Dokter Alby Pujaan Hati

Dokter Alby Pujaan Hati
Kedatangan Teman-Teman Devi


__ADS_3

Pagi harinya begitu Devi bangun dari tidurnya, Devi langsung berlari mencari keberadaan Asep. Devi hanya ingin memastikan jika Asep tidak dipecat oleh Alby.


Devi berkeliling ke penjuru rumah untuk mencari keberadaan Asep namun ia belum juga menemukan keberadaan Asep.


"Dev kamu mau ke mana? Ayo sarapan dulu," tegur Ishwari pada saat Devi melewati meja makan.


"Sebentar tante, Devi harus memastikan keberadaan Asep dulu. Takut jika Asep betulan dipecat," ujar Devi sengaja menyindir Alby.


Tanpa melirik ke arah Alby, Devi segera beranjak pergi untuk melanjutkan mencari Asep.


"Alby kamu betulan memecat Asep?" tanya Ishwari pada Alby begitu Devi pergi.


Alby hanya diam sembari mengangkat bahunya acuh.


Di sisi lain, Devi terus berkeliling mencari Asep. Mulai dadi perkebunan hingga peternakan milik Abimanyu namun ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Asep.


"Apa Asep betulan dipecat om Alby?"


Mengingat hal itu, Devi langsung mengayuh sepedanya untuk kembali pulang. Ia harus bertanya pada Alby!!


Namun begitu di tengah perjalanan, Devi melihat Asep yang tengah memberi makan kuda liar milik Alby. Dengan segera, Devi langsung turun dari sepedanya dan berlari ke arah Asep.


"Asep!!!" panggil Devi senang.


"Non Devi."


"Sep kau masih bekerja di sini kan? Om Alby tidak memecatmu kan?" tanya Devi seraya mengguncang-ngguncangkan bahu Asep.


"Non hentikan, kepalaku jadi pusing."


"Aku kan menyentuh bahumu bukan kepalamu," cibir Devi sedangkan Asep hanya tersenyum lebar menanggapinya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Devi mengingatkan.


"Saya tidak jadi dipecat non," jawab Asep senang.


"Aaaaaa. Untung saja kau tidak dipecat Sep, padahal aku sudah deg-degan."


"Bukankah non Devi bilang jika saya dipecat, non Devi akan menerimaku di perusahaannya non Devi?"


"Perusahaannya belum sepenuhnya milikku Sep, aku hanya bercanda," jawab Devi seraya tersenyum lebar.


"Sudah kuduga," cibir Asep.


"Ya sudah kalau begitu kau lanjut bekerja lagi saja, aku ingin pulang dan segera mandi," pamit Devi.


"Lho non Devi belum mandi?"


"Belum. Begitu bangun tidur aku langsung teringat padamu Sep mangkanya aku langsung pergi keluar mencarimu. Sudah dulu aku harus bersiap-siap menyambut kedatangan kak Raden. Dadah!!"


Asep menatap kepergian Devi dengan tersenyum geli. Entah mengapa Asep merasa seperti memiliki seorang sahabat sebaik Devi. Setelahnya Asep pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


*****


Begitu selesai mandi, Devi langsung bergegas menuju ruang makan. Di sana hanya tersisa Ishwari saja sedangkan Abimanyu sudah berangkat bekerja. Kalau Alby entahlah Devi tidak ingin membahasnya kali ini.


"Tante panaskan dulu sayurnya," ujar Ishwari seraya meminta Devi untuk duduk saja.


"Tidak perlu tante, biar aku sendiri yang panaskan," tolak Devi halus seraya mengambil alih panci berisi sayur tersebut.


Ishwari tersenyum lembut seraya mendekat ke arah Devi.


"Bagaimana, Asep dipecat tidak?" tanya Ishwari.


"Tidak. Padahal jika Asep betulan dipecat oleh om Alby, aku sudah siap-siap memukul om Alby seratus kali," ujar Devi menggebu-gebu namun detik selanjutnya ia sadar sesuatu. "Tante Ishy tidak masalah kan om Alby aku pukul?" lanjut Devi takut-takut.


Ishwari menanggapinya hanya dengan senyuman lebarnya.


"Tapi kamu juga salah. Lain kali jika ingin pergi ke manapun kamu harus ijin dulu sama tante atau om Abi biar semua orang tidak khawatir," nasehat Ishwari.


"Aku minta maaf tante," sesal Devi seraya menatap Ishwari dengan rasa bersalahnya.


"Iya, ya sudah kamu sarapan dulu tante mau menyiram bunga," pamit Ishwari yang diangguki oleh Devi.


*****


Selesai sarapan, Devi segera berlari ke teras depan rumah begitu ia mendapat pesan dari Arin jika mereka hampir tiba.


"Dev jangan lari nanti jatuh!" tegur Ishwari yang sama sekali tidak diindahkan oleh Devi.


Alby yang saat itu sedang berada di samping Ishwari pun ikut menolehkan pandangannya ke arah Devi yang kini sibuk mondar-mandir di halaman depan seperti tengah menunggu kedatangan seseorang.


"Devi sedang menunggu siapa?" tanya Ishwari yang dijawab gelengan kepala oleh Alby.


Dan benar saja, tidak lama kemudian terlihat mobil berwarna hitam yang tampak memasuki pelataran rumah. Ishwari maupun Alby sontak menghentikan aktifitasnya dan menatap penasaran siapa pemilik mobil hitam tersebut yang tiba-tiba memasuki pelataran rumahnya.


"Whoaaa ini rumah om Alby? Indah sekali," kagum Arin yang baru saja turun dari mobil.


"Arin!!! Aku merindukanmu," heboh Devi seraya berlari memeluk Arin.


"Kau masih merindukanku padahal kemarin kita baru saja bertemu?" bingung Arin namun ia juga tidak menolak pelukan Devi.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Ishwari yang berdiri di samping Alby.


"Teman sekolah Devi, tapi aku tidak mengerti kenapa Devi membawanya ke mari," jawab Alby.


Mata Alby langsung membulat sempurna begitu ia melihat Raden yang baru saja keluar dari mobil.


"Kak Raden!!!" pekik Devi riang seraya melepaskan pelukannya pada Arin dan berganti ingin memeluk Raden namun berhasil dicegah oleh Gara.


"Kau mau apa?" cegah Gara mencekal lengan Devi.


"Melaksanakan rencanamu," bisik Devi pelan.


Setelah mendengar jawaban dari Devi, Gara pun melepaskan cekalannya dan membiarkan Devi memeluk Raden.


"Kak Raden aku sangat merindukanmu," ujar Devi seraya memeluk Raden dengan erat.


Alby yang melihat hal itu pun menjadi panas sendiri. Sebenarnya apa yang dilakukan Devi? Kenapa ia membawa Raden ke mari dan bahkan memeluknya sampai seperti itu?!!


"It...itu Raden yang kamu bilang tempo hari?" tanya Ishwari terkejut.


Tanpa menjawab pertanyaan ibunya, Alby segera berjalan menghampiri Devi dan teman-temannya.


"Alby tunggu ibu!" tegur Ishwari sembari berlari kecil mengejar Alby.


"Om Alby," sapa Gara ramah.


"Halo om, apa kabar? Woah rumah om Alby benar-benar luar biasa," sahut Arin ikut menimpali.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Alby datar.


"Liburan," jawab Devi melepaskan pelukannya pada Raden.


"Liburan?" ulang Alby.


"Tante Ishy!" pekik Devi riang sembari menggandeng tangan Ishwari dan membawanya mendekat ke arah Raden.


"Tante perkenalkan ini kak Raden. Kak Raden juga seorang dokter lho tante," jelas Devi memperkenalkan Raden. "Kak Raden perkenalkan ini tante Ishwari, ibunya om Alby."


"Halo tante," sapa Raden ramah.


"Ah iy..iya ha..halo," balas Ishwari tergagap.


"Kak Raden tidak seperti yang diceritakan om Alby pada tante kok," bisik Devi pelan.


"Kenapa kalian ke mari?" bisik Alby pada Gara.


"Liburan om," cengir Gara.


"Gara ayo masuk!!" teriak Devi sembari berjalan menjauh dengan menggandeng tangan Raden.


"Ayo om kita masuk," ujar Gara seraya tersenyum lebar.


"Masuk kepalamu! Ini rumahku," kesal Alby berjalan mendahului Gara yang tertawa lebar di belakangnya.


"Lihatkan?"


"Lihat apa?" bingung Arin.


"Ck om Alby cemburu! Kau tidak lihat raut wajahnya yang tampak kesal?"


"Tidak hehe. Aku hanya sibuk mengamati pemandangan rumah om Alby, benar-benar sangat bagus Gara. Kayaknya aku bakalan betah liburan di sini deh," heboh Arin yang membuat Gara memutar bola matanya jengah.


"Ayo masuk," ajak Gara dengan menarik kerah belakang Arin.


"Gara jangan menarik kerah bajuku! Kau seperti menarik anak anjing saja!!"


*****


Alby menatap sebal pemandangan yang ada di hadapannya kini. Bagaimana tidak, sedari tadi Devi hanya sibuk menatap ke arah Raden tanpa berkedip dan sekarang gadis itu malah senyum-senyum tidak jelas.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Raden tersenyum seraya mengacak rambut Devi pelan.


"Hanya menikmati ketampananmu saja kak. Kak Raden benar-benar tampan, aku jadi ingin menjadi pacarmu," ujar Devi terang-terangan yang membuat Alby melototkan matanya saking terkejutnya.


"Kau mau memberiku kesempatan satu kali lagi?" tanya Raden bercanda.


"Mau," jawab Devi langsung yang membuat Raden sedikit terkejut namun detik berikutnya ia tersenyum lebar dan terlihat mengejek ke arah Alby.


Secepat inikah dia menuruti perkataanku yang memintanya kembali pada Raden? Tidak bisa kubiarkan!!


"Aku tidak mengijinkan kalian liburan di sini," ujar Alby yang membuat Devi langsung mengalihkan perhatiannya dari Raden.


"Apa maksud om Alby? Kenapa tidak boleh?" tanya Devi tidak terima.


"Kau, kau dan kau seharusnya sibuk belajar bukannya malah keluyuran. Bukankah sebentar lagi kalian ujian?" tunjuk Alby pada Gara, Arin dan Devi secara bergantian.


"Sebelum ujian kita butuh masa tenang om dan masa tenang itu ya liburan seperti ini," jawab Gara yang diangguki oleh Arin dan Devi.


"Om Alby kan sudah lama lulus sekolah jadi wajar saja sudah lupa," sahut Devi yang membuat Alby tidak terima.


"Tante Ishy, bolehkan teman-temanku berlibur di sini selama beberapa hari? Mereka tidak akan lama tante karena sebentar lagi juga ujian. Boleh ya tante? Mereka sudah jauh-jauh ke mari bahkan sengaja berangkat dini hari agar bisa sampai sini pagi hari. Boleh ya tante?" rayu Devi dengan mengandalkan wajah memelasnya.

__ADS_1


Alby segera memberi kode pada ibunya agar ibunya tidak mengijinkan mereka namun dengan sigap Devi langsung mengalihkan perhatian Ishwari padanya agar tidak terpengaruh oleh Alby.


"Lalu belajarmu bagaimana?" tanya Ishwari.


"Kan ada Gara dan kak Raden. Mereka ini sangat pintar lho tante," jawab Devi.


"Dev kau tidak menyebutkan namaku juga?" tanya Arin.


"Kau bodoh sepertiku Arin jadi diam saja," jawab Devi yang disambut gelak tawa oleh Raden dan Gara sedangkan Ishwari hanya tersenyum simpul.


"Aku tetap tidak mengijinkan," ujar Alby.


"Terserah! Lagi pula ini bukan rumah om Alby, inikan rumah om Abi dan tante Ishy jadi aku tidak perduli dengan larangan om Alby," balas Devi.


"Tapi aku putra mereka," balas Alby.


Ishwari hanya memijit keningnya pening melihat perdebatan mereka berdua. Kenapa Alby dan Devi sama sekali tidak ada bedanya? Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah?


"Om kau tidak memberiku ijin bukan karena cemburu padaku yang membawa kak Raden ke mari kan?" tanya Devi memicingkan matanya.


"Cem...cemburu apanya?! Aku tidak cemburu lagi pula aku sudah punya Laudya untuk apa aku cemburu padamu," elak Alby gelagapan.


"Kalau begitu kenapa tidak memberi ijin?!!"


"Kau lupa aku benci orang lain tinggal di rumahku? Aku hanya tidak suka hal itu," alibi Alby.


Devi terdiam.


"Benar juga, mana mungkin om Alby cemburu padaku," ujar Devi dalam hati begitu ia teringat betapa marahnya Alby dulu saat ia mengajak Arin dan Gara main ke apartemennya.


"Dev kalau dokter Alby tidak mengijinkan, kita kan bisa tinggal di hotel. Kebetulan aku tadi melihatnya di jalan dan lokasinya juga tidak begitu jauh dari sini," ujar Raden memberi ide.


"Wah benar juga. Tapi pelajar sepertiku mana ada uang kak untuk menginap," ucap Gara memelas.


"Tenang saja, aku akan menanggungnya," jawab Raden.


"Tidak perlu, kalian tinggal saja di sini," ujar Ishwari memberi ijin.


"No! Tidak boleh bu! Aku tetap menolak!" ujar Alby tetap pada pendiriannya.


Mana mau ia membiarkan Devi bertemu dengan Raden setiap hari apalagi tinggal satu atap dengannya? Big no! Alby tidak akan membiarkannya.


"Kalau begitu menginap di hotel saja, aku akan mengemas pakaianku dan ikut kalian," ujar Devi yang membuat Alby membulatkan kedua matanya.


Lho kok?


"Kenapa kau malah ikut menginap di hotel?!! Tidak punya rumah?!!" tegur Alby menghentikan Devi yang beranjak dari duduknya berniat untuk mengemas pakaian di kamarnya.


"Tidak punya. Inikan rumahnya om Alby," balas Devi melanjutkan langkahnya.


Sial!! Kenapa malah di hotel?? Bagaimana jika Raden berbuat aneh-aneh pada Devi? Gadis polos seperti Devi kan mudah dibohongi!


"Baiklah aku memberi kalian ijin!" ujar Alby lantang yang membuat Devi menghentikan langkahnya. "Kalian bisa tinggal di sini," lanjut Alby seraya bangkit duduknya dan berjalan keluar rumah.


"Mau ke mana?" tanya Ishwari.


"Menemui Laudya," jawab Alby acuh.


Devi yang mendengar hal itu pun langsung berlari kembali ke ruang tamu dan langsung bersorak kegirangan begitu Alby memberi mereka ijin untuk tinggal di rumahnya.


"Yeay!!!! Akhirnya kita bisa liburan!!!"


"Tante Ishy terima kasih banyak ya," senang Devi seraya memeluk Ishwari.


"Iya, sama-sama," balas Ishwari tersenyum lembut.


Raden tersenyum senang begitu melihat raut bahagia Devi. Sepertinya ia memiliki kesempatan sekali lagi untuk mendapatkan Devi.


"Arin kau tidur denganku di kamarku. Kak Raden dan Gara tidur di kamar tamu ya?"


"Oke," jawab Gara.


"Baiklah lebih baik kalian segera beristirahat, kalian pasti capek kan seharian berkendara," ujar Ishwari yang diangguki oleh Gara dan Arin sedangkan Raden hanya tersenyum simpul.


"Tante betulan tidak apa-apa mereka tinggal di sini?" tanya Devi pelan agar tidak terdengar oleh Raden.


"Tidak apa-apa, tante malah senang sekali. Ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh tante. Teman anak bermain ke rumah, tapi kau tahu sendiri bagaimana Alby. Alby tidak pernah membawa teman-temannya ke mari, kecuali.."


"Kecuali siapa tante?"


"Bukan siapa-siapa. Ya sudah cepat susul teman-temanmu."


"Oke tante," jawab Devi bergegas menyusul teman-temannya meskipun ia sangat penasaran siapa yang dimaksud oleh Ishwari.


Selain aku dan tante Laudya apa om Alby pernah membawa seseorang ke mari?


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak ya;)


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2