
Alby membawa Devi kembali ke dalam mobilnya. Ia segera menggandeng tangan Devi dan mempersilahkan Devi untuk masuk ke dalamnya.
Alby juga sudah memesankan taksi untuk Arin pulang dan meminta Gara untuk menemani Arin. Untuk masalah Fitra, Alby tidak ingin ikut campur. Biarkan masalah Fitra dan Arin diselesaikan keduanya dengan kepala dingin saat mereka sudah tenang nanti.
"Kenapa ikut berkelahi?" tanya Alby begitu Alby masuk ke dalam mobil.
"Aku hanya membantu Arin. Aku tidak bisa tinggal diam begitu temanku disakiti," jawab Devi sembari memperbaiki rambutnya yang acak-acakan karena jambakan Hana.
Alby menghela nafasnya pelan begitu mendengar jawaban Devi. Ia menoleh sepenuhnya pada Devi dan membantu memperbaiki rambut Devi yang berantakan.
"Tapi kan tidak perlu ikut berkelahi," ujar Alby lembut. "Semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik."
"Om, kak Fitra sudah berselingkuh dari Arin. Ia jelas-jelas membawa wanita ke dalam kamarnya. Apa menurut om Alby itu bisa dibicarakan baik-baik?" tanya Devi.
"Tapi kita bisa mendengarkan alasan Fitra kenapa ia membawa wanita masuk ke dalam kamarnya. Bukankah Fitra juga sudah mengatakan alasannya? Wanita itu sedang sakit mangkanya Fitra membawanya ke dalam kamarnya."
"Kalau sakit kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?" balas Devi.
"Tidak semuanya perlu dibawa ke rumah sakit. Fitra kan dokter, kalau Fitra mampu mengobatinya di rumah kan tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Contohnya kamu. Kamu kan pernah demam dan aku tidak membawamu ke rumah sakit dan hanya kuobati sendiri di rumah. Mungkin ini hanya salah paham saja," tutur Alby lembut mencoba memberi pengertian pada Devi.
"Om Alby kenapa jadi membela kak Fitra? Om Alby dan kak Fitra itu kan berbeda. Kak Fitra tadi juga berkata pada Arin jika ia pernah berpikir untuk selingkuh dari Arin karena sifat Arin."
"Aku tidak membela Fitra. Aku hanya berpikir dari sisi yang berbeda. Baiklah kali ini aku tidak akan memarahimu karena kamu berkelahi, tapi lain kali aku tidak mau melihatmu seperti ini lagi. Mengerti? Lihat bahkan wajahmu memiliki luka cakaran lagi."
"Apa om Alby juga akan seperti kak Fitra karena sifatku?"
Devi menatap Alby tepat di manik matanya.
"Tidak. Bukankah kau bilang aku dan Fitra berbeda? Aku tidak akan bermain di belakangmu bahkan sampai meninggalkanmu hanya karena sifatmu," ucap Alby sungguh-sungguh.
"Lalu siapa Icha?" tanya Devi.
Devi memperhatikan perubahan raut wajah Alby yang tampak terdiam dengan rahang yang sedikit mengeras. Sudah Devi duga, Alby pasti menyembunyikan sesuatu darinya.
"Hanya teman. Sudahlah lebih baik kita segera pulang untuk mengobati lukamu," ujar Alby sembari memakaikan sabuk pengaman milik Devi lalu setelah itu ia memakai sabuk pengaman miliknya sendiri.
"Jawaban om Alby sama seperti kak Fitra. Kini aku rasa om Alby dan kak Fitra jadi tidak ada bedanya," ujar Devi sembari memalingkan wajahnya ke arah jendela dengan air mata yang berdesakan memenuhi pelupuk matanya.
Alby menghela nafasnya pelan dan menoleh sebentar ke arah Devi. Namun ia sama sekali tidak ingin menjelaskan siapa Icha sebenarnya. Ada rasa tersendiri saat Alby menyebutkan nama Icha dan Alby tidak ingin Devi mengetahui tentang Icha. Sama seperti Devi, Alby pun juga memiliki masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam.
Alby pun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya untuk segera pulang.
*****
Keesokan paginya Devi terbangun begitu suara alarmnya berbunyi nyaring tepat di samping telinganya.
Setelah terbangun dari tidurnya, Devi tidak langsung bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi kuliah. Devi hanya terdiam sebentar sembari menatap langit-langit kamarnya yang berwarna merah muda. Matanya terasa berat dan Devi menduga matanya sedang sembab sekarang karena menangisi Alby yang membuatnya berpikir berlebihan karena jawabannya tentang Icha.
Tidak ada pembicaraan apapun setelah percakapan kemarin malam di dalam mobil. Alby hanya diam saja, bahkan saat Alby mengobati lukanya ia juga tidak mengatakan satu patah kata pun membuat Devi jadi curiga padanya.
Apa benar Alby telah menyembunyikan sesuatu di belakangnya? Apa wanita yang bernama Icha itu adalah selingkuhan Alby?
Devi pun mencoba berpikir positif terlebih dahulu sembari mencoba mencari tahu siapa Icha sebenarnya. Ia tidak mungkin bertanya pada Alby tentang Icha. Lihat saja respon Alby begitu Devi bertanya padanya tentang Icha.
Sepulang dari kuliahnya nanti ia harus datang menemui Renata!
__ADS_1
Setelah yakin dengan pilihannya, Devi pun bangkit dari ranjangnya dan bergegas pergi mandi.
Begitu selesai bersiap-siap, Devi pun segera keluar dari kamarnya menuju meja makan. Tidak lupa, Devi juga memakai kacamata hitam besar miliknya untuk menyembunyikan mata sembabnya dari Alby.
Begitu tiba di ruang makan, Devi melihat Alby yang tengah menyiapkan makanan di atas meja makan dengan tergesa.
Alby yang melihat kedatangan Devi pun segera mempersilahkan Devi agar duduk dan segera sarapan.
"Duduklah," ujar Alby sembari menarik salah satu kursi untuk diduduki Devi.
Devi menurut. Ia segera duduk dan menatap Alby yang kini sedang melepas celemeknya.
"Kenapa memakai kacamata? Apa matamu sakit?" tanya Alby khawatir sembari hendak melepaskan kacamata dari mata Devi namun dengan sigap Devi langsung menghentikannya.
"Tidak apa-apa. Ini hanya untuk bergaya saja," dusta Devi.
Alby pun tampak menerima jawaban Devi. Buktinya ia tidak bertanya lebih lanjut mengenai hal itu.
"Maaf hari ini aku tidak bisa mengantarmu. Baru saja aku mendapat telepon dari rumah sakit dan ada pasien darurat jadi aku harus segera pergi," ujar Alby sembari berjalan terburu-buru ke arah kamarnya.
Devi hanya diam dan menatap makanannya.
Alby terlihat seperti sedang menghindarinya!
Cup!
Devi tersentak kaget begitu Alby datang tiba-tiba sembari mencium bibirnya sekilas.
"Maaf, aku tidak bermaksud menghindarimu. Ini benar-benar situasi darurat. Nanti, saat semuanya sudah siap aku akan memberitahumu siapa Icha," ujar Alby seolah tahu isi hati Devi.
Setelah mengucapkan hal itu, Alby pun melanjutkan langkahnya ke kamarnya untuk mengambil ranselnya lalu bergegas pergi ke rumah sakit.
Ia pun berniat langsung pergi ke kampus tanpa sarapan lebih dulu.
Begitu ia bangun dari duduknya, mata Devi tidak sengaja melihat pintu kamar Alby yang sedikit terbuka.
Alby pasti lupa menutup pintunya rapat.
Terpikirkan sesuatu di kepala Devi untuk mencari tahu siapa Icha dari kamar Alby. Mumpung Alby tidak ada di rumah, sepertinya ia akan bisa dengan mudah mencari informasi tentang Icha.
Dengan langkah pasti, Devi pun segera bergegas memasuki kamar Alby. Begitu masuk, Devi langsung mengamati kamar Alby dengan teliti. Dulu sebelum Abi melarangnya tidur berdua dengan Alby, ia sering tidur bersama di kamar Alby maupun di kamarnya sendiri jadi ia sedikit tahu di mana biasanya Alby menyembunyikan barang berharganya.
Ya, mereka kembali tinggal di apartemen lama Alby. Karena trauma Devi yang sudah hilang Alby pun menyetujui permintaan Devi untuk kembali tinggal di apartemen lamanya.
Pertama-tama Devi memeriksa laci yang berada di samping ranjang Alby. Di sana ia tidak mendapatkan petunjuk apapun. Lalu Devi beralih ke sebuah meja kecil yang berada di sudut ruangan, namun lagi-lagi ia tidak mendapatkan apa-apa.
Devi sudah hampir menyerah karena ia sudah mencari ke seluruh penjuru kamar Alby namun ia tidak mendapatkan satu petunjuk apapun hingga pandangannya terarah pada dompet Alby yang tergeletak di atas ranjang.
Devi pun mengambil dompet Alby dan membukanya.
Devi menyunggingkan senyumnya begitu ia melihat fotonya bersama Alby berada di dalamnya. Itu tandanya Alby memang benar mencintainya.
Namun senyum Devi langsung luntur begitu ia melihat sebuah foto lain yang berada di belakang foto miliknya. Devi pun segera menarik keluar foto tersebut agar ia dapat melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
Untuk beberapa saat Devi dapat merasakan betapa sakit hatinya begitu melihat foto Alby yang tengah mencium seorang wanita.
"Apa wanita ini Icha?" lirih Devi sembari meneteskan air matanya.
Dengan cepat, Devi pun segera menyimpan foto tersebut ke dalam saku celananya dan mengembalikan dompet tersebut ke tempat semula.
Setelahnya, Devi segera pergi sebelum Alby kembali lagi untuk mengambil dompetnya.
Namun begitu hendak keluar dari kamar Alby, Devi melihat sebuah kotak yang tersimpan di atas almari. Dengan segera, Devi pun mengambil kotak tersebut dan membawanya pergi ke dalam kamarnya.
Setelah menyimpan kotak tersebut di dalam kamarnya, Devi pun bergegas untuk pergi sebelum Alby kembali.
Benar saja, begitu ia membuka pintu apartemen, Alby yang saat itu hendak masuk ke dalam apartemen pun berpapasan dengan Devi.
Tanpa mengucap sepatah kata, Devi langsung melewati Alby begitu saja.
Karena tidak punya banyak waktu, Alby pun tidak terlalu memperdulikannya dan segera masuk ke dalam apartemennya untuk mengambil dompetnya lalu segera bergegas ke rumah sakit.
Namun rupanya Devi tidak langsung berangkat ke kampusnya melainkan ia bersembunyi di balik tembok yang berada di samping apartemen Alby. Begitu Alby sudah pergi, Devi pun kembali lagi masuk ke dalam apartemen.
Ia segera berlari menuju kamarnya dan membuka kotak persegi yang berwarna coklat itu.
Begitu membukanya, Devi kembali menemukan sebuah foto lagi yang berada di sebuah pigora kecil. Dan lagi-lagi Devi dibuat terkejut dengan apa yang ada di dalam pigora tersebut.
Dugaanku benar, om Alby telah selingkuh di belakangku!
Dalam foto tersebut ada foto Alby dan juga seorang wanita yang sama seperti Devi lihat di dalam dompet Alby namun bedanya kini ada seorang wanita paruh baya yang berada di tengah-tengah mereka dan itu bukan Ishwari.
"Apa wanita paruh baya ini ibunya Icha?"
Tidak hanya satu foto saja, tapi Devi juga menemukan beberapa diantaranya.
"Kenapa fotonya tampak mesra sekali?" cicit Devi sembari meneteskan air matanya.
Lalu pandangan Devi jatuh pada sebuah foto sepasang kekasih yang tengah menunjukkan cincin tunangan mereka.
Tangisan Devi sudah tidak dapat dibendung lagi, ia segera menutup kembali kotak tersebut dan langsung berlari keluar apartemen begitu saja.
Hatinya berkecambuk luar biasa. Devi tidak menyangka Alby menyembunyikan rahasia sebesar ini darinya.
jika Alby sudah bertunangan dengan Icha lalu bagaimana dengan dirinya? Bukankah Devi juga sudah bertunangan dengan Alby?
__ADS_1
"Sepertinya akulah yang menjadi selingkuhan om Alby."
*****