DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
JOURNEY OF LOVE 6


__ADS_3

Sila masih kesal soal kartu milik Farhan. Farhan tertawa dan justru meras gemas dengan tingkah Sila. Majikannya satu ini tidak pernah menjaga sikap di depannya. Tidak seperti majikan-majikan sebelumnya. Mereka sangat  menjaga sikap dan berusaha bersikap semanis mungkin di depannya juga teman-temannya. Tapi berbeda dengan Sila. Sedari awal, Farhan melihat apa yang Sila lakukan adalah tulus dan apa adanya. Tidak dibuat-buat agar terlihat manis dihadapana lawan bicaranya.


Farhan hampir berlari saat ada laki-laki yang menghampiri Sila menampol kepalanya.


“Aduh. Sakit woi” pekik Sila dan langsung membalas pukulan Leo. Farhan menghentikan langkahnya dan menikmati dua insan yang saling pukul kepala.


“Apaan sih Yo. Berhenti nggak?” teriak Sila sambil terus memukuli Leo.


“Jangan harap aku akan berhenti. Kamu aja masih terus mukulin aku” jawab Leo sambil menyatukan kedua giginya.


“Stop” teriak keduanya kompak hingga keduanya benar-benar berhenti saling pukul. Mereka sama-sama terkejut dan merasa malu karena menjadi pusat perhatian. Tak lama kemudian, keduanya tertawa terbahak-bahak menertawakan diri mereka sendiri.


“Kenapa sih tiba-tiba datang terus nampol kepalaku yang terhormat ini” kesal Sila meskipun masih terdengar sisa tawa dari mulutnya.


“Habisnya aku gemas sama kamu. Kamu itu lucu tahu” jawab Leo seraya mencubit pipi Sila.


“Leo” teriak Sila sekali lagi. Farhan sampai menutup telinganya karena suara melengking Sila.


“Non, suaranya tolong dikondisikan. Malu jadi perhatian orang” tegur Farhan. Sila melihat sekeliling membuatnya menutup muka dan berbalik. Tanpa sengaja dia menabrak dada bidang Farhan yangsedari tadi mengikutinya tanpa Sila sadari. Leo terkejut ada orang lain selain dirinya dan Sila. Leo yang merasa cemburu memisahkan keduanya.


“Sila” panggil Leo dengan geram.


“Apa sih Yo” kesal Sila dan membuka matanya. Matanya langsung membesar saat melihat dada bidang seseorang. Dia mendongakkan wajahnya dan justru rasa kesal yang didapatkannya berlipat karena melihat wajah mengejek dari Farhan.


“Malu kan?” ejek Farhan sambil tertawa.


“Kak Farhan nyebelin. Sila ngambek sama Kakak” kesal Sila membuat Leo bingung.


“Siapa dia Sil?” tanya Leo penasaran.


“Entahlah. Orang nyasar” jawab Sila asal dan dia langsung melenggang pergi. Farhan tertawa dan Leo mengangkat bahunya tidak mengerti.


“Saya Farhan” Farhan memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya dengan hangat.


“Leo. Sahabat Sila dari kota X” balas Leo tak kalah hangat.


“Ngomong-ngomong, apa hubungan anda dengan Sila?” tanya Leo mencari jawaban dari rasa penasarannya sedari tadi.


“Oh, saya pengawal pribadinya. Panggil saja Kak Farhan seperti Non Sila manggil saya, Den” jawab Farhan dan Leo mengangguk paham.


“Panggil Leo saja. Jangan pakai Den atau apalah yang sejenisnya” ucap Leo dan Farhan mengiyakan.


“Mari kita susul Non Sila” ajak Farhan dan Leo mengikuti langkah pengawal pribadi sahabatnya itu.

__ADS_1


Dia terlalu tampan untuk ukuran seorang pengawal. Nggak  ada tampang sangar atau galaknya. Lebih terlihat maskulin,  apalagi penampilannya yang santai tanpa seragam. ~ batin Leo menelisik penampilan Farhan.


“Non” teriak Farhan dan diabaikan saja oleh Sila. Dia masih kesal dengan ejekan yang Farhan lontarkan tadi. Farhan menghela napas pasrah dan memilih berlari menyusul Sila. Dengan tangan kekarnya, dia meraih tangan Sila membuat sang empu mau tak mau harus berhenti.


“Kenapa?” tanya Sila sewot.


“Saya minta maaf karena udah menggoda Nona. Tapi kalau boleh Kakak jujur, Non Sila makin terlihat cantik kalau ngambek” ucap Farhan menahan senyum. Sila menatap Farhan garang dan sedetik kemudian, Sila memukuli lengan Farhan dengan tas yang dia bawa.


“Kak Farhan jahat. Nggak henti-henti nggoda Sila” omel Sila masih terus memukuli Farhan.


“Ampun Non. Ampun. Nggak lagi-lagi deh” ucap Farhan meminta Sila berhenti memukulinya.


“Janji ya nggak ngulangi lagi” tegas Sila dan Farhan hanya memandang majikannya itu. Kemudian dia mundur dua langkah dan memberikan jawaban yang membuat Sila kembali kesal.


“Nggak janji Non. Maaf” Farhan langsung lari menuju parkiran motor.


“Kak Farhan” teriak Sila dan berlari mengejar pengawal gantengnya itu yang sukses membuat kesal dirinya terus menerus. Leo hanya tertawa melihat tingkah Sila dan pengawalnya.


Dia cukup berani menggoda Sila. Sepertinya akan cocok. Eh, kenapa aku biasa aja lihat Sila dengan Kak Farhan akrab begitu? Biasanya aku nggak suka lihat Sila dekat dengan laki-laki lain selain aku? ~ Leo merasa bingung dengan dirinya sendiri.


Meskipun masih kesal, namun Sila tetap saja mau dibonceng sama bodyguard tampannya itu.


“Non Masih kesal?” tanya Farhan berteriak karena menyetir motor.


“Dasar. Bilang kek, pamit  kek. Nyebelin” omel Sila, namun tetap memperhatikan Farhan dari tempatnya duduk.


“Nih, Non. Es krim. Maaf belinya di penjual keliling” ucap Farhan sembari menyerahkan es krim rasa cokelat strawberi. Meskipun masih cemberut dan tanpa bicara, namun Sila tetap menerimanya. Dia langsung membukanya dan memakan es krimnya. Farhan mengambil bungkus dari tangan Sila dan membuangnya ke tong sampah yang disediakan. Sial tersenyum melihat Farhan yang menjaga kebersihan. Rasa kesalnya menguap seketika melihat pribadi Farhan yang humble, namun tetap santun dan menjaga kebersihan. Point plus sila berikan untuk pengawal


tampannya.


“Kenapa senyum-senyum sendiri, Non?” tegur Farhan dan langsung menyandarkan pantatnya di jok motor seraya memakan es krimnya.


“Nggak apa-apa. Jadi ingat waktu jalan-jalan sama Bunda dan adik-adik. Kita juga makan es krim di penjual keliling begini” Farhan manggut-manggut menanggapi cerita Sila.


“Bunda Non orangnya sederhana ya?” Sila mengangguk dan menoleh pada Farhan.


“Kok Kak Farhan tahu?” tanya Sila heran.


“Dari cerita Non tadi. Orang kaya seperti Non yang bahkan menyewa pengawal, tapi masih mau beli di pedagang kecil seperti mereka. jadi, bisa saya simpulkan kalau Bunda Non Sila orang yang sederhana” Sila mengangguk membenarkan kesimpulan Farhan.


“Iya. Bahkan Bunda nggak pernah belanja di mall seperti ibu-ibu sosialita yang lain. Bukan berarti nggak pernah ke mall lho ya” jelas Sila. Farhan tersenyum dan paham maksud majikan cantiknya.


“Keluarga Bos saya juga begitu. Malahan ada sayur langganan yang keliling. Setiap sepekan sekali, penjual itu akan mendatangi rumah Nyonya Besar Hana dan Tuan Besar David. Mereka padahal punya mall sendiri, tapi tetap saja beli apa-apa nggak di mall”

__ADS_1


Sila menatap kagum mendengar cerita Farhan tentang keluarga Prasetyo.


“Ternyata nggak cuma Bunda aja yang mau hidup sederhana dengan melimpahnya harta. Tapi masih ada yang lain, yaitu keluarga Bos Kakak” keduanya mengangguk dan tanpa terasa, es krim yang mereka makan sudah habis. Farhan kembali mengambil stik dari Sila dan membuangnya bersama dengan stik miliknya. Sila menatap kagum pada sosok Farhan.


Hem, nggak cuma ganteng, gagah, tapi juga berkarakter banget. Jadi suka~ batin Sila, namun sesaat kemudian, dirinya terkejut.


Eh, kenapa jadi bilang suka. ~ Sila menggelengkan kepalanya.


“Kenapa, Non?” tanya Farhan melihat Nonanya menggelengkan kepala.


“Eh, nggak apa-apa kok, Kak” jawab Sila salah tingkah. Farhan masih menatap Sila heran dan kemudian  mengedikkan bahunya. Sila menghela napas lega setelah Farhan naik ke motor dan siap melajukan kembali kuda besinya.


“Langsung pulang, Non?” tanya Farhan dan Sila mengiyakan. Niatnya ke toko buku dia abaikan karena dia sudah malas keliling. Ingin segera mengistirahatkan tubuhnya dan mulai menyusun jadwal untuk belajar.


Sila menyandarkan kepalanya di punggung Farhan membuat Farhan terkejut, namun dirinya segera mengendalikan dirinya. Namun jantungnya tidak bisa dia kondisikan dengan baik. Rasa grogi tiba-tiba menyapanya dengan  dibarengi detak jantung yang berpacu lebih cepat. Hal itu tidak membuat Sila terganggu. Sila sudah terlanjur nyaman bersadar di punggung lebar milik Farhan. Farhan terus merapalkan istighfar untuk membentengi dirinya juga hatinya.


*****


Si Farhan. Memangnya Sila itu setan apa ya?


Bukan setan Bund. Tapi lebih bahaya dari pada itu.


Apa?


Bisa menruntuhkan iman Farhan itu.


Emangnya punya iman kamu Han?


Yo punya tow Bund. Utang juga punya. Mau bayarin kah Bund?


Ka – bu – r. KABUUUUUR.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel JOURNEY OF LOVE. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI


BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2