
Riko masih terus menghubungi Kusno yang lenyap entah kemana. Riko sampai emosi membuat Ardi kewalahan menghadapi kelabilan atasannya.
“Tuan. Kita sewa orang lain saja. Saya dengar di kota ini ada jasa yang menyerupaidetektif. Tapi mereka tidak beroperasi dengan terbuka. Saya ada kenalan yangbisa menghubungkan kita dengan organisasi tersebut” saran Ardi membuat Riko kembali mendapatkan angin segar.
“Lakukan secepatnya” titah Riko tak sabar. Ardi segera berlalu dan menghubungi temannya. Setelah kurang lebih sepuluh menit, Ardi kembali.
“Besok siang kita bisa menemui salah satu anggotanya. Kita diminta melakukan reservasi secara privat untuk alasan privasi” jelas Ardi.
“Artinya kita yang menentukan tempatnya?” tanya Riko mendadak blank.
“Benar Tuan”
“Baiklah. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan”
“Laksanakan”
Ardi berlalu dan menjalankan perintah Riko selaku atasannya. Dengan apik, Ardi memesan resort yang menyediakan ruang privasi. Tentu saja dengan alasan klise, yaitu bertemu dengan klien bisnis. Dan hal itu sudah biasa karena pasti akan ada orang lain yang bertanya di mana letak privasi atas nama Riko.
Keesokan harinya, Riko dan Ardi telah menunggu orang yang akan dimintai tolong untuk mencari keberadaan Risma dan anak-anaknya. Tak lama kemudian, masuklah orang yang mereka tunggu. Riko dan Ardi terlibat perbincangan seru dengan seseorang yang menyebut namanya sebagai Tuan AA.
Dilain tempat, William gusar mendapat laporan bahwa Riko dan sang asistennya pergi ke kota X. Dengan segera, William menghubungi Reyhan.
“Apa? Dia sudah ada di kota ini? Bagaimana mata-matamu? Apa sudah tahu lokasinya di mana?” tanya Reyhan gusar di balik telepon.
“Aku juga belum mendapat posisi terkininya. Anggotaku baru mengatakan kalau mereka terbang kemarin” jelas William.
“Baiklah. Aku akan perketat keamanan Riska dan anak-anak. Lacak mereka terus dan hubungi aku kalau kamu mendapat info terbaru”
“Oke”
Reyhan menyunggar rambutnya ke belakang. Baru saja dia bisa sedikit intim dengan Riska, masalah sudah datang menghampirinya.
“Tuan, ada apa? Kenapa terlihat gusar? Sebentar lagi ustadz akan datang” tanya Bagas sekaligus mengingatkan jadwal tuannya.
“Aku khawatir dengan Riska dan anak-anak Kak. Riko, ayah si kembar telah berada di kota ini. Meskipun informannya sudah tertangkap, pasti dia tidak akan menyerah untuk mencari Riska. Tolong berikan keamanan ganda pada mereka Kak” ucap Reyhan lirih. Dirinya benar-benar kalut. Tepatnya takut kalau Riko berhasil menemukan Riska dan membawa wanita yang berhasil memenuhi hatinya itu.
“Tuan tenang saja. Saya akan langsung memberikan keamanan ganda. Sekarang Tuan bersiaplah. Ustadz akan segera datang untuk mengajar Tuan”
“Baiklah kak. Aku wudlu dulu” Reyhan bangkit dan Bagas keluar. Sesuai titah Reyhan, Bagas langsung memberi memberkan keamaan lapis kedua pada Riska dan anak-anaknya.
__ADS_1
Reyhan sendiri sudah hampir tiga bulan dia mendalami ilmu agama. Dia ingin memantaskan diri bersanding dengan Riska. Seperti yang Riska katakan waktu itu, salah satu pria idamannya adalah pria yang bisa menjadi imam bagi keluarga. Dan Reyhan tengah menyiapkan itu. Kini, Reyhan menjadi lebih religius, namun masih tetap kejamnya jika menyangkut orang-orang yang berani mengusik keluarga atau orang terdekatnya.
*****
Riska sedang memasak di dapur untuk makan siang semua orang. Hari ini dia akan berkunjung ke kantor Reyhan mengantarkan makan siang. Riska ingat kalau Tuannya pergi lebih pagi dan tidak sempat sarapan. Untuk itulah dia berinisiatif akan mengantarkan makan siang.
“Tumben Non Riska mau repot-repot ngantar makan siang buat Tuan?” tanya bibi meggoda Riska. Riska hanya tersenyum.
“Iya bi. Anggap saja ini ucapan terimakasih karena melindungi saya dan anak-anak selama ini. Lagi pula, tidak ada salahnya toh, kan memang tugas Riska memastikan perut semua orang tidak merintih” canda Riska membalas ucapan bibi.
“Si Non bisa aja”
Satu jam kemudian, semuanya sudah siap. Riska sengaja mengambil lebih dahulu agar masakannya sedikit dingin. Dengan tujuan agar Reyhan langsung bisa makan nanti setelah dibuka. Tanpa harus menunggu makanannya sedikit hangat. Apalagi waktu istirahat kantor terbatas. Tapi Riska lupa, kalau sang tuan rumahnya adalah seorang presdir yang tidak mengenal waktu istirahat. Dia bisa istirahat sesuka hatinya, bahkan pulang juga.
“Bi, saya bersiap dulu. Kalau sudah agak dingin, tolong kemas yah?”
“Siap Non”
Butuh waktu hampir setengah jam untuk Riska bisa sampai di persahaan Diamon’s Kusumo. Resepsionis yang sudah pernah menerima Riska sebelumnya langsung mempersilahkan sang empu untuk naik menggunakan lift khusus CEO. Riska mengetuk pintu dan masuk setelah mendngar perintah untuk masuk.
“Riska?” Reyhan terkejut dngan kedatangannya yang tiba-tiba.
“Tuan. Maaf kalau saya mengganggu waktunya. Saya bawakan makan siang untuk Tuan. saya ingat kalau Tuan bahkan tidak sarapan tadi karena pagi-pagi, Tuan sudah berangkat” ucap Riska dengan kepala menunduk. Dia sadar bahwa tindakannya terbilang lancang dan berani. Tidak tahu saja Riska kalau Reyhan begitu senang dengan perhatian Riska. Tak bolehkan Reyhan mengartikan kalau Riska sudah mulai tertarik padanya? Entahlah, hanya Riska yang bisa menjawab pertanyaan itu.
“Duduklah” ucap Reyhan. Tak lama kemudian, Reyhan menyusul Riska dan duduk di sampingnya.
Reyhan memperhatikan Riska yang menata makanan di atas meja. Riska menoleh pada tuannya.
“Tuan mau makan sekarang? Mau dengan apa?” tanya Riska. Reyhan tersenyum. Pikirannya sedang membayangkan dilayani oleh istrinya. Riska mengerutkan keningnya heran melihat respon tuannya.
“Ada apa dengan tuan Reyhan? Apa pertanyaanku salah? Bukankah aku hanya bertanya saja?” Riska berguman dan memandang Reyhan dengan tatapan heran.
“Tuan, hei, Tuan. Sadarlah” ucap Riska sampai menepuk-nepuk bahu Reyhan.
“Eh, apa yang kamu tanyakan tadi?” tanya Reyhan gelagapan.
“Huft. Saya tanya, Tuan mau makan sekarang pakai apa?” ucap Riska mengulangi pertanyaannya dengan mulut memberengut kesal.
“Semuanya saja. Saya tak memilih makanan kok” jawab Reyhan tak enak hati.
__ADS_1
“Tuan ini kenapa? Ada masalah? Saya lihat akhir-akhir ini Tuan banyak melamun” tanya Riska dengan tangannya yang sibuk menyendok nasi dan anggotanya untuk menjadi santapan Reyhan.
“Huh, begitulah. Banyak sekali masalah” jawab Reyhan mendesah.
Dan masalah besarnya adalah hatiku yang menginginkanmu. ~ lanjut Reyhan dalam hati.
Aku harus bisa menciptakan kesempatan seperti sebelumnya. Ah, iya. Kak Bagas. ~ otak Reyhan bekerja sangat cepat.
Reyhan mengambil ponselnya saat Riska masih sibuk dengan hidangannya. Dia mengetik pesan untuk Bagas dan berharap asistennya itu bekerja dngan cepat.
“Ini Tuan. Silahkan dimakan dulu” Riska menyodorkan satu piring nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya. Riska pergi ke pantri untuk membuatkan minum tuannya.
Bunda kasi bocoran pesan yang dikirim Reyhan ke Bagas.
Kak, tolong ciptakan suasana yang bisa membuat Riska menyuapiku. SEKARANG!!!!!
Licik kan Reyhan? yang mau enak siapa, yang mikir siapa. Bagas sampai mondar-mandir selama satu menit untuk menemukan ide. Dia melihat berkas di atas mejanya dan tersenyum.
“Saatnya beraksi. Jika nanti berhasil, aku akan minta bonus untuk ideku ini” Bagas mengambil berkasnya dan melangkah ke ruangan Reyhan.
Bagas masuk setelah mendengar suara Reyhan dan bertepatan dengan Riska yang datang dari pantri dengan gelas di tangannya.
“Eh, ada Riska. Maaf nggak tahu” ucap Bagas pura-pura terkejut.
“Nggak apa-apa kok Pak Bagas” jawab Riska dengan senyuman. Reyhan menatap Bagas seolah bertanya tentang rencananya. Bagas tersenyum mengangguk dan itu sudah cukup bagi Reyhan.
Let’s play. Gooo! ~ sorak Reyhan dalam hati.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1