Dikira Janda Sama Si Duda

Dikira Janda Sama Si Duda
Mimpi


__ADS_3

Melihat Laila sedang tidak baik-baik saja, Bi Sumi tutup mulut soal cerita Kayla. Menurutnya, tanpa Laila tahu pun, ia bisa menyelesaikan tugasnya besok. Malam ini Laila tidur nyenyak setelah sebelumnya minta dipijit oleh Bi Sumi.


Paginya, Laila tidak ke kantor. Alasannya tidak enak badan. Sepertinya masa ngidam Laila membuatnya tidak nyaman setiap bangun pagi. Laila yang selalu semangat tiba-tiba lebih suka tidur dan hanya bermain ponsel. Membuka aplikasi ini dan itu untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


"Ma, aku berangkat ya!" ucap Kayla.


"Iya sayang. Hati-hati ya!" ucap Laila.


Tak lama setelah Kayla, Hasna pamit. Setelah itu, pintu kamar tertutup kembali. Hanya terdengar Bi Sumi yang datang membawa sarapan dan pintu kamar tertutup lagi.


"Bu," panggil Bi Sumi.


"Iya. Ada apa lagi Bi?" tanya Laila.


"Saya jam sembilan nanti mau izin keluar ya!" ucap Bi Sumi.


"Ini kan baru jam setengah delapan Bi," ucap Laila.


"Iya Bu. Tapi nanti kalau saya pamit jam sembilan takutnya ibu lagi tidur. Gak enak saya ganggu ibu istirahat," ucap Bi Sumi.


"Memangnya Bibi mau kemana sih? Ke pasar?" tanya Laila.


"Bukan Bu," jawab Bi Sumi.


"Bukan?" tanya Laila dengan kerutan di dahinya.


Ya, selama ini Laila tidak pernah kehilangan Bi Sumi dari rumah. Asisten rumah tangga yang sudah dianggap sebagai keluarga bahkan ibunya sendiri itu, memang selalu di rumah. Sekalinya keluar hanya untuk ke pasar atau belanja sabun dan kebutuhan bulanan rumah.


Jawaban Bi Sumi yang tidak seperti biasanya tentu membuat tanda tanya besar bagi Laila. Saat Bi Sumi menjelaskan alasan izinnya, Laila langsung bangun dan mengambil handuk.


"Bibi tunggu di rumah aja. Biar aku yang datang ke sekolah Kayla," ucap Laila.


Bi Sumi hanya mematung saat melihat Laila masuk ke kamar mandi. Tak lama, ia keluar dari kamar Laila. Ada senyuman di bibirnya. Rasa bahagia seketika mencuat dalam hati Bi Sumi. Ia sudah membayangkan bagaimana Kayla bahagia saat melihat kedatangan Laila nanti.


"Bi, saya berangkat ya!" ucap Laila.


"Bu, maaf. Ibu udah makan?" tanya Bi Sumi.


"Nanti aja Bi. Takut telat," jawab Laila.


"Bu, makan dulu." Bi Sumi terus memaksa Laila.

__ADS_1


"Bi, kalau saya sampai terlambat Kayla pasti kecewa. Saya bisa makan nanti aja," ucap Laila.


"Kayla memang akan kecewa kalau ibu datang telat. Tapi Kayla pasti akan jauh lebih kecewa kalau ibu lupa kasih adik bayinya sarapan. Makan dulu ya!" bujuk Bi Sumi.


"Oke, saya sarapan dulu. Sebentar!" ucap Laila.


Takut jika Laila berbohong, Bi Sumi sampai mengikuti Laila ke kamarnya. Melihat sendiri Laila menghabiskan sarapannya dengan tergesa-gesa.


Uhuk,,Uhuk.


"Pelan-pelan Bu," ucap Bi Sumi sambil memberikan segelas air untuk Laila.


Laila segera meneguk air dalam gelas itu hingga habis. Setelah selesai, Laila segera pamit pada Bi Sumi. Dengan diantar Pak Broto, Laila menuju sekolah Kayla.


Benar! Laila terlambat. Acara sudah dimulai. Bahkan semua teman Kayla sudah duduk bersama dengan kedua orang tuanya. Hanya Kayla yang duduk sendiri. Ah, tidak sendiri. Laila ditemani gurunya. Sebuah tangan terlihat melingkar di pundak Kayla. Laila segera memburu Kayla.


"Sayang, maaf Mama terlambat." Laila segera memeluk Kayla dengan erat.


"Mama," ucap Kayla dengan menahan tangis.


Melihat Laila menangis saat memeluknya, Kayla pun tak mampu lagi membendung air mata yang sudah ditahan sejak tadi. Laila tak melepaskan genggaman tangannya dengan Kayla sampai acara itu berakhir.


"Lala?" tanya Laila dengan wajah kecewa.


"Lala kan sebentar lagi punya dede bayi. Lala udah punya anak yang asli," jawab Kayla.


"Memangnya ada anak bajakan ya?" tanya Laila.


"Ya bukan gitu La. Maksud aku anak asli Lala sama Om Bagus," jawab Kayla.


Lala? Om Bagus? Panggilan yang sebenarnya tidak salah sama sekali. Memang biasanya, sejak kecil pun Kayla memanggilnya Lala. Namun setelah beberapa tahun terakhir, Laila yang sudah terbiasa dipanggil Mama membuatnya merasa sakit saat panggilan itu tak lagi didengarnya.


"Kamu juga anak kandung Mama kok," jawab Laila.


"Terima kasih udah sayang sama aku. Lala memang pengganti Mama buat aku. Tapi aku gak mau Lala harus terpaksa jadi Mama buat aku. Lala pasti cape kan?" tanya Kayla.


"Astaga Kay. Pikiran kamu kok gitu sih? Mama gak mau kamu mikir kayak gitu. Mama memang lagi hamil. Tapi adanya anak di perut Mama bukan berarti membuat kamu jadi tersisihkan. Kamu sama Hasna tetap jadi anak Mama," ucap Laila.


Kayla segera memeluk Laila. Senang rasanya mendengar apa yang diucapkan Laila. Karena memang itu harapannya. Ia tenang saat mendengar Laila tidak akan berubah walaupun sudah punya anak dari rahimnya.


"Ayo pulang, Ma!" ajak Kayla.

__ADS_1


"Ayo!" ucap Laila senang saat mendengar Kayla sudah memanggilnya dengan sebutan Mama lagi.


Sebelum pulang ke rumah, Laila mengajak Kayla ke warung bakso. Mereka berdua menikmati bakso terenak yang ada di dekat rumah mereka. Tak lupa mereka memesan dua bungkus bakso untuk Hasna dan Bi Sumi.


"Mama dari mana? Kok sama Kak Kay?" tanya Hasna saat melihat Kayla dan Laila pulang.


"Iya tadi ada rapat di sekolah Kakakmu," jawab Laila.


"Oh, gitu ya. Terus itu bawa apa?" tanya Hasna.


"Bakso buat kamu sama Bi Sumi," jawab Laila.


Bi Sumi yang kebetulan berada tak jauh dari mereka, segera mendekat.


"Wah, ada oleh-oleh nih. Ayo makan!" ajak Hasna.


Kantong plastik berisi dua bungkus bakso itu segera berpindah ke tangan Hasna. Dengan bantuan Bi Sumi, Hasna segera menikmati bakso yang dibawa pulang oleh Laila.


"Ma, terima kasih ya!" ucap Kayla.


"Kay, ini udah yang keberapa kali? Jangan begitu. Ini udah jadi tugas Mama. Kalau ada apa-apa cerita sama Mama ya!" ucap Laila mengingatkan.


"Siap," ucap Kayla sambil tersenyum lebar.


Kayla memang sedang menikmati rasa bahagia karena akhirnya Laila bisa menghadiri acara di sekolah. Hingga ia tidak mau waktu berlalu begitu cepat. Bahkan saat Laila memintanya untuk mengganti pakaian, Kayla justru malah menceritakan mimpinya malam tadi.


"Semalam aku mimpi Mama Yanti. Cantik banget kayak ibu peri," ucap Kayla.


"Mama kamu itu orang baik. Pasti sekarang udah di surga," jawab Laila.


"Iya mudah-mudahan ya Ma. Oh iya Ma, Papa Deri apa kabar ya? Semalam Mama titip salam katanya," ucap Kayla.


Deri? Mendengar nama itu membuat Laila menjadi tidak mood. Deri adalah masa lalunya yang begitu suram dan menakutkan. Laila tidak mau membuka lembaran tentang masa lalunya yang kelam. Cukup sudah cerita sedih yang berlangsung dalam jangka waktu panjang itu. Cerita masa lalu yang begitu rumit dan tidak mau diingatnya lagi.


"Kamu istirahat ya!" ucap Laila.


Laila tidak mau membahas apapun saat ini. Ia hanya ingin Kayla melupakan Deri. Walaupun secara biologis Deri memang ayah kandung Hasna dan Kayla, namun jauh di dalam hati Laila menyadari hubungan mereka.


"Aku ke kamar ya Ma," ucap Kayla.


Laila hanya mengangguk. Tak lama, ia juga masuk ke kamarnya. Beristirahat dan berharap apa yang dibahas Kayla tadi hanyalah sebuah mimpi buruk baginya. Namun kenyataannya Kayla memang sudah mencari tahu keberadaan ayah kandungnya. Dan untuk saat ini, Laila merasa sangat ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2