DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
JOURNEY OF LOVE 3


__ADS_3

Kurir mengantarkan amplop di kediaman Kusumo dan diterima oleh satpam. Setelah kurir pergi, Satpam langsung memberikan pada Risma yang kebetulan sedang duduk santai di teras. Risma juga tahu kalau ada kurir yang datang. Namun karena perutnya yang sudah membesar, dia enggan untuk menerima langsung. Apalagi Reyhan sudah berpesan pada Satpam untuk menerima apapun barang yang datang tanpa melibatkan istrinya.


“Bunda” teriak Reno membuat Risma juga berteriak.


“Bunda di teras, Sayang”


Langkah kaki cepat terdengar dan munculah Reno menggendong Cempaka yang memebenamkan wajahnya di dada kakaknya.


“Sayang” panggil Risma setelah keduanya dekat.


“Adek bangun ya?”


“Iya Bund” Reno memberikan Cempaka pada bundanya.


“Adek sekarang hampir jadi Kakak lho. Tiga bulan lagi” ucap Risma mengelus punggung Cempaka. Reno tertawa melihat wajah adiknya yang masih mengantuk.


“Mau tidur lagi? Sama Bunda” Cempaka tidak menjawab, namun membenamkan lebih dalam wajahnya ke dada Risma.


“Bund, biar Cempaka, Reno yang gendong” Risma hanya mengangguk dan membiarkan anaknya menggendong adiknya.


Cempaka kembali ke tangan Reno dan Risma mengikuti Reno dari belakang.


“Di kamar Bunda aja, Nak”


“Iya Bund”


Reno hendak pergi setelah menidurkan adiknya di kasur. Namun langkahnya terhenti saat Risma memanggilnya.


“Iya Bund?”


“Kak Sean dan Kakak kembar nanti kalau pulang, suruh order aja makannya. Bibi sakit dan Bunda nggak masak” pesan Risma.


“Iya Bund. Nanti Reno sampaikan. Kalau Reno san Seno ikut order bolehkan?” tanya Reno yang sudah memikirkan mau pesan makanan apa.


“Iya. Orderkan juga buat pekerja di rumah ya Nak” pesan Risma lagi. Tangannya sudah menepuk-nepuk pantat Cempaka. Putrinya kini kembali pulas dan Risma kembali bangkit dari tidurnya. Dia menghubungi suaminya via video call.


“Ada apa Bunda Sayang” tanya Reyhan dengan lembut. Tidak lupa senyum manis dia sematkan juga.


“Pa. Bunda nggak masak dan Bibi sedang sakit. Nanti Papa pulang sekalian beli makan yah?”


“Iya Bund. Bunda mau nitip apa?”

__ADS_1


“Bunda lagi nggak mau apa-apa. Oh ya Pa. Ada surat buat Papa dari Perusahaan Setia”


“Oh, itu. Coba Bunda buka dan lihat. Kalau Bunda oke, Papa juga oke” ucapan suaminya membuatnya bingung dan langsung membuka amplop cokelat. Sedangkan Reyhan menimati wajah bingung istrinya seraya terus tersenyum.


“Ini kenapa isinya profil orang? Papa mau terima karyawan baru?”


“Hahaha, nggak Bund. Itu profil calon bodyguard buat Sila di kota M. Kalau menurut Bunda dia bisa menjaga Sila dengan baik, Papa akan hubungi Tuan Akbar”


“O, sebentar ya Pa. Bunda baca dulu profilnya” Reyhan hanya mengangguk dan Risma sudah sibuk meneliti profil yang ada di tangannya.


“M. Farhan Khalfani. Single, umur 28 tahun. Dari desa di salah satu kota J. Keahlian beladiri, silat, taekwondo, dan sedikit bisa judo” Risma membaca hal yang penting agar suaminya juga tahu calon pengawal putrinya.


“Kenapa milih yang single?” tanya Risma.


“Nggak milih sih Bund. Cuma Papa minta buat jaga Sila 24 jam. Yah, semua pasti sudah mereka pertimbangkan Bund” Risma mengangguk.


“Bunda sih nggak ada masalah. Apalagi ini agensi yang yang sama dengan pengawal  yang papa sewa kan?”


“Iya Bund. Papa yakin mereka sudah menyeleksi dengan apik” Risma mengguman mengiyakan.


“Bunda sih nggak masalah. Tapi feeling Bunda lagi bagus lho Pa. Bunda kayaknya seneng deh sama anak ini” ucap Risma mengerling pada suaminya. Reyhan langsung terbatuk dan itu sukses membuat Risma terkikik menutup mulutnya. Takut Cempaka terganggu karena tawanya.


“Muka Papa dikondisikan. Maksud Bunda itu pengen dia jadi mantu gitu”


“Ya nggak tahu. Pengennya jadi mantu aja entah buat siapa. Kalau nggak ada jodoh sama anak-anak kita, ya kita adopsi aja jadi kakaknya anak-anak” jawab Risma tanpa beban. Reyhan hanya menghela napas pasrah. Entah ini ngidam istrinya atau hanya keinginan konyol spontan seperti biasanya.


“Kita lihat nanti aja ya Bund. Intinya deal kan dia jadi pengawal Sila?” tanya Reyhan memastikan.


“Super deal Pa” jawab Risma antusias dan Reyhan hanya tersenyum pasrah.


“Ya sudah. Papa mau menghubungi Tuan Akbar dan semoga pria ini bisa diandalkan”


“Amiin”


*****


Akbar memanggil Farhan setelah mendapat konfirmasi dari Reyhan. Akbar memberikan berkas Sila pada Farhan dan membiarkan Farhan membaca dengan seksama berkas di tangannya. Tanpa Akbar ucapkan pun, Farhan mengerti akan tugasnya mengawal Sila. Hanya saja pengawalan yang bagaimana yang diminta klien bosnya yang dia belum tahu.


“Ini calon klien saya?” tanya Farhan setelah selesai membaca berkasnya.


“Iya. Dan tugas kamu kali ini 24 jam” jawab Akbar membuat Farhan melotot.

__ADS_1


“Ha? 24 jam?” tanya Farhan tak percaya.


“Iya. Kamu pikirkan strategi kamu. Saya tidak mau mendengar keluhan dari klien soal apapun. Saya percaya dan mengandalkan kamu” ucap Akbar memberi ultimatum, namun dibarengi dengan penyemangat berupa kepercayaan.


“Kalau 24 jam, harus bisa berterus terang dengan Non Sila. Apa ada perintah untuk jadi bayangan aja?” tanya Farhan memastikan langkah yang dia ambil benar.


“Tidak. Kamu juga boleh berterus terang padanya. Kalau misalnya dia menolak, lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Kalau butuh teman, bilang saja. Akan saya carikan patner”


“Saya akan coba dulu Bos. Kalau begitu, saya permisi. Saya akan bersiap”


“Hem”


Farhan undur diri dengan membawa copy-an berkas milik Sila. Dia ingin mempelajari lebih detail lagisiapa klien yang harus dia jaga kali ini.


Sementara itu, Sila juga menyiapkan materi yang akan dia pelajari untuk persiapan tes di Universitas Setia. Nilam datang membawakan susu untuknya.


“Oma jadi makin perhatian sama Sila. Maksih ya Oma” ucap Sila dan memeluk Nilam.


“Sama-sama Sayang” Nilam membalas pelukan Sila dengan hangat. Dirinya merasa menyesal karena tidak dari awal memberikan kasih sayang seperti ini. Hanya mengajarkan tentang menghabiskan uang dan bersenang-senang.


“Mau belajar buat ujian ya?” Sila mengangguk dan mulai meminum susunya.


“Makasih Oma” ucap Sila dan menyerahkan gelas yang sudah kosong.


“Iya. Belajar yang rajin. Jangan tidur malam-malam” Sila  memberikan jempolnya dan mulai belajar dengan penuh konsentrasi.


“Kayaknya browsing dulu. Atau besok tanya panitianya kisi-kisinya. Biasanya ada kan materi apa aja yang diujikan” guman Sila karena bingung mau belajar apa setelah membuka buku.


“Besok coba pergi ke koperasi kampus juga. Siapa tahu ada panduan buat ujian masuknya”


Sila memilih browsing sambil rebahan. Buku yang sudah dia siapkan menganggur jadi penghias meja.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel JOURNEY OF LOVE. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin baca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI


BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2