DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 79


__ADS_3

Setelah dua tahun lalu melepas kepergian Sila. Kini Risma harus relamelepas kembali dua anaknya. Kali ini dia harus merelakan kepergian Rendi dan Rindi ke kota S. Niat Rindi untuk belajar mengelola cafe milik bundanya bersama dengan Katrina dan Karina sudah bulat. Rindi tidak ingin melihat bundanya yang sudah repot mengurus anak dan suami, masih harus repot mengurus cafe meskipun cuma dari ponsel atau laptop. Rindi ingin bundanya menikmati masa-masanya sekarang. Karena dulu, Bundanya sudah bekerja keras untuknya dan kakaknya. Anggap saja ini bentuk pengabdiannya pada Risma yang sudah rela mengasuhnya seperti anak sendiri. Sedangkan Rendi tidak ingin adiknya itu berjuang sendiri di kota orang. Dia ingin menemani Rindi untuk menjaganya, terutama dari para pria yang mencoba mendekati adiknya yang kini sudah terlihat cantik.


“Pa, sepulang dari mengantar Rindi dan Rendi. Kita mengunjungi Sila ya? Bunda kangen” pinta Risma.


“Iya Bund” jawab Reyhan dengan senyuman.


“Makasih Pa. I love you” ucap Risma dan mengecup pipi suaminya.


“Love you more” jawab Reyhan dengan membalas ciuman, bukan di pipi, namun di bibir meskipun cuma sekilas.


“Beruntung kali ini Bunda nggak hamil kaya pas Silapergi. Jadinya bisa antar mereka” ucap Risma merasa lega. Reyhan tersenyum karena ingat rengekan istrinya yang menyesal karena tidak bisa mengantar Sila kala itu. Dikarenakan kehamilannya yang sedikit bermasalah walaupun tidak separah saat mengandung Cempaka.


“Mau hamil lagi anak Papa Bunda?” goda Reyhan mencoleh dagu istrinya.


“Papa mau bikin negara sendiri?” kesal Risma dan beranjak dari duduknya. Dia meninggalkan suaminya yang sudah terbahak karena berhasil menggodanya.


“Dasar pria. Mau enaknya saja. Kalau belum punya banyak anak sih nggak apa-apa. Lha ini sudah punya delapan anak, masih mau nambah lagi” dumel Risma sepanjang jalan sampai tidak sadar sudah ada di kamar Rendi.


“Bunda kenapa?” tanya Rendi heran sampai-sampai menghentikan kegiatannya yang sedang berkemas.


“Itu Papamu. Masak mau Bunda hamil lagi” jawab Risma masih kesal. Rendi tersenyum.


“Kan Bunda baru mengandung tiga kali. Lima atau enam kalilagi nggak apa-apalah Bund” ucap Rendi sengaja menggoda bundanya.


“Apa kamu bilang? Dasar, anak sama bapak sama saja. Rasakan ini” kesal Risma dan memukul bahu Rendi dengan tangannya berulangkali.


“Rasakan. Coba bilang lagi” omel Risma masih terus memuku Rendi.


“Aduh, sakit Bund. Ampun. Nggak lagi kok Bund. Ampun” rintih Rendi yang merasakan panas di bahunya. Pukulan tangan bundanya benar-benar tidak main-main.


“Huh. Menyebalkan” kesal Risma dan berlalu begitu saja dari kamar Rendi bersamaan dengan masuknya Sean.


“Ada apa Bund?” tanya Sean dan diabaikan saja oleh Risma. Sean  mengangkat bahunya tak mengerti dan mendapati saudaranya sedang mengusap-usap bahunya.


“Kamu kenapa?” tanyanya.


“Dipukuli Bunda” jawab Rendi meringis.


“Panas bener tabokan Bunda. Sumpah, nggak lagi-lagi deh nggoda Bunda soal hamil” adu Rendi membuat Sean terbahak.

__ADS_1


“Lagian kamu ada-ada aja. Saudara udah banyak, masih kepikiran aja mau nambah saudara lagi” ucap Sean dan menggelengkan kepala.


“Niatku kan cuma menggoda Bunda. Siapa sangka Bunda lagi mode senggol bacok” jawab Rendi tak mau kalah.


“Terserah saja. Sini aku bantu berkemas” ucap Sean memilih menyudahi obrolan yang tidak berguna.


“Hem. Kamu udah daftar kuliah?” tanya Rendi.


“Ish. Aku kan masih lulus tahun depan. Memangnya kalian yang cepat lulus” kesal Sean. Rendi tersenyum simpul, pasalnya dirinya lupa kalau memilih jalur akselerasi bersama Rindi.


“Maaf. Aku lupa” ucap Rendi tanpa merasa bersalah.


“Mau keluar kota atau di sini aja rencananya?”


“Kata Papa. Aku diminta di sini aja. Kasihan Papa sampai memohon karena anak-anaknya keluar kota semua” curhat Sean. Memang Reyhan meminta Sean untuk tetap kuliah di kota X dan mulai membantunya di perusahaan.


“Kamu benar. Kasihan juga Bunda mengurus semua sendiri dengan anak yang segudang. Mana yang dua msih kecil lagi”


“Itu tahu. Kenapa tadi meledek Bunda buat hamil lagi?”


“Hehehe. Cuma iseng” jawab Rendi dengan senyum kikuk. Ada rasa bersalah di hatinya karena telah membuat kesal bundanya.


“Padahal sebentar lagi mau pisahan sama Bunda. Malah kamu bikin kesal Bunda” omel Sean membuat Rendi tersadar.


“Hahahaha,  rasain. Makanya jangan suka jahil, bingung sendiri kan” ledek Sean tapi tidak dihiaraukan oleh Rendi. Mungkin juga Rendi sudah tidak mendengarnya.


*****


Reyhan beserta keluarganya sudah tiba di kota S. Pertama yang mereka kunjungi tentu saja keluarga Permana. Baru setelahnya, keluarga Herlambang. Kedua keluarga ini menyambut keinginan Rendi dan Rindi dengan antusias. Bahkan kedua keluarga ini saling berebut menawarkan fasilitas yang bisa mereka gunakan selama belajar di kota S ini. Rendi dan Rindi menyikapinya dengan bijak.


“Nanti kalau memang kami butuh bantuan, kami akan beri tahu” begitulah jawaban keduanya saat menerima tawaran. Sean terbahak melihat wajah dua saudaranya yang bingung dengan antusiasnya kedua keluarga  Bundanya.


Selain itu, Katrina dan Karina lebih senang lagi karena tanggungjawab yang selama ini Risma berikan pada mereka, akan beralih pada Rendi dan Rindi. Keduanya berjanji akan tetap membantu dan mendampingi duo R sampai dirasa mampu untuk mengelolanya sendiri. Mereka juga sanggup untuk menyiapkan orang-orang yang dibutuhkan oleh duo R untuk membantu keduanya mengurus cafe.


Sekarang, keluarga Reyhan sedang berada di rumah lama Risma. Niat Risma untuk mengunjungi keluarga Atmaja ditolak oleh Reyhan.


“Yang harus kita kunjungi, bukan keluarga Atmaja, Bund” tolak Reyhan.


“Bukankah dalam diri kembar mengalir darah Atmaja?” bantah Risma.

__ADS_1


“Bukan. Dalam diri kembar mengalir darah Riko, bukan Atmaja. Riko sudah diusir dari rumah besar juga perusahaan sepulang dari lapas” jawab Reyhan memberi penjelasan.


“Apa? Diusir? Lalu dimana Tuan Riko sekarang? Apa anak-anak sudah tahu soal ini?” pekik Risma terkejut.


“Anak-anak belum tahu. Nanti akan Papa jelaskan. Sekarang anak buah Papa sedang mencari keberadaan Riko. Kita tunggu kabarnya saja. Yang harus kita kunjungi adalah Riko, bukan keluarga Atmaja” tegas Reyhan dan kali ini Risma menurut.


“Maafkan Bunda ya Pa sudah ngotot banget. Kalau saja Bunda tahu alasannya dari sebelumnya, Bunda pasti nggak akan ngotot” Reyhan tersenyum dan mengecup kening istrinya.


“Papa memang belum cerita. Niatnya sih kalau sudah lengkap infonya. Tapi keburu datang keinginan Bunda” jawab Reyhan dengan senyum yang tulus.


“Iya, Bunda ngerti kok” balas Risma dan menyandarkan tubuhnya di dada Reyhan.


“Makan di cafenya kita tunda dulu ya Pa. Dua tuyul kita masih tidur” tanya Risma sambil memainkan jari-jemari suaminya.


“Hem” jawab Reyhan yang sudah menyandarkan kepala di sandaran sofa dan memejamkan matanya menikmati sentuhan istrinya di jari-jarinya.


“Mau Bunda yang masak atau kirim aja dari cafe?” tanya Risma lagi.


“Pesan aja Bund. Nanti Bunda capek” jawab Reyhan dan Risma langsung mengambil ponsel di meja. Dia langsung menghubungi karyawannya yang masih setia sedari dia membuka cafe.


Rendi dan Rindi bersama Sean dan Seno barusaja pulang dari jalan-jalan keliling lingkungan rumah Risma. Rendi dan Rindi banyak memperkenalkan teman-temannya yang ternyata masih mengingat keduanya pada saudara barunya. Sean dan Seno sangat menyukai lingkungan ini, namun sayangnya, keduanya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan meninggalkan bunda dan papanya.


“Kalau kalian senang, kalian bisa ke sini saat liburan. Pasti Papa dan Bunda nggak akan keberatan” hibur Rindi dan keduanya mengangguk.


“Sedihnya harus berpisah dengan kalian. Terutama kamu Ren. Teman sekamarku hilang” Sean memeluk Rendi erat.


“Aku juga sedih. Tapi aku juga harus menjaga gadisku. Dia sudah cantik, pasti banya yang goda nanti” balas Rendi dengan candaan agar tidak terlalu melow.


“Hem. Jaga dia untuk kami. Kami percaya padamu”


“Hem”


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2