DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 35


__ADS_3

Tiga hari sudah Reyhan dan Risma resmi menjadi pasangan suami istri. Dan selama itu pula mereka belum juga melakukan hubungan suami istri. Jangankan berhubungan yang begitu, berciuman saja belum. Miris betul nasib Reyhan. Dan faktanya, tidak semiris yang dibayangkan pemirsa. Dia masih bisa bermanja-manja dengan Risma meskipun harus direcoki oleh keenam anaknya.


Hari ini, semua akan kembali ke kota X. Tidak semua, hanya keluarga besar Kusumo. Sedangkan keluarga Permana dan Herlambang langsung terbang ke kota S dengan jet pribadi milik keluarga Herlambang. Setelah menempuh perjalanan yang menyenangkan, sampailah mereka dikediaman Kusumo saat hari sudah malam.


“Alhamdulillah. Cukup melelahkan ya Bang?” ucap Risma sambil merenggangkan ototnya.


“Iya. Anak-anak juga pada tidur” jawab Reyhan dan mengelus lembut bahu Risma setelah tangannya turun.


“Abang angkat anak-anak dulu yah?” pamit Reyhan dan dianguki Risma.


“Biar Reno atau Seno bagian aku Bang” ucap Risma.


“Tidak usah. Reno saja yang kecil. Yang lain biar dibantu sama orang-orang itu” tunjuk Reyhan pada kempat bodyguard yang selalu mengawal.


“Abang angkat Sila yah? Dia sudah dewasa, jangan sampai disentuh sama orang lain yang bukan muhrimnya” ingat Risma dan Reyhan langsung mengiyakan.


Reyhan mengambil Sila dan Risma mengambil Reno. Sedangkan keempat pria itu mengambil sisanya secara acak.


“Langsung ke lantai dua saja yank. Semua sudah abang siapkan” Risma mengangguk. Dengan tertatih-tatih, Risma menaiki anak tangga satu per satu. Jangan tanyakan kemana kedua orang tua Reyhan. Dengan tidak ada akhlaknya, kedua orang tua itu langsung melakukan perjalan keluar kota dengan salih bulan madu lagi. Ya, Ali dan Nilam langsung meminta diantar ke bandara. Siapa yang pengantin baru dan siapa yang berbulan madu. Haduh haduh haduh. Emang dasar Ali dan Nilam ini.


Risma meletakkan Reno di kamar yang dulunya hanya ada Seno. Reyhan sengaja menata ulang kamar Seno agar bisa ditempati oleh dua orang. Begitu juga dengan kamar Sean dan Sila. Sean akan sekamar dengan rendi, dan sila tentu saja dengan Rindi.


“Kapan Abang menyiapkannya?” tanya Risma begitu dia masuk kamar Seno.


“Setelah kamu menerima lamaran Abang. Abang langsung telepon Kak Bagas untuk menyiapkan ini semua. Toh kamar mereka juga luas dan cukuplah untuk dua orang” jawab Reyhan.


“Apa trio S tidak keberatan Bang?” tanya Risma khawatir kalau trio S akan mengamuk setelah bangun tidur besok.


“Jangan khawatir sayang. Trio S sudah tahu kok. Dan mereka sendiri yang memilih teman sekamarnya kecuali Sila. Sudahh pasti dia akanbersama Rindi bukan?” jawab Reyhan terkekeh mengingat anak-anaknya sangat antusias saat mendengar akan mendapat teman sekamar. Yang paling senang adalah Seno. Karena dia akan punya teman baru untuk bermain lego. Apalagi Seno sudah tahu kalau Reno juga pandai main lego.


“Tapi Bang, anak-anak belum shalat Isya’. Gimana dong?” tanya Risma pada suaminya.


“Hem, biarkan saja lah yank. Besok kita ajarkan untuk mengganti. Bagaimana?” saran Reyhan.


“Tapi Bang, Sila sudah dewasa. Dan ketiga anak lainnya sudah lebih dari sembilan tahun” resah Risma dan Reyhan malah menatapnya dengan lembut.

__ADS_1


“Aku memang tidak salah memilihmu sayang” ucap Reyhan tidak nyambung dengan percakapan mereka.


“Ish, Abang” rengek Risma membuat Reyhan terkekeh.


“Sudah, biarkan saja. Mereka capek” ucap Reyhan dan Risma hanya pasrah mengiyakan.


Reyhan dan Risma menuju kamar utama milik Reyhan.


“Bang, Risma bersih-bersih dulu ya? Nanti kita jamaah” pamit Risma dan diangguki Reyhan.


Risma menyiapkan pakaiannya dan masuk ke kamar mandi. Reyhan memilih merebahkan tubuhnya sambil menunggu istrinyaselesai bersih-bersih.badannya sangat lelah karena perjalanan panjang. Sepertinya malam ini akan berlalu tanpa adanya pergualatan antara dua dunia karena kelelahan.


*****


Risma sedang berada di jembatan tempat pertama dia dan Erik bertemu. Dia memandang hamparan air yang mengalir mengikuti arus. Bahunya ditepuk oleh seseorang. Risma menoleh dan tersenyum pada orang yang menepuk bahunya.


“Mas Erik” panggil Risma dan langsung masuk dalam pelukan Erik. Ya, orang yang menepuk bahu Risma adalah Erik.


“Kamu bahagia?” tanya Erik ambigu.


“Bahagia Mas. Terimakasih ya sudah ada di hidup Risma” jawab Risma tak melepaskan pelukannya.


“Asalkan Mas Erik Ikhlas, Insya Allah Risma juga ikhlas menjalaninya”


“Mas bisa tenang sekarang. Percayalah pada Reyhan. Dia akan menjaga kamu dan anak-anak. Sayangi dan cintai Reyhan seperti kamu mencintai Mas” harap Erik sebelum dia benar-benar melepas keluarga yang sangat dia  sayangi.


“Mas benar-benar akan pergi?” tanya Risma tak rela.


“Mas nggak pergi. Mas akan mengawasi kalian dari sana” tunjuk Erik pada langit.


“Katakan pada Reyhan ucapan terimakasih Mas ya?” Risma hanya mengangguk. Matanya sudah basah karena Erik sudah semakin memudar.


Cup. Kecupan terakhir Erik berikan sebelum dirinya benar-benar menghilang.


“Mas sayang kalian” kata terakhir yang sempat terucap dari bibir Erik.

__ADS_1


“Mas Erik” teriak Risma dan dirinya kembali tertarik ke dunia nyata saat tubuhnya digoyangka-goyangkan seseorang.


“Sayang,  hei, bangun sayang” ternyata Reyhan mendengar jeritan Risma memangil nama Erik.


Risma bangun dengan nafas tersengal-sengal. Apa yang dia alami seolah benar-benar nyata.


“Abang” panggil Risma menatap Reyhan. Risma dapat melihat tatapn khawatir sekaligus sakit di mata suaminya. Hatinya merasa bersalah, namun apalah daya karena memang dia belum bisa melupakan Erik sepenuhnya dari hatinya.


“Kamu tidak apa-apa?” tanya Reyhan dengan nada lembut yang dipaksakan.


“Bang, maafkan Risma yah masih belum bisa menjaga hati abang” ucap Risma dengan nada yang sangat bersalah.


“Hush” ucap Reyhan. Telunjuknya mendarat di bibir Risma.


“Abang mencoba mengerti. Tidak mudah memang bersanding dengan seseorang yang sudah ada lebih dulu di hati seseorang” jawab Reyhan bijak.


“Mas Erik tidak salah pilih pengganti” ucap Risma mengulas senyum yang mampu membuat Reyhan melupakan rasa kecewanya. Dia membalas senyuman Risma tak kalah manisnya.


“Terimakasih. Itu titipan dari Mas Erik sebelum benar-benar pergi” ucap Risma menyampaikan apa yang diamanatkan padanya.


“Katakan padanya, abang juga berterimakasih karena mempercayakan kamu dan anak-anak pada abang” Reyhan merengkuh Risma dalam dekapannya. Ttidak ada rasa cemburu lagi ketika membahas tentang Erik. Tak hanya Risma yang ditemui Erik, dirinya juga lainnya pernah ditemui Erik sebelumnya.


“Kita wudlu, lalu tahajjud yuk” ajak Risma yang melihat jam sudah hampir setengah empat.


“Baiklah. Sekalian menunggu subuh. Kurang setengah jaman lagi”


Akhirnya keduanya melakukan ibadah sambil menunggu waktu subuh datang. Tak lupa juga keduanya membangunkan keenam anaknya untuk diajak shalat subuh berjamaah.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2