DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 58


__ADS_3

Hari kedua berlalu dengan sangat seru. Bahkan mereka yang perempuan tidak punya waktu untuk bersolek. Hanya ada waktu istirahat siang selepas shalat dhuhur dan makan siang sampai pukul dua. Dan kembali melanjutkan kegiatannya. Banyak perlombaan yang mereka lalui dan semuanya berjalan dengan sangat seru. Setelah meledakkan balon, ada lomba balas pantun, tarik tambang, lomba joget patung, bahkan ada lomba yang sedari dulu menjadi kegemaran anak-anak di era 90an. Lomba gobak sodor atau benteng-bentengan. Inilah yang paling seru. Adu strategi tentunya dan pasti seru. Ada divisi yang mengusung lomba dari negara bollywod yaitu lomba kabaddi. Dan masih banyak permainan atau perlombaan yang mereka lalui. Semuanya bersuka cita dan menikmati kebersamaan.


Memasuki hari ketiga, hari yang paling ditunggu oleh seluruh peserta karena hari ini adalah hari berjoget untuk semuanya. Akan ada Orkes Melayu New Pallapa beserta artis-artisnya. Belum lagi group band Wali yang akan mengisi pentas nanti malam sebagai malam puncak perayaan ultah perusahaan.


“Hari ini adalah spesial bagi kita. Saya selaku menyampaikan dari pihak perwakilan pemegang saham, ingin mengadakan lomba karaoke. Tentunya jurinya adalah para bintang kita malam nanti. Alhamdulillah mereka semua sudah ada di sini dan siap untuk mengiringi kalian yang hendak ikut karaoke” ucap MC yang ditunjuk untuk memeriahkan acara hari ini.


Tidak ada batasan apapun dan lagunya juga bebas. Namun sebelumnya, dari pihak pemegang saham akan mengadakan penyaringan terlebih dahulu. Saya yakin banyak yang berminat, namun hanya mereka yang benar-benar bisa bernyanyi yang akan lolos” terang MC. Semuanya masih setia menyimak.


“Bagi yang ingin mengikuti penyaringan, silahkan persiapkan diri kalian dan sebentar lagi, para juri akan hadir”


Kasak kusuk kembali terjadi dan banyak yang ingin mengikuti lomba karaoke ini. Termasuk Risma juga ikut heboh.


“Bang, ayo kita ikut. Kita duet Bang” ajak Risma dan Reyhan memandang istrinya itu yang memang dia ketahui sangat suka bernyanyi.


“Kan Abang juga termasuk pemegang saham Yang” elak Reyhan yang memang nyaris tak pernah bernyanyi. Kecuali saat bersama Risma waktu itu.


“Halah, mana ada. Yang jadi pemegang saham kan papa. Nggak usah ngelak. Ayo” tarik Risma dan langsung menyeruak kerumunan untuk mengambil antrian.


“Banyak juga ya ternyata yang pengen ikut” ujar Risma dan Reyhan hanya memandangnya datar. Risma memandang suaminya sambil menyipitkan matanya.


“Abang kenapa kembali datar kaya triplek begitu?” tanya Risma sinis. Reyhan gelagapan dan kembali mengingat janjinya untuk tidak menatap istrinya dengan datar.


“Eh, nggak sayang. Maaf Abang khilaf” serta merta Reyhan meminta maaf.


“Ck, begitu aja terus. Khilaf kok terusan” cibir Risma dan Reyhan  hanya bisa nyengir dan menggaruk tengkuknya.


Audisi dimulai dan dari banyaknya peserta yang ikut, hanya delapanbelas yang lolos termasuk Risma dan Reyhan sebagai peserta duet. Ternyata, tidak hanya Reyhan dan Risma yang menjadi peserta duet, tapi ada sekitar tujuh peserta yang menjadi pasangan duet.


Semua sudah disiapkan dan para peserta mengambil nomor undian. Yang menjadi juri adalah Anisa Rahma yang menggantikan Jihan Audy yang tidak bisa hadir, Gery Mahesa, Tasya Rosmala dan Faank Wali.


Yang nggak mau baca part ini boleh melipir yah. Part ini seperti album yang jadi satu. Isinya lagu semua. Bunda lagi pengen karaokean bareng readers. Hehehehe.


Dimulai dari peserta pertama yang ternyata membawakan  lagu Wali, Cinta Diujung Nafas.


Sayangku, cintaku, datanglah kemari


Dan kau duduklah disampingku


Ku ingin katakan kau cinta terakhir


Ku sampai hembuskan nafasku


Dalam dadaku pasti ada kamu


Di suaraku ini harapanku


Ku harap kau yang ada di samping


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata


Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku


Sehidup, semati, seduka bahagia


Setangis, setawa, berdua


Ku harap kau yang ada di samping


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata


Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku


Dalam dadaku pasti ada kamu


Di suaraku ini harapanku


Ku harap kau yang ada di samping


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata, ooh


O-oh  (Dan ku harap kau yang jadi)


O-oh  Cinta di ujung nafasku


Tepuk tangan memburu karena memang suara dari peserta pertama ini cukup merdu. Bahkan Faank yang menjadi pemilik lau sampai kagum dengan pembawaannya.


Peserta kedua membawakan lagu dari Gamma 1, Sakit Pinggang. Peserta duet pertama.

__ADS_1


Kamu di mana dan dengan siapa?


Setiap aku tanya jawabmu kerja dan kerja


Mungkinkah di sana kau bermain cinta?


Sebab mulut lelaki pandai bersandiwara, oh


Berhenti curiga bila masih cinta


Harus bagaimana?


'Ku meyakini cinta yang jauh di sana


Sakit pinggang, cari uang sampai harus banting tulang


Aku cari uang, kamu tuduh macam-macam


Kalau memang sekarang kamu sudah 'tak nyaman


Jangan beralasan, mendingan kita sekarang bubar jalan


Pacaran denganmu tersiksa batinku


Hati ini rindu bercampur dengan cemburu


Mau 'ku percaya namun 'ku curiga


Jangan-jangan cintamu telah terbagi dua, oh


Oh, berhenti curiga bila masih cinta


Harus bagaimana?


'Ku meyakini cinta yang jauh di sana


Sakit pinggang, cari uang sampai harus banting tulang


Aku cari uang, kamu tuduh macam-macam


Kalau memang sekarang kamu sudah 'tak nyaman


Jangan beralasan, mendingan kita sekarang bubar jalan


Sakit pinggang, cari uang sampai harus banting tulang


Aku cari uang, kamu tuduh macam-macam


Kalau memang sekarang kamu sudah 'tak nyaman


Jangan beralasan, mendingan kita sekarang bubar jalan


Bubar jalan (jangan, sayang)


Oh, bubar jalan (jangan, sayang)


Bubar jalan


Peserta ketiga menyanyikan lagu jawa yang lawas banget tapi kocak. Lagu dari Cak Dikin, Moncrot Poloku.


Opo pancen wis nasibku / apa sudah jadi nasibku


Goro-goro bojo ayu.. / gara-gara istri cantik


Bendino ngajak’i padu, / setiap hari mengajak bertengkar


Gawe moncrote poloku.. / membuat pecah otakku


Aduh simbok pecah sirahku, / aduh mama pecah kepalaku


Koyo copot iki jantungku.. / seperti copot ini jantungku


Salahku ra nggugu kandamu, / salahku tak mendengar ucapanmu


Amergo mung nuruti napsu.. / karena hanya menuruti napsu


Bojo ayu tansah kuatir, / istri cantik selalu khawatir.


Saben dino mung ketar-ketir.. / setiap hari hanya ketar-ketir.


Wis ra kuat anggonku mikir, / sudah tidak kuat aku berpikir


Tak rasakke koyo wong kenthir.. / kurasakan seperti orang gila.


Moncrot poloku, /pecah otakku.


Goro-goro duwe bojo ayu.. / gara-gara punya istri cantik


Moncrot poloku,/ pecah otakku

__ADS_1


Saben dino gawene nesu../ setiap hari sukanya marah.


Moncrot poloku,/ pecah otakku


Awan bengi ngajak’i padu.. / siang malam mengajak bertengkar.


Moncrot poloku, / pecah otakku


Yen ra kuat tak tinggal mlayu.. / jika tidak kuat ku tinggal lari.


Pancen kabeh wis tak niati, / memang semua sudah aku niatkan


Jebul keblinger tibo mburi.. / ternyata terlena jatuh dibelakang.


Getun jinggleng salahku rabi, / menyesal sekali salahku nikah.


Piye simbok nasibku iki.. / bagaimana mama nasibku ini.


Arep njaluk tulung nang sopo,  / ingin minta tolong pada siapa.


Kabeh sedulur podo nyukurno../ semua saudara sudah mengejek.


Aduh bapak ati nelongso, / aduh bapak hati nelangsa.


Bunuh diri kok wedi loro.. / bunuh diri kok takut sakit.


Peserta keempat menyanyikan lagu yang cukup lawas juga. Lagu yang dipopulerkan oleh ayah Hamdan ATT. Karena peserta ini usianya memang cukup lawas juga. Hahaha. Termiskin Sedunia.


Bukan ku menolakmu untuk mencintaiku


Tetapi lihat dulu siapakah diriku


Karna engkau dan aku sungguh jauh berbeda


Kau orang kaya aku orang tak punya


Sebelum terlanjur di fikirlah dulu


Sebelum engkau menyesal kemudian


Jangankan gedung gubukpun aku tak punya


Jangankan permata uangpun aku tiada


Aku merasa orang termiskin di dunia


Yang penuh derita bermandikan air mata


Itulah diriku ku katakan padamu


Agar engkau tau siapa aku


Sebelum terlanjur di fikirlah dulu


Sebelum engkau menyesal kemudian


Jangankan gedung gubukpun aku tak punya


Jangankan permata uangpun aku tiada


Aku merasa orang termiskin di dunia


Yang penuh derita bermandikan air mata


Itulah diriku ku katakan padamu


Agar engkau tau siapa aku


Bukan ku menolakmu untuk mencintaiku


Tetapi lihat dulu siapakah diriku


Karna engkau dan aku sungguh jauh berbeda


Kau orang kaya aku orang tak punya


Sebelum terlanjur di fikirlah dulu


Sebelum engkau menyesal kemudian


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2