DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 63


__ADS_3

Risma dan Reyhan mengikuti Rizki. Saat masuk ke ruangan, sudah ada David, Hana, Dika, Azam, Rafa dan Mala. Mala terlihat gelisah, berbeda dengan Azam yang tenang.


“Silahkan duduk” ucap Rizki. Risma hanya mengangguk dan mengikuti langkah suaminya yang memilih posisi duduk.


“Kenapa wajahnya tegang semua, Bang? Risma jadi ngeri berada di sini” bisik Risma ditelinga suaminya.


“Santai sayang” hibur Reyhan. dia juga merasa bingung, kenapa tiba-tiba dipanggil secara pribadi begini.


“Kita buat salah ya Bang?” bisik Risma lagi.


“Nggak. Kita dengarkan dulu mereka. Baru akan tahu ada apa. Hal seperti ini sudah biasa” hibur Reyhan lagi agar istrinya tidak semakin takut..


Sedangkan semuanya hanya melihat interaksi keduanya yang sedang bisik-bisik.


“Ehm” Dika berdehem untuk menarik atensi keduanya yang masih asyik dengan mereka  sendiri.


Reyhan dan Risma langsung menegakkan tubuhnya dan fokus pada semua yang ada di depannya.


“Maaf semuanya. Ada apa sampai kami dipanggil pribadi seperti ini?” tanya Reyhan yangtak gentar sama sekali.


“Maafkan  kami. Kami dengar kalau istri anda mengenali mempelai pria?” tanya Hana ramah.Semua perhatian tertuju pada Risma yang bingung dengan pertanyaan Hana.


“Kamu kenal, Sayang?” tanya Reyhan. seingatnya hanya wajahnya yang mengingatkannya pada tante tetangga istrinya. Risma menggeleng pelan dan menatap semuanya. Mulai menarik napas untuk memberi jawaban yang sebenarnya.


“Maaf semuanya. Saya tidak mengenal pria yang menjadi pengantin. Hanya saja wajahnya  sangat mirip dengan seseorang yang saya kenal. Namanya Lusiana. Beliau adalah tetangga saya sebelum pindah ke kampung almarhum suami saya. Kami sangat dekat hingga beliau menikah dan dibawa ke kota tempat suaminya” semuanya saling pandang mendengar jawaban Risma. Dika mengangguk sebagai tanda kalau benar,  wanita yang dia selidiki puluhan tahun yang lalu, tepatnya duapuluh tiga tahun yang lalu bernama Lusiana.


“BI, ini gimana. Kalau Salman sampai ketahuan dan mereka ambil gimana? Umi nggak rela Bi” rengek Mala. Azam mengelus punggung  istrinya dengan sayang agar lebih tenang.


“Mengambil? Maksudnya gimana?” tanya Risma terkejut mendengar rengekan Mala.


“Maaf,  Nyonya?”

__ADS_1


“Risma.  Panggil Risma saja. Usia anda mungkin sepantaran dengan para mertua saya” jawab Risma langsung. Sedangkan David hanya diam karena sudah mengenalnya saat para mertuanya mengenalkannya.


“Ah, iya. Nak Risma. Tapi sebelumnya, bisakah anda memegang janji untuk merahasiakan ini?” tanya Dika dan dengan mantap Risma mengangguk. Reyhan mengeryit bingung, ada apa sebenarnya. Itulah yang dia pikirkan.


“Nak Reyhan juga bisa memegang janji?” dengan ragu Reyhan mengangguk.


“Jangan ragu. Kalau tidak bisa lebih baik anda menunggu di luar” ucap Rafa tegas yang melihat keraguan dimata Reyhan. Reyhan terhenyak mendapat teguran tegas dari Rafa.


“Maaf. Hanya bingung dengan apa yang terjadi. Tapi saya juga tidak mau meninggalkan istri saya menghadapi anda semua sendiri” jawab Reyhan tak kalah tegas.


“Kita percaya saja pada mereka” ucap David memutuskan perkara. Dia percaya pada keduanya, sama seperti dia percaya pada para orang tuanya. Ketiga pasangan yang menjadi orang tua duo R adalah orang-orang yang jujur dan bersih dalam berbisnis. Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, kecuali ada yang mengambil dan membawanya pergi jauh.


“Baiklah kalau begitu. Saya akan jelaskan apa yang terjadi duapuluh tiga tahun yang lalu. Salman adalah anak dari mendiang Lusiana seperti yang mungkin Nak Risma kenal” jelas Dika namun terkejut dengan pekikan Risma.


“Maksudnya Tante Lusi sudah meninggal?”


“Lusiana yang menjadi ibu Salman memang sudah meninggal” jawab Dika.


“Sabar Sayang. Kita lihat fotonya agar tahu apakah dia orang yang sama atau berbeda” Reyhan menenangkan istrinya. Dirinya juga bingung mengapa istrinya seperti kehilangan kendali. Apa begitu dekatnya mereka hingga membuat istrinya seperti ini.


“Boleh?” tanya Risma penuh harap. Ada sedikit harapan kalau keduanya adalah orang yang berbeda. Namun hati kecilnya mengatakan kalau mereka adalah orang yang sama.


“Boleh. Kami juga ingin memastikan sesuatu” jawa David.


Dika menoleh pada Mala yang menyandarkan tubuhnya pada Azam.


“Maafkan kami ya Dek. Dedek akhirnya harus tahu siapa ibu Salman” ucap Dika merasa tidak enak hati. Dulu dia yang mengiyakan permintaan Lusi untuk tidak mengenalnya. Kini semua harus terkuak dengan kedatangan Risma dan Reyhan di pesta pernikahan Salman.


“Nggak papa, Om. Mungkin tak semua rahasia dikubur bersama jasad yang bersangkutan” jawab Mala diplomatis.


Dika mengangguk dan berdiri mengambil amplop coklat di laci meja yang ada di ruangan itu. Dia membukanya dan mengambil selembar foto dan menyerahkan pada Risma. Dengan tangan gemetar, Risma menerima foto yang disodorkan padanya. Dengan hati-hati, Risma membalik fotonya dan matanya langsung mengenali siapa yang ada di gambar itu.

__ADS_1


Risma memandang Reyhan dengan pandangan yang berkaca-kaca. Tak lama kemudian, air matanya meluncur meskipun tanpa isakan. Reyhan menggelengkan kepala dan mengelap air mata dengan ibu jarinya. Semua langsung tahu kalau tante Lusi yang dimaksud Risma adalah ibu dari Salman.


“Anda tahu dimana makamnya?” tanya Risma terbata. Semuanya menggeleng. Itu sudah diluar ranah mereka. Waktu itu, tak lama setelah kepergian Azam dan Mala, datanglah segerombolan orang yang berhasil melacak keberadaan Lusi. Beruntung mereka datang setelah kesepakan dibuat. Gerombolan itu tiba tepat setelah Lusi meminum racun yang selalu dia bawa, sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa Lusi.


Tepat seperti dugaan Lusi kalau mereka datang untuk mengambil anaknya. Semua sudah atur hingga mereka percaya dan membawa mayat bayi yang dianggap anak Lusi ke kediaman tuan mereka bersama dengan Lusi.


“Apakah tante Lusi meninggal karena melahirkan Salman?”


“Tidak. Dia bunuh diri”


“Apa?” pekik Mala yang tidak tahu sama sekali ceritanya. Semuanya sudah sepakat tutup mulut untuk keselamatan semuanya. Pengalaman mereka tentang apa yang terjadi padaAzam menjadikan pembelajaran  hingga benar-benar menjaga Salman semampu mereka.


“Bunuh diri?” tanya Risma hampir bersamaan dengan pekikan Mala.


“Iya. Itu informasi akurat yang kami terima setelah segerombolan orang memanggil tim medis. Alasan yang diberikan dokter kami pada mereka cukup meyakinkan. Yaitu ada kemungkinan Lusi depresi karena anaknya tidak selamat. Untuk alasan pastinya, kami tidak tahu. Hanya Lusi yang tahu” jelas Dika.


“Pernah mencari tahu?” tanya Risma masih dengan wajah sembab.


“Tidak. Saya hanya mencari latar belakang Lusi setelah menerima permintaan dari Mala. Berhubung pihak dari Lusi meminta kami untuk memilih tidak mengenal, maka kami juga memutuskan diam dan tidak mencari tahu” jawab Dika.


“Terkadang sedikit tahu itu lebih baik” ujar David.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2