
Hari yang ditunggu tiba. Meskipun ini adalah kali keduanya bagi mereka, namun rasa gugup tetap mendominasi perasaan mereka. trioS mendampingi papa mereka mengucapkan ijab qabul untuk mensahkan Riska, ralat, Risma menjadi bunda mereka. Sedangkan trio R mendampingi bundanya di kamar sampai calon papa bisa membuat para saksi untuk berteriak SAH.
“Bunda gugup ya?” tanya Rindi memandang wajah Risma yang memang terlihat lebih cantik dengan hijab di kepalanya.
“Iya sayang. Sama seperti saat ayah kalian hendak mengucapkan ijab qabul dulu” jaab Risma dengan senyum, namun masih terlihat gugup.
“Apa papa juga gugup bund?” tanya Reno mengerjab polos.
“Hem, bunda tidak tahu sayang. Tapi dulu, saat ayah kalian hendak melakukan ijab, ayah kalian sangat grogi. Takut salah ucap dan mngulang lagi” cerita Risma membuat anak-anak terkekeh.
“Pasti papa juga grogi, takutsalah sebut nama bunda dari Risma jadi Riska. Hihihi” Rendi terkikik geli membayangkan Reyhan grogi dan menyebut nama samaran bundanya.
“Hush. Jangan begitu sayang. Suatu saat nanti, kalian akan tahu bagaimana rasanya berada di posisi papa sekarang” nasehat Risma membuat ketiga anaknya mengangguk.
“Kalau aku akan ada di posis bunda” jawab Rindi terkekeh.
“Rasanya sama saja sayang. Cuma lebih banyak groginya di pihak laki-laki karena sah tidaknya tergantung dari ucapan mempelai prianya”
“Bunda bener”
Namun kemudian, terdengar suara SAH dari para hadirin membuat Rindi yang hendak melanjutkan ucapnnya terhenti. Risma mengucapkan hamdallah dan meneteskan air mata.
“Bunda nangis?” tanya Rendi dan mengusaplembut air mata Risma.
“Bunda menangis bahagia sayang. Sekarang kita sudah ada yang benar-benar menjaga. Pasti ayah bahagia di surga sana”
“Iya bunda. Ayah pasti senang. Maaf ya bunda, karena Rindi awalnya tidak setuju bunda sama papa” ucap Rindi memandang Risma dengan wajah bersalahnya.
“Tidak apa-apa sayang. Semuanya sudah berlalu. Ayah akan tetap ada dalam sini” jawab Risma lebut dan menunjuk hati Rindi.
“Sekarang kita harus menatap masa depan. Papa bilang, setelah papa menikah sama bunda, akan mengajak kita ziarah ke makan ayah. Kalian senang?”
“Senang bunda” teriak ketiga anak Risma.
Ceklek. Pintu terbuka dan trio mama sudah ada di depan pintu.Begitu juga dengan duo K.
“Sudah saatnya bertemu dengan suami dan papa kalian. Apakah semuanya siap?” tanya Resti turut bahagia dengan nasib menantunya.
“Insya Allah sudah siap ma” jawab Risma berkaca-kaca.
“Sayang, jangan menangis yah? Mama tidak bisa membenarkan makeup kamu nanti kalau rusak” ucap Gita menghibur Risma.
“Risma bahagia ada tiga mama yang sayang sama Risma” akhirnya air matanya menetes. Nilam menghampiri menantu barunya dan memeluknya.
"Bagaimana dengan kami?" tanya Katrina yang sedari tadi diacuhkan karena trio mama.
"Maafkan aku kakak-kakakku yang cantik. Kalian juga sangat berharga bagiku" Risma memeluk Katrinan dan Karina bergantian.
“Terima kasih” hanya itu yang diucapkan Nilam.
__ADS_1
“Ayo, sudah waktunya. Suami dan anak-anak baru kamu pasti sudah todak sabar menunggu bunda dan saudara-saudaranya” ajak Nilam setelah melepaskan pelukannya.
Reyhan terlihat gelisah dan terus memandang tangga. Namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung juga nampak batang hidungnya.
“Papa nggak sabar ya mau ketemu bunda?” goda Sila dan disoraki oleh semuanya.
“Sabar Rey. Pengantinnya nggak bakal lari. Ini bukan seperti yangdi novel. Ujug-ujug pengantinnya ganti” ledek Wiliam membuat semua undangan tertawa.
“Ish, dasar reseh” kesal Reyan. William dan ketiga anaknya juga para orang tua malah tertawa melihat Reyhan kesal. Para tamu undangan yang menjadi hanya mengulum senyum. Tidak menyangka saja kalau seorang CEO yang terkenal dingin ternyata bisa selucu dan semenggemaskan itu.
Atensi semua hadirin langsung teralihkan pada sosok Risma yang turun menggunakan gaun pengantin lengan panjang dengan hijab warna senada. Wajah cantik dan senyum yang manis menyita perhatian semua orang.
“Wah, cantik sekali yah pengantinnya. Pantas saja tadi disembunyikan dulu. Takut dilarikan orang lain kali” ucap salah saru hadirin.
“Iya. Sangat cocok dengan Tuan Reyhan yang tampan” tambah yang lainnya.
“Lihatlah keduanya serasi bukan? Sama-sama punya anak tiga” ucap lainnya.
“Wah bakal ramai pastinya. Sudah ada enam anak. Belum lagi nanti mereka punya bayi lagi”
“Bakal jadi kesebelasan kali ya?”
Begitulah celetukan yang mengiringi langkah Risma, trio mama dan trio R yang mendampingi Risma menuju suami barunya.
“Assalamualaikum” sapa Risma lembut pada Reyhan.
“Nanti kalau kamu sudah bisa menakhlukkan Tisa, kamu akan merasakan apa yang Reyhan rasakan” bisik Indra ditelinga William membuatnya langsung berhenti tertawa. William memandang papanya yang mengangkat bahunya acuh.
“Ingat, karma itu berlaku Nak” tambah Heru ikut memanas-manasi William.
“Huft. Okelah” pasrah William dan berhenti mengusili Reyhan.
William kembali melihat ke pelaminan. Matanya menatap pasangan itu teduh. Dilihatnya Risma sedang sungkem pada Reyhan dan Reyhan sedang membacakan do’a di dan meniupkannya di ubun-ubun Risma. Lalu Reyhan mengecup kening Risma dengan sayang. Keduanya saling pandang dan tersenyum.
“Marhaban ahlan wa sahlan ya zaujati” ucap Reyhan dengan senyum terbaiknya.
“Ahlan Bika ya zaujii” jawab Risma tersipu malu.
Ya, hanya sampai sana karena tidak mungkin melakukan lebih. Apalagi banyak anak-anak dari hadirin juga ikut. Kebanyakan tamunya adalah orang tua dari karyawan Reyhan di kota X. Maka dari itu banyak orang tua dari karyawannya yang tahu bagaimana sikap Reyhan saat di kantor. Anak-anaknya sudah pasti cerita bagaimana bosnya. Tentu saja kabar itu sudah menyebar di perusahaannya. Yang jelas para orang tua sudah pasti memberi kabar pada anaknya masing-masing.
*****
Keesokan harinya, Reyhan dan Risma saling bergandengan menuju ruang keluarga.
“Ciee, pengantin baru. Gandengan teruuus” ledek William begitu Risma dan Reyhan masuk rumah.
“Ck, iri bilang boos” balas Reyhan tak mau kalah.
“Bundaaa” teriak trio S yang merasa sangat bahagia karena Risma sudah menjadi bunda mereka.
__ADS_1
“Hai anak-anak baru bunda” sapa Risma dengan kekehan kecil menyambut ketiga anak sambungnya.
“Papaaa” panggil trio R tak kalah antusias dari trio S.
“Hai anak-anak baru papa” ucap Reyhan menirukan sapaan Risma untuk anak-anaknya. Mereka berpelukan dengan bertukar posisi, lalu bergantian hingga semuanya mendapat jatah pelukan.
“Aku sulung kan bund?” tana Sila membuat semua orang yang ada terkekeh dibuatna.
“Tentu saja lah kak. Kan kamu paling besar diantara kita” jawab Sean malas.
“Kalau yang bungsu aku kan bund?” tanya Seno polos.
“Bukan kamu. Tapi aku” sanggah Reno tak terima.
“Ck. Aku nggak mau. Pokoknya tetep aku yang bungsu” tolak Seno.
“Nggak bisa. Usianya yang paling kecil kan aku” Reno masih tak mau kalah. Para orang tua saling pandang tak mengerti mengapa bungsu menjadi perdebatan.
“Tetap saja aku yang jadi si bungsu” Seno masih tak terima.
Berdepatan terus terjadi karena memperebutkan kursi kekuasaan kerajaan bungsu yang tak kunjung selesai.
“Bund, nggak pengen lerai Seno sama Reno?” tanya Rendi yang mulai jengah dengan perdebatan keduanya.
“Nggak. Bunda senang. Lihat mereka seperti lihat Upin dan Ipin. Hehehehe” jawab Risma yang terus memperhatikan Seno dan Reno.
“Yank. Kok malah seneng sih? Tentuin gih siapa yang bungsu. Sekalian tuh urutan anak pertama sampai keenam” ucap Reyhan yang sudah jengah dengan tingkah keduanya.
“Kok Risma sih bang?” tolak Risma langsung.
“Lha, mereka kan dekat banget yank sama kamu. Pasti mereka dengar kata kamu” ucap Reyhan lagi.
“Sudah berdebatnya?” tanya Risma lembut, namun tegas. Inilah yang disukai keluarga Reyhan dari Risma.mengendalikan situasi dengan kelembutannya juga ketegasannya.
“Bunda” rengek keduanya kompak membuat Risma dan semuanya terkekeh.
Hayo, kira-kira metode apa yang digunakan Risma untuk membuat anak-anaknya menerima posisi mereka masing-masing? Lalu siapakah yang menjadi bungsu sesungguhnya?
*****
Ketemulagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1