
Acara pembukaan Cafe Duo RR milik Risma sudah mulai. Keluarga Permana dan Herlambang sudah datang dengan personel lengkap. Hanya dua keluarga itu undangannya, yang lain adalah pengunjung suka rela. Apalagi sasaran Risma adalah kelas menengah ke bawah. Saat Risma dan Wiliam membagikan selebaran pembukaan cafe, mereka disambut antusias. Jadi tidak heran kalau pembukaan kali ini, cafe Risma ramai oleh pengunjung.
Untuk promo, pesanan pertama gratis dengan toleransi satu makan satu minum/orang. Apalagi orang-orang kita sangat suka yang berbau gratisan. Pasti diserbu lah itu yang namanya promo gratis.
“Selamat malam semua” sapa Risma dari atas panggung mini.
“Malam”
“Terima kasih atas kehadiaran dari kalian semua. Perkenalkan saya Risma, pemilik cafe ini. Untuk hari ini seperti yang tertulis di brosur yang telah kami bagikan. Silahkan pesan satu makanan dan satu minuman gratis untuk pesanan pertama. Dan yang kedua, saya ingin memperkenalkan keluarga yang mendukung setiap langkah saya. Anak-anak, naik sini sayang sama bunda” Risma melambai pada ketiga anaknya. Atensi pengunjung beralih ke tiga anak yang berjalan ke panggung.
“Mereka adalah putra putriku. Yang kembar namanya Randi dan Riana, dan yang bungsu Rama. Yang di sana, beliau berdua adalah mertua saya, Tuan Heru dan Nyonya Resti. Di meja sampingnya, adalah keluarga sahabat sekaligus kakak saya, Kak Wiliam. Dua saudarinya adalah Kak Karina dan Kak Katrina. Orang tua mereka bertiga yaitu Tuan Indra dan Nyonya Gita. Mereka semualah yang telah mendukung saya. Terimakasih dan silahkan menikmati opening Cafe Duo RR” Risma mengakhiri dengan meneriakkan nama cafenya.
Kalau ada yang tanya kenapa nggak pakai salam openingnya, karena sasaran Risma adalah semua kalangan tanpamemandang agama. Risma juga nggak tahu apakah semua pengunjung beragama islam. Jadi untuk menghormati mereka yang beragama non islam, Risma memutuskan untuk menyapa secara formal.
“Duo Mama, duo papa. Mau makan apa? Biar Risma handel”
“Tidak usah sayang. Mama dan papa sudah pesan tadi. Gimana kamu bisa rekrut karyawan dalam waktu singkat?” Resti heran dengan kecakapan menantuna.
“Oh itu, kak Karin dan kak katrin yang menjamin karyawan Risma bahwa mereka adalah terbaik. Untuk tempat adalah rekomendasi dari Kak Willi”
“Wah, termakasih Tuan Indra, nyonya Gita dan keluarga. Kalian sudah mau peduli dengan menantu saya” Resti terharu mendengar kebaikan keluarga Herlambang.
“Bukan masalah nyonya, Risma sudah seperti anak kami. Maunya sih jadi menantu, tapi hati merekahanya sekedar adik kakak. Willi juga sangat dekat dengan mendiang Erik, putra anda” Gita merendah karena tidak ingin menyinggung besannya. Ya, bagi Gita, keluarga Herlambang adalah besanya karena Risma sudah seperti anak
sendiri.
“Terimakasih. Tolong jangan panggil nyonya, panggil nama saja biar enak” Resti mencoba mengakrabkan diri. Meskipun sama-sama sudah kenal, tapi mereka belum cukup dekat.
“Bagaimana kalau manggilnya mbak aja. Nggak enak kalau langsung nama. Rasanya gimana gitu” Gita dan Resti larut dalam bincang-bincang hangat. Begitu juga dengan Heru dan Indra.
“Bunda, mau nyanyi. Boleh?” tanya Randi yang memang suka bernyanyi.
“Boleh sayang. Riana mau nyanyi bareng abang?”
“Yama duda itut bunda. Boyeh?”
“Iya sayang. Rama, Randi dan Riana, mau nyanyi bareng?”
“Iya bunda” akhirnya mereka mengeluarkan suara serempak setelah Riana mengatupkan bibirnya saat hendak menjawab, namun kalah cepat dengan suara Rama.
Randi, Riana dan Rama sudah ada di panggung dan memegang mix masing-masing. Tentu saja pengunjung penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.
“Tes tes tes” Randi mengeluarkan suaranya.
“Tes tes ting”sambar Riana.
“Tesh tesh tesh” Rama tak mau kalah.
“Perhatian semuanya. Kamu triple R, akan menyumbangkan lagu untuk para pengunjung. Tapi sebelumnya, abang punya pertanyaan” Randi mencoba menarik perhatian pengunjung.
“Bunda” panggil Randi dan Risma memandang anak-anaknya dengan senyum.
“Yang bisa menjawab peretanyaan abang, dapat apa ya bunda enakna?” Risma memikirkan pertanyaan anaknya. Memikirkan hadiah apa yang menarik bagi pengunjung.
“Apa ya? Bagaimana kalau dapat seporsi lengkap gratis selama satu minggu?” akhirnya Risma menemukan hal yang menarik pengunjung.
“Boleh bunda. Gimana pengunjung?” tanya Randi mencoba beriteraksi dengan orang-orang.
“Boleh-boleh” teriak para pengunjung.
“Baiklah. pertanyaan pertama, rokok, rokok apa yang serupa dengan laut?” Randi mengedarkan pandangannya ke penjuru cafe. Bahkan keluarganya juga ikut berpikir. Wiliam pun juga berpikir dengan keras. Pengusaha itu ikut pusing dengan pertanyaan dari anak yang baru kelas satu sekolah dasar.
“Bagaimana?” Randi kembali membuka suara setelah hening beberapa menit.
Karena masih hening, Randi kembali membuka suaranya.
“Sambil menunggu kakak-kakak dan bapak ibu menemukan jawabannya, kami triple R akan memulai aksi kami. Lagu ini untuk bunda tercinta”
Musik mulai dinyalakan. Risma memandang anak-anaknya dengan bangga. Sebagian pengunjung bertepuk tangan sesuai irama.
Randi :
Bunda.
Engkaulah muara kasih dan sayang
__ADS_1
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang
Riana :
Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
Rama :
Caat diyitu detat dayam centuhan
Peyuk tacihmu dan cayang
Caat tudauh dayi dangtauan
Doamu tau celtatan
Randi :
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja kumembuat
Relung hatimu terluka
Riana :
Kuingin kau tau bunda
Betapa kumencintaimu
Lebih dari segalanya
Bersama :
Kumohon restu dalam langkahku
Rama :
Bunda
Tak pelnah tau belhayap budi bayacan
Atash apa yang tau latutan
Untuk diyiku yang tau cayang
Randi :
Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan
Riana :
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
Relung hatimu terluka
Rama :
Tuingin tau tau bunda
__ADS_1
Betapa tu mencintaimu yebih dayi cegayanya
Bersama :
Kumohon restu dalam langkahku
Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
Meskipun Rama meyanyinya masih cadel, tapi not-not yang dibawakannya tidak salah. Semua orang terbawa suasana yang diciptakan trio R itu. Risma sudah menangis bahagia saat anak-anaknya menyanyikan lagu yang bagi Risma adalah lagu keramat. Tidak akan bisa menahan tangis jika anak-anak menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Erie Susan. Penyanyi solo terkenal di Indonesia. Bukan hanya Risma yang menangis, sebagian pengunjung termasuk dua ibupengusaha itu juga menangis. Terlebih triple R bernyanyi dengan penuh penghayatan dan pandangan penuh cinta pada sang bunda. Terharu, itulah yang mereka rasakan.
“Bunda pahlawan kami” Randi mengakhiri menyanyina dengan sebuah ungkapan.
“Bunda pelita kami” Riana tak mau kalah menunjukkan sayangnya pada sang bunda.
“Bunda culga tami” Rama mengakhiri dengan kalimat cadelnya, namun ketiga kalimat sederhana trio R mampu membuat semuanya terharu.
“Dan kalian adalah anugrah terindah bagi bunda” Risma berlari ke panggung dan memeluk ketiga anaknya masih dalam keadaan menangis. Suasana haru semakin terasa saat melihat Risma memeluk ketiga anaknya tanpa malu. Banyak yang mengusap air matanya melihat kasih sayang antara anak dan ibu tersebut.
Setelah Risma mampu menguasai dirinya, Risma mengambil mikrofon dari tangan Riana.
“Ini lagu dari bunda untuk tiga permata bunda”
Risma mulai bernyanyi.
Indahnyabulan tak seindah wajahmu
Hitamnya arang tak sehitam rambutmu
Engkaulah sayang mutiara hidupku
Engkaulah sayang permatanya hatiku
Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu
Kau tempat berhibur dalam kesedihan
Kau tempat berteduh dalam keletihan
Kau tempat berhibur dalam kesedihan
Kau tempat berteduh dalam keletihan
Begitu berartinya dirimu bagiku
Manisnya madu tak semanis senyummu
Halusnya sutra tak sehalus kulitmu
Engkaulah sayang mutiara hidupku
Engkaulah sayang permatanya hatiku
Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu
Part ini adalah ungkapan cinta dan kasih sayang antara anak dan ibu. Bagaimana dengan hubungan kita dengan keluarga kita? Kalau kakak-kakak readers bagaimana? Oh ya, pertanyaan Randi belum dijawab lho. Kakak-kakak readers ada yang tahu nggak apa jawabannya?
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI
BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1