
Sila berhadapan dengan segerombolan pemuda yang baru saja tiba di kantin. Karena Sila merasa tidak memiliki masalah dengan mereka, Sila cuek saja dan memilih jalan di samping mereka. Namun ternyata, salah satu dari mereka tidak membiarkan Sila pergi. Mahasiswa yang lain tidak berani ikut campur karena tahu siapa yang mereka.
“Permisi, Kak. Saya mau lewat” ijin Sila sopan karena langkahnya terus dihadang. Dia geser ke kiri, pemuda itu ikut ke kiri. Dia ke kanan, pemuda itu juga ke kanan.
“Boleh saja, asal dengan sayarat” jawab pemuda itu seraya tersenyum. Para mahasiswi hisetris melihat senyum pemuda itu yang sebenarnya tidak langka. Karena kepribadian pemuda itu tak jauh berbeda dengan ayahnya.
“Syarat? Apa?” tanya Sila mengeryitkan dahinya.
“Sebutkan nama dulu, baru kuijinkan pergi” Sila malah tersenyum dan menatap pemuda itu dengan garang.
“Ck, modus” ejek Sila membuat pemuda tertawa lepas. Dirinya benar-benar di buat kagum oleh sikap sila yang tak mengenal rasa takut. Bisik-bisik mulai terdengar, ada yang mengejek keberanian Sila, ada pula yang mengaguminya.
“Baru kamu yang mengataiku modus” ucap pemuda itu setelah reda tawanya.
“Memangnya kamu siapa sampai orang lain harus takut mengataimu?” ejek Sila angkuh. Tangannya dia lipat di perut dan mengangkat sebelah alisnya memandang pemuda itu.
“Mereka menyebutku Tuan Muda. Tapi sejujurnya, aku tidak suka dengan sebutan itu” ungkap pemuda itu meladeni sikap Sila.
“Nggak suka kok bangga” ejek Sila lagi. Baru saja Sila hendak melanjutkan bicaranya, Farhan datang dengan napas yang sedikit ngos-ngosan.
“Kak Farhan. Baru aja mau aku samperin” pekik Sila senang karena orang yang ingin dia temui sudah datang dengan sendirinya.
“Non Sila lama sekali. Sudah lebih dari sepuluh menit dari waktu tenggang yang papa Non berikan” ungkap Farhan dan Sila memberikan senyum bersalahnya.
“Maaf ya Kak. Sebenarnya ini mau nyamperin Kak Farhan. Tapi ada cowok aneh yang tiba-tiba menghadang Sila” cerita Sila mencari pembelaan. Farhan menoleh dan melihat segerombolan pemuda berdiri di hadapan nonanya. Karena fokus mencari Sila, Farhan sampai tidak sadar jika dia baru saja melewati segerombolan pemuda
kampus.
“Tuan Muda” kaget Farhan, namun tidak dengan pemuda itu. Dia sudah menyaksikan interaksi antara Farhan dan Sila sejak awal. Justru pemuda itu memberikan senyuman pada Farhan.
“Beneran dia Tuan Muda?” tanya Sila dan Farhan membenarkan. Sila mengangguk dan kembali mengangkat wajahnya menghadap pemuda itu.
“Kalau begitu, aku Nona Muda” ucap Sila dengan bangga.
“Kan Non memang Nona Muda” celetuk Farhan membuat Sila tertawa lepas. Farhan dan pemuda itu serta beberapa pemuda yang hadir terkesima melihat tawa Sila yang apa adanya tanpa dibuat-buat.
“Geli ah Kak aku dipanggil Nona Muda” kata Sila setelah meredakan tawanya.
__ADS_1
“Ehem” pemuda itu berdehem karena merasa diabaikan sejak kedatangan Farhan.
“Eh Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Farhan yang menghormati anggota keluarga bosnya. Pemuda itu tersenyum dan mengangguk.
“Boleh. Bisa minta tolong untuk meminta gadis ini berkenalan denganku?” Farhan menatap Sila setelah mendengar permintaan tuannya.
“Non” panggil Farhan dan Sila menggeleng.
“Saya jamin kalau Tuan Muda itu orang baik. Nggak ada salahnya kankalau Non berkenalan dan berteman?” bujuk Farhan. Sila menatap farhan dalam dan langsung dimengerti oleh pemuda. Mukanya langsung masam seketika melihat tatapan Sila pada Farhan.
“Nggak perlu” ucap pemuda itu dan langsung meninggalkan Farhan dan Sila yang kebingungan. Begitu juga dengan mahasiswa yang lain.
“Kenapa dia?” tanya Sila dan Farhan hanya mengangkat bahunya tak mengerti juga.
“Eh Kak. Duduk deh. Aku mau diskusi nih sama Sima. Tapi kita mau ke perpus untuk cari referensi tugas pertama kami. Boleh ya?” ijin Sila dan Farhan mengangguk.
“Saya temani” jawab Farhan dan Sila bersorak.
“Yey. Nanti bantu juga ya Kak” Farhan mengangguk. Sebelum ke perpustakaan, Sila membeli air mineral botol untuk dia bawa pulang ke asrama. Farhan mengambil alih kreseknya dan membawakannya. Sila tersenyum senang dan berbisik di telinga Farhan.
“Calon imam idaman” kontan saja telinga Farhan langsung merah menahan malu. Dia langsung menunduk dan itu sukses membuat Sila tertawa terbahak-bahak.
“Eh Kak, Tuan Muda tadi siapa sih?” tanya Sila penasaran ketika mereka sudah menduduki kursi dalam perpustakaan.
“Oh, itu. Namanya Tuan Muda Aiman Indrayani Sanjaya. Putra sulung dari Tuan Rizki dan Nyoya Andara. Berarti Tuan Muda itu cucu ponakan dari Tuan besar David dan Nyonya besar Hana” jelas Farhan dan Sila mengangguk mengerti.
“Pantas saja belagu. Orang besar ternyata” celutuk Sila karena tahu siapa yang diceritakan Farhan.
“Jangan salah sangka Non. Kepribadian Tuan Aiman memang begitu. Usil dan suka bikin ulah. Tapi aslinya baik, sama seperti papa dan anggota keluarga yang lainnya” jelas Farhan membuat Sila mencebik.
“Tuannya. Pasti dibela lah” cibir Sila membuat Farhan tertawa.
“Bukan membela Non. Tapi memang begitu kenyataannya” jawab Farhan masih belum menyerah. Sila makin mencebik dan mengacuhkan Farhan. Farhan memilih membaca buku untuk menemani Nonanya bersama teman sekamarnya. Kadang kala, Farhan mencuri-curi pandang dan tak jarang bertepatan dengan Sila yang juga curi-curi
pandang. Andai dalam audio visual, ada lagu romantis yang mengiringi adegan curi-curi pandang antara keduanya.
*****
__ADS_1
Waktu bergulir dengan cepat dan sang surya sudah mulai menyembunyikan diri. Aiman pulang dengan lesu dan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa. Sang kakek datang menghampiri dan ikut duduk di sampingnya.
“Kenapa?”
“Layu sebelum berkembang” jawab Aiman dan Andi malah tertawa. Aiman kesal dan berdiri dengan menyenggol kaki Andi. Andi semakin lepas menertawakan nasib cucunya sampai memegang perutnya yang sedikit merasa kram. Monik datang membawakan teh tawar aroma melati untuk suaminya.
“Kenapa sih Mas?” tanya Monik melihat suaminya tertawa sampai memegang perutnya.
“Cucu kamu tuh, patah hati sebelum berjuang” jawab Andi masih dengan tawanya yang keras.
“Siapa?” tanya Monik penasaran.
“Si Aiman. Lesu benar mukanya” Monik menggeleng. Memang cucu pertamanya itu lain dari pada yang lain. Tidak menutup identitas, namun juga tidak menjaga sikap. Tetap apa adanya dengan nama besar yang dia sandang. Berbeda dengan cucu-cucunya yang lain baik dari keluarga Sanjaya ataupun Prasetyo. Walaupun tidak semua
menyembunyikan identitasnya. Namun lebih banyak yang bersembunyi darip ada yang menunjukkan diri.
“Dengan nama besar keluarga Sanjaya dan nama besar Hamilton, masih ditolak sama cewek?” heran Monik. Andi masih tertawa mengingat nasib naas yang mendera cucunya. Memang kakek Andi ini tidak berperikecucuan. Bisa-bisanya menertawakan nasib malang cucunya sendiri.
“Sudah dong Mas. Ketawa terus” tegur Monik dan Andi mulai mengontrol tawanya. Dia mengambil teh tawar yang diracik sendiri oleh istrinya lalu meminumnya. Semenjak usai mengontrolkan kesahatannya, Andi sudah tidak minum teh manis lagi karena kadar gula dalam tubuhnya sudah hampir diambang batas maksimal. Mumpung belum terlanjur, begitu kata dokter dan Monik selalu mengontrol makanan serta minuman untuk suaminya.
“Dia tidak ditolak cewek. Tapi sudah tertolak sebelum dia beraksi. Ngenes banget nggak tuh” cerita Andi yang mengerti maksud Aiman, layu sebelum berkembang.
“Kasihan cucu Oma. Tapi penasaran, seperti apa sih cewek yang bisa menolak pesona Tuan Muda Sanjaya ini”
“Nanti kalau sama Allah diberi jodoh untuk tahu, pastiada jalannya. Tapi jangan berharap dari tuh anak” jawab Andi dan Monik mengangguk. Karena Aiman tidak akan mungkin memberitahu mereka.
*****
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA UNTUK KITA SEMUA UMAT ISLAM DI SELURUH DUNIA. SEMOGA MENJADI BERKAH BAGI KITA. BAGI YANG BERKURBAN, SEMOGA MENJADI AMALAN IBADAH YANG TERCATAT IKHLAS. BAGI YANG BELUM BISA BERKURBAN, SEMOGA BISA BERTEMU DI TAHUN DEPAN DAN BISA BERKURBAN. AMIIN YA ROBBAL ‘ALAMIIN.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel JOURNEY OF LOVE. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****