Dokter Alby Pujaan Hati

Dokter Alby Pujaan Hati
Tamu


__ADS_3

Semenjak kejadian di kantor polisi tempo hari, Devi menjadi pendiam dan sering melamun. Beberapa kali Ishwari maupun Abimanyu mengajaknya berbicara ataupun mengajaknya pergi jalan-jalan agar Devi kembali seperti sebelumnya. Dan berkat hal itu hubungan Devi dengan kedua orang tua Alby semakin dekat. 


Sudah lebih dari dua minggu Alby tidak pulang ke rumah dengan alasan ia harus memantau kondisi Ganendra yang berhasil diselamatkan oleh ayahnya. Selama dua minggu itu pula Devi belum bertemu dengan Alby, bahkan Abimanyu-lah yang melepas benang jahitan Devi bukannya Alby sendiri.


Devi juga sudah menyelesaikan ujian sekolahnya melalui daring. Kini ia hanya tinggal menunggu ujian nasionalnya dilaksanakan.


Sore itu Devi menatap alam sekitarnya dengan tenang sembari menikmati setiap hembusan angin dingin yang menerpa wajahnya. Devi sangat menyukai pemandangan yang berada tidak jauh dari rumah Alby. Di sana terdapat sungai kecil dengan jembatan kayu di atasnya lalu di sekelilingnya tumbuh bunga mawar merah yang tampak mekar menambah keindahannya. Belum lagi hamparan ladang yang luas serta pegunungan menjulang tinggi turut mempercantik pemandangan di sana membuat Devi sangat betah untuk tinggal.


Yah setidaknya suasana tersebut mampu menenangkan pikiran Devi dari semua kejadian yang terjadi dua minggu yang lalu.


Devi tidak menyangka bisa bertemu dengan Bima di kantor polisi dan Devi yakin Bima-lah dalang di balik kejadian Ganendra bunuh diri.


Devi belum menceritakan siapa Bima pada Alby maupun Abimanyu. Devi rasa ini adalah murni masalahnya sendiri dan sekarang Devi juga sudah beranjak dewasa jadi ia harus mampu mengatasi masalahnya sendirian.


"Non ayo pulang, nyonya dan tuan sudah menunggu di rumah," ajak Asep yang berdiri tidak jauh dari tempat Devi.


Devi menoleh ke arah Asep yang seusianya itu dengan pandangan sebal.


"Sebentar lagi, kalau kau mau pulang silahkan. Aku berani sendiri kok," jawab Devi.


"Jangan, nanti tuan marah," tolak Asep.


"Kalau begitu kau duduk diam di sana saja jangan memintaku untuk pulang terus-menerus!"


Asep memilih mengunci mulutnya rapat-rapat dari pada ia harus mendengarkan Devi mengomel.


"Sep!"


"Iya non."


"Kemarilah," pinta Devi sembari menepuk sisi sebelahnya.


Asep berjalan mendekat ke arah Devi dan duduk di sampingnya.


"Ada apa non?"


"Sep itu kuda?" tunjuk Devi ke arah hamparan tanah lapang yang terdapat beberapa ekor kuda sedang dilepaskan.


"Iya. Itu milik den Alby," jawab Asep.


"Om Alby bisa naik kuda?" tanya Devi cepat yang diangguki oleh Asep.


"Aku jadi ingin menaikinya," gumam Devi.


"Jangan," larang Asep yang mendengar gumaman Devi.


"Kenapa?"


"Mereka kuda liar, sulit untuk mengendalikannya. Den Alby saja sudah beberapa kali terjatuh dan mengalami cedera, tapi dia sama sekali tidak menyerah. Sekarang kuda-kuda itu hanya menurut dengan den Alby saja tapi tidak dengan yang lain. Kalau non Devi mau, besok kita naik kuda milik tuan Abimanyu saja yang sudah terlatih," ujar Asep.


Devi menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kalau begitu ayo kita pulang, nyonya sudah menunggu non Devi lama lho dan lagi pula sebentar lagi langit mulai gelap."


Devi pun menuruti Asep. Mereka segera beranjak pulang dengan berboncengan menggunakan sepeda milik Asep.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di kediaman Abimanyu. Devi melihat sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah dengan perasaan membuncah bahagia.

__ADS_1


Itu adalah mobil milik Alby!!


Devi segera berlari meninggalkan Asep yang kini sedang memarkir sepedanya.


"Non jangan lari! Nanti terjatuh!!" tegur Asep yang sama sekali tidak digubris oleh Devi.


Dengan bersemangat Devi langsung membuka pintu rumah dan matanya awas mencari keberadaan Alby.


"Sudah pulang?" tanya Ishwari seraya berkacak pinggang seolah ia marah karena Devi tidak menuruti perkataannya yang memintanya untuk segera pulang ke rumah.


"Maaf tante, tadi Asep lupa mengingatkanku jika aku harus pulang sebelum petang," jawab Devi mencari alasan. "Om Alby sudah pulang?"


Belum sampai Ishwari menjawab pertanyaan Devi, Devi melihat sosok Alby yang sedang duduk di sofa dengan secangkir kopi di tangannya.


"Om!!" pekik Devi senang seraya berhambur ke pelukan Alby.


Abimanyu yang tanggap pun segera mengambil alih kopi yang berada di tangan Alby sebelum kopi tersebut tumpah karena ulah Devi.


"Lepaskan aku! Jangan memelukku, kau masih berkeringat dan berdebu!" omel Alby tanpa membalas maupun menolak pelukan Devi.


"Biar saja, siapa suruh tidak pulang lebih dari dua minggu," balas Devi semakin erat pelukannya. "Aku sangat merindukanmu om," lanjut Devi manja.


Alby tertawa kecil begitu mendengar betapa manjanya Devi padanya tak terkecuali Abimanyu dan Ishwari yang turut tertawa geli.


"Tante belum selesai memarahimu lho ya," ingat Ishwari sembari merubah ekspresinya menjadi marah, namun tentu saja ia hanya berpura-pura saja. Mana mungkin ia bisa marah pada Devi.


"Tante aku minta maaf, aku lupa perintah tante. Maafkan aku," ujar Devi dengan drama.


Ehm!


Devi menolehkan kepalanya ke sumber suara. Di sana ia melihat Laudya yang tengah duduk di sofa seraya tersenyum lembut ke arahnya.


"Hallo, apa kabar Dev?" sapa Laudya ramah.


Tidak lama kemudian mata Devi menangkap kedatangan Jessica yang turut hadir di tengah-tengah mereka membuat Devi menatap mereka dengan pandangan tidak percaya.


"Sudah kembali?" tanya Laudya lembut pada Jessica yang baru saja dari kamar mandi. Jessica hanya diam tidak berniat menjawab pertanyaan Laudya dan memilih duduk di sebelah Laudya sembari bersilang dada menatap ke arah Devi.


"Untuk apa kalian ke mari?" tanya Devi dengan nada tidak suka yang kentara.


"Oh kebetulan aku ada pekerjaan selama beberapa hari di sekitar sini dan Alby bilang rumahnya juga tidak jauh dari tempatku bekerja jadi Alby memintaku untuk mampir sebentar," jawab Laudya yang membuat Devi menoleh ke arah Alby untuk mendapat jawaban.


"Laudya benar. Aku memintanya untuk mampir ke rumah sebentar mumpung mereka berada di sekitar sini," jelas Alby sembari melepaskan pelukan Devi namun ia masih membiarkan Devi duduk di pangkuannya.


"Dev, Alby bilang Jessica satu sekolah denganmu lho. Benar?" tanya Abimanyu tanpa mengetahui situasinya.


"Benar, kami sangat dekat lho om. Bahkan saking dekatnya kami jadi sering berkelahi," jawab Devi menatap tajam ke arah Jessica.


"Oh begitu? Memang kalau sudah menjadi sahabat dekat hal seperti itu biasa terjadi," komentar Abimanyu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Alby yang melihat Devi mulai marah pun memberi isyarat pada ayahnya untuk tidak berbicara apa-apa lagi.


"Mereka hanya mampir sebentar, setelah itu mereka akan segera pulang," bisik Alby pada Devi untuk menenangkan Devi yang terus menatap tajam ke arah Jessica dan Laudya secara bergantian.


"Dengar-dengar nilai ujian sekolahmu turun ya?" tanya Laudya tersenyum.


Jujur saja Devi sangat muak melihat wajah Laudya yang tersenyum seperti itu! Laudya memang pandai sekali berpura-pura baik di depan orang lain apa lagi itu kedua orang tua Alby.

__ADS_1


"Benar?" tanya Alby menatap ke arah Devi.


"Benar," jawab Devi tanpa menoleh membalas tatapan Alby.


"Itulah akibatnya kalau kamu sering pergi bermain bersama Asep. Tante kan sudah bilang agar pergi belajar saja," omel Ishwari layaknya seorang ibu yang tengah memarahi putrinya.


Ishwari dan Abimanyu memang sudah menganggap Devi sebagai putrinya sendiri bahkan ia kerap meminta Devi memanggilnya dengan sebutan ibu, namun sepertinya hal itu belum terwujud karena Devi masih memanggilnya tante.


Devi hanya diam sembari mencebikkan bibirnya mendengar omelan Ishwari. Ishwari dan Alby benar-benar memiliki sifat yang sama.


"Kalau begitu bagaimana jika saya menjadi tutor Devi lagi? Bukankah kemarin saat tryout nilai Devi sempat naik karena belajar bersama saya?" tawar Laudya yang membuat Jessica dan Devi langsung melototkan matanya.


"Boleh," jawab Ishwari dan Abimanyu bersamaan.


"Tidak mau!!!" tolak Devi mentah-mentah.


"Tidak mau apanya? Kamu harus belajar," ujar Ishwari pada Devi. "Kapan bisa dimulai belajarnya? Bukankah sebentar lagi ujian nasional?" tanya Ishwari pada Laudya.


"Besok bisa," jawab Laudya tersenyum lebar.


"Aku tidak mau tante!! Aku tidak mau belajar bersama tante Laudya!!" tolak Devi lagi.


"Lho memangnya kenapa? Bukankah akan lebih bagus jika ada tutor yang membimbingmu belajar?"


Devi tetap bersikukuh menolak. Devi segera menatap Alby seolah meminta bantuan pada Alby.


"Om," rengek Devi pada Alby.


"Kalau tidak mau jangan dipaksa!" ujar Jessica. "Lagi pula aku tidak sudi kakakku mengajar dirimu!!"


"Eitss kau mau apa?" Alby menahan tubuh Devi yang hendak menerjang Jessica.


"Mau mandi. Lepaskan aku om, tubuhku berkeringat dan berdebu nanti om Alby kena alergi!" balas Devi segera berlalu menuju kamarnya.


Alby pun menghela nafasnya sembari menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Lain kali kalau anaknya tidak mau jangan dipaksa ya yah, bu," tegur Alby kepada kedua orang tuanya dengan lembut.


Ishwari hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya sedangkan Abimanyu hanya diam sembari memandang ke arah lain.


"Laudya ini sudah hampir malam, ayo kuantar pulang," ujar Alby beranjak dari duduknya.


"Om, tante saya pamit pulang dulu ya," pamit Laudya sopan diikuti Jessica yang tampak menunduk sopan mengikuti sang kakak.


"Iya hati-hati. Maafkan Devi ya, kamu tidak perlu kemari untuk menjadi tutornya. Tapi kalau kamu ingin main silahkan, om membuka pintu lebar-lebar untuk kamu," ujar Abimanyu ramah.


"Baik om."


Setelahnya, Alby pun mengantar Laudya untuk pulang.


Ishwari dan Abimanyu mengantar kepergian mereka sampai teras rumah dan menunggu mobil Alby sudah beranjak pergi.


"Devi kelihatan tidak menyukai Laudya terlebih lagi Jessica," ujar Ishwari.


"Iya, tapi mau bagaimana lagi? Laudya adalah pacarnya Alby, mau tidak mau sebagai seorang adik, Devi harus menyukainya," ujar Abimanyu yang membuat Ishwari menatapnya dengan raut wajah yang tidak begitu menyukai perkataan suaminya.


"Aku malah lebih suka Devi dengan Alby daripada Alby dengan Laudya," ujar Ishwari sembari berlalu meninggalkan Abimanyu.

__ADS_1


******


Semoga kalian masih betah nunggu ya;)


__ADS_2