
Reyhan beserta anak-anak dan kedua orang tuanya telah tiba di Villa milik keluarga Herlambang sejak sore tadi. Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang santai setelah makan malam. Hal itu sengaja mereka lakukan agar tubuh dapat menyera terlebih dahulu nutrisi yang baru saja mereka masukkan ke dalam tubuh. Setelah itu baru mereka mengistirahatkan tubuhnya.
Anak-anak sedang bermain dan sebagian menonton televisi. Seperti biasa, Seno yang hobi dengan lego sedang berkutat dengan legonya. Ditemani oleh Reno yang suka lego, namun dia tak sejago Seno. Karena Reno hanya hobi saja. Tidak sampai pada tahap minat atau bakat. Sean dan Rendi asyik bermain PS. Sedangkan Sila dan Rindi membaca buku, entah buku apa yang mereka baca. Mereka semua duduk seenaknya dengan posisi yang ternyaman versi masing-masing. Ada yang tiduran di karpet berbulu, ada yang bersandar pada sofa dan lain sebagainya. Begitu pula dengan para orang tua. Sebagian mereka malah duduk di bawah dengan kaki ke depan alias selonjoran. Memang posisi seperti ini adalah posisi paling wuenak bahkan menurut bunda sekalipun.
“Maaf Mas Ali. Sebelumnya saya berterimakasih karena sudah mau menampung Risma, maksud saya Riska dan anak-anaknya di masion Mas” ucap Heru mengawali pembicaraan yang sudah disepakati bersama Indra dan para istri.
“Sama-sama Mas Heru. Saya malah senang karena kehadiran Riska dan anak-anak memberi banyak pelajaran bagi kami. Bahkan kami bisa sadar bahwa apa yang selama ini kami lakukan itu salah” jawab Ali apa adanya.
Baik Ali, Nilam ataupun Reyhan sangat merasakan manfaat kehadiran Riska. Dulu mereka hanya menemani cucu saat senggang saja. Itupun bisa dibilang jarang. Kalaupun menemani, mereka tak lain mengajaknya belanja dan bermain. Hanya berfoya-foya menghabiskan uang yang akhirnya mereka sadari, kalau semua itu tidak berguna
sama sekali.
“Iya Mas, Mbak. Kami sampai malu pada Riska lho sekaligus iri juga sih” tambah Nilam membuat semuanya terkekeh.
“Maaf mbak. Kalau boleh tahu, kenapa bisa malu juga iri ya?” tanya Gita penasaran. Bagaimana orang bisa malu dan iri dalam waktu bersamaan.
“Bagaimana tidak malu kalau anak-anak sekolah sebelumnya tidak pernah ijin. Sedangkan setelah ada Riska, dialaha yang mengajarkan tata krama itu” jawab Ali membuat keempat orang itu melongo.
Itukan tata krama yang sepele? ~ Indra, Heru, Gita, Resti.
Sedangkan Riska hanya tersenyum. Reyhan memalingkan mukanya menyembunyikan rasa malunya. Dia sangat ingat bagaimana pagi itu Riska menegurnya agar pamit dengan anak-anak. Sedangkan William mengangguk biasa saja karena dulu sudah terbiasa menginap di rumah Reyhan. William juga merasakan perbedaan dulu dengan sekarang. Keluarga Reyhan memang lebih hangat dari pada sebelumnya.
“Siapa yang tida iri coba kalau pertama kali tangan yang trio S cium adalah tangan Riska. Mereka mengikuti apa yang trio R lakukan” Nilam cemberut karena mengingat momen itu. Tapi dia juga sadar bahwa selama ini tidak mengajarkan tata krama yang baik pada cucu-cucunya.
“Oh, saya tahu. Trio S mengikuti trio R berpamitan pada Riska, tapi tidak menyadari kalau yang harusnya didahulukan adalah orang tuanya” Resti memberikan kesimpulan.
“Benar Mbak. Trio S masih sangat awam dengan hal yang seperti itu. Berkat Riska juga, baik kami ataupun Reyhan, kini menjadi lebih dekat satu sama lain dengan anak-anak” tambah Ali dengan pancaran mata yang bahagia.
“Itulah mengapa saya sangat mendukung Riska bertindak tegas pada anak-anak. Sebenarnya hati kecil saya juga tak rela saat Riska menghukum cucu-cucu saya. Tapi saya sadar dan juga teringat bagaimana dulu kami mendisiplinkan Erik” Resti memberi tanggapan. Gita juga mengangguk tanda setuju.
“Benar yang dikatakan istri saya. Memang tata krama atau sopan santun harus digalakkan sedari kecil agar anak-anak tidak kebablasan. Disamping itu juga, tata krama juga dapat membuat anak-anak mawas diri sedari kecil sehingga meminimalisir terjerumusnya mereka pada kenakalan remaja” tambah Heru mendukung ungkapan istrinya.
“Saya setuju mas. Jaman sekarang banyak wanita yang statusnya tidak perawan tapi juga tidak janda. Begitu juga dengan laki-laki. Tidak perjaka tapi juga tidak duda. Kalau sudah begitu bagaimana hayo?” tambah Gita mengungkap fakta yang miris dengan pergaulan anak jaman sekarang. Semuanya mengangguk membenarkan apa yang dikataan Gita. Sedangkan William malah membuat fokus yang lain bubar dengan pertanyaan konyolnya.
“Eh, Ris. Gimana lagu yang mengatakan ora joko ora dudo itu? Itu lho lagu jawa yang mboh, kalau kata teman-temanku”
Riska menatap langit-langit berpikir lagu apa yang dimaksud William. Reyhan melihat Riska menengadah membuatnya berfantasi liar karena leher jenjangnya terlihat lebih seksi. Sedanggkan para orang tua juga ikut berpikir. Yang tidak mengerti hanya diam menunggu jawaban Riska.
“Oh itu” ucap Riska setelah mengingat lagunya.
“Apa? Ayo, biar aku cari. Kita bisa senang-senang nyanyi bareng” desak William.
“Aku sih ingat beberapa syairnya, tapi lupa judulnya” jawab Riska acuh.
“Aish. Ayo dong”desak William lagi.
“Hem sebentar. Coba Kak Wil cari Denpansar Arjosari”
William langsung mengetik dan menemukannya.
“Nah, ini dia. Ayo kita nyanyi” ajak William semangat.
DENPASAR-ARJOSARI
Tanggal 30 Oktober dek wingi
SMSmu isih ono Hp iki
Tak simpen ono njero Folder Pribadi
Terus tak woco saben awan saben bengi
Soko terminal Arjosari (Arjosari)
Kowe pamit budhal nang Mbali (nang Mbali)
Emboh Denpasar embuh ngendi (Pasar Sapi)
Emboh Kecantol cowok Australi
Barang saiki kok ngajak bubar
Opo kowe kepincut cowok Denpasar
Keputusanmu Bulat tekatmu
Mung pandunganku padhango dalanmu
Sing penting aku west tau ngrasakke
Yen ngajak pisah aku mung manut wae
Joko dudo Denpasar akeh tunggale
Pilih ketut, opo Wayan opo Made
Ora prawan ora Rondho
Aku ngerti kowe sopo
Ora joko ora dudo
Karo aku jane podho
Aku wes mbok wanti-wanti
Ojo nganti aku lali
Tapi engkau lupa diri
Cintaku kau bawa pergi
Timbang Mikir kowe penak turu wae
Sopo ngerti aku ngipi pethuk kowe
Njrone ngimpi terus kowe tak jak ngene??
__ADS_1
Yen ra gelem penak diplekotho wae….
William dengan semangat menyanyikan lagu yang sebagian syairnya dia tidak tahu maknanya.
“Itu kuno Om” teriak Reno menghentikan William yang hendak mengulang part. Wiliam menjeda videonya dan menatap Reno yang sudah membawa pasukan, yaitu Sean, Rendi dan Seno.
“Lalu mau lagu apa?” tanya William mengerutkan dahinya.
“Mendung tanpo udan” jawab Reno tenang.
Part ini, kita konser yah? Kalo bosan, skip aja. Bunda mau refreshing sejenak dengan konser di part ini.
MENDUNG TANPO UDAN
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kui sing diarani perjalanan
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Aku karo koe wes pisahan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
Mlaku bebarengan
Bendino sayang-sayangan
Sedih lan kebahagiaan
Dilewati tahun-tahunan
Padu meneng-menengan
Bar kui kangen-kangenan
Kadang bedo pilihan
Nganti pedot balikan
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kui sing diarani perjalanan
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Aku karo koe wes pisahan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kui sing diarani perjalanan
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Aku karo koe wes pisahan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Aku karo koe wes pisahan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan.
Reno bernyanyi dengan fasih dan suaranya lebih bagus juga lebih merdu dari William. Semuanya bertepuk tangan
dengan senang. Rendi dan Sean saling berbisik dan mengangguk. Keduanya tersenyum smirk menyembunyikan idenya. Sean menghampiri Reyhan sedangkan Rendi menghampiri Riska.
“Kenapa?” tanya Riska dan Reyhan bersamaan. Keduanya saling tatap karena mengeluarkan kalimat yang sama.
“Cie cie. Kompak ni ye?” William memulai aksinya. Riska dan Reyhan mendengus ke arah William. Sedangkan para orang tua tertawa melihat keduanya kesal sekaligus salah tingkah.
“Bunda nyanyi” “Papa nyanyi” Rendi dan Sean juga mengatakan maksudnya bersamaan.
__ADS_1
“Ha?” lagi dan lagi, respon keduanya sama.
“Cie, udah, jodoh. Maju. Kalian duet” William menarik Riska dibantu dorongan dari Rendi dan Sean menarik Reyhan untuk berdiri dengan Riska.
“Mau nyanyi lagu apa?” tanya Heru yang sedari tadi menyaksikan keseruan mereka.
Riska dan Reyhan saling pandang bingung.
“Ck. Lama. Diskusi cepat” William benar-benar tidak sabar.
“Ck. Sabar” Riska balas decakan William.
“Diskusinya yang keras” heboh Nilam dan didukung Sila.
“Haduh” Reyhan menghela napas karena tahu ibunya itu akan berulah.
“Yang benar-benar duet lagu apa? Yang viral gitu?” tanya Riska langsung.
“Aku lagu baru tahunya ya itu, Bidadari Cinta. Nggak tahu kenapa aku suka banget. Berharap suatu saat nanti ada bidadari yang mampu membuat aku jatuh cinta untuk kedua kalinya” jawab Reyhan dengan menatap dalam mata Riska. Riska memalingkan wajahnya karena salah tingkah ditatap Reyhan sedemikian dalamnya.
“Ehem. Sekarang sudah ada belum?” tanya Nilam dengan nada menggoda.
“Sudah. Tapi nggak tahu bidadarinya mau apa nggak” jawab Reyhan tak mengalihkan pandangannya dari Riska.
“Ehem. Kita nyanyi itu aja. Versi koplo kan?” tanya Riska mengalihkan kekikukannya.
“Baiklah”
Reyhan terus menatap Riska seolah lagi ini benar-benar berasal dari hatinya. Sedangkan Risak memilih menggoyangkan badannya ke kanan dan kiri dengan lembut seiring musik yang terdengar.
BIDADARI CINTA
(Reyhan)Bersyukur kepada Allah
Ku telah di pertemukan
Kekasih baik hati sepertimu
(Riska) Apapun adanya engkau
Ku rela dan menerima
Segenap jiwa ragaku untukmu
(Reyhan)Sampai ajal menjemputku
Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
(Riska)Hingga disyurga Nya Allah
Ku ingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
(Riska) Apapun adanya engkau
Ku rela dan menerima
(Riska dan Reyhan)Segenap jiwa raga ku untukmu
(Reyhan) Sampai ajal menjemputku
Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
(Riska) Hingga di syurga Nya Allah
Ku ingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
(Reyhan) Sampai ajal menjemputku
Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
(Riska) Hingga di syurga Nya Allah
Ku ingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
(Reyhan) Dan menjadi bidadari cintaku
(Riska) Dan menjadi bidadari cintamu
Lagu berakhir dan keduanya saling bertatapan. Siapa yang menyangka Reyhan pandai bernyanyi dan suaranya juga merdu. Tiba-tiba Reyhan berlutut dan menggenggam tangan Riska.
Hayo, Reyhan mau ngapain tuh? Bunda ngintip ah. Siapa tahu ada adegan romantisnya. Ngarep banget kan? Tapi maaf, saat ini biar bunda sendiri yang ngintip. Nanti kalau bunda sudah tahu apa yang dilakukan Reyhan, Bunda kasih tahu Readers semua. Hehehehe.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****