DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
JANDA ANTIG 7


__ADS_3

Acara pembukaan Cafe Duo RR milik Risma sudah mulai. Keluarga Permana dan Herlambang sudah datang dengan personel lengkap. Hanya dua keluarga itu undangannya, yang lain adalah pengunjung suka rela. Apalagi sasaran Risma  adalah kelas menengah ke bawah. Saat Risma dan Wiliam membagikan selebaran pembukaan cafe, mereka disambut antusias. Jadi tidak heran kalau pembukaan kali ini, cafe Risma ramai oleh pengunjung.


Untuk promo, pesanan pertama gratis dengan toleransi satu makan satu minum/orang. Apalagi orang-orang kita sangat suka yang berbau gratisan. Pasti diserbu lah itu yang namanya promo gratis.


“Selamat malam semua” sapa Risma dari atas panggung mini.


“Malam”


“Terima kasih atas kehadiaran dari kalian semua. Perkenalkan saya Risma, pemilik cafe ini. Untuk hari ini seperti yang tertulis di brosur yang telah kami bagikan. Silahkan pesan satu makanan dan satu minuman gratis untuk pesanan pertama. Dan yang kedua, saya ingin memperkenalkan keluarga yang mendukung setiap langkah saya. Anak-anak, naik sini sayang sama bunda” Risma melambai pada ketiga anaknya. Atensi pengunjung beralih ke tiga anak yang berjalan ke  panggung.


“Mereka adalah putra putriku. Yang kembar namanya Randi dan Riana, dan yang bungsu Rama. Yang di sana, beliau berdua adalah mertua saya, Tuan Heru dan Nyonya Resti. Di meja sampingnya, adalah keluarga sahabat sekaligus kakak saya, Kak Wiliam. Dua saudarinya adalah Kak Karina dan Kak Katrina. Orang tua mereka bertiga yaitu Tuan Indra dan Nyonya Gita. Mereka semualah yang telah mendukung saya. Terimakasih dan silahkan menikmati opening Cafe Duo RR” Risma mengakhiri dengan meneriakkan nama cafenya.


Kalau ada yang tanya kenapa nggak pakai salam openingnya, karena sasaran Risma adalah semua kalangan tanpamemandang agama. Risma juga nggak tahu apakah semua pengunjung beragama islam. Jadi untuk menghormati mereka yang beragama non islam, Risma memutuskan untuk menyapa secara formal.


“Duo Mama, duo papa. Mau makan apa? Biar Risma handel”


“Tidak usah sayang. Mama dan papa sudah pesan tadi. Gimana kamu bisa rekrut karyawan dalam waktu singkat?” Resti heran dengan kecakapan menantuna.


“Oh itu, kak Karin dan kak katrin yang menjamin karyawan Risma bahwa mereka adalah terbaik. Untuk tempat adalah rekomendasi dari Kak Willi”


“Wah, termakasih Tuan Indra, nyonya Gita dan keluarga. Kalian sudah mau peduli dengan menantu saya” Resti terharu mendengar kebaikan keluarga Herlambang.


“Bukan masalah nyonya, Risma sudah seperti anak kami. Maunya sih jadi menantu, tapi hati merekahanya sekedar adik kakak. Willi juga sangat dekat dengan mendiang Erik, putra anda” Gita merendah karena tidak ingin menyinggung besannya. Ya, bagi Gita, keluarga Herlambang adalah besanya karena Risma sudah seperti anak


sendiri.


“Terimakasih. Tolong jangan panggil nyonya, panggil nama saja biar enak” Resti mencoba mengakrabkan diri. Meskipun sama-sama sudah kenal, tapi mereka belum cukup dekat.


“Bagaimana kalau manggilnya mbak aja. Nggak enak kalau langsung nama. Rasanya gimana gitu” Gita dan Resti larut dalam bincang-bincang  hangat. Begitu juga dengan Heru dan Indra.


“Bunda, mau nyanyi. Boleh?” tanya Randi yang memang suka bernyanyi.


“Boleh sayang. Riana mau nyanyi bareng abang?”


“Yama duda itut bunda. Boyeh?”


“Iya sayang. Rama, Randi dan Riana, mau nyanyi bareng?”


“Iya bunda” akhirnya mereka mengeluarkan suara serempak setelah Riana mengatupkan bibirnya saat hendak menjawab, namun kalah cepat dengan suara Rama.


Randi, Riana dan Rama sudah ada di panggung dan memegang mix masing-masing. Tentu saja pengunjung penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.


“Tes tes tes” Randi mengeluarkan suaranya.


“Tes tes ting”sambar Riana.


“Tesh tesh tesh” Rama tak mau kalah.


“Perhatian semuanya. Kamu triple R, akan menyumbangkan lagu untuk para pengunjung. Tapi sebelumnya, abang punya pertanyaan” Randi mencoba menarik perhatian pengunjung.


“Bunda” panggil Randi dan Risma memandang anak-anaknya dengan senyum.


“Yang bisa menjawab peretanyaan abang, dapat apa ya bunda enakna?” Risma memikirkan pertanyaan anaknya. Memikirkan hadiah apa yang menarik bagi pengunjung.


“Apa ya? Bagaimana kalau dapat seporsi lengkap gratis selama satu minggu?” akhirnya Risma menemukan hal yang menarik pengunjung.


“Boleh bunda. Gimana pengunjung?” tanya Randi mencoba beriteraksi dengan orang-orang.


“Boleh-boleh” teriak para pengunjung.


“Baiklah. pertanyaan pertama, rokok, rokok apa yang serupa dengan laut?” Randi mengedarkan pandangannya ke penjuru cafe. Bahkan keluarganya juga ikut berpikir. Wiliam pun juga berpikir dengan keras. Pengusaha itu ikut pusing dengan pertanyaan dari anak yang baru kelas satu sekolah dasar.


“Bagaimana?” Randi kembali membuka suara setelah hening beberapa menit.


Karena masih hening, Randi kembali membuka suaranya.


“Sambil menunggu kakak-kakak dan bapak ibu menemukan jawabannya, kami triple R akan memulai aksi kami. Lagu ini untuk bunda tercinta”


Musik mulai dinyalakan. Risma memandang anak-anaknya dengan bangga. Sebagian pengunjung bertepuk tangan sesuai irama.


Randi :


Bunda.


Engkaulah muara kasih dan sayang

__ADS_1


Apapun pasti kau lakukan


Demi anakmu yang tersayang


Riana :


Bunda


Tak pernah kau berharap budi balasan


Atas apa yang kau lakukan


Untuk diriku yang kau sayang


Rama :


Caat diyitu detat dayam centuhan


Peyuk tacihmu dan cayang


Caat tudauh dayi dangtauan


Doamu tau celtatan


Randi :


Maafkan diriku bunda


Kadang tak sengaja kumembuat


Relung hatimu terluka


Riana :


Kuingin kau tau bunda


Betapa kumencintaimu


Lebih dari segalanya


Bersama :


Kumohon restu dalam langkahku


Rama :


Bunda


Tak pelnah tau belhayap budi bayacan


Atash apa yang tau latutan


Untuk diyiku yang tau cayang


 Randi :


Saat diriku dekat dalam sentuhan


Peluk kasihmu dan sayang


Saat ku jauh dari jangkauan


Doa mu kau sertakan


Riana :


Maafkan diriku bunda


Kadang tak sengaja ku membuat


Relung hatimu terluka


Rama :


Tuingin tau tau bunda

__ADS_1


Betapa tu mencintaimu yebih dayi cegayanya


Bersama :


Kumohon restu dalam langkahku


Bunda


Engkaulah muara kasih dan sayang


Apapun pasti kau lakukan


Untuk diriku yang kau sayang


 Meskipun Rama meyanyinya masih cadel, tapi not-not yang dibawakannya tidak salah. Semua orang terbawa suasana yang diciptakan trio R itu. Risma sudah menangis bahagia saat anak-anaknya menyanyikan lagu yang bagi Risma adalah lagu keramat. Tidak akan bisa menahan tangis jika anak-anak menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Erie Susan. Penyanyi solo terkenal di Indonesia. Bukan hanya Risma yang menangis, sebagian pengunjung termasuk dua ibupengusaha itu juga menangis. Terlebih triple R bernyanyi dengan penuh penghayatan dan pandangan penuh cinta pada sang bunda. Terharu, itulah yang mereka rasakan.


“Bunda pahlawan kami” Randi mengakhiri menyanyina dengan sebuah ungkapan.


“Bunda pelita kami” Riana tak mau kalah menunjukkan sayangnya pada sang bunda.


“Bunda culga tami” Rama mengakhiri dengan kalimat cadelnya, namun ketiga kalimat sederhana trio R mampu membuat semuanya terharu.


“Dan kalian adalah anugrah terindah bagi bunda” Risma berlari ke panggung dan memeluk ketiga anaknya masih dalam keadaan menangis. Suasana haru semakin terasa saat melihat Risma memeluk ketiga anaknya tanpa malu. Banyak yang mengusap air matanya melihat kasih sayang antara anak dan ibu tersebut.


Setelah Risma mampu menguasai dirinya, Risma mengambil mikrofon dari tangan Riana.


“Ini lagu dari bunda untuk tiga permata bunda”


Risma mulai bernyanyi.


Indahnyabulan tak seindah wajahmu


Hitamnya arang tak sehitam rambutmu


Engkaulah sayang mutiara hidupku


Engkaulah sayang permatanya hatiku


Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu


Kau tempat berhibur dalam kesedihan


Kau tempat berteduh dalam keletihan


Kau tempat berhibur dalam kesedihan


Kau tempat berteduh dalam keletihan


Begitu berartinya dirimu bagiku


Manisnya madu tak semanis senyummu


Halusnya sutra tak sehalus kulitmu


Engkaulah sayang mutiara hidupku


Engkaulah sayang permatanya hatiku


Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu


Part ini  adalah ungkapan cinta dan kasih sayang antara anak dan ibu. Bagaimana dengan hubungan kita dengan keluarga kita? Kalau kakak-kakak readers bagaimana? Oh ya, pertanyaan Randi belum dijawab lho. Kakak-kakak readers ada yang tahu nggak apa jawabannya?


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI


BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


__ADS_2