia"


"emm ya apa"


"percaya lah pada ku, aku begini karna aku khawatir dan aku tak mungkin mencintai dia lagi,niat ku sudah baik ingin meminta maaf pada alex.itu artinya aku ingin mereka selalu bersama" ucap theo


"maafkan aku theo aku sudah keterlaluan"


"tidak apa apa itu hal wajar bagi wanita karna wanita memang pencemburu"


"gimana kamu aja lah"


"kita sudah sampai" ucap theo


lalu theo menanyakan kamar rawat dinda kepada susternya.

__ADS_1


"ayo audia"


"iya ayo"


setelah sampai diruang rawat,theo melihat alex yang kusut dan sedang menggenggam tangan dinda di sampingnya.


"masuk lah theo, aku menunggu di sini"


"baiklah,aku akan menemui mereka" theo tak menyangka melihat ke adaan dinda yang penuh dengan alat alat rumah sakit,hatinya ikut menangis melihat keadaan dinda dan juga alex yang terlihat sangat hancur.


"alex"


alex merasa ada yang memanggilnya lalu ia berbalik,ternyata apa yang dilihat.alex melihat theo di belakang nya,ia langsung mengepalkan tangan nya. lalu alex mendekati theo .


"bugh bugh"


"alex apa yang kau lakukan padaku"


"kau laki laki sialan yang sudah membuat istriku begini bugh" alex terus memukul theo


"apa maksud mu"


"kau yang menabrak istriku kan hah, berani berani sekarang kau datang" bugh bugh alex terus memukul theo sampai hidung dan bibirnya berdarah.


audia mendengar perkelahian di dalam,ia berinisiatif masuk kedalam.


"theo" audia terkejut dengan ke adaan theo


"alex apa yang kau lakukan pada theo"


"ternyata kau kesini bersama ****** juga kalian benar benar membuat ku marah" ucap alex dengan nada tinggi


"apa maksud mu alex"


"theo yang sudah menabrak istriku,jujur saja kau theo"


"apa kau gila alex, aku dan theo baru sampai kesini mana mungkin theo melakukan itu sedangkan theo berada di korea.apa kau bodoh" audia benar benar emosi dengan sikap alex


"alex sadar lah bukan theo pelakunya"


"sekarang juga kalian pergi dari sini" ketus alex "jangan pernah menemui ku lagi, kalian memang jahat tak punya hati. lihat lah istri ku saat ini, dan ini gara gara kalian berdua" alex meninggikan suara nya dan begitupun ia mengeluarkan air matanya.iw benar benar hancur saat ini.


namun disaat suasana sedang mencekam tiba tiba tangan dinda bergerak dan memanggil alex dengan lemah.


"mas" ucap dinda lemah


lalu alex berbalik kebelakang,ia melihat dinda yang tiba tiba sudah membukakan matanya


"sayang"


"mas"


"kamu sudah sadar,ia ini aku"


"mas mana bayiku" ucap dinda lagi dengan lemah.


"bayi kita ada sayang,kamu jangan khawatir"


theo yang sudah babak belur,ia tetap pergi untuk memanggil dokter.


"theo kau mau kemana" ucap audia


"aku akan menemui dokter, dinda sudah sadar"


lalu theo pergi menemui dokternya.


"dokter tolong periksa istri saya" ucap alex dengan penuh haru.


"baiklah saya akan memeriksanya" namun alex tetap menatap theo dengan tajam.


"kondisinya sudah membaik,kita sangat bersyukur karna istri anda sudah siuman dari yang kami kira"

__ADS_1


"terima kasih dok" ucap alex


lalu theo mendekati dinda.


"jangan menyentuh istriku" ucap alex.seketika theo tak melanjutinya.ia diam disana dan ia juga tahu bagaimana perasaan alex saat ini.


"alex" tiba tiba tuan robert datang ke ruangan dinda


"ayah"


"alex apa menantuku sudah sadar"


"ya ayah dinda baru saja sadar"


"terimakasih tuhan" ucap sang ayah lalu tuan robert melihat ke arah theo yang penuh dengan lebam.


"theo kau sejak kapan kau disini" ucap tuan robert


"baru setengah jam saya disini tuan" namun tuan robert melihat audia dengan mata yang sinis


"kau membawanya" ucap tuan robert lagi


"dia calon istriku"


"apa!!"


"ya tuan"


"lalu kenapa dengan wajah mu theo"


tapi theo tak menjawabnya.


"alex memukulinya" ucap audia


"apa!! ini karna alex" tuan robert melirik pada alex


"apa yang kau lakukan padanya alex"


"dia pelaku yang menabrak istriku ayah" theo hanya diam menunduk


"kau tahu dari mana theo pelakunya, ayah sudah menangkap pelakunya"


"apa maksud ayah"


"bukan theo pelakunya"


"ta tapi" alex tak percaya dengan ucapan ayah nya. "lalu siapa pelakunya ayah"


"teman kuliah dinda"


"apa maksud mu ayah"


"teman kuliah dinda yang pernah mencintai dinda" ucap tuan Robert,"tapi siapa ayah".


"namanya rafi,dia melakukan ini karna cemburu melihat mu.dan ia berniat membunuh mu namun dinda menyelamatkanmu"


"apa!! jadi ini semua ulah rafi" ia baru ingat pada rafi yang waktu kemarin ia menemuinya di rumah dini. lalu alex mengepalkan tangan nya. "aku akan membunuhnya"


"sudah alex, ayah sudah mengirimnya kepenjara"


"tapi ayah dia belum cukup apa yang di rasa kan dinda"


"sudah sudah yang penting sekarang dinda sudah sadar,minta maaf lah pada theo,kau sudah salah"


namun alex hanya diam ia tak menanggapi pembicaraan ayahnya.


"alex"ucap tuan robert lagi


"ya ayah aku tahu,nanti aku akan bicara dengan theo"


"jadi semua ini karna rafi hiks hiks" ucap dinda ia tak menyangka rafi akan melakukan ini padanya

__ADS_1


__ADS_2