
“Duduk dulu Pak Bagas. Mari makan sama-sama. Kebetulan saya bawanya banyak” ajak Riska agar Bagas tidak merasa bersalah lagi. Lagi dan lagi, kepolosan Riska patut dipertanyakan. Mengapa dengan mudahnya masuk dalam perangkap Reyhan, duren antig yang menjadi atasannya.
“Ah, tidak usah Ris. Saya ada perlu dengan Bos Rey sebentar” tolak Bagas karena sadar bahwa tuannya ingin berdua dengan Riska.
“Hem, baiklah” jawab Riska kembali cuek.
“Tuan, anda belum mulai makan?” tanya Riska heran.
“Hem, saat aku hendak menyendok, pintu diketuk oleh Kak Bagas. Jadi aku taruh kembali” jawab Reyhan berbohong. Dia sengaja sedikit menggeser piringnya, hanya menggeser tanpa mengangkat. Semua itu dia lakukan agar Riska tidak curiga kalau dia sama sekali belum menyentuh makanannya.
“Kak, tidak bisakah ditunda. Tadi pagi Tuan Reyhan tidak sarapan. Jadi saya harap kedatangan Kak Bagas adalah mengenai kepentingan yang bisa ditunda” ucap Riska seolah dia adalah istri Reyhan.
“Hem, maafkan saya Ris. Sayangnya ini sangat penting dan tidak bisa ditunda” Bagas memasang wajah menyesal yang dibuat senatural mungkin.
“Huft, baiklah. Lakukan dengan cepat” ucap Riska yang terdengar sepereti perintah. Reyhan semakin menahan senyumnya melihat Riska sedikit kesal karena acara makan tuannya terganggu.
“Baiklah. Saya minta maaf Bos. Saya lupa kalau setengah satu kita akan meeting dengan orang dari negara T perihal pembangunan cabang di sana. Mereka sudah ada di negara ini dan akan kembali terbang jam dua nanti” ucap Bagas menyampaikan kebohongannya.
“Ha, setengah satu? Ini sudah jam dua belas” Riska terkejut memandang Reyhan dan makanan yang dia bawa bergantian. Reyhan mengulum senyumnya sekali lagi menikmati kepanikan Riska.
“Iya Ris. Dan Bos belum mempelajari berkasnya sama sekali” ucap Bagas dengan nafas beratnya menandakan kalau dirinya menyesal.
“Sekali lagi saya minta naaf bos dengan kealpaan saya.saya siap DIHUKUM” ucap Bagas menekankan kata dihukum untuk memberi signal pada bosnya. Reyhan sangat tahu signal itu.
“Saya akan menghukum Kak Bagas nanti. Sekarang serahkan berkasnya agar bisa langsung kupelajari” ucap Reyhan dengan senyum yang hanya bisa diartikan oleh bagas.
Yesss. Bonus menanti. ~ sorak Bagas dalam hati.
“Ini Tuan. Saya permisi. Mari Ris”
“Hem” Riska menjawab dengan cemberut.
“Kenapa?” tanya Reyhan seolah tidak mengetahui apa-apa.
__ADS_1
“Bagaimana Tuan bisa makan kalau harus mempelajari berkas juga?” kesal Riska. Padahal tanpa Reyhan pelajari pun, berkas itu sudah di luar kepalanya. Itupun kalau meetingnya betulan. Apalagi ini hanya bohongan.
“Nanti, setelah aku selesai mempelajari berkas. Aku akan makan” jawab Reyhan santai. Sengaja menguji Riska apa yang akan dia lakukan.
“Ck, setelah Tuan selesai, akan langsung berangkat meeting. Nggak akan ada waktu lagi” seru Riska masih dengan nada kekesalannya.
“Lalu?” tanya Reyhan tanpa menatap Riska. Matanya pura-pura memperhatikan berkas di tangannya.
“Huft. Tuan pelajari saja berkasnya. Saya suapi. TERPAKSA” putus Riska yang disoraki Reyhan dalam hati.
Akhirnya. Pucuk dicinta ulampun tiba. Hahahaha. ~ Reyhan.
Reyhan menikmati setiap suap dari tangan janda incarannya. Sesekali dia mencuri pandang pada Riska. Ada perasaan sejuk saat menatap wajah Riska. Meskipun tadi Riska mengatakan terpaksa dan itu sangat jelas di telinga Reyhan. Nyatanya, Riska melakukannya dengan tulus. Hal itu dapat Reyhan rasakan.
Aku akan beri bonus Kak Bagas dengan menggajinya dua kali lipat bulan ini.~ Reyhan.
*****
Di lain tempat, William beserta keluarganya juga keluarga Permana bersiap-siap terbang ke kota X. Mereka tidak tenang setelah mendengar kabar kalau Riko menemukan posisi Risma.
“Tenang Ma. Anak sahabat kita pasti menjaganya dengan baik” hibur Indra yang sebenarnya juga merasa cemas.
“Will, pastikan adik bungsu kita baik-baik saja. Aku dan Katrin akan menjaga perusahaan dan cafe dengan baik” pinta Karina. Dia tidak bisa meninggalkan tanggung jawab begitu saja.
“Baiklah. Kak, tolong jaga semuanya dengan baik. Aku sudah meminta anak-anak untuk terjun sementara aku pergi ke rumah Reyhan. Semoga Riko belum menemukan keberadaan Riska”
“Tenang saja. Meskipun kita perempuan, tapi kita tangguh. Jangan remehkan kita kak” Katrin menjawab dengan begitu bangga.
“Baiklah. Kami pamit sayang” Indra mengecup kening Karina dan Katrina dengan sayang,
“Jaga diri baik-baik” pibta Gita juga melakukan hal yang sama.
“Kami akan baik-baik saja. Jangan lupa untuk memberi kabar” ucap Katrina dan mengantarkan keluarganya serta keluarga Permana ke jet pribadi keluarga Herlambang. Tentu saja bersama Karina mengantarkan kepergian orang tuanya. Lambaian tangan menjadi saksi kepergian kedua keluarga ini.
__ADS_1
Tidak sampai satu jam, mereka telah mendarat di bandara khusus milik keluarga Kusumo. Tentu saja Nilam dan Ali yang mendengar kedatangan sahabat juga mertua Riska, menyambut kedatangan mereka.
“Selamat datang di kota ini, sahabatku” peluk Ali pada Indra.
“Hahaha, terimakasih sambutannya. Kata Reyhan, kalian melakukan perjalanan bisnis dan baru akan kembali bulan depan” ucap Indra begitu pelukannya terlepas.
“Hahaha, tidak tidak. Kami hanya ingin quality time berdua saja. Apalagi anak-anak nakal itu sudah terhendel oleh Riska. Benar-benar pintar janda itu. Andai dia mau jadi mantuku” ungkap Ali jujur.
“Iya mas. Tolong bantu kami agar Riska mau menjadi ibu sambung untuk cucu-cucuku” pinta Nilam pada Heru dan Gita.
“Sepertinya kalian salah meminta. Kenalkan, ini Tuan Permana. Namanya Heru. Dan ini istrinya, Resti. Mereka adalah mertua Riska” Gita memperkenalkan mertua Riska pada pasangan Kusumo.
“Maafkan saya Tuan, Nyonya. Kami sampai lupa karena terlalu senang dengan kedatangan sahabat kami” ucap Ali merasa tidak enak. Dia dan istrinya menyalami Heru dan Resti bergantian.
“Ah, tidak apa-apa Tuan Kusumo. Kami sangat tersanjung orang besar seperti anda masih mau menyambut kedatangan kami” ucap Heru mencairkan suasana.
“Hahaha, Tuan Heru bisa saja” Nilam tertawa bersama dengan Gita dan Resti.
“Kita pergi ke masion dulu. Pasti kalian lelah” ajak Ali pada semuanya.
“Lelah pasti. Tapi yang paling diantara yang paling adalah rindu Riska juga anak-anaknya” seloroh Indra dan diangguki oleh semuanya. Kemudian semua orang tertawa.
Ali membawa minibus dengan fasilitas yang sangat mewah. Meskipun mereka berada di dalam mobil, mereka merasa seperti di dalam hotel. Bedanya kalau di hotel adalah tempat tidur, di mobil itu adalah tempat duduk. Mereka benar-benar dimanjakan oleh keluarga Kusumo bahkan dalam kendaraan sekalipun.
Baik Gita ataupun yang lainnya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Riska dan anak-anaknya.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT